Water Teapot

Water Teapot
Prahara baju olah raga


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Adipati baru keluar dari kamarnya saat melihat Bi Yuli yang sedang membersihkan dapur. Adipati mencari Taca keseluruh ruangan tapi nihil.


"Bi.. Taca mana ?" tanya Adipati pada Bi Yuli yang masih menlap kitchen set.


"Neng Taca tadi pamit pergi mau Yoga sama Neng Iis, Den." jawab Bi Yuli.


"Dari Jam berapa, Bi ?"


"Jam 7 pagi, Den." jawab BI yuli sambil mengambil beberapa piring dari rak bawah.


Adipati langsung duduk di sofa sambil mengambil koran.


Zreeettt Zrezzzttt...


Adipati melirik handphonenya kemudian menjawab telepon dari Gio.


"Morning, Papa.."


"Morning, bagaimana kabar anak Papa ?" tanya Gio.


"Sengsara, Pa... kenapa Papa ngak bilang kalau di sunat itu sengsara. Ampun, Pah." cerocos Adipati kesal sambil melipat korannya.


"Hahahhahahaaaa...."


"Papa..."


"Maaf, maaf Papa jadi ingat penderitaan Papa dulu, mau saran ?" tanya Gio sambil menahan tawanya.


"Che consiglio ? (Saran apa?)"


"Ungsikan Taca... bisa gila kamu, yakin sama Papa. Lebih baik suruh Taca tinggal di apartemennya," ujar Gio, Gio tau betul betapa mesumnya Adipati.


"Non..."


"Hahahhaaa... jangan memaksa, Di. Kamu bakal sangat menderita bila Taca disana. Apapun yang dilakukan oleh Taca bakal bikin kamu terangsang, Di..." ujar Gio sambil terus menahan tawa. Gio dulu sampai mengungsikan istrinya selama 1 bulan, demi kebaikkan bersama.


"Nanti aku pikirkan, Pa. Ada apa Pa ?" tanya Adipati pada Gio.


"Papa cuman membutuhkan beberapa berkas, tadi Papa sudah minta Sherlly, tapi Papa mau minta izin dulu sama kamu."


"Oh.. ambil aja, Pa."


"Ya sudah, jaga diri. Pikirkan saran Papa, yah. Demi kebaikkan bersama," ujar Gio sambil memutuskan sambungannya.


Adipati hanya bisa mendengus mendengar saran dari Gio. Adipati tau akan lebih baik kalau Taca tinggal diapartemennya sendiri, tapi entah sejak kapan Adipati tidak bisa tidur kalau tidak memeluk Taca.


"Den...Bi Yuli mau ke supermarket dulu, Yah." pamit Bi Yuli.


"Oh...hati-hati Bi," ujar Adipati sambil terus membaca korannya.


Adipati asik membaca korannya sambil sesekali mengesap kopinya, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 09.30.


"Pagi, Di." Taca yang baru pulang dari yoga bersama Iis langsung mencium pipi Adipati.


"Morning, Amore..." jawab Adipati tanpa mengalihkan pandangannya dari koran dihadapannya.

__ADS_1


Adipati sama sekali tidak melihat Taca, jadi dia tidak tau baju apa yang digunakan oleh Taca.


"Di, aku tadi sama Iis nemu tempat yoga yang bagus loh. Aku mau daftar disana, boleh yah..." Taca meminta izin Adipati sambil duduk dilantai berhadapan dengan Adipati.


Entah sejak kapan, Taca selalu meminta izin tentang apapun pada Adipati, mulai dari pergi kesuatu tempat sampai membeli sesuatu, Taca selalu meminta izin Adipati.


"Iya.."


Taca langsung duduk kemudian melakukan butterfly pose, salah satu pose termudah dalam yoga.


"Sip... aku bakal bilang Iis"


"Bole...BRUATTTTT....." Adipati yang tadinya sedang meminum kopi langsung menyemburkan kopi panasnya saat melihat baju yang digunakan dan pose yang sedang Taca lakukan.


Taca yang hanya mengenakan sport bra berdada rendah, kemudian sedang melakukan pose butterfly yang membuat bukit kembarnya menonjol dengan sempurna.


"Adipati, arghhhh panas.. panasssss...." pekik Taca sambil menarik-narik sport branya.


"Amore..maaf maaf..." Adipati langsung mengambil tissue lalu menekan-nekan dada Taca yang terkena kopi panasnya.


Taca mengambil Tissue lebih banyak lagi kemudian melap wajahnya juga lehernya. Adipati yang melihat gerakan Taca melap wajah dan lehernya langsung berpikir hal-hal berbau mesum.


"DAMNNN, ARGHHHHH.... Ampunnnn Ampunnnn Tuhan...!!!!" Adipati berteriak keras karena "adik" nya kembali ereksi, Adipati langsung memeluk Taca, membenamkan kepalanya di leher Taca.


"Kamu, kenapa. Di, hei..." Taca yang bingung dengan teriakkan Adipati mengusap rambut Adipati tanpa tau efek yang ditimbulkan dari usapannya.


"AMOREEE STOP..." pekik Adipati sambil menepuk pinggul belakang Taca keras, sentuhan Taca memperburuk keadaan "adiknya" makin sakit.


"Auuuuww sakit, Di..!! Kamu kenapa sih ?"


"Sakit, demi apapun aku ngak mau disunat dua kali, ngak mau...!" Adipati langsung berdiri dari duduknya kemudian berlari kekamarnya.


"Kamu mau kemana ?"


"Ehhh... jangan. Dokter bilang kamu ngak boleh berendam Air hangat, Di...!!"


"Arghhhhhh... aku mau berendam air es kutub selatan aja...!!!! Biji aku sakit banget, Amore...!!!" jerit Adipati sambil berlari kekamar mandi.


"Bijinya Den Adipati kenapa, Neng...?" tanya Bi Yuli tiba-tiba.


"Aduh.. Bi Yuli ngagetin ih..."


"Maaf Neng, tapi Den Adipati punya usaha baru tanam Biji ? Emang bijinya sakit apa ?" tanya Bi Yuli polos.


"Hmmmppp.... udah ah, Bi. Jangan didenger," ujar Taca sambil menahan tawanya.


"Kalau bijinya sakit, buang aja, Neng ganti baru."


"Kalau bisa dibuang, masalahnya bijinya nempel, Bi...!!!" ujar Taca sambil pergi kekamar Adipati.


"Hah ???"


•••


Adipati yang sedang berendam di dalam bathup berisikan air dingin hanya bisa berjuang menenangkan pikirannya. Pikiran mesumnya benar-benar makin parah semenjak disunat. Kadang walau Taca sedang menggunakan daster sekalipun, pikiran Adipati berlari kekanan dan kekiri membuat "adiknya" terbangun.


"Di..."


"Hmmm..." jawab Adipati sambil masih menutup matanya.


"Ngak dingin ?" tanya Taca polos sambil menyentuh air didalam bathup yang dinginnya menusuk tulang.

__ADS_1


'Salah siapa, salah siapa ini...!!!' maki Adipati didalam hati.


"Daripada makin sakit, AMOREEEER...!!!" jerit Adipati kesal saat melihat Taca hanya mengunakan handuk yang dililitkan di badannya.


"Apa ? Aku abis mandi dikamar mandi tamu. Kenapa sih teriak-teriak mulu, aku salah apa ?" tanya Taca polos sambil menatap Adipati bingung.


"Astaga, pake baju dulu sana, baru kita ngobrol lagi. Sana cepet...!!!" perintah Adipati sambil mendorong-dorong badan Taca untuk menjauh.


"Iya..iya... cerewet..!!" jerit Taca sambil berjalan keluar dari kamar mandi.


"Amore, pake baju yang bener. Pake baju kaos aja sama celana panjang, inget celana rumah panjang..!!!" teriak Adipati yang tau kebiasaan Berpakaian Taca dirumah.


"Arghhh iya, aku mau pake sarung aja...!!!" jerit Taca kesal.


•••


"Dok, sumpah demi apapun, kapan saya bisa sehat, sih. Saya ngak sangup Dok. Ngilu saya setiap liat tunangan saya," ucap Adipati pada Dokter Satria yang terhubung dengan Adipati via telepon.


Hampir saja tawa Dokter Satria meledak mendengar keluhan pasiennya ini. Jam 11 malam dia ditelepon oleh pasien VVIPnya hanya untuk mendengar keluh kesahnya yang tidak kuasa menahan ngilu.


"Pak... kan saya sudah bilang, Bapak jangan terlalu manja dengan Ibu Taca. Yah jadi gini masalahnya."


"Saya ngak manja, Dok. Saya juga ngak tau ini otak saya kenapa, padahal saya cuman liat tunangan saya lewat aja "adik" saya langsung berdiri. Saya juga ngak paham. Tolong lah, Dok. What should I do ?" tanya Adipati dengan intonasi suara sedih membuat Dokter Satria makin menahan tawanya.


"Iya.. Bapak harus bersabar tinggal 27 hari lagi, Pak. Dinikmati saja, angap sebagai puasa batin, Pak."


'Puasa batin, puasa batin semprul mu..!!!' batin Adipati kesal.


"Saran saya, gimana kalau Bu Taca diungsikan dulu ke tempat lain, Pak. Demi kebaikkan masa depan Pak Adipati juga, kasian Pak kalau ereksi terus ngak ada pelepasan, nanti yang ada saya harus sunat ulang..!!" Dokter Satria menakut-nakuti Adipati.


"DAMNNN sunat ulang ? Habis dung punya saya nanti. Dok, jangan bercanda...!!!" pekik Adipati ngeri.


"Saya ngak bercanda, Pak."


"Astaga, Dok. Ya udah nanti saya pikirkan. Terima kasih atas waktunya Dok..!" jawab Adipati sambil memutuskan sambungan teleponnya.


Adipati langsung mengusap-ngusap rambutnya keatas dan kebawah, mencoba memikirkan saran Dokter Satria dan Gio. Sepertinya Taca harus diungsikan ketempat lain. Tidak ada pilihan lain, lebih baik dia bersabar daripada harus kehilangan "adik"nya.


•••


Haiii... author mohon maaf dari tgl 27, 28 dan 29 author hanya bisa Update 1 kali. Author lagi liburan. Liat yang hijau-hijau dulu. Maaf yah...


Senin author bakal up seperti biasa sehari 3 kali biar kaya minum obat heehhehee...


Sama part 88 dan 89 itu flashback yah cerita masa lalu Taca, masa lalu Taca pas zaman kuliah.


Dan.. maaf author ngak bisa bales komen satu-satu bukan sombong, tapi disini ngak ada sinyal 😭😭😭😭


masa author harus nangkring di pohon mangga biar dapet sinyal kuat, ntar yang ada disangka Nyi kunti lagi sama warga sini 😭🙈.


Tapi author janji senin bakal seperti sedia kala hehehee... author kangen ngespam di novel-novel kakak-kakak author yang lain, kangen baca novel juga, kangen juga bales-bales koment pembaca❤️❤️


Pokoknya luv you ❤️❤️❤️


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2