Water Teapot

Water Teapot
S2: Stuck with you


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Adipati uring-uringan, dari tadi dia berjalan ke kanan dan kekiri, membuat Taca pusing. “Di, Sayang, kamu ngapain sih pusing aku liatnya dari tadi bolak-balik, bolak-balik, udah kaya setrikaan.”


“Hah... 40 hari Amore, 40 hari...” ujar Adipati sambil terus berjalan hilir mudik.


Tadi saat Dokter Rindu melakukan visit untuk mencek kondisi Taca, Dokter Rindu mengatakan bahwa Adipati dan Taca tidak boleh melakukan hubungan suami istri selama 40 hari. Adipati langsung migren saat mendengar omongan dokter Rindu.


Taca menahan tawanya, jiwa mesum suaminya ini benar-benar belum hilang. “Iyah kan cuman 40 hari, bukan 40 tahun, Di,” ujar Taca lembut.


“Tapikan, aku ngak bisa.” rengek Adipati sambil duduk disebelah Taca.


“Ya terus gimana ? Emang tabungan kemaren ngak cukup, Di ?” tanya Taca sambil menatap Adipati.


“Ngak, ngak pernah cukup, aku tuh ngak pernah cukup buat ‘makan’ kamu. Kamu tuh ngak bikin bosen. Arghhh tau ah...” Adipati menggaruk kepalanya kesal.


“Udah, sini bawain kotak p3k, aku mau obatin tangan kamu,” ujar Taca meminta Adipati untuk membawa kotak p3k yang tadi sudah dibawakan oleh suster.


Adipati menurut dan membawakan kotak p3k kepada Taca, kemudian duduk disamping Taca, Taca dengan tenang mengambil lengan Adipati kemudian mengobatinya.


“Maaf yah, sakit pasti ini, aku minta maaf.” ujar Taca sambil mengoleskan obat merah sambil meniupi tangan Adipati.


Adipati hanya bisa meringgis sambil melihat Taca yang dengan sabarnya mengobati lukanya. “Ngak papa, Amore. Ini ngak seberapa daripada rasa sakit kamu ngelahirin Kama sama Kalila. Makasih yah..”


“Buat ?” tanya Taca sambil tetap fokus mengobati Adipati. Tangan Adipati banyak terdapat gigitan Taca dan cakaran Taca.


“Hai liat sini Amore.”


Taca kemudian mengangkat kepalanya tiba-tiba matanya melebar melihat Adipati yang menunjukkan sepasang anting berlian Lotus Cluster by Harry Winston, Large Diamond Earrings.


“Itu buat siapa ?”


“Buat kamu, Amore. Makasih udah ngelahirin Anak-Anak aku,” ujar Adipati kemudian memasangkan anting berlian tersebut dikuping Taca.

__ADS_1


“Ini ‘kan mahal, Di,” ujar Taca kaget, dia ingat dulu dia melihat katalog Harry Winston di rumah Papa Gio dan kepalanya langsung migren melihat harganya.


“Ngak semahal nyawa kamu, Amore,” ujar Adipati sambil mencium kening Taca lembut.


“Kamu mau ngelahirin anak-anak aku, kamu mau bertaruh nyawa buat anak-anak aku. Makasih banyak Amore.” ujar Adipati sambil mengusap pucuk kepala rambut Taca pelan.


Taca tersenyum kemudian menciumi tangan Adipati lembut, “Itu juga anak aku, kamu ngak berhutang apapun. Aku sayang dan cinta sama kamu, makanya aku mau melahirkan anak-anak kamu, keturunan kamu, Di.”


“I love you more, i stuck with you Amore,” ujar Adipati sambil mencium bibir mungil Taca dengan lembut.


(Aku lebih mencintaimu, aku terjebak dengan kamu, Amore)


“I Stuck with you too, semenjak aku menyerahkan segalanya buat kamu, Di,” ujar Taca sambil mengelus dahi Adipati dari atas hingga dagunya.


“Hahahaa.. i am happy to be stuck with you, Amore. Dengan terjebak bersama kamu, aku bisa tau apa itu cinta, aku bisa tau apa itu cemburu, aku bisa punya mertua yang ternyata mantan kepala geng motor, dan seorang Taca Safina Trina gadis manis, sabar tapi semenjak hamil jadi pemuja ikan... Aaaawww...” Adipati meringis saat Taca mencubit perutnya.


“Siapa yang memuja ikan, aku ngak memuja ih. Kamu tuh,” kilah Taca sambil menjulurkan lidahnya.


“Untung kamu ngak bikin sekte penyembah ikan pesut..aaawww awww.. ampun” Adipati langsung memeluk Taca yang kesal dengan candaan Adipati.


“Lah, emang aku harus puasa 40 hari, Amore,” ujar Adipati.


“Hah.. padahal yah tadinya aku mau istirahat 2 minggu aja, terus mau ‘bantu’ kamu pake tangan atau pake ini,” ujar Taca sambil menunjuk bibirnya.


Adipati langsung menelan salivanya, astaga ternyata masih ada cari itu, Adipati benar-benar lupa. Kenapa dia sampai melupakan teknik itu. Teknik yang sangat-sangat akan membantu dirinya selama 40 hari.


“Amore, ngak boleh gitu, inget kamu harus nurut sama suami,” ujar Adipati sambil memeluk Taca manja.


“Hadeuh... tau ah, puasa aja sana, hush hush,” ujar Taca kesal sambil merebahkan dirinya.


“Amore, astaga Amore maaf deh, kamu bukan pemuja ikan..”


“Terus aku pemuja apaan ?”


“Ngak ada, kamu ngak muja apa-apa,” ujar Adipati sambil merebahkan dirinya disebelah Taca, badan Taca yang mungil membuat Taca dan Adipati bisa tidur berdua di ranjang rumah sakit.


Taca langsung berbalik kemudian menatap manik mata biru kesayangannya, miliknya, candunya, manik mata yang membuatnya terjebak dengan kisah cinta aneh binti ajaib dengan bule bernama Adipati Berutti.

__ADS_1


Taca tiba-tiba mencium bibir Adipati lembut, “Aku tuh memuja kamu, aku memuja suami aku. Ayah dari anak-anakku,” ujar Taca sambil tersenyum manis pada Adipati.


Brushhhh


Wajah Adipati memerah mendengar kata-kata sederhana Taca. Hanya Taca yang bisa membuat wajah Adipati memerah, Adipati yang dulu mungkin tidak akan pernah menyangka dirinya akan bertekuk lutut dengan seorang wanita mungil didepannya.


“Amore.”


“Yah...”


“Jangan tingalin aku, jangan pernah.”


“Di, hidup aku itu kamu, kamu itu rumah aku buat pulang. Aku cuman bisa bayangin masa depan itu sama kamu ngak bisa sama orang lain. Jadi, kamu itu masa depan aku,” ujar Taca sambil mencium kening Adipati.


“Terima kasih Amore, sekarang aku bakal berjuang buat kamu sama anak-anak. Sekarang cuman ada kamu, aku dan anak-anak,” ujar Adipati sambil memeluk Taca.


“Aku tau, Di. Aku tau kamu bisa diandalkan, makanya aku memilih kamu, bukan orang lain.”


Adipati terus memeluk Taca sambil terus menciumi pucuk rambut Taca. Taca langsung menyelesupkan kepalanya didada Adipati sambil menghirup wangi tubuh Adipati.


Tanpa mereka sadari ada dua orang suster yang kebingungan, mereka ingin masuk dan menyerahkan obat untuk Taca, tapi tidak mau menggangu pasangan tersebut untuk memadu kasih. Karena, mereka tau perjuangan mereka untuk mengurus anak akan dimulai saat mereka pulang kerumah. Ada dua malaikat kecil yang akan selalu mengganggu mereka nantinya.


•••


Kasian susternya ngak bisa ngasih obat hohohohooooo....


Untung di kamar vvip coba kamar kelas 3 yang ada ribet sama emak-emak julid disamping kiri dan kanan. Heheheee....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2