Water Teapot

Water Teapot
Gosip digosok makin sip...


__ADS_3

Gosip tentang calon suami Taca membelikan Taca 20 mobil Avanza langsung membuat kampung Citeko geger. Bukan hanya geger bahkan memunculkan gosip-gosip lainnya.


"Entis..." panggil Jojo


"Apa Jo, jangan lari-lari kalau jatoh berabe," Entis mengingatkan Jojo.


"Taca, Tis..."


Entis langsung terdiam mendengarkan nama gadis pujaan hatinya, tapi selalu bertepuk sebelah tangan. Taca selalu menolaknya, dengan cara apapun Entis memberikan perhatian Taca selalu menolaknya.


"Kenapa Taca ?" tanya Entis pura-pura tidak peduli, padahal dihatinya dia benar-benar penasaran.


"Dia pulang, Tis. Bawa calon suami, calonnya bawa mahar 20 Avanza, Tis. Edyaaannn," ujar Jojo sambil duduk disamping Entis.


"Ngacooo, sekaya apa calonnya. Ngak mungkin nyaingin aku," ujar Entis geram, sebagai anak orang paling kaya di kampung Citeko, harga dirinya terkoyak.


"Beneran, Tis. Bahkan aku udah tanya langsung ke yang nganterin barangnya. Yang bayarnya calonnya Taca. Namanya Adipati Berutti. LUNAS...!!" Jojo memanas-manasi Entis.


Entis cuman diam, siapa Adiapati Berutti ini, sekaya apa dia. Palingan dia pinjem uang ke kanan dan ke kiri. Buat bayar Avanza.


"Ah.. sudahlah bentar lagi kan, kamu juga mau nikah sama Rina. Cantik juga si Rina itu. Udah lupain Taca lah. Rina lebih baik," Jojo mengingatkan Entis bahwa sebentar lagi, Entis bakal menikah dengan Rina.


Entis cuman diam, menatap kedepan. Bukan keinginannya untuk menikahi Rina. Ayahnya yang memaksa Entis untuk menikahi Rina. Sebagai anak laki-laki satu-satunya dari keluarga Darmawansa, Entis sudah dipaksa untuk menikah.


"Iya, Jo... tapi aku penasaran sama calonnya Taca."


"Ganteng, Tis matanya biru."


"Bule ??" tanya Entis penasaran.


"Jigana (kayanya) Tis."


Entis hanya bisa diam dan menatap keluar. Entah kenapa hatinya dan perasaannya saat ini sudah jumpalitan. Ada senyum terpancar di wajahnya.


"Taca..."


•••


Sore itu berubah heboh dirumah Rina, bagaimana tidak, tiba-tiba saja pekarangan rumah juragan Suhaedi penuh dengan 20 mobil Avanza dengan berbagai warna.


Sontak membuat semua warga kampung berkumpul di pinggir-pinggir pekarangan rumah Juragan Suhaedi. Bahkan masuk kedalam pekarangan rumah Rina.


"Aya naon ieu teh ?" tanya Ceu Ningsih Kepo maksimal. Darah mata duitannya bergejolak.


(Ada apa ini tuh ?)

__ADS_1


"Ini, Ceu... itu laki-laki bule itu, katanya calon suami Neng Taca. Ini mobil Avanza jadi mahar nikahannya Neng Taca." jawab Ceu Kokom teman pergosipan Ceu Ningsih.


"HAH ....???!!!" Ceu Ningsih dan Rina langsung membulatkan matanya kaget. Jiwa mata duitan dan julidnya bergejolak.


"Masa ada yang mau sama si Taca, bekas racekan (pegangan) si Ryan," cerocos Rina tidak terima Taca dapat mahar lebih banyak dari yang dikasih Entis untuknya.


*heh... kalung yang dipake Taca aja seharga 1 mobil avanza bahlul *author geram juga ini


"Dipelet meureun, Rin.." cerocos Ceu Ningsih yang sama-sama tidak terima mahar anaknya dikalahkan oleh Taca.


"Aku mau datangin, Kang Entis. Aku mau mahar tanah sawah aja. Biar Si Taca ngak bisa ngalahin aku, pokoknya...!!!" gerutu Rina sambil menghentakkan Kakinya, kemudian berjalan keluar dari pekarangan rumahnya.


•••


"Ini mobil kamu semuanya ?" tanya Abah masih dalam mode kaget. Seumur hidup ngak pernah kepikiran punya mobil Avanza sebanyak ini.


"Iya Om, punya saya. Tapi saya kasih buat Taca semuanya aja, Om. Anggap aja mahar. Sama ini Om. Kayanya Om suka banget sama Toyota, jadi saya sekalian beliin saham Toyota buat Taca 7% anggap aja mahar juga, Om," jawab Adipati polos sambil memberikan berkas-berkas atas nama Taca kepada Abah.


Abah makin kaget, matanya mengerjap-ngerjap. Dia tidak menyangka bule tukang kredit ini mampu membeli 20 mobil Avanza ditambah saham Toyota. Abah memang orang kampung tapi dia tau tentang saham.


"Ieu bule gawena naon, Ta ?" tanya Abah pada Taca bingung.


(Ini bule kerjanya apa, Ta?)


Taca yang juga masih dalam mode kaget cuman bisa mengaruk-garuk kepalanya. Bukan tidak tau betapa suksesnya Adipati, tapi dia tidak menyangka kekasihnya ini sampai membeli 20 Avanza untuk dirinya. Masalahnya itu mobil mau diapain ?? Mau bikin armada Taxi online ?.


"Eh...iya, Bah. Eh.. Adipati ini pemilik perusahaan tempat Taca kerja. Bah. Dia CEOnya," jawab Taca sambil mengaruk rambutnya yang tidak gatal.


Kang Rozak yang sedang minum otomatis menyemburkan air minumnya. "Jadi dia yang punya perusahaan e-commerce TOKO."


"Iyah itu saya," jawab Adipati sambil memberikan senyuman bisnisnya pada Kang Rozak.


Kang Rozak langsung tersenyum simpul, pantas ini bule percaya diri banget.


Abah yang tidak mengerti hanya manggut-manggut, yang ada diotaknya saat ini apalagi yang harus diuji pada Adipati. Harta ? Pasti kaya ini bule tukang kredit, terus apa yah Hmmm...


"Ya sudah angap aja itu cicilan mahar."


Adipati langsung tersenyum senang mendengar perkataan Abah.


"Istirahat kamu, besok kamu anter Abah kekebon. Bantuin Abah beres-beres dikebon. Bangun pagi, awas kalau ngak bangun," ujar Abah sambil beranjak dari sana.


"Abah, masa Adipati disuruh kekebon. Mana bisa dia Abah, lulusan Harvard masa disuruh ke kebon...!!!" rengek Taca sambil mengejar Abah yang sudah masuk kedalam kamarnya.


"Pokokna kudu ka (harus ke) kebon, Abah ngak peduli dia mau lulusan Harvard, Harved, Harley Davidson sekalipun. Pokokna harus kekebon besok..." ujar Abah bersikeras.

__ADS_1


"Atuh, Abah Arghhhh..." Taca terus mengikuti Abah. Taca tidak bisa membayangkan ngapain coba Adipati di kebon ?


"Adipati kan ?" tanya Kang Rozak.


"Iyah."


"Pangil saya Kang Rozak, saya Kaka Taca yang kedua. Saya sering membaca tentang Anda."


Adipati tersenyum mendengarkan perkataan Kang Rozak, tidak sia-sia dia pernah jadi sampul majalah Forbes.


"Nanti bantuin saya ngajar, yah. Biar jadi inspirasi anak-anak didik saya," ujar Kang Rozak sambil tersenyum misterius.


"Baiklah, Nanti saya kesana."


Adipati sama sekali tidak sadar hal apa yang menantikannya. Dia tidak tau apa yang akan terjadi di kebon, atau disekolah nanti. Diotaknya saat ini hanya bagaimana menikahi Taca dengan cara dan syarat apapun.


"Neng ini siapa ?" tanya Aa Riki pada Sherlly yang dari tadi berdiri disebelah Adipati.


"Saya ?" Tanya Sherlly sambil menunjuk hidungnya sendiri.


"Iyah, kamu."


"Saya sekertarisnya Pak Adipati."


"Neng ngak ada cita-cita pulang udah malem ini." Ujar Aa Riki bingung kenapa Sherlly masih ada disana.


'Saya inginnya pulang, Pak. Guling-guling dikasur rumah. Kalau bisa joget bang jago dah...!!' batin Sherlly, tapi tidak Sherlly ungkapkan.


"Sher, kamu pulang aja. Nanti kalau ada apa-apa kamu kabarin, saya. Oh buat rapat via online kamu bisa siapin semuanya kan ?" tanya Adipati.


"Bisa, Pak. Ini seperti biasa. Nanti jam 11 malam. Bapak bisa rapat langsung. Nanti saya ingatkan kembali." Sherlly menyerahkan Imac pada Adipati.


"Saya permisi, Pak."


•••


Hayooo mau diapain bang Adipati sama Kang Rozak dan Abah ??? Hihihihihihiii...


Sultan dilawan yah gini 🤣🤣🤣


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2