Water Teapot

Water Teapot
S2: Ngidam aneh, Taca


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Adipati menatap Juan bingung, hampir seharian ini Juan tersenyum. Bahkan, tadi pada saat rapat ada yang melakukan kesalahan sangat besar. Adipati yang menegur karyawan tersebut sedangkan Juan hanya tersenyum.


“Lo berhasil jebol Iis ?” tanya Adipati sambil menatap Juan.


Juan tersenyum penuh arti pada Adipati.


“DAMN... lo jebol Iis ?” tanya Adipati lagi.


“Ngak...”


“Lah terus kenapa lo bisa sebahagia ini ? Jangan bilang lo nyab* lagi, gue tabok lo..!” ujar Adipati sambil melihat mata Juan, Adipati boleh nakal, begajulan, bangsul, tapi dia paling anti obat-obatan.


“Kagak, gue lagi happy aja. Happy akhirnya gue bisa ngeluarin sesuatu dari tubuh gue heheee,” kekeh Juan.


“Lo selingkuh? lo ngelakuin sama Cicil atau nyewa PSK ?” tanya Adipati penasaran.


“Hadeuh ngaco deh, ngak gue ngak nyewa PSK, gue juga ngak ngelakuin sama Cicil, gue nggak selingkuh..”


“You do it bye your self ?” tanya Adipati menahan tawanya.


“More and less, but Iis hand helped me...”


(Kurang lebih, tapi tangan Iis menolong, aku)


“Wowww....” Adipati takjub dengan perkataan Juan sampai tampa sadar Adipati menepuk tangannya.


“Banyak jalan menuju Roma, Di...” kekeh Juan sambil menaikkan salah satu alisnya.


“Akal lo kagak abis, yah...” ujar Adipati sambil tersenyum.


Zrrreeetttt zreeett...


Adipati melihat layar handphonenya kemudian membaca nama Amore.


“Yah Amore..”


“Daddy, aku mau naik pesawat..!” rengek Taca tanpa tendeng aling aling.


“HAHHH... Are you fuc....”


“Languange, Daddy..!!” Taca memperingati Adipati kesal.


Adipati langsung menahan napasnya kemudian mencoba untuk menetralkan intonasi suaranya, “Il mio amore mia moglie che amo davvero.”


(sayangku cintaku istriku yang sangat aku cintai)


“Hah.... Daddy aku ngak ngerti bahasa Italy, ih” ujar Taca kesal bila Adipati sudah nyerocos menggunakan bahasa Italy.


“Sayangku, cintaku istriku yang sangat aku cintai, kamu tau kan kamu lagi hamil 8 bulan. Mana diijinin Dokter sama maskapai penerbangan buat naik pesawat,” ujar Adipati sambil berusaha menahan emosinya.

__ADS_1


“Tapi, aku mau naik pesawat. Kamu janji mau bawa aku liburan ke Viterbo Italy. Tapi, kamu malah bikin aku hamil. Huaaaaaa Daddy jahat Kama, Kalila...!!” tangisss Taca keras sampai-sampai Adipati menjauhkan handphonenya.


“Astaga, Amore. Jakarta-Viterbo itu jauh. Kita harus ke Milan dulu itu aja udah 18 jam. Belum dari Milan ke Viterbo naik kereta 8 jam, Amore. Bisa lahiran dijalan kamu, Amore..!” ujar Adipati gemas.


“Tapi aku mau naik pesawat..!! Kama sama Kalila mau naik pesawat...!!!” pekik Taca kesal.


Adipati menatap Juan dengan tatapan meminta tolong, ngidam Taca makin hari makin aneh. Adipati masih mendengar tangisan Taca yang sangat-sangat keras disebrang sana. Adipati tau jika Adipati tidak mengabulkan keinginan Taca, Taca akan merengek setiap hari sampai Taca mendapatkan keinginannya. DAN ITU BISA MEMBUAT KEPALA ADIPATI PECAH..!


“Oke, kita konsultasi dulu sama Dokter Rindu, udah jangan nangis, Amore..”


“Ya udah, pokoknya aku mau naik pesawat..!” ujar Taca sebelum memutuskan sambungan teleponnya.


Adipati langsung menatap Juan.


“What ?”


“Taca ingin naik pesawat, gimana ini ?” tanya Adipati bingung.


“Yah tinggal naik, udah bangkrut lo, ampe ngak bisa nyewa jet pribadi ?” tanya Juan sambil menatap Adipati.


“Bukan gitu, nyewa jet pribadi gampang, Ju. Tapi, masalahnya kandungan Taca 8 bulan, ngak lucu dia ngelahirin di pesawat. Dia hamil kembar, Ju..!” ujar Adipati mengingatkan Juan.


“Ya, udah sana ke dokter kandungan, terus kabarin gue gimana-gimananya biar gue yang urus, GO...!!” ujar Juan sambil mengusir Adipati dengan isyarat tangan.


Adipati langsung beranjak dari kursinya kemudian berjalan keluar dari ruangan Juan, setelah Adipati pergi Juan memanggil Saka.


“Iya, Pak..”


“Tolong urus ini,” ujar Juan sambil menyerahkan 4 buah buku berwarna hijau pada Saka.


“Iya..”


“Baik, Pak...”


•••


Adipati dan Taca saat ini sedang duduk diruang konsultasi Dokter Rindu, mereka sedang konsultasi tentang keinginan Taca yang ingin naik pesawat.


“Dok, pokoknya aku mau naik pesawat, terus naiknya yang lama,” ujar Taca pada Dokter Rindu sambil menyilangkan tangannya di dada.


Dokter Rindu hanya bisa tersenyum dengan keinginan Taca yang mulai aneh, untung saja Taca tidak ngidam makan beling.


“Bu Taca, dengan keadaan Bu Taca saat ini yang hamil pada trisemester 3 sangat riskan untuk naik pesawat lama, paling lama 8 jam. Itu juga, Bu Taca harus banyak melakukan streaching dan tidak boleh terus-terusan duduk dengan posisi yang sama,” ujar Dokter Rindu sambil tersenyum pada Taca dan Adipati.


“Lalu, sangat sulit mencari maskapai pesawat yang mau mengangkut ibu hamil 8 bulan seperti Ibu Taca.” ujar Dokter Rindu.


Wajah Taca langsung ditekuk 5 saat mendengar penjelasan Dokter Rindu. Tiba-tiba tangis Taca pecah, Taca menangis terisak-isak sambil memukuli bahu Adipati.


“Huaaa kamu sih, kamu janji mau ajak aku jalan-jalan ke Viterbo Italy buat bulan madu, kamu juga janji kita bakal nikah ulang di Bali, semuanya ngak jadi gara-gara kamu hamilin aku. HUAAAAA...!!!”


Urat malu Taca benar-benar sudah putus saat ini, Taca menangis tersedu-sedu sambil terus memukuli bahu Adipati. Adipati hanya bisa menghela napasnya.


“Se non sei mia moglie, ti butto nel fiumeujar,” Adipati berkata sambil tersenyum manis pada Taca, untuk menutupi arti dari bahasa Italy yang dia ucapkan.


(Jika kamu bukan istriku, aku akan melemparkanmu ke sungai)

__ADS_1


“Huaaa tuh kan Dokter dia ngomong pake bahasa planet..!” rengek Taca makin keras.


Dokter Rindu hanya bisa menahan tawanya, Taca benar-benar bertingkah seperti anak kecil.


“Aku ngomong bahasa Italy, Amore. Artinya kita sewa pesawat pribadi buat kita pergi ke luar negri,” dusta Adipati, dia tidak mau diamuk Taca seandainya Taca tau apa arti bahasa Italynya tadi.


“Nah, mungkin kalau menyewa pesawat pribadi mungkin masih bisa, karena kan kalau pesawat pribadi tempatnya lebih luas. Ide bagus, tinggal mencari destinasinya, saya sarankan jangan yang lebih dari 8 jam, yah,” ujar Dokter Rindu sambil menuliskan resep obat.


“Bener bisa, Dok ?” tanya Taca bahagia, tiba-tiba senyuman Taca merekah di wajahnya.


“Bisa, Bu,”


“Ayooo, Daddy kita pulang, cepet...!!!” ujar Taca sambil menarik-narik tangan Adipati semangat.


“Dokter, saya permisi dulu,”


“Iya, Pak Adipati, Bu Taca. Ini obatnya jangan lupa diminum selama perjalanan nanti,” ujar Dokter Rindu.


“Makasih, Dok...” ujar Adipati sambil mengekor Taca.


•••


Diperjalanan menuju mobil, Adipati mengchat Juan.


-Bisa terbang tapi destinasinya harus kurang dari 8 jam, atau pas 8 jam.


Send


Tringg...


Tak berapa lama ada balasan dari Juan, dengan cept Adipati membaca tulisannya.


- Good, aku punya lokasi yang pas. Pakai pesawat pribadi aku aja, kebetulan ngak di pakai Papih. Sama, semuanya udah aku urus kita tinggal pergi..?!


Adipati langsung tersenyum melihat balasan Juan.


-Ok...


Send


•••


Mau kemana sih ini pasangan somplak 😑😑😑


Kaka gallon ikut ih....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2