Water Teapot

Water Teapot
S2: Romanzzzzaaaa


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please...


Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


###


Rozak yang entah kenapa seperti terhanyut pada romansa cinta lamanya pada Iis, Rozak kemudian mendekatkan wajahnya pada Iis, mengikis jarak diantara mereka, mendekatkan bibirnya pada Iis berharap dapat mengenang candunya, manisnya bibir Iis. Tapi...


"Kang, Iis udah bilang, Iis cinta Mas Juan. Maaf" ujar Iis sambil melepaskan diri dari pelukkan Rozak dan melangkah mundur kemudian berjalan menjauhi Rozak.


Rozak hanya bisa menatap Iis nanar, Iis benar-benar sudah tidak akan pernah bisa disentuh oleh Rozak barang seujung kukupun. Saat ini Rozak benar-benar harus mundur. mundur meninggalkan kekasih terindahnya berada dipelukan pria lain, pria sahnya.


"Kang, makan yuk. Nanti udah makan anterin Iis," ujar Iis sambil menatap Rozak.


Rozak seperti tersadar dari lamunan semunya, lamunan terlarang karena mebayangkan Iis untuk menjadi miliknya, membayangkan istri orang lain untuk menjadi miliknya. "Ah ... iya mau diantar kemana?"


"Kantor Papih Juan," ujar Iis.


"Jam segini? Emang masih ada, Papih Juan di kantornya?" Rozak sangsi bila Papih juan masih ada dikantornya, ini sudah jam 5 sore belum makan dan lain-lain, bisa-bisa mereka sampai kantor Papih jam 9 malam.


"Papih lembur hari ini, kemarin dia kasih tau Iis. Papih Juan Workaholic, bisa sampai jam 12 malam dia kerja di kantornya," ujar Iis .


"Oke kalau gitu, hayu," ujar Rozak sambil berjalan disamping Iis.


"Kang, jangan kaya gitu lagi, yah. Iis udah istri orang," Iis memperingatkan Rozak sambil tersenyum.


"Maaf ...."


"Iis juga minta maaf, Iis juga salah harusnya Iis tadi langsung ketempat Papih Juan, bukan ke sini," ujar Iis sambil menatap layar handphonennya yang sudah memiliki banyak sekali notifikasi chat dan telepon dari Juan, Taca, Sarah, Dimas, Nenek Lia, Mamih dan Papih.


"Kang, nanti kalau ketemu Taca jangan bilang kalau Akang ketemu Iis yah, pokoknya jangan bilang siapapun yah," pinta Iis.


"Kenapa?" tanya Rozak sambil masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju tempat makan cepat saji.


"Kalau Taca tau Iis dimana, otomatis Juan juga bakal tau. Taca itu paling nggak bisa menyembunyikan sesuatu dari Adipati," ujar Iis.


Rozak langsung menganggukkan kepalanya dan membelokkan mobilnya kedalam drive thru tempat makan cepat saji.


Iis hanya bisa tersenyum saat Rozak memesan dua buah paket burger untuk dirinya dan Rozak, astaga terakhir kali dia melihat Juan sedang memakan hamburger dengan riangnya saat mabuk kemarin.


"Kenapa?" tanya Rozak sambil memberikan bungkusan berisikan hamburger pada Iis.


"Nggak, nggak apa-apa. Dari sini langsung ketempat Papih Juan aja yah," pinta Iis yang langsung dijawab anggukan oleh Rozak.


###

__ADS_1


Sesampainya di kantor Papih Iis langsung masuk kedalam lobby kantor Papih, sebelumnya IIs sudah mengatakan terima ksih pada Rozak sudah mengantarkannya ke kantor Papih. Sesampainya di lobby Iis langsung di sambut oleh satpam.


"Maaf Ibu mau bertemu siapa? Kantor kami sudah tutup," ujar Satpam tersebut sambul menatap Iis dari atas kebawah. Iis yang hanya menggunakan sendal jepit yang dibeli di warung terdekat ditambah celana pendek juga kaos seadannya membuat satpam tersebut menaruh curiga pada Iis.


Iis yang mengerti mengapa satpam tersebut menatapnya dengan pandangan curiga hanya bisa tersenyum kemudian berkata singkat, "Saya mau bertemu dengan Kevin Wijaya, Bapak bisa tolong hubungi Tian sekertarisnya."


"Maaf, kalau belum ada janji dengan Pak Kevin, Pak Kevin tidak bisa diganggu sama sekali, Bu."


"Bisa tolong dihubungi dan bilang Iis ada dibawah," ujar Iis, rasanya dia malas untuk menerangkan siapa dirinya.


Satpam tersebut makin menganggap remeh Iis, ayolah ini tahun 2021, siapa yang masih menamakan anaknya Iis kecuali penyanyi dangdut berkumis cantik kesukaannya Iis Dahlia kesayangan.


"Maaf Bu, nggak bisa."


Iis akhirnya menyerah kemudian membuka layar hanphonennya kemudian menelepon Papih, pada dering kdua Papih mengangkat teleponnya.


“Iis kamu dimana?" tanya Papih khawatir, Papih sudah tau cerita kaburnya Iis dari Mamih dan Mamih mengetahui ceritanya dari Bi Sur, yang langsung menelepon Mamih saat tau kalau Iis pergi membawa mobil Juan.


"Hai Pih, Papih dimana ?" tanya Iis sambil tersenyum pada satpam yang msih menatapnya dengan sangat-sangat curiga.


"Papih di kantor, ini Papih mau pulang sebentar lagi. Kamu dimana? Juan udah ngaku kalau dia mandul?" tanya Papih.


Iis hanya bisa meringgis mendengar perkataan Papih, ternyata benar, semua keluarga Juan tau tentang kekurangan Juan. "Udah Pih, Juan udah ngaku. Papih di Kantor? Aku ada dibawah Pih, aku mau ketemu Papih aku mau minta tolong sesuatu."


"Lah, kamu dikantor Papih," tanya Papih bingung.


"Iya Pih, tapi Iis nggak boleh masuk sama satpamnya," ujar Iis sambil tersenyum pada satpam didepannya.


"Nggak tau, Pih. Coba Papih minta Tian jemput aku," pinta Iis.


"Ya udah, Papih suruh Tian jemput kamu," ujar Papih sambil mematikan teleponnya.


Iis langsung tersenyum pada satpam didepannya, "Pak, boleh saya duduk disana?" tanya Iis sambil menunjuk sofa dibagian dalam, karena Iis sudah mulai merasakan hawa dingin menusuk tulangnya, jaket tipisnya benar-benat tidak mampu menghalau dinginnya udara diluar.


"Maaf nggak bisa Bu, mending Ibu pulang aja deh, saya masih banyak kerjaan ini," ujar Satpam itu sambil mengibaskan tangannya.


"Oh, Oke," Iis hanya bisa mengulum senyumnya mendengarkan perkataan satpam tersebut, Iis langsung berjalan kearah luar lobby dan terhenti saat mendengar suara seseorang memanggilnya.


"Bu Iis...."


Iis langsung membalikkan tubuhnya kemudian mendapati Tian yang berjalan kearah Iis, satpam yang tadi mengusir Iis bingung kenapa seorang sekertaris direksi memanggil Iis.


"Tian? Papih diatas?" tanya Iis sambil berjalan menghampiri Tian.


"Pak Kevin ada diatas, Bu. Kenapa Ibu nggak langsung masuk, Pak Juan mana, Bu?" tanya Tian basa basi, padahal dia sudah tau kalau Iis melarikan diri dari Juan.


"Maaf Pak Tian, Ibu ini siapa?" tanya Satpam tersebut penasaran.

__ADS_1


"Ibu ini istri dari Pak Juan WIjaya, anak dari Pak Kevin Wijaya, kenapa? Jangan bilang kamu yang nggak mengijinkan Bu Iis masuk?" tanya Tian.


"Sa...." satpam tersebut kaget dengan informasi baru yang didapatkan oleh dirinya, habis sudah dia bisa dipecat dari pekerjaannya karena tidak mengijinkan istri dari anak bossnya masuk ke gedung perusahaan miliknya.


"Nggak Tian, Pak satpam ini tadi udah nyuruh saya masuk tapi saya ingin kamu jemput saya, biar kelihatannya exslusive aja," jawab Iis asal, dia tidak mau satpam tersebut dipecat Papih.


"Oh, ya sudah mari Bu, Pak Kevin sudah menunggu Ibu diatas," ujar Tian sambil tersenyum.


Iis langsung tersenyum pada satpam yang tadi mengusirnya, pandangan satpam tersebut berubah hormat pada Iis. Iis langsung masuk menuju lift yang akan membawanya kepada Papih.


ZZrttttt Zzzzzrrrtttt....


"Bu maaf saya mau angkat telepon dulu, ini Pak Juan," ujar Tian sambil menunjukkan layar handphonennya pada Iis.


"Sini saya yang angkat," ujar Iis sambil mengambil handphone dari Tian kemudian mengangkat teleponnya. Juan benar-benar melacaknya tanpa ampun.


"Tian, jangan bohong kamu, Bu Iis ada disana 'kan?" ujar Juan.


"Iya Mas, aku disini. Aku mau ketemu Papih, kenapa?' tanya Iis tenang.


Juan kaget saat mendengar suara Iis bukan suar Tian, "Ayang ngapain kamu disana? Aku jemput yah," ujar Juan.


"Nggak usah, aku mau ngobrol sama Papih," Iis langsung menolak tawaran Juan, hatinya belum siap untuk bertemu Juan saat ini.


"Ya udah, aku kerumah Papih yah, kita ketemu disana," Juan benar-benar harus menahan egonya, sejujurnya Juan ingin menjemput Iis dan membawanya ke apartemen dan menyelesaikan masalah yang ada.


"Aku nggak bisa jamin Mas."


"Yang," Juan memelas.


"Udah yah, dadah Mas," Iis memutuskan sambungan teleponnya dengan cepat sambil menyerahkan kembali handphone tersebut pada Tian.


###


terima kasih semuanya yang Sudah rela memberikan votenya untuk novel aku ini akhirnya novel aku bisa ngerasain dram diposisi ke 7, bahkan tadi pagi sempet diposisi 3. Bahagia banget diriku. makasih banyak buat semua pembaca aku, aku padamu pokoknya.


so... ini Janji aku update 2 bab langsung.


Hatur nuhun Baraya...!



Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2