
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"ABAHHHHH...!!"
"Haiii.... apa kabar ?" ujar Abah sambil menarik koper berwana hijau miliknya, dibelakang ada Aa Riki yang tersenyum.
"Abah, kenapa bisa ada disini ?" tanya Taca sambil berlari kearah Abah kemudian memeluk Abah erat, kemudian memeluk Aa Riki.
"Abah mau nanya sama si bule mesum itu, gimana caranya kamu baru nikah sebulan tapi hamil bisa 2 bulan ?" ujar Abah sambil menatap menantunya dengan kesal.
Adipati hanya bisa menunjukkan gigi putihnya, "Hai Abah..."
"Hai hai hai hai, somprett dasar...!!!" teriak Abah sambil menyambit Adipati dengan korannya.
"Aww...awww.... abah sakit, ampun ampun, salah apa aku, astaga..." teriak Adipati sambil melindungi dirinya.
"Salah apa salah apa, itu kenapa kamu nikah baru sebulan. Taca udah hamil 2 bulan lebih, gimana ceritanya, kapan bikinnya ????" tanya Abah sambil terus menyambit Adipati menggunakan koran.
Taca yang melihat Adipati di pukuli Abah tiba-tiba menangis histeris kemudian berdiri diantara Abah dan Adipati, "HUAAAAA jangan dipukul nanti kalau Adipati mati gimana, anak Taca nanti Yatim trus Taca jadi janda nanti nasib aku kaya ikan mas yang kemarin di bunuh Bi Yuli...!".
"Aduh, Neng... Bi Yuli kan udah minta maaf, bahkan Bi Yuli udah angkat jadi anak, anak-anak ikan mas yang kemaren. Maafin bi Yuli yah, Neng..." ujar Bi Yuli panik melihat nyonyanya menangis.
"Huaaaa Abah jangan dipukul lagi Adipatinya..." isak Taca sambil terus melindungi Adipati dari sambitan koran Abah, namun usahanya sia-sia, Abah yang sudah terlatih untuk menyambit orang, terus saja menyambit Adipati dengan lancarnya.
"Abah sakit.,. Abah..." teriak Adipati yang terus mendapatkan pukulan disekujur tubuhnya walau sudah berdiri dibelakang Taca, namun karena badan Taca yang mungil tidak mampu melindungi tubuh Adipati yang besar.
"Dasar...mesum itu gimana ceritanya, kapan kamu bikinnya hah...!!" teriak Abah sambil terus memukul Adipati dengan semangat pejuang 45.
"Abah nanti kena Taca, ASTAGA ABAH...!" teriak Iis panik.
"Abahhh jangan nanti Adipati mati, kaya ikan masss..." isak Taca makin menjadi.
__ADS_1
"Aduh, Neng maafin Bibi..." ujar Bi Yuli.
Keadaan benar-benar kacau membuat Juan dan Aa Riki hanya bisa menatap kelakuan Bi Yuli yang merasa bersalah karena membunuh ikan mas, Taca yang menangis histeris karena takut Adipati mati karena disambit Abah, Abah yang dengan nafsu membara memukuli Adipati, Adipati yang berjuang keras menghidar dari sambitan Abah, dan terakhir Iis yang panik takut Taca kena sambit Abah.
"Apa kabar, Juan." tanya Aa Riki sambil tersenyum pada Juan.
"Baik, Riki... itu..." ujar Juan menunjuk keributan didepan mereka.
"Biarin aja, udah biasa," ujar Aa Riki sambil tertawa renyah dan langsung diikuti tawa Juan.
•••
Setelah semuanya tenang dan setelah Abah puas memukuli Adipati, mereka duduk di ruang keluarga di apartemen Adipati.
"Abah, gimana kalau Adipati mati, Taca jadi janda gimana," ujar Taca kesal sambil meniup luka-luka bekas sambitan koran Abah.
"Mana ada orang mati gara-gara di sambit koran, ngak ada...!" ujar Abah sambil terkekeh bahagia melihat mantunya babak belur.
"Abah, mah ngaco ah, nyebelin. Sakit, Di ?" tanya Taca sambil meniupi luka-luka di tangan Adipati.
"Sakit.."
"Isshh... Abah itu jelas, jadi kapan itu bikinnya, kenapa bisa jadi. Jangan ceritain gimana kamu bikinnya, Abah udah tau caranya, udah ahli Abah mah, cuman sekarang belum diasah lagi bakatnya," ujar Abah sambil terkekeh.
"Idih Abah," ujar Taca kesal.
"Bikinnya sehari sebelum aku disunat, Bah. Udah pokoknya itu anak saya. Ngak mungkin anak orang lain. Taca itu ngak bisa bisa dipegang orang lain kecuali saya. Bisa histeris dia dipegang orang lain, pokoknya mau Taca hamil 5 bulan sekalipun, itu anak saya, TITIK...!" ujar Adipati tidak mau mengambil pusing dengan hitungan kehamilan, pokoknya itu anak Adipati.
Abah langsung mengulum senyum, inilah yang membuat dia mau menerima Taca dengan Adipati, bule mesum ini benar-benar bertanggung jawab akan diri Taca. Abah bersyukur Taca bersama dengan Adipati bukan orang lain, bisa jantungan Abah kalau Taca dekat dengan lelaki selain Adipati.
"Nanti, 4 bulanan di Citeko yah," ujar Abah sambil tersenyum.
"Ngak mau ah, nanti diomongin lagi sama si Rina, ngak mau ah," ujar Taca sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya... atulah Neng, kemarin kamu nikah ngak dirayain di Citeko, masa sekarang kamu 4 bulan ngak dirayain juga," ujar Abah sedih.
__ADS_1
Taca terdiam melihat air muka Abah yang berubah sedih, "Ya udah, iya. Nanti 4 bulanan Taca di Citeko," ujar Taca sambil tersenyum pada Abah.
"Bagusss... nanti Abah bakal adain orgen tunggal..!" ujar Abah sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Taca.
"Okeee Taca request lagu kopi dang...Aaaww..." teriak Taca saat merasa Adipati mencubit bagian samping perutnya.
"Ngak usah..." bisik Adipati sambil menatap Taca, "Nanti aku goyang berabe...!"
"Hahahaha... oke oke.." ujar Taca sambil tersenyum manis pada Adipati.
"Udah ah, aku sama Iis pulang duluan, udah sore juga," ujar Juan sambil berdiri kemudian menarik Iis untuk berdiri disebelahnya
"Eh.. Juan.."
"Iya, Om.."
"Abah panggil Abah aja, mungkin kamu bisa jadi anak Abah, Abah lagi doa kenceng ini..."
Juan langsung mengerutkan keningnya, "Doa apa Bah ?" tanya Juan bingung.
"Doa moga Mamih Juan jodohnya Abah..." ujar Abah sambil tersenyum tengil.
"HAH..." jerit Juan kaget.
"Abah... ihh tetep deh usaha...!!" teriak Taca kesal.
"Abah, lagi ngaco, Mas. Otaknya lagi konslet udah yuk, pulang aja yuk, Mas.." ujar Iis sambil menarik tangan Juan yang masih terkejut dengan perkataan nyeleneh Abah.
•••
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon