
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Pagi-pagi Iis, Taca, Juan dan Adipati sudah bersiap untuk pergi berenang dengan lumba-lumba di Aquaventure waterpark lebih tepatnya dibagian Dolphin Bay. Mobil khusus sudah menjemput mereka berempat.
Saat akan membeli tiket, Adipati harus mengurus beberapa persyaratan lagi mengingat kandungan Taca yang sudah lumayan besar, akhirnya dengan mengikuti prosedur kesehatan yang ada dan mendatangkan tenaga medis yang bersedia dipinggir kolam akhirnya Taca diizinkan untuk mengikuti acara berenang bersama lumba-lumba.
Selama beberapa waktu mereka berinteraksi dengan lumba-lumba yang ada. Mereka mencium, menari, mengelus lumba-lumba tersebut. Taca dan Iis berkali-kali memekik senang melihat tingkah laku lumba-lumba.
Lumba-lumba tersebut mengoyangkan ekornya membuat percikan air yang langsung mengenai Taca, Iis, Juan dan Adipati.
“Astaga, lucu banget lumba-lumbanya. Boleh ngak sih aku pelihara satu aja,” pinta Taca pada Adipati.
“Amore, jangan kasian lumba-lumbanya. Mau disimpen dimana juga,” jawab Adipati.
“Iya, padahal lucu banget. Aku mau diphoto aku mau diphoto,” pinta Taca sambil memberikan handphonenya pada Adipati. Adipati dengan patuh memphoto Taca dengan berbagai gaya dan posisi.
“Amore...” teriak Adipati saat Taca sedang mengelus lumba-lumba, dengan cepat Taca melirik Adipati dan tersenyum.
Klik..
Adipati tersenyum senang mendapatkan photo cantik istrinya yang sedang mengandung. Dengan cepat Adipati menjadikannya wallpaper dihandphonenya (bucin amat, Pak ? *author).
“Daddy, sini pegang perut aku si kembar nendang-nendang,” jerit Taca sambil tertawa riang.
Adipati mendekati Taca kemudian mengusap perut Taca lembut, dengan cepat Adipati merasakan tendangan dari dua buah hatinya. Senyum berkembang diwajahnya.
“Kayanya si kembar ini nanti demen maen di air, kita beli rumah dipinggir pantai aja, gimana? Biar nanti kalau mereka mau berenang tinggal nyebur aja,” usul Adipati sambil terus mengusap perut Taca.
“Aku mah terserah mau rumah dipinggir sungai juga ngak papa, asal kamu kepala keluarganya. Asal kamu suaminya, kalau orang lain mah ogah..!” jawab Taca sambil menarik kerah baju Adipati membuat Adipati menunduk dan dengan cepat Taca menggesekkan hidung mereka berdua.
“Janji yah, aku doang suaminya,” ujar Adipati.
“Janji, kamu juga janji istrinya aku doang, awas kamu selingkuh, aku bilangin Abah biar kamu disambit koran,” ujar Taca memeluk Adipati.
“Janji, yang ini aja bikin kepala sakit apalagi kalau mau nambah, pecah ini kepala,” canda Adipati.
Taca tertawa mendengar jawaban Adipati, tidak pernah Taca sangka dirinya akan berakhir menikah dengan seorang lelaki seperti Adipati. Tidak pernah menyangka juga, bule mesum didepannya ini sangat disayang oleh keluarganya. Bahkan Abah sangat sayang dengan Adipati, walau terkadang mereka seperti Tom and Jerry.
“Di...” panggil Taca tiba-tiba.
__ADS_1
“Śi Amore ?” demi apapun Adipati lebih suka Taca memanggil namanya dari pada Daddy.
“Grazie per essere un buon marito, speriamo un giorno di poter essere un buon padre per i nostri figli. Ti amo, marito mio.” ujar Taca.
(Terima kasih sudah menjadi suami yang baik, semoga kelak bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anak kita. Aku mencintaimu Suamiku.)
Mata Adipati membulat mendengar perkataan Taca, matanya benar-benar hampir keluar dari rongganya. Sejak kapan istrinya ini bisa bahasa Italy ?.
“Bentar, kapan kamu bisa...”
“Sejak kamu bilang, kamu mau lempar aku ke sungai, sama kamu ngerutukin nasib gara-gara punya istri kaya aku pas aku suruh kamu jadi tukang cilor,” jawab Taca sambil menjulurkan lidahnya, kemudian berjalan menjauhi Adipati.
“Kamu jahat yah, istri lagi hamil mau dilempar kesungai, ckckckcckkk....”ujar Taca sambil menggerakkan jari telunjuk tangan kanannya, kekanan dan kekiri.
“Itu... Amore, maksudnya ngak gitu,” Adipati lansung panik dan mengejar Taca.
“Bilang sayang, bilang cinta tapi ingin nyeburin aku kesungai dong, Iis,” ujar Taca pada Iis yang sedang meminum air kelapa.
“Hah ? Siapa, kok jahat amat,” ujar Iis bingung, siapa yang mau nyeburin Taca kesungai ?!
“Tuh, bule mesum. Awas aja, tidur kamu diluar ngak usah masuk-masuk kekamar..!”ujar Taca sambil menjulurkan lidahnya lagi kemudian berjalan kearah kamar mandi.
“Astaga, Amore maksudnya bukan gitu, kamu salah denger kali. Amore. Hadeuh... astaga kapan Amore bisa bahasa italy sih?” maki Adipati sambil menggaruk kepala belakangnya.
“DAMN..! AMORE...” teriak Adipati sambil mengejar Taca yang sudah masuk kedalam kamar mandi.
Adipati berlari mengejar Taca sambil mengingat apa saja yang sudah dia ucapkan pada Taca, selama ini.
Juan dan Iis hanya bisa tertawa melihat pasutri tersebut. “Aya-aya wae, ih..!”ujar Iis sambil tersenyum.
(Ada-ada aja, ih...)
“Yang, sini..” panggil Juan dari tengah kolam memanggil Iis. Iis dengan cepat berjalan menghamipiri Juan.
“Apa, Mas...”
“Sini, liat lumba-lumbanya bawa sesuatu,”ujar Juan sambil menunjuk lumba-lumba yang mendorong sesuatu seperti ban kecil berbentuk flamingo diatasnya ada kotak beludru merah.
Iis terdiam melihat kotak tersebut, lumba-lumba itu mendorong ban itu sampai ketangan Iis seperti menyodor-nyodorkan meminta Iis untuk membuka kotak tersebut.
Iis terdiam, jangan-jangan Juan mau melamarnya. Iis tersenyum didalam hati. Akhirnya dia dilamar juga ya tuhan. Mana lucu juga yang ngasih cincinnya dolphin.
Iis tersenyum kemudian membuka kota beludru tersebut, Iis kebingungan kenapa kotak cincin gede banget.
__ADS_1
“Ini dari siapa ?” tanya Iis pura-pura kaget dan polos, kalau bener ini cincin Iis harus pura-pura kaget.
“Dari Blade..”
“Blade?” tanya Iis bingung, siapa Blade ?.
“Blade, nama lumba-lumbanya,” ujar Juan sambil menunjuk lumba-lumba yang sedang meloncat-loncat dengan cantiknya.
“Makasih yah, Blade,” ujar Iis.
Iis langsung membuka kotak tersebut, jantungnya berdetak kencang. Akhirnya Juan melamarnya juga. Cute banget ngelamar pake lumba-lumba. Pada saat kotat tersebut dibuka, Iis hanya bisa terdiam melihat isinya.
“Selamat ulang tahun, sayang. Kemarin aku lupa ngasih kado ‘kan.” ujar Juan sambil mencium kening Iis.
Iis hanya bisa menghela napas kemudian tersenyum manis berusaha menghilangkan perasaan kesal karena bukan cincin tapi jam tangan yang Iis dapatkan dari Juan, itu pun kado ulang tahunnya.
“Makasih Mas, ini bagus banget,” ujar Iis sambil mengambil jam tangan Bvlgari seri Lvcea.
“Selamat ulang tahun yah, Yang...”
“Iyah, Mas. Makasih yah,” ujar Iis sambil menutup kembali box jamnya. “Eh itu liat...”
Iis menunjuk kepada lumba-lumba yang sedang melakukan loncatan-loncatan indah yang sangat cantik dan sesekali memercikkan air ke arah Juan dan Iis yang tersenyum bahagia.
Iis hanya bisa menatap lumba-lumba dan berpikir kalau mungkin masih lama untuk dirinya dilamar oleh Juan Wijaya...
•••
Hah.. Pak Juan mah gitu ih...
Tau ah, kaka gallon jodohin Iis sama Kang Rozak baru nyaho kamu..!
🙈🙈🙈🙈😬
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1