
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Taca yang sedang asik menonton film Stand by Me Doraemon dikejutkan dengan kedatangan Iis.
"Taca..."
"Kenapa ?" jawab Taca sambil terisak dan mengelap air mata dikedua matanya.
"Kamu kenapa ?" tanya Iis khawatir.
"Itu...itu... kasian Nobita ditinggalin Doraemon, kasian Nobita..." tangis Taca sambil mengusap kedua matanya.
"Astaga makjan, kamu nangis gara-gara Doraemon ??" ujar Iis bingung.
"Kasian Doraemonnya, Iis..."
Iis langsung menepuk dahinya, hormon Taca benar-benar tidak benar. Taca benar-benar mellow parah. Semuanya dia tangisi.
"Taca... Radi bilang besok ketemu di The Forest by Wyl's jam 7 malam." ujar Iis sambil menatap Taca yang masih menangisi Doraemon.
"Oh, iyah besok aku kesana sama Adipati, kamu sama Juan Ikut ?" tanya Taca.
"Iya... aku ikut," ujar Iis.
"Siapa yang ikut, mau kemana ini teh ?" tanya Abah tiba-tiba dibelakang Taca dan Iis.
"Abah, Aku mau ketemu Radi..." ujar Taca masih sambil menangis karena matanya masih fokus dengan adegan Nobita yang sedang galau ditinggal Doraemon.
"Ngapain ai kamu ?" tanya Abah langsung, "Hei, Taca ngapain kamu ketemu sama orang aneh eta ?".
Taca menatap Abah kemudian tersenyum, "Mau nyelesaiin masalah sama Radi, Abah. Aku penasaran aja kenapa dia ningalin aku dulu..."
"Si bule tau ?" potong Abah.
"Tau, Bah. Aku mau pergi kesana sama Adipati, Juan dan Iis juga," ujar Taca.
"Taca, inget apapun alasannya Abah ngak mau kamu selingkuh sama Radi, Si Bule walau mesum dia teh sayang pisan sama kamu, cinta dia sama kamu. Abah ngak mau punya mantu lain selain si Bule mesum," ujar Abah mewanti-wanti Taca.
"Iya, Abah aku juga maunya sama bule mesum, pokoknya bule mesum selalu dihati aku," ujar Taca sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Ini cuman, cuman ngilangin penasaran aku aja, aku juga kalau Radi macem-macem bakal teriak," ujar Taca lagi.
"Jangan cuman teriak, tapi semprot pake ini," ujar Abah sambil memberikan semprotan berisikan air cabe.
"Hah apaan ini, Bah ?" tanya Iis penasaran.
"Ini isinya, cabe diulek tambah air kasih balsem. Jadi pasti buta yang kena ini semprotan..!!!!" ujar Abah mantap.
"Hah....." teriak Iis dan Taca berbarengan.
"Abah... bahaya ah, nanti yang ada Taca masuk kantor polisi karena ngebuat buta orang...!!!" ujar Iis bingung.
"Eh... bawa, pokoknya kalau si Radi macem-macem semprot aja pake ini, terus satu lagi Abah cuman mau mantu Abah si Bule Mesum...!" ujar Abah sambil memberikan semprotan cabe ketangan Taca.
__ADS_1
"Tap..."
"Bawa, Abah ngak suka sama si Radi itu, bawa ini pokoknya," ujar Abah memaksa.
"Ta..."
Abah langsung membulatkan matanya dan menatap tajam pada Taca.
"Iya Abah..."
Iis hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berdoa jangan sampai semprotan cabe itu dipakai Taca.
•••
"Ngak usah cantik, cantik. Pake baju biasa aja, pake ini aja..." ujar Adipati sambil memberikan baju daster berwarna orange pada Taca.
"HAH...Di, masa aku ketempat makan gitu pake daster, sekalian aja pake sendal capit terus rambut di gulung keatas...!" ujar Taca kesal dengan ide Adipati.
"Cocok, Amore. Udah gitu aja, cantik kamu kaya gitu..!" ujar Adipati sambil menganggukkan kepalanya.
"Ngak mau...!!!" ujar Taca kesal sambil menghentakan kakinya kesal.
"Ih... harus nurut sama suami," ujar Adipati sambil terus menyodorkan daster berwarna orange cerah pada Taca.
"Ngak mau, Di. Atuh Di..." ujar Taca kesal.
"Udah pake ini," Adipati memberikan kaos oversize miliknya.
"Di..."
"Pake ini, ngak usah centil-centil, jangan make up sama sekali, aku tunggu dibawah." ujar Adipati sambil keluar dari kamar.
"Wah ide bagus," ujar Adipati sambil menutup pintu kamar.
"Astaga, Di..."
•••
"Ta.. kamu ngak salah pake baju 'kan ?" tanya Iis sesaat mereka sampai di restoran yang dijanjikan oleh Radi.
"Don't asking...!!" ujar Taca gemas, Taca saat ini menggunakan kaos oversize milik Adipati dan celana jeans, pakaian itu benar-benar menenggelamkan Taca yang munggil.
Taca kemudian bertanya kepada pegawai disana dimana Radi dan langsung diantarkan kemeja Radi, sedangkan Adipati, Juan dan Iis duduk ditempat lain sambil melihat Taca yang berjalan kemeja dimana Radi sudah duduk menunggunya.
"Rad.."
"Taca..."
Radi diam melihat Taca, walau baju yang digunakan Taca membuat badan Taca tenggelam. Taca masih terlihat menarik dimatanya.
"Kamu sehat ?"
"Iya, Rad aku sehat..." jawab Taca pelan.
Radi mengedarkan pandangannya dan mendapati Adipati, Juan dan Iis dimeja lainnya. Senyuman Radi langsung merekah, satpam Taca banyak banget..!
"Adipati ikut ?" tanya Radi basa basi.
__ADS_1
"Suami aku ikut, aku kesini juga udah izin dia dan baju aneh binti ajaib ini juga pilihan dia," dengus Taca kesal.
"Hahahaaa.... jangan bilang sebelumnya dia nyuruh kamu pake daster," ujar Radi sambil menahan senyumnya.
"Kok kamu tau ? Hahahahaaa" tawa Taca meledak karena tebakkan jitu Radi.
"Taulah, aku juga bakal ngelakuin itu juga kok kalau jadi Adipati," ujar Radi sambil tersenyum.
"Rad.. aku mau tau kenapa kamu ninggalin aku?" tanya Taca langsung.
Radi diam sambil melihat keluar kaca disampingnya, "Kak Cindy, Kak Cindy alasannya."
"Kenapa Kak Cindy ?" tanya Taca bingung.
"Sehari sebelum kita ketemu Kak Cindy dipukuli habis-habisan sama suaminya, dia sampai cadel karena lidahnya luka parah, hari itu juga aku sama Kak Cindy pulang ke Singapura, sialnya aku ninggalin handphone aku di kosan."
"....."
"Ternyata setelah sampai di Singapura aku dipaksa Papih untuk stay disana, aku udah bilang aku mau balik ke Indonesia, tapi Papih paksa aku untuk disana. Aku ngak bisa ngapa-ngapain karena Kak Cindy butuh aku buat urus semuanya, mulai dari rumah sakit sampai surat cerainya dengan Ahyar. Perceraian beda kewarganegaraan sangat sulit dilakukan," ujar Radi.
"..."
"Aku urus semuanya sampai benar-benar lupa sama kamu, aku minta maaf karena aku bodoh, aku terlalu naif beranggapan kamu akan selalu menunggu dan memaafkan aku, Ta." ujar Radi sambil menyenderkan punggungnya dan menengadahkan kepalanya ke atas, tanpa terasa air mata Radi ingin merengsak keluar.
"Aku terlalu percaya diri kalau kamu ngak mungkin bisa jatuh cinta pada lelaki lain, aku terlalu bodoh sampai-sampai baru mencari kamu beberapa saat lalu," ujar Radi sambil menekan kedua matanya menggunakan jempol dan telunjuknya.
"Rad..."
"Hmmm..." jawab Radi sambil terus menengadahkan kepalanya ketas, Radi takut air matanya akan jebol bila dia melihat Taca saat ini.
"Kenapa kamu benci Adipati ?"
"Karena Adipati adalah lelaki yang kamu cintai saat ini, bukan aku lagi. Sebaik apapun dia, aku ngak bakal suka sama dia, dia laki-laki yang udah rebut kamu dari aku," jawab Radi jujur, demi apapun Radi saat ini sudah mengakui bahwa Adipati adalah pria yang baik.
"Kamu ngak suka aku bahagia ?"
"..."
Taca membawa serbet didepannya kemudian melipatnya menjadi lipatan kecil panjang, Taca berdiri kemudian berjalan kebelakang kepala Radi. Taca melihat Radi yang berjuang menahan air matanya. Dengan tenang Taca meletakkan serbet tersebut dimata Radi kemudian menekannya lembut.
"Ta..." ujar Radi kaget saat Taca meletakkan serbet di kedua matanya.
"Shttt... aku punya cerita..." ujar Taca sambil menarik kursi dan duduk disamping kepala Radi dengan tenang.
•••
Udah dulu yah digantung dulu...
kaka gallon bobo dulu bentar *ditimpuk pembaca hahahaa...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon