Water Teapot

Water Teapot
Sepenggal kisah kelam 2


__ADS_3

GEDEBUK...


Kursi yang menjadi pijakan Taca terjatuh, membuat tubuh Taca terjengkang kebelakang, membentur karung-karung padi yang ditumbuk.


BRAK...


Pintu kayu didepan Taca terbuka, kemudian muncul Ryan yang bertelanjang dada, kemudian menatap Taca dengan tatapan yang tidak dapat Taca mengerti.


"Kamu lihat, apa ?" teriak Ryan sambil membungkam mulut Taca dengan tangannya, kemudian menarik tubuh Taca kepelukannya. Tubuh Taca bergetar saat menyentuh tubuh telanjang Ryan.


Entah setan apa yang membutakan Ryan, tangan Ryan mulai menyentuh salah satu bukit kembar Taca.


"TOLONGGGGG...!" teriak Taca keras saat tau tangan Ryan sedang menyentuh salah satu dari bukit kembarnya.


"DIAM... BANGS*T..!"


PLAK


Tamparan keras mengenai pipi kanan Taca, seketika itu juga Taca merasakan rasa pusing akibat tamparan keras Ryan.


"TOLONG," jerit Taca lebih keras lagi, teriakkannya langsung dibungkam dengan bibir Ryan. Taca tersentak kaget saat merasakan ciuman Ryan yang kasar dan memaksa.


Ryan menyedot bibir Taca dengan ganas, digigitnya bibir Taca. Ryan memaksa untuk masuk kedalam bibir Taca, sembari tangannya meremas dengan keras salah satu gunung kembar milik Taca.


Taca berjuang untuk melepaskan diri dari Ryan, kakinya menendang kesegala penjuru arah, tangannya mendorong tubuh Ryan. Taca mengigit bibir Ryan dengan keras.


"Aw... Berengs*k, Pasrah sia teh, engke oge ngeunah." maki Ryan sambil mencengkram pipi Taca dengan keras.

__ADS_1


(Aw... Berengs*k, pasrah kamu itu, nanti juga enak.)


Air mata Taca berlinang, pertahanannya jebol. Tenaga di tubuhnya benar-benar terkuras habis, kepalanya pusing. Pukulan-pukulan Taca makin lemah, karena tenaganya habis. Mata Taca tiba-tiba kosong, kesadarannga hilang, Taca hanya bisa diam menatap langit-langit diatasnya, PASRAH.


"Taca," samar-samar terdengar suara Tasya dari dalam. Suara Tasya menyentak kesadaran Taca kembali ke realita kehidupan.


"TOLONG..!" tanpa ada yang menkomando Taca dan Tasya berteriak berbarengan, mengerahkan semua tenaga terakhir mereka.


"NENG...TETEH...!"


Tak berapa lama gerombolan Kang Rozak dan Aa Riki datang.


"ASTAGA....BANGS*T MANEH (kamu)..!" maki Kang Rozak sambil menarik tubuh Ryan dari atas tubuh Taca.


"To..lo..ng.. Teh Tasya..." Taca spontan menangis meraung saat Bu RW menyelimuti tubuhnya yang sudah setengah terbuka dengan jaket miliknya.


"ASTAGA TASYA...!!!" jeritan Aa Riki terdengar sangat keras membuat beberapa orang masuk kedalam bangunan pengilingan padi tersebut.


Taca yang masih dipeluk Bu RW, melihat Kang Rozak memukuli Ryan dengan brutal dan terdengar kata-kata kasar meluncur dari mulut Kang Rozak. Sedangkan, didepan pintu Taca melihat Abahnya sedang duduk dan dipegangi oleh orang beberapa orang. Taca melihat Abanya menangis, menutup mukanya kemudian memukuli pahanya.


"ASTAGA TASYA, AMPUN YA ALLAH, AMPUN...!!!!" teriak Abah keras, teriakan Abah terdengar sangat lirih dan terasa menyayat hati Taca.


"ABAH..ABAH," Taca melepaskan pelukkan Bu RW, kemudian berjalan mendekati Abah, kemudian memeluk Abah dengan erat. "ABAH...ABAH."


Abah yang sadar dirinya dipeluk oleh anak bungsunya langsung menatap Taca, bola mata Abah hampir terloncat saat melihat keadaan Taca. "Neng, Neng... kamu ngak diapa-apain, kan ?"


Taca yang tidak mau menambah kekhawatiran Abah, hanya bisa menggelengkan kepalanya, padahal dia merasa jijik dengan tubuhnya yang sudah disentuh oleh Ryan dengan paksa.

__ADS_1


"Ngak papa, Bah. Taca ngak papa."


Taca langsung dipeluk oleh Abahnya, tangan Abah langsung mengelus rambut Taca sambil sesekali terdengar suara isak tangis dari Abah.


Abah yang kuat, Abah yang tegar, menangis tidak berdaya, melihat keadaan kedua anak kembarnya. Tidak berdaya.


Keadaan Abah membuat Taca menangis terisak dipelukan Abah, hatinya hancur. Tiba-tiba Taca merasakan rasa benci yang teramat sangat pada Ryan. Ryan lelaki playboy, Ryan yang menjamahnya tanpa izin, Ryan yang memperk*sa Tasya, Ryan yang membuat Abah terpuruk.


Keadaan disekitar Taca bahkan lebih kacau lagi. Kang Rozak yang terus menerus memukuli Ryan sampai harus dipisahkan oleh 5 orang warga kampung. Kata-kata kasar keluar dari mulut Kang Rozak terus menerus, tanpa ampun. Sumpah serapah pun terdengar dari mulut warga yang lainnya.


Ditempat lain Taca mendengar tangisan Aa Riki dan tangisan Tasya yang memilukan. Taca sudah tidak kuat lagi. Kesadarannya seperti tergerus masuk kealam bawah sadarnya. Taca lelah, dia ingin kabur dari situasi ini dan Taca pingsan....


•••


Maaf yah, pendek 😭


Author lagi fokus benerin PUEBI, sinopsis, Cover dan lainnya.


Biar karya author di kontrak sama noveltoon. Doain author yah...


tetep baca WATER TEAPOT sampai tamat yah semuanya ❤️


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2