
"Morning, Di..." ujar Taca sambil mengelus pipi Adipati kemudian mencium bibirnya lembut.
"Hmm..." Adipati mengeliatkan badannya kemudian mengucek matanya. Adipati melihat Taca yang sedang tersenyum hanya menggunakan tangtop dihadapannya.
"Amore, lengan kamu..."
Taca melihat sekilas lengannya kemudian tersenyum, " Ngak papa, kulit aku sensitif. Kemaren kamu cengkram aku kan, jadinya gini deh biru-biru, lusa juga ilang," jawab Taca santai sambil mengusap rambut Adipati.
"Maaf... maaf yah..." ujar Adipati sambil mengusap lengan Taca.
"Astaga, Di. Lebaran masih lama ngak usah minta maaf juga. Udah ah..." ujar Taca sambil mengecup bibir Adipati.
"Amore, aku bener-bener minta maaf kemarin, aku hilang akal. Aku ngak tau kenapa tiba-tiba Becca ada dibawah badan aku. Aku, minta maaf yah. Aku ngak pernah sentuh Becca..." ujar Adipati.
"...."
"Amore aku minta maaf, aku salah. Astaga maaf Amore..." pinta Adipati.
"Kenapa dia bisa masuk kamar kamu ?" tanya Taca.
"Dia nyelinap masuk, aku ngak bener nutup pintunya, dia tinggal di depan kamar aku. Jadi dia nunggu aku pulang. Aku ngak tau demi apapun aku ngak tau. Tobat aku Amore, aku ngak mau kehilangan kamu, cukup aku berantem sama kamu kemarin. Aku ngak mau lagi...." ujar Adipati sambil mengatupkan kedua tangannya memohon permintaan maaf Taca.
Taca tersenyum melihat Adipati, rasa marahnya luruh saat melihat Adipati kemarin menangis di pesawat pada saat trubulensi pesawat. Benar-benar yah, bila seseorang diambang kematian tiba-tiba berkata jujur.
"Jangan gitu lagi, jangan yah. Aku udah maafin kamu, makasih udah mau jujur. Tapi jangan gitu lagi, aku mohon...!" ujar Taca sambil memeluk badan Adipati.
"Iya... maaf yah, maaf..."
"Aku juga minta maaf, aku udah pergi sama Radi ngak ijin dulu. Main nyelonong pergi aja, aku ngak tau kamu sebegitu ngak sukanya sama Radi."
"Pas, kita nikah dia hasut Abah... dia kasih video aku sama Becca ke Abah," ujar Adipati.
"Bohong..."
"Tanya Abah kalau ngak percaya, untung Abah bijak kalau ngak, kita ngak jadi nikah," Adipati menarik Taca kemudian memeluknya.
Taca kaget dengan perkataan Adipati, setega itu Radi sama dia. Salah apa Taca sama Radi, Radi yang Taca kenal dulu baiknya bukan main. Kenapa sekarang jadi kaya gini, manipulatif, licik dan aneh. Taca benar-benar harus menyelesaikan masalahnya dengan Radi.
"Aku ngak tau, Di..."
"Ya udah sekarang tau kan. Jadi jangan deket-deket Radi lagi, ngak usah deh..." ujar Adipati kesal.
"Kalau aku ketemu Radi aku minta ijin kamu deh, aku bakal bilang," ujar Taca lagi.
"Iyah bilang, nanti bareng aku aja kesananya. Ngak udah aneh-aneh yah...." ujar Adipati kesal.
Adipati menciumi ceruk leher Taca, menghisap wangi tubuh kesukaannya, tangannya sesekali mengusap salah satu bukit kembar Taca.
"Di... mau ngapain," tanya Taca saat tangan Adipati turun kebagian pribadi Taca.
__ADS_1
"Makan, makan kamu...." ujar Adipati sambil mengulingkan Taca kemudian memenjarakannya dibawah tubuh Adipati.
Taca hanya bisa tersenyum saat Adipati menindihnya, "Iya.. makan aja, makan sampai habis, Di..." bisik Taca manja ditelinga Adipati.
"I Will..." ujar Adipati sambil mencium bibir Taca dengan lembut....
•••
Setelah melakukan olah raga paginya Taca dan Adipati menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh Bi Yuli.
"Di, kamu beneran ngompol sampai umur 10 tahun ?" tanya Taca tiba-tiba sambil menatap Adipati.
Ohokkk ohokkk ohokkkk....
Adipati tiba-tiba terbatuk-batuk keras, tersedak telur yang sedang dikunyah dimulutnya.
"Amore..."
"Aku nanya, kamu beneran ngompol sampai umur 10 tahun ?" ulang Taca lagi penasaran.
"Astaga, udah lupain. Aku waktu itu ngomong ngasal ngak bener kok, bohong..." ujar Adipati.
"Aduh, Neng... Den Adipati mah emang suka ngompol pas umur 10 tahun," ujar Bi Yuli tiba-tiba.
"Masa Bi ?"
"Iyah, waktu kecil yah. Waktu umurnya Aden 3 tahun dia masih suka ileran, Neng. Terus, kelas 6 SD dia masih suka itu loh Neng lehoan (ingusan) kaya apollo 11 gitu turun kebawah," ujar Bi Yuli sambil menaruh telunjuk dan jari tengahnya dibawah hidungnya.
"Astaga Bi, Stop jangan sampai Bibi ceritain tentang..."
"Apa Bi ceritain Bi..." Taca bersemangat sambil menutup mulut Adipati dengan kedua tangannya.
"Jadi, dulu Den Adipati pas umur 13 tahun, Den Adipati mimpi basah Neng, nah pagi-pagi pas Mama Rosse sama Papa Gio lagi makan, Den Adipati lari-lari cuman pakai boxer doang sambil nangis katanya mau diperkosa sama perempuan, terus Den Adipati nangis kejer, Neng. Yang parahnya celana Den Adipati basah banget Neng..." ujar Bi Yuli mengingat kejadian mimpi basah Adipati.
"Hahahahaaa... kok kabur, Di. Biasanya sama kamu di peluk 'kan, kalau ada perempuan yang deketin kamu...!" ujar Taca sambil memeluk leher Adipati dan mendaratkan kecupan singkat di pipi Adipati.
"Yah, gimana ngak kabur lah cewenya ngak ada muka, emang mau gitu-gituan sama cewe muka rata...!!!!" dengus Adipati kesal sambil meminum minumannya.
"Terus apa lagi, Bi ?" tanya Taca penasaran.
"Ada lagi pas...."
"Bi Yuli stop... atau aku potong gaji Bi Yuli..!" ujar Adipati kesal, cukup sudah Bi Yuli membongkar aibnya.
"Ahhh ngak asik, Bi apa lagi..." Taca benar-benar penasaran, tapi...
Adipati langsung mengangkat badan Taca dengan gaya mengangkat karung beras. "Astaga, Di. Aku bukan karung beras...!"
PLAK...
__ADS_1
"Demen banget ngomongin aib suami," ujar Adipati sambil memukul pinggul belakang Taca keras.
"Awwww.... sakit, ih..." ujar Taca sambil memukul punggung Adipati kesal.
"Neng, dulu Den Adipati pernah nangis pas pulang sekolah karena BAB dicela....."
"BI YULI......."
"Muahahahhaaaaaaa......." tawa Taca pecah, demi apapun Taca tidak bisa membayangkan Adipati dengan aibnya itu.
"Astaga... Bi Yuli beliin minyak goreng ke Timbuktu sana....!!!!" perintah Adipati kesal, bisa abis aib masa kecilnya diceritakan Bi Yuli pada Taca.
"Hah.... dimana Den, emang ada supermarket baru ? Timbuktu dimana, Den..."
"AFRIKAAAAA...!!!" teriak Adipati kesal sambil masuk kedalam kamarnya kemudian membanting pintu kamarnya gemas.
"Den... Bibi ngak punya paspor Den, astaga si Aden ini aneh-aneh aja..." rutuk Bi Yuli polos.
•••
Dengan gemas Adipati melemparkan badan Taca ke kasur dikamarnya, Taca masih terus tertawa sampai perutnya sakit.
"Hahahahaaa..."
"Ketawa terus, Amore..." ujar Adipati kesal sambil membuka pakaiannya satu persatu.
"Hahahaa... abis abis kamu... kamu..." Taca yang tertawa sambil menutup matanya tidak sadar dengan apa yang dilakukan oleh Adipati. Bahkan Taca tidak sadar kalau celana pendeknya sudah tidak menempel ditubuhnya.
Adipati yang kesal langsung memenjarakan tubuh Taca dengan tubuhnya.
"Di, Kamu beneran hahahaaaa...." Taca tertawa lepas.
Adipati langsung membungkam bibir Taca dengan bibirnya, dengan lembut dan tanpa Adipati sadari berubah liar.
"Di, tadi udah..."
"So...." ujar Adipati sambil menghentak badan Taca keras.
"Adi..." Taca kaget karena tiba-tiba saja Adipati sudah memasuki tubuhnya dan Taca hanya bisa pasrah....
•••
Kaka, kaka ayoo promoin cerita aneh binti ajaib kaka gallon yah, heheheheee....
❤️❤️❤️
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
__ADS_1
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️ Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon