
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Caca jatuh, Bu.. kepalanya berdarah..."
"Hah ??"
Dengan cepat Iis dan Sarah berlari ke tempat Caca, terdengar suara tangisan Caca yang keras. Iis hampir pingsan melihat darah sehar mengalir di dahi Caca.
"HUAAAAHHHH MAMMIHHH AUNTY..."
"Mbak, gimana sih, kamu kok ngak bisa jaga Caca, kamu mau saya pecat atau apa sih..! Saya gaji kamu buat jagain Caca bukan bikin Caca jadi kaya gini, ngak punya otak atau apa," bentak Sarah geram pada pengasuh Caca.
Iis yang mendengar amukan Sarah merasa sedikit kesal, "Sar... kita harus ke klinik. Bukan marahin si Mbak, si Mbak ngak salah, namanya juga kecelakaan ngak ada yang tau," ujar Iis sambil mengangkat Caca. Darah didahi Caca merembes ke summer dress kuning milik Iis.
"Mbak, bawa tas saya, Sarah dan barang-batang Caca, Sarah kita ke klinik cepet," teriak Iis cepat mengendalikan situasi.
Menurut Iis dari pada ngomong dan marah-marah ngak jelas tentang kecelakan pada pengasuh Caca, lebih baik Caca dibawa ke klinik sesegera mungkin.
Setelah beberapa saat mereka sudah sampai ke klinik yang khusus dibuat disana. Caca langsung diperiksa oleh dokter yang ada, Caca menangis histeris sambil memeluk Iis.
"Sakiiitt Aunty sakitt...." tangis Caca keras sambil mencengkram tangan Iis erat, Sarah diluar sedang menelepon Dimas.
"Iya sabar sayang, eh eh...nanti pulang dari sini Aunty ajak main di kidzoona yah, nanti kita kesana yah," bujuk Iis agar Caca menghentikan tangisnya.
"Janji, Aunty ?"
"Janji sayang, nanti kita kesana yah, mau kemana lagi ayo tante anter," bujuk Iis pada Caca.
"Disneyland Hongkong Aunty, aku mau ketemu Elsa..."
Oke... fine kasta Iis dan Caca sangat berbeda, coba dulu Iis seumur Caca, ditanya mau kemana ? Palingan jawabnya mau kekebon Abah, mana ada pikirian mau ke Disneyland Hongkong, untung bukan yang di Jepang.
"Okeee... tapi jangan nangis yah, cep-cep," ujar Iis mencoba menenangkan Caca, gimana nantilah Caca mau ke Disneyland sama siapa.
Caca pun menahan tangisnya mencoba tegar dan menahan tangisnya, untuk anak usia 5 tahun itu adalah pencapaian yang sangat luar biasa. Caca benar-benar tegar.
"Udah Nak, wah hebat kuat, yah," ujar perawat yang mengobati luka Caca,"Hebat loh, anaknya."
"Iyah, hebat yah, good job Caca..!" ujar Iis sambil menepuk-nepuk lutut Caca pelan.
Tiba-tiba Sarah masuk kedalam ruangan sambil tersenyum pada Caca. "Udah sayang ? Tadi Abang sama Dimas udah nyampe, nanti mereka kesini, nanti kita pulang bareng mereka aja," ujar Sarah sambil menggendong Caca.
Sarah menatap baju Iis yang berlumuran darah Caca, "Astaga Iis ganti baju sana di kamar sebelah, Mbak kasih bajunya Mbak," perintah Sarah sambil menyuruh pengasuh Caca memberikan baju milik Sarah pada Iis.
"Iya Bu," dengan patuh Mbak Pengasuh memberikan baju Sarah pada Iis. Iis langsung pergi keruang sebelah untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"Bisa ilang ngak yah ?" bisik Iis bingung, summer dress ini pemberian Juan, Iis ngak mau Juan ngamuk kalau tau summer dress nya rusak.
"Bisa, Non. Nanti saya yang cuci," ujar Mbak Pengasuh sambil tersenyum tulus pada Iis.
"Ah.. oke kalau gitu, aku ganti dulu yah, Mbak," ujar Iis sambil masuk kedalam ruangan.
•••
"Bang, Abang beneran punya tunangan sekarang ?" tanya Dimas penasaran dengan kabar yang baru saja Papihnya sampaikan kalau Abangnya ini punya pacar dan pacarnya Badass.
"Iyah.. nape iri lo ? Makanya cari, awas lo deketin tunangan gue, gue lempar lo ke sungai..!" ancam Abang sambil mengepalkan tangannya.
Dimas ngakak mendengar perkataan Abangnya ini, "Tumben ngambek kalo cewenya dideketin, dulu kayanya santai aja masbro..." ledek Dimas, dulu Abangnya ini ngak peduli tunangannya dekat-dekat dengan siapapun, lebih parahnya tidur dengan siapapun, Abang ngak peduli.
Abang tertawa sambil meminum minumannya, "Yang ini beda, Dimas. Yang ini spesial, jadi kalau ada yang mau macem-macem Abang garis depan," ujar Abang sambil tersenyum.
"Woowww... you totally falling in love ?"
"Yes, I am. Finally," ujar Abang.
"Dimas kapan yah kaya gitu, kemarin ketemu cantik tipe aku banget, eh dahlah udah nikah anaknya dua malah, padahal tipe aku banget, cantik, kecil, mungil, ah udahlah sedih. Terus yang mau ditunangin Nenek ke aku, astaga aku belum ngomong aja udah ditolak dunk,pedih..." ujar Dimas sambil mengelus dadanya.
Abang menatap Dimas saat Dimas mengatakan tentang wanita yang menolak di jodohkan dengan Dimas, wanita macam apa yang menolak pesona Dimas Wijaya? Cewe sinting kayanya.
"Itu kenapa Nenek bisa suka banget sama Itu perempuan ?"
"Nenek suka aneh suer, tau ah pokoknya aku ngak mau, buat kamu aja.."
"Oke deal..! Aku mau kejar, masalah dia tuh manis dan enak diajak ngobrol. Ngak cantik tapi manis, aku bakal kejar deh." ujar Dimas sudah meyakinkan diri untuk mendapatkan hati Iis.
"Ambil sono, mau lo apain itu cewe Abang ngak peduli, " ujar Abang Dingin, baguslah jadi Nenek ngak bakal maksa dia buat nikah sama cewek sinting. Kenapa sinting, Dimas ganteng, muda, kaya, cuman cewe sinting yang nolak Dimas, atau mungking cewenya ngak waras.
Setelah melakukan perjalanan jauh menggunakan Yacht, Dimas dan Abang sampai ke Villa yang disewa. Disana Dimas dan Abang tidak menemukan siapapun. Hanya ada pembantu yang sedang menyiapkan makan malam.
"Mbak, Kak Sarah mana ?" tanya Dimas.
Abang langsung mengambil minum, ekor matanya melihat tas yang sangat Abang kenal, Tas Tory Burch pink yang ada di sofa. Abang langsung mendekati tas tersebut, mencoba membuka tas yang sangat dikenalnya.
"Bang..."
"Apa ?" ujar Abang kaget.
"Caca, Bang. Caca jatuh tadi, kepalanya berdarah parah. Sekarang ada diklinik sama Sarah, si Mbak dan I.."
"Ayoo cepet, ngapain ngomong disini, kok bisa sih ?" Abang sama sekali tidak peduli siapa saja yang ada disana, yang dia pedulikan keadaan Caca.
"Katanya si Mbak lengah, Caca lari jadi jatoh," ujar Dimas sambil mengejar Abang yang sudah berlari keluar.
"Mau dipecat si Mbak ? Jaga anak kecil aja ngak becus, main handphone pasti dia," cecar Abang kesal.
__ADS_1
Dimas tau, Caca adalah kesayangan Abang, cuman Caca yang bisa meluluhkan Abangnya ini. Saking sayangnya dulu Abang pernah tinggal sebulan penuh di rumah Kak Sarah cuman buat nemenin Caca main game my little pony.
"Bang, tunggu Bang..." teriak Dimas yang kewalahan mengejar Abang. Dimas yang umur 30 tahun harus ngos-ngosan mengejar Abang yang berumur 38 tahun.
"Cepet..!!" teriak Abang yang hilang di belokkan.
Dimas hanya bisa menatap punggung Abang yang makin menjauh dari pandangan matanya.
•••
Mau yang uwoow kan ketauannyaaa.. okee siapin tahu isi angettt yah... hihihihihii...
Kakakkk kasih like dan vote yang banyak yah, biar happy ini authornya hehhee...
Byeeee
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
•••
Ehh bentarrr janganlah pergi dulu...
Ini Kaka gallon kasih pengumunan. Siapa yang suka cerita Riki dan Cicil..
nah..nah...
Siap yah, today is the day..
baca cerita Cicil dan Riki
Mr&Mrs Trina
terbit hari ini di Noveltoon jam 09.00 Wib.
jadwal terbit tiap hari jam 09.00 wib. (Sehari sekali aja)
Selamat menikmati kisah yang biasa aja tapi diramu dengan keabsurtan dan kekocakkan has ala Kaka Gallon.
Liat aja di profil aku nanti bakal keluar deh novelnya.. heheheee..
__ADS_1