Water Teapot

Water Teapot
S2: Masalah baru?


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Hola... maaf yah kemaren-kemaren ceritanya udah mengharu biru kaya drama korea dengan rating jeblok... wkwkkwk...


Kaka Gallon juga bikinnya ampe keder. Ampe kaya orang depresi hahahaa...


Baiklah mari kita membuat cerita yang lebih bahagia yah... *yakin bahagia? Hahahaaa....


•••


6 bulan kemudian....


Sudah enam bulan berlalu semenjak kematian Ayahnya, Iis saat ini sudah kembali menjalani hari-harinya. Walau terkadang Iis masih suka menangis diam-diam, tapi Juan dengan sigap menenangkan dirinya.


"Yang, kamu nanti jadi pergi sama Mamih?" tanya Juan disela-sela sarapannya.


"Iya nanti pulang dari biro aku bakal ketempat Nenek, kita janjian disana," jawab Iis.


"Hah... curiga bakal bunyi terus ini handphone aku, gara-gara sms notifikasi penggunaan Kartu Kredit," canda Juan sambil melirik layar handphonennya.


"Yeh... ya udah silent aja itu handphonennya. Biar nggak bunyi-bunyi terus deh atau buang aja buang," ujar Iis sambil mengerucutkan bibirnya.


Tawa Juan meledak saat melihat istrinya mengerucutkan bibirnya. Setelah sering diajak jalan-jalan oleh Mamihnya, Iis jadi lebih suka berbelanja, tapi Juan melihat barang-barang yang dibeli Iis masih didalam batas kewajaran.


"Sini deh," Juan menarik tangan Iis agar duduk di pahanya. "Ini bibir kalau ngerucut gini jadi pingin aku..."


Juan langsung menggigit bibir Iis dengan lembut, Iis langsung mendorong tubuh Juan.


"Sakit Mas," protes Iis sambil mengusap bibirnya.


"Abis ini bibirnya minta dicium," ujar Juan sambil mengusap-ngusap punggung Iis.


Iis menatap Juan sambil memicingkan matanya, diliriknya jam di dinding. Masih ada waktu.


"Mas... Bi Sur mana?" tanya Iis sambil melirik kekanan dan kekiri mencari keberadaan sosok Bi Sur.


"Bi Sur lagi keluar, katanya mau beli apa nggak taulah. Tersera..."


Iis membungkam bibir Juan dengan bibirnya, Juan yang kaget tiba-tiba diserang oleh Iis membuat tubuhnya goyang dan dengan sukses badan Juan terjatuh ke lantai.


"Yang, astaga bilang-bilang kalau mau..." ujar Juan sambil menatap Iis yang sudah berada diatas tubuhnya dan menatap mata Juan dengan tatapan nakal.


"Kamu tuh semenjak nikah jadi li..."


Lagi, Iis membungkam mulut Juan dengan ciumannya, menelusupkan lidahnya kedalam mulut Juan, memaksa Juan membuka mulutnya agar memberikan akses pada Iis untuk mengelitik setiap jengkal didalam mulut Juan dengan lidahnya.

__ADS_1


Pinggul Iis bergerak berirama menggesek tubuh Juan, membuat Juan meledak hanya dengan gerakan Iis yang mampu membuat Juan terbang kelangit ke tujuh. Juan benar-benar dibuat semaput oleh tindakan Iis yang entah belajar dari mana mampu menaklukkan dirinya dalam melakukan hubungan suami istri.


"Yang...yang..." geram Juan saat Iis mengurai ciumannya dan meluncur kebagian bawah tubuhnya. Sudahlah-sudah Juan benar-benar pasrah dengan kelakuan Istrinya, lakukanlah apa yang ingin dilakukan Iis. Juan pasrah...


Waktu berlalu dengan cepat akhirnya mereka berdua melakukan pelepasannya, Juan ambruk diatas tubuh Iis, menimpa Iis. Badan juan yang kelelahan hanya bisa diam tak bergerak diatas tubuh Iis.


Tangan Iis berusaha mengambil handphone dari tas miliknya yang tadi tanpa sadar mereka jatuhkan dari meja makan akibat Juan yang menghentaknya tanpa ampun tadi. Diambilnya handphonennya kemudian dibaca notifikasi di handphonennya, disana tertulis dengan cantiknya.


• Hari ini adalah masa suburmu, silahkan lakukan hubungan dengan suamimu, semoga berhasil•


Iis tersenyum membaca pesan dari aplikasi yang menurut teman-teman kantornya sangat membantu untuk mendapatkan momongan. Senyum Iis tersunging di wajahnya, Iis mulai berdoa moga dia cepat diberikan momongan dari Juan.


"Kamu kenapa?" tanya Juan mencubit salah satu pucuk bukit kembar milik Iis.


"Ah..."


Juan kaget mendengar desahan tertahan Iis yang menurut Juan sangat-sangat sexy. Kenapa istrinya ini sangat membuat dirinya selalu turn on...!


"Iis kamu kenapa jadi liar gini?" tanya Juan sambil menatap istrinya lagi.


Iis menatan tawanya, "Nggak papa lah, liar sama suami sendiri," kekeh Iis sambil mengalungkan tangan Iis keleher Juan.


"Iya boleh, tapi aba-aba gitu. Jadi, aku tuh bisa ancang-ancang, jadi aku nggak kaget Yang," ujar Juan sambil berusaha berdiri, tapi...


"Mau kemana?" tanya Iis sambil mengeratkan kalungannya di leher Juan.


"Mau pake baju, mau kekantor. Telat ini..!" ujar Juan sambil menatap jam ditangannya.


"Kenapa?" tanya Juan, rasanya dengkulnya sudah bergetar saking lelahnya.


"Lagi..." bisik Iis sambil menggerakkan kakinya dengan maksud menyengol milik Juan, bermaksud membangunkam milik Juan dan....


Berhasil...


Juan mengutuki bagian pribadi tubuhnya yang benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Kenapa dia harus bangun, dengkulnya ini sudah hampir copot...!!!


"Mas..." panggil Iis sambil mengigit bagian bawah bibirnya membuat Juan makin semaput.


"Oke one more time," ujar Juan pasrah.


(Oke, sekali lagi)


•••


"Nenek..." panggil Iis sambil memeluk Nenek Lia dari belakang.


"Ah... cucu Nenek udah datang, macet tadi?" tanya Nenek Lia, senyuman Nenek Lia benar-benar terpancar sempurna saat melihat kedatangan Iis.


"Iya Nek, rada macet sedikit," jawab Iis jujur, Iis langsung mengedarkan pandangannya dan menemukan beberapa wanita seumur Nenek dan Mamih.

__ADS_1


"Nah... ini istri Juan, namanya Lizbet. Tapi, panggil aja Iis," ujar Nenek Lia memperkenalkan Iis pada teman-temannya.


Iis tersenyum sambil melambaikan tangannya pada teman-teman Nenek Lia. "Hai..."


"Hai, Iis sini-sini duduk." ujar Ibu-ibu yang menggunakan baju berwarna merah cabe.


Iis langsung duduk diantara Nenek Lia dan Ibu berbaju merah cabe.


Obrolanpun berlangsung seru bagi Nenek Lia dan teman-temannya tapi tidak bagi Iis yang hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum sampai giginya kering.


Diambilnya handphone dari tasnya kemudian mengirim pesan chat pada Juan.


- Mas kamu dimana?


"Iis kamu udah nikah 7 bulan yah sama Juan? Nggak ada tanda-tanda isi?" tanya seorang Ibu berbaju kuning.


"Uhuk..uhuk..." tiba-tiba Nenek Lia terbatuk-batuk sambil memelototkan matanya menatap Ibu-Ibu berbaju emas tersebut.


Ibu-ibu disamping kanan dan kiri ibu berbaju kuning tersebut langsung menepuk pahanya sambil membisikkan sesuatu.


"Ohh...maaf..." bisik Ibu-ibu tersebut kikuk, sambil menatap Nenek Lia takut-takut.


Iis kebingungan dengan reaksi orang-orang disekitarnya. Memang kenapa kalau Ibu berbaju kuning tersebut menanyakan kapan Iis hamil. Jangankan Ibu-ibu itu, dirinya sendiri pun mempertanyakan kapan dirinya hamil, padahal frekuensi hubungan suami istrinya dengan Juan jangan ditanya. Seandainya Juan yang tidak meminta, pasti Iis yang memintanya.


"Ehm... itu doain aja yah," jawab Iis sambil tersenyum pada ibu-ibu berbaju emas tersebut.


Mendengat jawaban Iis yang terkesan polos dan tidak mengetahui apapun juga, langsung memberikan hawa-hawa gosip diantara ibu-ibu tersebut.


Nenek lia yang mendengar perkataan Iis langsung mencolos, sepertinya cucu semprulnya itu belum memberitahukan keadaannya pada Iis. Ah, rasanya ingin Nenek Lia merajam cucunya.


"Hmm bagaimana kalau kita ke rumah kaca milik saya, katanya kalian mau liat bunga anggrek milik saya kan?" tanya Nenek Lia mengalihkan pertanyaan dari kapan Iis memiliki anak.


"Ah iya, ayo... ayo... saya udah nggak sabar liat, katanya bagus banget 'kan," ujar Ibu-ibu berbaju merah cabe.


Akhirnya mereka pun beranjak dari sana dan berjalan menuju rumah kaca milik Nenek Lia. Nenek Lia berjalan disamping Iis.


"Iis, omongan Bu Rudi nggak usah di ambil ke hati," ujar Nenek menyebutkan nama ibu-ibu yang menggunakan baju emas tadi.


"Nggak papa kok, Iis nggak pikirin," dusta Iis.


"Baguslah, nggak usahlan dipikirin omongan orang kalau kamu belum hamil. Nenek juga nggak berharap," ujar Nenek Lia sambil mengelus rambut Iis lembut.


Iis hanya bisa mengerutkan dahinya mendengar perkataan Nenek Lia. Kenapa Nenek Juan tidak berharap? Ada apa ini?


•••


Nah yah... siap-siap perjalan menuju Juan jujur pada Iis....


Yuk sok mau pake cara apa Juan jujur sama iisnya?

__ADS_1


Silahkan koment sebanyak-banyaknya hehehee....


__ADS_2