Water Teapot

Water Teapot
S2: Pedang pedangan..


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Sore itu Juan dan Adipati langsung mendatangi salah satu dokter khusus untuk kesuburan pria di Jakarta.


Saat sampai di tempat prakteknya, Juan dan Adipati langsung disambut oleh seorang wanita yang duduk manis dimeja resepsionis.


Mata wanita tersebut tidak berkedip saat melihat Juan dan Adipati, mimpi apa dia semalam didatangi dua pria tampan dalam satu waktu. Yang satu pria rasa lokal dan yang satu lagi pria rasa internasional.


“Ada..ada..”


Brak..


Wanita tersebut menjatuhkan buku tamunya, dengan cepat wanita tersebut mengambil buku tamu yang jatuh kemudian mencoba menenangkan dirinya.


Juan langsung tersenyum melihat tingkah wanita didepannya, “Saya mau bertemu dengan Dokter Tanto, saya sudah janjian by phone.”


“Oh, Pak Juan?”Wanita tersebut memastikan nama Juan.


“Iya, itu saya,”Juan memberikan senyuman terbaiknya. Sedangkan, Adipati mendekati wanita tersebut sambil tersenyum manis dan mengambil permen yang ada di meja wanita itu.


Double impact (dampak ganda) itu yang dirasakan wanita tersebut saat melihat senyuman Juan dan Adipati. Badannya langsung mengigil, pikirannya langsung berlari kekanan dan kekiri memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dia pikirkan.


"Ada Dokternya?"tanya Juan sambil menatap mata wanita didepannya sambil tersenyum manis.


Adipati langsung menendang kaki Juan, menyadarkan Juan, bukan saatnya melakukan hal seperti ini lagi. Dulu, Juan dan Adipati sering mencari ‘mangsa’ dengan cara memberikan senyuman termanis mereka secara bersamaan kemudian mengeluarkan rayuan maut pada para ‘mangsa’nya setelahnya mereka berdua bisa bersenang-senang di kamar hotel terdekat.


Juan terkekeh kecil, ternyata pesona dirinya dan Adipati belum luntur. Mereka masih mampu menjerat wanita. Tapi, saat ini mereka sudah tobat. Tiba-tiba terlintas ide gila di pikiran Juan.


"Mbak, saya tuh impoten dan teman saya ini ejakulasi dini, nah kami mau konsul sama Dokter Tanto,"ujar Juan sambil menahan tawanya.

__ADS_1


Adipati hampir tersedak permen yang sedang dia makan, astaga si semprul ini benar-benar minta di pites. Rasanya dia ingin berteriak, mau tau seberapa perkasa seorang Adipati Berruti? Tanyakan pada istri mungilnya dirumah..!!!


Raut wajah wanita cantik tersebut berubah 180 derajat, tidak ada lagi tatapan penuh nafsu pada Juan dan Adipati, yang ada tatapan kasihan dan meremehkan dari wanita tersebut. Ganteng sih tapi kalau ngak ‘perkasa’ buat apa!?.


“Oh.. langsung saja masuk kedalam sana,”ujar wanita tersebut dingin sambil menunjuk ke arah salah satu pintu dibagian dalam tempat praktek.


“Oke makasih, Mbak...”ujar Juan sambil nyengir kuda dan merangkul pundak Adipati.


Setelah sudah cukup jauh dari wanita tersebut, Adipati menyikut perut Juan, “Lo semprul emang, maksudnya apa gue ejakulasi dini? Butuh bukti lo? Tanya Taca deh sana..!!”


“Hahahhaaa... Di, kalau gue ngak ngomong gitu. Yakin 100% itu wanita bakal kegenitan, terus itu nomer handphone lo yang lo tulis di buku daftar tamu bakal dia ambil, lo mau ditendang Taca? Tau sendiri Taca kalau ngambek kaya apa,”ujar Juan.


Adipati hanya bisa tersenyum simpul mendengarkan penjelasan Juan yang masuk akal. Adipati tidak mau berkelahi dengan Taca hanya karena ada wanita belingsatan meneleponi atau men chat dirinya.


Klik...


Juan dan Adipati masuk kedalam ruangan Dokter Tanto. Dokter Tanto sedang duduk dikursinya sambil menatap Juan dan Adipati.


“Yak masuk, ada yang bisa saya bantu?”tanya Dokter Tanto.


“Begini Dok, dulu saya pernah di test kesuburan ternyata saya di vonis tidak subur, nah saya mau test lagi. Saya ingin tau apakah hasilnya masih sama atau tidak,”ujar Juan jujur.


Dokter Tanto menatapa Juan kemudian menatap Adipati yang terlihat acuh tak acuh. “Oke, bisa nanti saya akan cek lagi kesehatannya, dimulai dari pemeriksaan diri dan pemeriksaan sp*rma.”


“Tapi, Dok apa bisa hasilnya berbeda?” tanya Juan penasaran.


“Bisa, tergantung kenapa kamu ngak suburnya. Tapi, kalau masalahnya sudah di bentuk sp*rma akan sangat sulit untuk mengubahnya, tapi kita coba ikhtiar dulu saja,”ujar Dokter Tanto sambil memijat-mijat tangan kanannya.


“Jadi saya bisa diperiksa kapan?”


“Terserah Bapak, sekarang juga bisa. Nanti Bapak sama pasangan Bapak itu,”ujar Dokter Tanto sambil menunjuk Adipati,"bisa bantu buat mengeluarkan sp*rma Bapak, di ruangan sebelah.”


Adipati yang tadi tidak memperhatikan tersentak kaget dengan perkataan Dokter Tanto, “Maksudnya gimana?” tanya Adipati bingung.

__ADS_1


“Yah, kalau Bapak Juan mau bisa melakukannya secara ‘solo’ dikamar sebelah, tapi kalau mau dibantu sama pasangannya boleh, anda pasangan Bapak Juan?”tanya Dokter Tanto polos sambil menunjuk Adipati.


“Bukan..!”Jawab Juan dan Adipati berbarengan. Astaga kenapa mereka disangka pasangan. Sumpah demi apapun Juan masih menyukai wanita, walau sudah hampir satu tahun Juan tidak menyentuh wanita karena setia dan menunggu Iis, tapi tidak membelokkan orientasi seksualnya.


Adipati rasanya ingin memites dokter dihadapannya, Adipati masih menyukai istrinya, Adipati sangat-sangat bernafsu melihat Istri mungilnya dirumah. Walaupun seandainya Adipati membelokkan orientasi seksualnya, dia tidak akan mau berhubungan dengan si semprul Juan. Kasarnya, jadi g*y pun dia akan pilih-pilih..!


“Oh maaf saya sangka kalian berdua ini pasangan. Masalahnya yang ketempat saya pasti pasangan, nah kalian kalau bukan pasangan terus status kalian apa?” tanya Dokter Tanto bingung.


“MUSUH..!!” jawab Juan dan Adipati berbarengan.


Dokter Tanto hanya bisa menatap Juan dan Adipati sambil tersenyum simpul. Kompak sekali pasangan pedang-pedangan didepannya.


“Ya sudah, gimana mau dimulai pemeriksaannya atau cuman konsultasi dulu?”tanya Dokter Tanto pada Juan.


Juan hanya diam, ternyata benar dia harus pergi ke tempat Dokter Tanto bersama Iis. Dulu pun Juan pergi bersama Cicil dan Cicil yang membantunya untuk pemeriksaan yang ada. Cicil dulu tidak ambil pusing dalam melakukan apapun untuk membantu Juan dalam pemeriksaan. Sedangkan, Iis? Hah... benar sepertinya setelah menikah baru Juan akan jujur pada Iis dan meminta Iis menemaninya untuk melakukan pemeriksaan.


“Saya konsul dulu, nanti saya balik lagi sama Istri saya,”ujar Juan pada Dokter Tanto. Dokter Tanto hanya menganggukkan kepalanya mendengarkan perkataan Juan.


Juan dan Adipati pun meninggalkan ruangan Dokter Tanto. Saat melewati meja wanita yang tadi mencoba menggoda Juan dan Adipati dibagian depan, wanita tersebut tersenyum.


“Gimana Pak? Bisa diobatin?” tanya wanita tersebut penuh harap, masalahnya sayang banget lelaki high quality seperti Juan dan Adipati kalau tidak diberdayakan.


“Ngak ada harapan kata Dokternya, apalagi temen saya. Katanya bagian pribadinya udah karatan..!”jawab Juan asal sambil berjalan lebih cepat meningalkan Adipati yang sudah siap menendang Juan, karena menyebut miliknya karatan..!?


•••


Juan-juan kelakuan jahilnya ngak ada dua..!!


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2