
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Sudah dua hari ini Cicil uring-uringan tidak jelas, pekerjaannya terbengkalai. Laura benar-benar belum menghubunginya sama sekali, dari kemarin di otaknya menari-nari wajah dan suara Aa Riki (kaka gallon nulisnya Aa Riki aja yah, biar asik).
"Arghhh harus dicari dimana sih orang yang namanya Riki ini, kamu dimana sih...!!!" gerutu Cicil gemas mengutuki kebodohannya dulu tidak meminta nomer telepon lelaki bernama Riki.
Cicil menatap pemandangan di jendela kantornya, ada rasa kesal.
"Masa aku harus minta tolong, Juan sih...!" pekik Cicil lagi sambil menghentak-hentakkan sepatu Christian Louboutin So Kate Python merah miliknya.
"WHAT SHOULD I DO, GOD....!!!!!"
(Apa yang harus aku lakukan, tuhan)
"Napa lo ?"
"Laura..." pekik Cicil kaget melihat Laura yang tiba-tiba sudah ada didalam kantornya.
"Minum dimana, mabok disini..!" ujar Laura sambil duduk manis didepan meja kerja Cicil.
"Berisik, lo. Ngapain kesini ?" tanya Cicil keki karena ketauan sedang ngomong sendirian.
"Ish.. galak amat Mbak Cicil ini," ujar Laura sambil mengeluarkan dua lembar kertas dari dalam tasnya.
"Apaan ?"
"Itu cuman itu orang yang namanya Riki yang ada di circle kita," ujar Laura.
Cicil melihat kertas tersebut kemudian tertera dua orang bernama Riki, tapi bukan mereka berdua Riki yang Cicil cari. Riki yang dia cari bukan blesteran, Riki yang dia cari asli Indonesia, senyumnya manis, ramah, wangi tubuh papermintnya membuat otak dan pikirannya tenang dan damai.
"Bukan ini..!"
"Hah... coba lo liat lagi, Cil," pinta Laura sambil menunjukkan kedua Riki pada Cicil.
"Dua duanya bukan Riki punya aku, aku nyari Riki milik aku..!" ujar Cicil kesal sambil mendorong kertas tersebut pada Laura.
"Hah... Riki punya kamu, maksudnya ?" tanya Laura bingung, sebenarnya Riki disini manusia atau hewan peliharaan ?!
"Eh..."
Cicil langsung terdiam, Cicil bingung kenapa dia tiba-tiba berkata bahwa Aa Riki adalah miliknya. Kenapa dengan otaknya ?
"Maksudnya, Riki Trina...ehmm... iyah Riki..."
__ADS_1
"Are you in love ?" tebak Laura sambil menunjuk wajah Cicil.
"What ?"
"Are you in love Cicil Bouw ?" tanya Laura lagi,
"No, aku aku.." Cicil gelagapan.
"Cicil Bouw !?" ujar Laura lagi sambil tersenyum senang melihat temannya yang sangat superior ini berubah menjadi kebingungan.
"Aku...aku..." jawab Cicil sambil mengusap pahanya berkali-kali
"Aku apaan ? Aku seorang kapiten mempunyai pedang panjang...!" cemooh Laura sambil menyanyikan lagu anak aku seorang kapiten.
"Hadeuh, ngaco..."
"Ya udah, kamu jatuh cinta sama si Riki ?" tanya Laura makin penasaran.
Cicil langsung termenung memikirkan perkataan Laura, jatuh cinta ? Aku? Riki?.
"Emang jatuh cinta kaya apa sih ?" tanya Cicil bingung.
"Ya ampun Cicil, kamu dulu sama Juan bukannya jatuh cinta yah? Makanya bisa pacaran lama ?" tanya Laura bingung.
"Juan ? Jatuh cinta ?" Cicil bingung dia tidak mengerti konsep jatuh cinta. Demi apapun Cicil hanya merasa Juan mampu memenuhi hasrat sexsualnya yang tinggi, mau menemani dirinya disaat Cicil kesepian, menyayanginya dan mengikuti semua keinginannya.
"Kamu sama Juan ngak ada rasa cinta sama sekali ?" tanya Laura benar-benar bingung dengan jalan pikiran Cicil.
"Iyah cinta, saat kamu ngerasa cemburu sama seseorang, uring-uringan kalau ngak ketemu orang tersebut, orangnya ngak ada tapi mukanya selalu menari-nari dipikiran kamu, atau denger suaranya aja bikin bahagia, atau..."
"Gue ngak pernah kaya gitu, gue ngak pernah ngerasa kaya gitu sama Juan, Juan mau ngapain juga aku ngak peduli. Juan mau pacaran sama siapapun juga aku ngak peduli. Yang penting kalau aku butuh, dia ada," ujar Cicil sambil menggigit kuku jempol tangan kanannya.
"Jadi kalau misal lo liat Juan nyium atau meluk cewe lain lo biasa aja ?" tanya Laura bingung, terbuat dari apa hati Cicil.
"Biasa aja, gue pernah liat Juan berhubungan intim sama Becca, biasa aja," jawab Cicil jujur.
"BULLSHIT...!! Kalau gue, udah gue rebus Becca sama Juannya," ujar Laura kaget.
"Itu kenyataan, emang kalau cinta harus ada keselnya ?" tanya Cicil polos.
Laura langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Laura kebingungan dengan jalan pikiran Cicil yang benar-benar bebas.
"Oke, kalau si Riki ini ketauan tidur sama gue, lo bakal gimana ?" tanya Laura.
"Lo mau gue bikin ngak diterima di semua party sosialita Indonesia ?" ancam Cicil sambil menatap Laura tajam.
"Kalau dulu pas elo pacaran sama Juan, gue tidur sama Juan, lo ngambek ngak ?" pancing Laura lagi.
__ADS_1
"Ngak, ngapain. Selama Juan ada saat gue butuh, gue sih ngak papa," jawab Cicil santai, bodo amat Juan mau tidur sama siapapun juga Cicil ngak peduli.
"Kalau Riki ?" pancing Laura lagi.
"Jangan pernah berpikir tidur dengan Riki, bahkan kalau bisa jangan pernah berpikir tentang Riki, Laura Subagja...!" ancam Cicil sambil menatap Laura ganas.
Laura membulatkan matanya, bibirnya membentuk huruf O mendengar jawaban Cicil. "DAMN CICIL BOUW, Lo jatuh cinta sama Riki...!" teriak Laura sambil tertawa.
Deg...
"Ngak mungkin aku baru ketemu dia sekali, aku ngak ngapa-ngapain juga, aku ngak..."
"Kamu jatuh cinta, Cil. Fix... hahahahaa, astaga Miss Bouw congratulation sekarang kamu udah jatuh cinta sama Riki," ujar Laura sambil tertawa keras.
Cicil langsung menyentuh bibir bagian bawahnya, ada senyuman terpancar di wajahnya yang cantik. Cicil langsung membayangkan wajah Riki dan tiba-tiba Cicil merasakan perasaan berbunga-bunga didadanya. Hormon endorfin benar-benar menyelimutinya kini.
"Cil.."
"Hmmm."
"Lo bener-bener jatuh cinta Cil, gue yakin 100 persen, lo jatuuh cinta sama Riki," kekeh Laura sambil mengambil kertas yang tadi dia berikan pada Cicil tadi.
"Aku, aku ngak tau," jawab Cicil sambil menatap Laura dengan tatapan penuh kebahagiaan.
"Oke, gue bakal cari lagi deh si Riki Trina, bukan karena Hermes birkin yang mau kamu kasih, tapi ini pure karena aku ingin kamu bahagia," ujar Laura sambil beranjak dari kursinya.
"Mau kemana ?"
"Pulang lah, kenapa ?"
"Aku juga mau pulang," ujar Cicil sambil melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan jam 5.30 sore.
"Oke, come on," ujar Laura sambil menunggu Cicil yang membereskan barang-barangnya.
"Tapi aku mau ke..."
"Gue temenin deh, mbak Cicil." potong Laura sambil tersenyum.
•••
Mbak Cicil jatuh cinta itu enak loh, berjuta rasanya 😜😜
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon