Water Teapot

Water Teapot
S2: Pertempuran ini, janganlah cepat berlalu....


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Iis menarik koper cabin size miliknya di lobby hotel, saat ini dia bersiap untuk pergi bulan madu penuh misteri bersama Juan. Di lobby Iis melihat Ayah, Bunda dan Bernard yang sudah duduk manis di lobby menunggu jemputannya. Mereka saat ini akan pulang ke Citeko.


“Ayah,”panggil Iis sambil mencium tangan kanan Ayah, Iis langsung duduk di samping Ayahnya mengabaikan Bunda, jangan harap Iis mencium tangan Bunda, lebih baik Iis diangap anak durhaka daripada harus menciumi tangan Bunda.


Terdengar dengusan dari Bunda saat Iis mengabaikan keberadaan dirinya.


“Iis mau kemana?”tanya Ayah sambil mengusap rambut Iis pelan.


“Iis juga ngak tau, Iis pasrah ajalah mau diajak kemana juga sama Juan, Iis mah nurut ajalah,”ujar Iis sambil mengoyangkan rambutnya.


“Hahahaa... iya, nurut aja. Ayah selalu doain yang bagus-bagus buat Iis. Pokoknya Iis seneng-seneng aja, jangan sedih-sedih yah,”ujar Ayah.


“Ngak, Iis ngak mau sedih-sedih, Iis mau seneng-seneng aja. Ngak mau mikirin yang aneh-aneh,”ucap Iis lagi.


“Pokoknya bilang sama suami kamu, kalau udah pulang dari bulan madu, langsung transfer uangnya atau langsung dateng ke Citeko, awas aja kalau ngak transfer Bunda bakal...”


“Bakal apa?”tantang Iis sambil menatap Bunda dengan tatapan paling tajam yang pernah Iis miliki.


Bunda langsung menelan salivanya, apa yang ditanya Iis benar. Bakal apa? Mau apa? Mau nyuruh Iis cerai dari Juan? Mana mau, yang ada Iis akan bertahan dengan pernikahannya.


“Yah inget aja, laki-laki itu yang dipegang janjinya, Iis. Kalau Juan udah suka ingkar janji ke Bunda apalagi ke kamu,”kilah Bunda sambil membenarkan kacamata CENGDEM miliknya.


Iis hanya bisa memutar bola matanya saking kesalnya kepada mahluk astral didepannya, rasa muak benar-benar menyelimuti Iis. Iis berdoa moga semua rencana Juan berhasil, Iis ingin melihat wanita disampingnya ini membusuk dipenjara atau dimanapunlah terserah yang terpenting Iis tidak perlu bernapas satu ruangan dengan wanita J*lang itu.


“Sudah, ngak usah dipikirin tentang uang itu, kalau tidak ada pun tidak apa-apa. Tidak usah lah,”pinta Ayah sambil mengambil botol air meneralnya.


“Yah ngak bisalah, Yah. Kita ini butuh uang, hidup itu butuh uang. Liat Taca dia udah nikah sama orang kaya raya kaya Adipati. Hidupnya enak, mau apa-apa tinggal tunjuk. Bahagia, Iis juga sama, sekarang dia mau apapun juga tingal tunjuk. Liat sekarang mau jalan-jalan keluar negri aja ngak usah mikirin apa-apa, ngak kaya kamu, aku cuman mau jalan-jalan di kuta sebentar aja dipaksa pulang, ah... jompo..!!”oceh Bunda sambil mengubek-ngubek tas Hermes KW super miliknya.


Iis hanya bisa menahan amarahnya mendengar perkataan Bunda yang membuat kepalanya sakit. “Bunda ini maunya apa sih? Kemaren bukannya udah jalan-jalan ke Eropa, Naik haji, ke Korea, Jepang, Umroh? Kurang Bunda?”


“Ya...kuranglah. Hmmmm atau bunda ikut aja sama kamu, gimana?”usul Bunda.


“Maksud Bunda !?”


“Yah, Bunda ikut kamu bulan madu,”ujar Bunda santai sambil tersenyum manis pada Iis.


“Ngak..”


“Eh... kalau ada Bunda, Bunda bisa ngajarin kamu berbagai hal buat memuaskan Juan atau kalau kamu capek, Bunda bisa GAN-TI-IN,” Bunda menekankan kata gantiin dengan sangat-sangat jelas.


TENGGGGG.....

__ADS_1


Seperti ada tombol yang dipencet di kepala Iis, gendrang perang benar-benar Bunda tabuh, cari mati dia kalau berani merayu suaminya..!!!


“DASAR NGAK PUNYA AKHLAK...!!!!!!”


Iis langsung bangkit dari duduknya kemudian menarik rambut Bunda dengan sangat keras membuat kepala Bunda terbentur sofa. Tangan Iis langsung memukul kepala Bunda dengan keras berkali-kali.


Ayah kaget langsung meloncat dari duduknya, sedang Bernard kabur mencari bantuan. Suasana tenang lobby berubah menjadi chaos, beberapa pegawai hotel berusaha untuk melerai pertengkaran antara Bunda dan Iis.


Iis yang murka dengan perkataan Bunda benar-benar tidak bisa dilerai. Tangannya berkali-kali memukul punggung dan menarik rambut Bunda dengan liar. Kekesalannya sudah diubun-ubun, apalagi mendengar kata-kata Bunda yang mampu menggantikan dirinya..!!!


•••


Bernard berlari kocar kacir kebingungan mencari pertolongan, yang ada diotaknya saat ini dia harus mencari suami Teh Iis. Bernard berlari tanpa tentu arah sampai menabrak seseorang.


“Bernard kunaon?”


(Bernard kenapa?)


Bernard menatap orang yang ditabraknya, “KANG ROZAK, TEH IIS...”


“Kenapa? Kenapa Iis?”tanya Rozak panik.


“Teh Iis berantem sama Bunda di lobby,”ujar Bernard


“Astaga...!!”Rozak langsung berlari ke arah lobby bersama Bernard. Saat menuju lobby Rozak dan Albert berpapasan dengan Juan.


Juan kaget melihat Rozak berlari seperti dikejar setan bersama Albert. “Ngapain lagi mereka? Mau ikut olimpiade?”


•••


“Ngomong kamu sekali lagi mau goda suami aku, ayooo ngomong..!!!”bentak Iis sambil menarik rambut Bunda.


“Sakit... dasar anak kurang ajar, aku sumpahin kamu cerai dari Juan, biar miskin kamu...!!!”teriak Bunda sambil berusaha membuka cengkraman tangan Iis dirambutnya.


“Berani kamu...”


“Iis...!!!”


Bersamaan dengan suara bariton memanggil namanya, Iis merasakan badannya diangkat dan dihentak kebelakang. Seseorang memeluknya dari belakang, mengangkatnya untuk menjauh dari Bunda. Iis yang masih ingin menarik rambut Bunda langsung menggerak-gerakkan kakinya berharap salah satu tendangan kakinya mengenai salah satu bagian tubuh Bunda.


BERHASIL...!!


Kaki Iis menendang dagu Bunda sampai Bunda terpelanting kebelakang. Rozak yang kaget saat melihat Iis menendang Bunda langsung mengangkat Iis dengan lebih tinggi lagi dan memutar badan Iis ke kiri, berusah agar Iis tidak menendang Bunda lagi.


Bunda yang sudah terpelanting hanya bisa terduduk menahan napasnya yang memburu, hidungnya tiba-tiba mengeluarkan darah, akibat tendangan Iis yang lumayan keras.


Ayah yang masih kebingungan dengan situasi yang ada hanya bisa terdiam melihat Istri dan anaknya berkelahi dengan hebatnya, sampai-sampai menjadi bahan tontonan.

__ADS_1


Iis terus meronta-ronta berusaha untuk melepaskan pelukkan Rozak, Iis sudah muak dengan kekurangan ajaran Bunda. Mana Iis ridho suaminya di ganggu Bunda...!


Rozak berusaha untuk menahan Iis, Rozak ingat betul mantan kekasihnya ini memang lembut, dan tidak mau orang lain susah karena kelakuannya. Selalu menutupi aib orang-orang yang disayanginya. Tapi, kalau sudah marah jangan salah, teflon pun bisa melayang.


“Iis tenang... Iis,”ujar Rozak mencoba untuk menenangkan Iis. Tapi, sia-sia Iis benar-benar sudah hilang kendali. Rozak memutar akalnya, satu-satunya cara menenangkan Iis adalah memanggilnya dengan sebutan...


“CUNENG...”


Deg...


Iis langsung terdiam mendengar panggilan sayangnya Rozak pada dirinya dulu. CUNENG adalah singkatan dari luCU NENG. Iis langsung menghentikan rontaannya.


Rozak langsung menghembuskan napas lega saat Iis berhenti meronta. Tapi, sialnya..


“Kamu ngapain meluk Istri saya?”tanya Juan sambil menatap Rozak dan menarik paksa Iis hingga terlepas dari pelukkan Rozak.


“Mas..”pekik Iis kaget saat tiba-tiba ada Juan didepannya.


Rozak melepaskan Iis sambil mengangkat kedua tangannya keudara. Demi apapun dia tidak mau berurusan dengan Juan dan dia tidak ada maksud untuk memeluk Iis.


“Tah kan... liat kelakuan istri kamu, baru jadi istri sehari aja udah kaya gitu kelakuannya. Main dipeluk-peluk orang, mending kamu cerein Juan, perempuan ngak bener kaya gitu..!”Bunda benar-benar kompor meleduk.


Iis yang mendengar perkataan Bunda langsung, melepaskan tangan Juan bersiap menerjang Bunda dan memberinya sedikit sentuhan manis di pipi keriput Bunda. Tapi...


PLAK.....


•••


Kesel nih pembaca ngak dikasih adegan unboxing malah dibikin darah tinggi sama kelakuan kokom. Tenang, kalau mau adegan unboxing yang uwow, sabar...


Kenapa? Karena kaka gallon ingin ngasih tempat, suasana terbaik buat Iis melepaskan sesuatu yang paling berharganya. Kenapa? Ayolah ini adalah sesuatu yang dijaga Iis selama 26 tahun. Masa di bikin biasa aja...


Klo ditanya kok dibikin Juan ngambek? Bukannya lebih greget yah jadinya kalau bayi besar ngambek 😏🙈.


Byeeee...


Ah sama kaka gallon mohon kalau mau vote (sapa juga yang mau vote geer loe dasar Gallon), tolong update aplikasi mangatoon dan noveltoon kalian.


Untuk


mangatoon ke versi 2.0.0


Noveltoon ke versi 1.2.6


Itu untuk Android yah.


Klo untuk pengguna IOS belum bisa katanya tapi sedang diusahakan.

__ADS_1


Terima kasih


CIAO.....


__ADS_2