Water Teapot

Water Teapot
Menghasut Abah...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Mas, tadi Abah sama Radi disini kan ?" tanya Iis bingung karena tidak menemukan Radi dan Abah.


"Iya tadi disini," ujar Juan sama-sama bingung.


"Aduh kemana sih itu biji ketumbar, awas aja kalau dia ngomong aneh-aneh sama Abah..!" Iis benar-benar geram pada Juan.


"Kamu kayanya sayang banget sama Taca, Yang." ucap Juan sambil membenarkan bunga-bunga dirambut Iis yang mulai kacau balau. "Make up sama rambut kamu jadi rusak gini."


"Ih.. bodo amat make up sama hair do, ini pokoknya si Radi harus ketemu."


"Ya udah, kita cari kesana," Juan mengusulkan sambil menunjuk bagian atas apartemen Adipati.


"Iya, Mas."


•••


"Mau ngomong apa ?" tanya Abah pada Radi sambil menutup pintu kamar.


"Saya cuman mau memberikan informasi sama Om, kalau Adipati itu lelaki brengsek, Om."


"Gimana maksudnya ?" Abah benar-bener tidak mengerti, Abah tau Adipati adalah lelaki mesum, tapi setaunya rasa mesum Adipati hanya pada anaknya saja.


"Om siap mendengarkan penjelasan dari saya," tanya Radi meyakinkan Abah.


"Iya apa ?" tanya Abah penasaran.


"Adipati itu banyak pacarnya Om, Adipati bahkan pergaulannya bebas. Dia brengsek." ujar Radi.


"..."


"Dia senang mempermainkan wanita, Om. Dia bahkan tidak segan-segan melakukan hubungan badan dengan siapapun," ujar Radi sambil menunjukkan video di handphonenya.


Mata Abah membulat melihat video dihandphone Radi. Jantung Abah berdetak cepat, napasnya memburu.


"NANAON NA IEU ?" bentak Abah sambil mengambil handphone Radi.

__ADS_1


(Apa-apaan ini ?)


"Itu video Adipati sama salah satu mantan pacarnya, Om. Om masih mau nikahin anak Om sama laki-laki brengsek kaya Adipati." ujar Radi lagi.


"Kamu dapet ini dari mana, ini bisa masuk pasal. Kalau ini penipuan kamu bisa masuk penjara..!" ujar Abah sambil menatap Radi.


"Ini bukan penipuan Om, ini kenyataan. Saya dapat ini dari pihak perempuannya. Om kalau ngak percaya saya bisa antar Om ke tempat perempuannya," Radi berusaha meyakinkan Abah.


Abah diam, pikirannya mulai berpikir. Abah bukan lelaki bodoh, dia tau semuanya tentang Taca dan Adipati, tapi dia pura-pura tidak tau demi kebahagiaan Taca. Abah hanya bisa memberikan doa terbaiknya untuk Taca.


Tapi, otak Abah panas saat melihat video yang diberikan Radi pada dirinya. Abah tidak habis pikir kenapa Adipati mau membuat video seperti itu. Abah berdoa moga Adipati dan Taca tidak memiliki video seperti itu.


"Om.. Om masih yakin mau nikahin Adipati sama Taca ? Om ngak takut Adipati kumat playboynya terus selingkuh sama orang lain, Taca disia-siain atau bahkan bisa di jadiin samsak hidup...."


PLAAAKKKKKK... PLAKKKKKKKKK


Tiba-tiba Radi mendapatkan sambitan koran dari Abah, Abah memukuli Radi dengan keras dan berkali-kali.


"Aduh...Om aduh.... sakit Om," teriak Radi sambil menahan sambitan koran Abah.


"NGOMONG DIJAGA," teriak Abah.


Teriakan Abah membuat Adipati yang tak sengaja sedang berjalan diluar kamar Abah langsung masuk kedalam kamar Abah, khawatir dengan keadaan Abah.


"Yeuh... dengerin, si Adipati udah jadi anak Abah, jangan suka jelek-jelekin anak orang. Abah udah tau kelakuan Adipati dari Gio sama Bi Yuli yang udah sering cerita. Tapi Abah ngak ridho yah kamu jelek-jelekin anak Abah, Adipati itu anak Abah tau...!!!" teriak Abah kesal sambil terus memukuli Radi dengan koran miliknya.


Adipati terdiam mendengar ucapan Abah, ada rasa senang didada Adipati mendengar perkataan Abah. Adipati tidak menyangka Abah menyayanginya seperti Abah menyayangi anak-anaknya sendiri.


"Abah..kenapa ?" tanya Adipati lagi sambil berusaha menghentikan pukulan Abah pada Radi.


"Ini, anak ini jelek-jelekkin kamu, iyah emang reputasi kamu ngak bagus, tapi dan Abah mah ngak ridho kamu dijelek-jelekkin orang lain. Cuman Abah yang boleh jelek-jelekkin kamu..!" ujar Abah.


Adipati langsung melihat Radi, kepalanya langsung pusing. Entah terbuat dari apa kepala si Radi ini, berjuang untuk memisahkan Taca dengan dirinya.


"Abah disini dulu yah, biar saya ngobrol dulu sama Radi," Adipati mencoba menenangkan Abah.


"Iya, sama ini sekalian bawa, jijik Abah liatnya. Ngak ada kerjaan kamu teh sampai bikin yang kaya gini ?" tanya Abah kesal sambil menyerahkan Handphone Radi pada Adipati.


Adipati terdiam melihat video yang ada di handphone Radi. 'Bener-bener Becca sama Radi ini maunya apa ?' batin Adipati.


"Nanti kalau kamu udah ngobrol sama Radi, kamu balik lagi kesini, Abah mau ngomong sama kamu," ujar Abah sambil mengambil gelas di nakas.

__ADS_1


"Iya, Bah." Jawab Adipati yang langsung menarik Radi keluar dari kamar abah.


"Ikut gue..." ujar Adipati kesal sambil menarik Radi.


•••


"Mau lo apa ?" tanya Adipati kesal, seandainya ini bukan hari pernikahannya mungkin sudah habis Radi dipukuli Adipati.


Radi menatap Adipati dengan tatapan benci, "Taca.. gue mau Taca."


"Sinting... Taca mau gue nikahin sekarang, jam 7 gue bakal nikah sama dia, loe tetep mau Taca. Loe ngak laku atau apa sih ?" tanya Adipati kesal, Adipati berusaha untuk menahan amarahnya.


"Gue cuman mau Taca. Gue yakin lo ngak bisa bahagiain Taca."


"Lo buta atau pura-pura ngak bisa liat. Lo liat Taca tetep balik lagi ke gue padahal udah loe kasih liat video gue sama Becca, Abah malah ngegebukkin lo bukannya marah sama gue, padahal lo udah liatin video sialan itu. Iis sahabat Taca udah bilang berkali-kali ke lo buat jauhin Taca. Lo harusnya mikir kenapa mereka bisa kaya gitu, mereka percaya gue bisa bahagiain Taca...!" bentak Adipati geram sambil mendorong badan Radi.


"Gue yang harusnya ngebahagiain Taca, bukan lo..."


"Lo udah dapet kesempatannya Radi, tapi lo sia-siain. Jadi jangan salahin gue kalau Taca lebih milih gue daripad lo...!? Alasan loe ngak masuk akal, lo sama Becca sama-sama halu. Mending loe pacaran aja sama Becca." Ujar Adipati.


"Gue maunya Taca..." ujar Radi sambil membalas dorongan Adipati.


Adipati menahan napasnya dia tidak boleh tersulut emosinya, bisa batal acara pernikahannya kalau dia berkelahi sekarang. Demi apapun membawa Taca kehadapan penghulu itu lebih sulit daripada memenangkan kerja sama dengan Jack Ma.


"Move on, Rad...Taca milik gue. Mending elo mundur. Gue maafin lo sekarang, karena ini acara pernikahan gue. Tapi sekali lagi lo bikin ulah Gue abisin lo sampai ke akar-akarnya," ancam Adipati sambil pergi meningalkan Radi yang menatap tajam pada Adipati.


"Sehebat apa sih lo, sampai semua orang disekeliling Taca ngebela lo mati-matian ?" bisik Radi sambil mengepalkan tangannya.


•••


Author yang nulis, author yang kesel sama kekeras kepalaan si Radi.. heh Radi mau author bikin jomblo kamu teh ? Hah...


pada bingung yah kenapa Abah kaya biasa aja denger tentang Adipati... baca next bab deh...


luv sekebon ....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2