Water Teapot

Water Teapot
Ikannya harus lajang..!


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


Taca langsung menelepon Abah untuk memberi tahu kabar gembira tersebut. Pada dering ke 4 Abah langsung mengangkat teleponnya.


"Neng, Abah kangen."


"Neng juga kangen... Abah lagi apa ?" tanya Taca.


"Abah lagi nunguin yang lagi ngegiling padi sama Aa Riki," ujar Abah sambil menjauh dari mesin giling padi.


"Ih.. Abah berisik ih, pindah. Neng mau ngomong penting ini," ujar Taca.


"Bentar..." ujar Abah sambil berjalan menjauh dari mesin penggiling padi mendekati Aa Riki yang sedang mengobrol dengan beberapa pegawai.


"Gimana, Neng...."


"Abah, Abah.... siap yah...."


"Oke siap, kenapa ?" tanya Abah penasaran dengan berita yang akan diberitakan oleh Taca.


"Hmmm Abah, Taca hamil..." ujar Taca riang sambil sedikit berteriak.


"Hah... HAMILLLLL ??? Wahhh... keren si bule, hamil beneran ?" tanya Abah antusias sambil meloncat-loncat.


"Iyah hamil beneran lah, Bah. Masa hamil bohongan," ujar Taca.


Adipati datang kemudian duduk disebelah Taca sambil memilih film di netflix.


"Hamil anak manusia kan ?"


"YA IYAHLAH, BAH...!! Masa anak beruang, emang Taca nikah sama beruang...!!" ujar Taca sambil memukul paha Adipati tiba-tiba membuat Adipati meringis.


"Beruang mesum si Adipati mah, haahahhaaaa..." ujar Abah sambil tertawa lepas.


"Abah... iyah Taca udah hamil 6 minggu, jadi sekitar 2 bulan lebih 2 minggu," ujar Taca bahagia.


Abah diam dan berpikir, "Neng, kan neng teh baru nikah sebulan kok bisa hamil 2 bulan lebih, ini teh gimana ceritanya ?" ujar Abah bingung.


Taca mengigit bibir bagian bawahnya bingung menjawab pertanyaan Abah, "Yah.. ngak tau atuh, Bah. Tanyain Adipati aja, kan yang bikin dia, Taca mah cuman hamil aja," ujar Taca asal.


"Coba kasih ke si Bule," ujar Abah.


"Di, Abah mau ngomong sama kamu. Abah mau tanya gimana caranya bikin aku hamil," ujar Taca.


"Hah ...??" Adipati menggaruk kepalanya, masa Abah ngak tau cara bikin orang hamil.


"Iya, Bah..." ujar Adipati

__ADS_1


"Eh, bule... itu gimana caranya Taca hamil ?" tanya Abah.


"Caranya ? Abah beneran mau tau ?" tanya Adipati bingung, ngapain juga mertuanya nanya gimana cari bikin Taca hamil.


"Iyah kok bisa hamil 2 bulan ?" ujar Abah lagi.


"Yah jadi, saya cium lehernya Taca, terus baju Taca dibuka. Terus "ade" saya masuk ke....."


"ASTAGA BULE GILAAAAAA.... MAKSUDNYA BUKAN ITU...!!! hadeuhhhh RIKI....!" teriak Abah memanggil Riki.


"Besok kita ke Jakarta ribet emang ngomong sama yang otaknya mesum...!!!" jerit Abah kesal.


TUT....


Abah menutup teleponnya, menyisakan Adipati yang menatap Taca kebingungan.


"Abah tadi nanya cara bikin anak kan ?" tanya Adipati.


"Iya maksudnya, kenapa aku bisa hamil 2 bulan lebih. Padahal kita nikah baru sebulanan, ADIPATIIII. Bukan "cara" kamu hamilin aku, Di...!?" jawab Taca gemas dengan kepolosan Adipati yang tidak ada duanya.


"Eh......."


"Tau ah, kamu mah oon..!" ujar Taca sambil memukulkan bantal ke badan Adipati sambil pergi meningalkan Adipati sendirian.


"Tapi kan aku sangka Abah nanya cara buatnya," Adipati membela dirinya.


•••


Taca diam menatap pemandangan kota Jakarta, tiba-tiba air matanya bercucuran, Taca menangis.


Adipati yang sedang berjalan dibelakang Taca langsung menghentikan langkahnya melihat Taca yang menangis tersedu di dekat jendela.


"Amore, kamu kenapa ?"


Taca melihat Adipati kemudia mengangkat tangannya meminta dipeluk, Adipati mengikuti keinginan Taca. Adipati memeluk erat Taca kebingungan kenapa istrinya nangis sesengukkan.


"Kamu kenapa ?" tanya Adipati lagi bingung.


"Bi Yuli nakal, Di..." isak Taca sambil memeluk Adipati erat-erat.


"Hah... nakal gimana, emang Bi Yuli kenapa ?" Adipati menatap Bi Yuli yang menatap dari jauh bingung.


"Bi Yuli, Bi Yuli bunuh ikan mas... kasian ikan masnya. Itu ikan mas punya keluarga. Gimana kalau ikan mas yang dibunuh Bi Yuli itu kepala keluarga. Kasian istrinya jadi janda, anak-anaknya jadi yatim..." isak Taca keras-keras.


"Hah......" Adipati kaget dengan teori yang diberikan Taca, sejak kapan ikan mas punya silsilah keluarga. Astaga kenapa istrinya berubah absurd seperti Abah...!?


"Iya, kasian istrinya nanti berjuang buat menghidupi anak-anaknya, kamu bayangin, Di. Gimana kalau anak-anaknya ada 8 kebayang beratnya kaya apa." Isak Taca makin keras sambil menangis di dada Adipati.


"Bibi ngak tau, Neng. Bibi nggak nanya tadi ke tukang ikannya apa ini ikan mas udah beristri atau masih perjaka," ujar Bi Yuli dari arah dapur sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Bibi harus cek makanya, kasian ikannya," cecar Taca sambil terus menangis keras.


Adipati hanya bisa menahan senyumnya melihat Taca menangis karena ikan.


"Kasian Bi, Bibi jahat, Di....." tangis Taca makin pecah di dada Adipati.


"Den, Bibi nggak tau kalau ikannya kepala keluarga, Den." ujar Bi Yuli polos sambil memilin lap ditangannya.


'Astaga makjan, kenapa Bi Yuli ikut-ikutan mellow' batin Adipati sambil mengurut dahinya. ADA APA DENGAN ORANG-ORANG DI APARTEMEN INI....!?


"Maafin, Bibi yah Neng..." ujar Bi Yuli.


"Bi Yuli jahat, Di.... kasian anak-anaknya, gimana kalau kamu dibunuh terus anak kita sama siapa ? Huaaaaaaa....." tangis Taca makin pecah, tiba-tiba imajinasinya membayangkan dirinya harus mengurus anaknya sendirian gara-gara Adipati di bunuh.


"Hah.... kamu kenapa sih, Amore. Mana ada yang mau bunuh aku. Terus sejak kapan ikan punya silsilah keluarga, astaga Amore...." ujar Adipati gemas dengan tingkah istrinya itu.


Brukkk


"Kamu nggak peka, Di. Kamu nggak tau perasaan istrinya ikan mas. Kamu jahat sama kaya Bi Yuli.... " Taca masih menangis, entah kenapa hormonnya menyuruh Taca menangis sedih. Mungkin karena Taca sedang hamil.


"Di, jangan ketawa ini tuh penting...! Ini menyangkut perasaan dan masa depan istri dan anak ikan masnya tau...!!!!" hardik Taca kesal karena melihat Adipati tertawa kecil.


Demi apapun Adipati nggak pernah tau perasaan ikan mas, hampir semua temannya adalah manusia bukan titisan ikan mas...!? Jadi, mana tau perasaan ikan mas kaya apa...!!!!!


"Ya udah, Bi Yuli mulai besok kalau mau bunuh dan masak ikan mas, ikan nila, gurame bahkan salmon sekalipun. Bi Yuli tanya ke pedagannya itu ikan statusnya apa, apa itu ikan lajang, duda, janda, punya istri atau suami. Pokoknya tanya.... bilang kalau kita hanya makan ikan yang lajang dan sebatang kara...!!!!" ujar Adipati memberikan solusi gila pada Bi Yuli yang langsung dijawab anggukan oleh Bi Yuli.


'Makin gila ini tuan sama nyonyanya. Aku kudu piye masa tiap belanja harus nanya status ikannya' batin Bi Yuli sambil melanjutkan masaknya.


"Iya, Di pokoknya kalau nggak lajang ngak boleh, kasian Di," ujar Taca sambil mengelap air matanya dengan punggung tangan kirinya.


"Iya, mulai besok kita cek yah, kita bakal selektif lagi dalam memilih ikan," ujar Adipati sambil memeluk Taca yang mulai tenang, tangisnya tidak lagi histeris seperti tadi.


'Kamu kenapa sih, Amore. Bisa pecah kepala aku kalau selama hamil kamu kaya gini,' batin Adipati sambil berusaha menahan tawanya.


•••


Inget ikannya harus LAJANGGGGG....!!!


Coba disini gimana kesan dan pesannya pas hamil muda hehehee...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2