
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please...
Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Amore..."
Taca langsung menyungingkan senyumanya ke arah Adipati sambil melambaikan tangannya.
"Amore itu siapa ?" tanya Abah bingung, setau dirinya Taca belum ganti nama.
"Amore itu artinya cinta dalam bahasa italia, Bah." jawab Taca sambil tersenyum pada Abah.
"Hadeuh, dasar bule." ujar Abah sambil menatap Taca.
"Abah...abah Taca boleh meluk Adipati ngak ? Meluk doang kok. Boleh yah yah, Taca mohon," pinta Taca sambil menyatukan kedua tangannya.
"Hadeuh..."
"Ayo dong, Bah. Taca mohon, Taca kangen Adipati." mohon Taca pada Abah sambil memejamkan matanya dan memberikan ekspresi selucu mungkin.
"Yah..yah sana, tapi peluk doang. Awas kalau lebih, Abah sambit itu bule mesum..!" ujar Abah sambil mengeluarkan koran dari dalam bajunya.
"Ah.. makasih Abah...!" jerit Taca sambil mencium pipi Abah kemudian berlari kearah Adipati.
"Hadeuh... susah bener dah, kalau lagi jatuh cinta..!" bisik Abah sambil mengeleng-gelengkan kepalanya, kemudian melihat iring-iringgan Rina yang masih menatap takjub Kearah helikopter milik Adipati.
"Heh... ayo jalan-jalan. Nanti kasian Entis nunguin. Masa pengantennya cengo disini," ujar Abah.
"Abah, itu calonnya Taca. Yang bule-bule itu ?" tanya Ceu Ida.
"Iyah, itu... kenapa, mau nyinyirin calon mantu saya ?" tanya Abah kesal.
"Ganteng yah, Bah. Punya adik ngak, kalau punya nikahin sama anak saya." ujar Ceu Ida
"Ih enak aja, sama anak saya aja..!!" Ceu Tari tiba-tiba memotong pembicaraan Ceu Ida.
"Ih.. maksudnya apa ? Kan saya duluan..!"
"Yah ngak bisa dong, siapa cepat dia dapat, Ceu Ida..!!" hardik Ceu Tari.
"Hei... hep hep... stop..stop. Adipati ngak punya adik, udah cepet jalan," pinta Abah.
"Alah, helikopter sewa aja bangga," seloroh Rina kesal sambil membenarkan bajunya.
"Itu punya saya, kok." ujar Adipati yang sudah ada didekat Abah. "Kalau, kamu mau, nanti pas udah selesai acara nikahan, kamu bisa pake. Muter-muter Citeko sama Entis," Adipati langsung menawarkan Rina untuk menggunakan helikopter miliknya.
"Hah... boleh ? Oke sip... ayo cepet kita jalan sekarang..." ujar Rina sambil tersenyum bahagia karena bisa naik helikopter bersama Entis, dia bisa sombong di Instagram miliknya.
Taca, Abah dan Adipati hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Rina yang ngak punya malu.
•••
"Mau kemana ?" tanya Taca kebingungan saat Adipati menariknya keluar dari gedung serba guna desa.
Adipati tidak mendengarkan perkataan Taca sama sekali, Adipati terus menarik Taca keluar gedung, menuju sebuah mobil diluar gedung.
Pip...
Adipati menyalakan sensor mobil tersebut, kemudian membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Ini mobil siapa ?" tanya Taca bingung, bukan kah tadi Adipati datang naik helikopter.
"Ini mobil Juan, kemarin nganter Iis pake mobil ini." ujar Adipati sambil mendorong Taca kedalam mobil.
"Mau ngapa..."
Adipati membungkam Taca dengan bibirnya. Mencium bibir Taca dengan liar. Tangan Adipati dengan cepat mengusap paha Taca naik turun, memberikan sensasi mengelitik pada Taca.
Taca yang diserang tiba-tiba hanya bisa terkesiap mendapatkan ciuman dari Adipati. Adipati kemudian mengusap bagian bawah bibir Taca yang terlihat merah.
"Miss you, Amore.."
"Di..."
Adipati langsung menghisap manisnya bibir Taca, menekan bibirnya kemudian membelitkan lidahnya dengan lidah Taca, mengesap candunya...
TOK TOK TOK...
Taca dengan cepat mendorong tubuh Adipati. Kemudian melihat orang yang mengetuk jendela mobil.
"Siapa sih...!!" ujar Adipati kesal, karena celananya sudah mulai sesak.
"Buka aja jendelanya, Di." ujar Taca sambil menunjuk jendela mobil.
Adipati menyalakan mesin mobil kemudian menurunkan kaca jendela mobil.
"Ngapain lo ? Mau ditangkep hansip ?" ujar Juan saat Adipati menurunkan kaca jendela mobil tersebut.
"DAMN, Ju...!!!" maki Adipati kesal saat melihat Juan.
"Taca dicari Abah..!" ujar Iis dibelakang Juan, Iis benar-benar kesulitan melihat kedalam mobil karena terhalang tubuh Juan.
"Oh..iya, Iis. Bentar.." jawab Taca sambil merapihkan bajunya dan juga rambutnya.
"Ngapain sih kalian di mobil Juan ?" tanya Iis heran sambil mendorong badan Juan kepinggir.
"Hah ???"
"Ngak Iis, ngak..." ujar Taca cepat sambil keluar dari dalam mobil.
"Hahahahaa..." Juan hanya tertawa mendengar jawaban Adipati yang nyeleneh.
"Mereka abis ngapain, sih ?" tanya Iis polos pada Juan.
"Bikin anak, Yang. Mau ?"
"Hah... ngaco..!! Emang bisa itukan sempit ?" tanya Iis polos.
Juan tertawa lepas saat mendengar pertanyaan Iis yang polos. Calon istrinya ini benar-benar polos.
"Mau coba ?" tanya Juan pada Iis.
"Udah ah... cepet Is, katanya dipanggil Abah..!" Taca yang mukanya sudah berubah merah langsung menarik tangan Iis dari sana.
Gresekk..
Adipati langsung menatap ilalang di sebrang jalan, sepersekian detik Adipati melihat ada seseorang yang sedang berjongkok di sana.
"Hai.." panggil Adipati, tapi tidak ada pergerakan sama sekali, kurangnya penerangan dijalan membuat Adipati kesulitan melihat.
"Ada apaan ?" tanya Juan sambil berdiri disamping Adipati.
"Gue kaya liat orang, Ju." jawab Adipati.
__ADS_1
"Orang apa demit ?" tanya Juan sambil mengikuti arah pandangan Adipati.
"Kayanya gue salah liat, Ju."
"Ngaco lo. Udah masuk, mertua lo nyariin," ujar Juan sambil berjalan meningalkan Adipati yang masih melihat ilalang tersebut.
•••
"Ta.. emang bisa bikin anak di mobil ?" tanya Iis polos saat masuk kedalam ruangan serba guna desa.
Taca langsung membulatkan matanya saat mendengarkan perkataan Iis. "Bisa, Iis. Mau dikamar mandi juga bisa. Dimana aja bisa..!!" jawab Taca asal sambil menarik tangan Iis menjauhi kerumunan.
"Hah, masa ?"
"Kamu emang ngak ngapa-ngapain sama Juan ?" tanya Taca penasaran.
"Ngak.. kan kamu waktu itu bilang ngak boleh, inget ngak ? " jawab Iis polos sambil memperlihatkan giginya.
Taca tersenyum mendengar perkataan sobatnya ini. Entah kenapa Iis selalu menuruti perkataan Taca.
"Bagussss...!!" ujar Taca sambil mengacungkan jempolnya.
"Taca, Iis..." panggil seseorang dibelakang mereka.
"Icih..." Iis dan Taca berkata berbarengan.
"Iyah, ini Icih..." jawab Icih riang.
"Sini Icih..." pangil Taca pada Icih.
Icih langsung mendekati mereka berdua, "Kemarin pas ngurusin seserahan, Rina. Icih minta maaf yah,".
"Iyah, ngak papa. Yang ribet si Rina kok," ujar Taca sambil memeluk Icih.
"Tau sendiri si Rina dari dulu, julid banget sama Taca."ujar Iis sambil mendelikkan matanya pada pasangan pengantin di plaminan
"Hahahaa.. udah ah, biarin," ujar Taca sambil melepaskan pelukkannya dari Icih.
"Eh... Taca, titip salam buat ibu, yah." ucap Icih tiba-tiba sambil tersenyum manis pada Taca.
"Ibu ? "
"Iyah, Bi Yuli... Bi Yuli 'kan, Ibu aku."
"Hah... kamu anaknya Bi Yuli. Astaga, Aku tau Bi Yuli orang sini, tapi aku ngak inget kamu anaknya Bi Yuli. Ya udah nanti aku titipin salam yah," ujar Taca sambil mengacungkan jempol kanannya.
"Makasih, Taca. Jagain Ibu aku yah. Hehehee."
"Siap..." jawab Taca.
"Hmmm sama, kata Ibu aku. Semenjak Adipati pacaran sama Taca, katanya jadi lebih sabar sama ngak suka marah-marah. Hahahahaa..." bisik Icih sambil mengedipkan matanya.
Taca hanya tersenyum mendengarkan perkataan Icih.
•••
Berantem mulu nih emak-emak Citeko wkkwkw...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
PpSalam sayang Gallon