
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Love.."
Cicil menyimpan belanjaannya di meja, kemudian masuk kedalam.
"Love..!" pekik Cicil senang saat melihat Juan yang sadang berdiri didapur. Badan Juan menghalangi pandangan Cicil. Cicil tidak melihat ada Iis dibelakang badan Juan.
"Love ?!" bisik Iis sambil mencengkram tangan Juan keras.
"Aw.."
"Love, kenapa ?" tanya Cicil bingung melihat Juan berteriak.
Langkah Cicil terhenti saat melihat Iis dibelakang Juan, ada senyuman merendahkan diwajah Cicil saat melihat Iis.
"Siapa ?" tanya Iis kesal, Iis tau nama mantan tunangan Juan, tapi dia tidak pernah tau wajah Cicil.
Iis melihat wanita cantik dihadapannya, demi apapun Iis mengakui wanita didepannya cantik, Iis mengaku kalah.
"Ah.. kamu Iis yah, kenalin Cicil Bouw, mantan tunangan Juan," Cicil mengenalkan dirinya samil tersenyum secantik mungkin.
Iis langsung mengerjapkan matanya, astaga ternyata secantik ini Cicil. Pantas saja Juan susah move on. Ada rasa insecure (kurang percaya diri) merayap didada Iis.
Juan yang melihat perubahan wajah Iis langsung mengerti, Iis insecure dengan Cicil. "Ngapain lo kesini ?".
"Buat ketemu kamu lah, Love. Udah makan? Iis mau makan ?" tanya Cicil tenang sambil duduk di kursi meja makan.
Iis kaget dengan kepercayaan diri wanita bernama Cicil ini.
Cicil mengatupkan kedua tangannya kemudian menatap Iis dan Juan. " So..."
"Pulanglah, Cil. Aku udah bilang, I don't love you anymore. You free now, as you wish," pinta Juan.
Iis yang masih memegang spatula kayu hanya bisa menggenggam spatulanya kesal.
"I know, love.."
"Astaga Mbak Cicil, kalau tau.. yah bisa pulang aja gitu, ngak usah datang-datang lagi kesini. Ngak ada kerjaan, Mbak ?" cerocos Iis kesal.
"Hahahhaaa... aku mau kesini emang apa urusannya sama lo ? Bebas lah..." jawab Cicil tenang sambil memainkan rambutnya.
"Cicil, keluar..." pinta Juan, Juan tau Cicil punya mood swing yang sangat parah, sedetik dia bisa senyum, sedetik kemudian dia bisa marah-marah. Masalahnya bila mood swing cicil kumat bisa terjadi pembunuhan di apartemen ini.
"Mbaknya telat minum obat, yah ? Keluar Mbak, ini apartemen tunangan saya," pinta Iis baik-baik walaupun jantungnya bertalu-talu. Tangannya gemetar menahan amarah.
"Ngg-ak mau..." jawab Cicil sambil mengoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri.
"Astaga, Mbak ini kenapa sih, keluar Mbak...!"
"NGGAK MAU...! AKU MAU DISINI...!" bentak Cicil kesal.
"Cil, keluar..." Juan mengambil tindakan, Juan mencengkram tangan Cicil dengan keras, kemudian menariknya dengan paksa.
"Sekarang kamu mau jadi masternya, Love ?" tanya Cicil sambil tersenyum nakal.
Napas Juan terhenti, rasanya dia ingin membuang masa lalu kehidupan seksualnya dengan Cicil. Membuang semuanya.
"Oke, aku mau jadi servantnya..." bisik Cicil sambil menjilat bibirnya dengan lidahnya.
Iis terdiam mendengar perkataan Cicil, kepalanya menggali pembelajaran yang dia pelajari di bangku kuliah. Napasnya tercekat. "Juan kamu.. kamu.." Iis menunjuk Juan dengan mulut yang membentuk huruf O.
"Ngak...ngak... kaya gitu, jangan berpikir yang bukan-bukan. Aku ngak suka, aku cuman ngikutin keinginan Cicil. Aku ngak nikmatin sama sekali hubungan itu..!" Juan berkata jujur, dulu karena kebodohannya dia mengikuti semua keinginan Cicil, semuanya. Catat SEMUANYA...!
__ADS_1
"Bullshit, Ju. You like it..." ujar Cicil sambil menyentuh dada Juan manja.
Iis yang melihat Cicil yang menyentuh dada Juan, langsung mengambil Panci diatas kompor. Kemudian...
BYURRRRR...!!!
Iis mengguyur Cicil dengan air rebusan spageti yang sudah mendingin.
"ARGHHHHHH...!!!!!"
"KALAKUAN SATEH...!!! DIBEJAAN MANTOG, MANTOG SATEH. MATAK BOGA JEJEWIR TEH DIPAKE, KOPL*K...!!!"
(Kelakuan kamu tuh !! Dikasih tau pergi yah pergi kamu tuh. Makanya kalau punya kuping(ini bahasa paling kasar untuk kuping di bahasa sunda) tuh dipakai, Kopl*k...!)
Cicil terdiam mendengar teriakkan Iis, rasa kagetnya belum juga luntur saat mendengar Iis berteriak dengan bahasa yang tidak Cicil ketahui. Beberapa spageti bertengger di rambutnya, badannya basah oleh air yang tercampur minyak.
"ARGHHHHH....!!!!" Cicil berteriak sambil menjambak rambut Iis dengan keras, menghentakkan rambut Iis kebawah, membuat badan Iis tertunduk.
Iis yang kaget menerima jambakan Cicil, langsung menginjak kaki Cicil dengan keras, membuat Cicil mengaduh kesakitan sehingga melonggarkan jambakkannya.
Merasa Cicil melonggarkan cengkraman dirambutnya, Iis langsung mendorong perut Cicil dengan keras, badan Cicil terjengkang kebelakang.
Cicil hampir menabrak badan Juan, seandainnya Juan mau, Juan pasti bisa menangkap badan Cicil, tapi Juan malah bergeser kesamping kiri, membuat Badan Cicil dengan sukses terjatuh kelantai marmer apartemen Juan.
"Auwww.." pekik Cicil kesakitan saat pantatnya mencium lantai.
Iis yang masih kesal dengan kelakuan manusia didepannya, langsung menarik tangan Cicil. Entah kekuatan dari mana tapi Iis mampu menarik Cicil dengan sekali hentak, menyeretnya kepintu keluar, kemudian mendorongnya keluar dari apartemen Juan.
Iis melihat belanjaan Cicil dimeja, Iis langsung mengambil belanjaan tersebut kemudian melemparkannya ke arah Cicil.
"WHAT ??? ARE YOU INSANE ??" Jerit Cicil kesal bercampur kaget dengan kejadian yang menimpanya.
(Apa ?? Kamu gila ??)
"Hah... Mbaknya sadar, yah. Mbak, sadar Juan tuh punya saya tau...!"
"Hahahahaaa... Kenapa ? Takut Juan saya ambil, hebatkan dia di ranjang, bikin candu ?" tanya Cicil sambil tersenyum.
"Maaf Mbak, saya ngak pernah berhubungan badan dengan Juan. Kami udah komitmen...."
"Hahahahahaa... kasian kamu Iis, padahal Juan itu..."
"Stop Mbak, saya ngak mau dengar. Mau Juan pernah hubungan badan sama Mbak ampe gaya apapun juga, saya ngak peduli. Karena..."
"Apa, kenapa ? " tantang Cicil.
"Karena Juan nikahnya sama saya, bukan sama mainan kaya Mbak..!!" teriak Iis sambil menutup pintu dengan keras.
Iis kemudian berbalik melihat Juan, menatap Juan dengan tatapan siap membunuh.
Juan yang kaget dengan amarah Iis, dari tadi hanya bisa terdiam, bingung mau melakukan apa. Cicil benar-benar menemukan lawan imbang.
" Kamu..!" Iis menunjuk wajah Juan.
"Yang.."
"Jelasin semuanya, semuanyaaaa... atau kita PUTUSSSSS...!!!!!" pekik Iis kesal, cukup sudah Iis butuh penjelasan.
"Fine..."
"But First, ganti password kunci apartemen kamu, JUAN WIJAYA...!"
•••
Hampir 1 jam Juan bercerita pada Iis, Juan menceritakan keluarganya, menceritakan kisah cintanya dengan Cicil. Semuanya Juan benar-benar menceritakan semuanya, tidak ada yang ditutupi. Bahkan kehidupan seksualnya dengan Cicil yang ingin dia kubur sedalam-dalamnya Juan ceritakan, Iis hanya diam mendengarkan cerita Juan.
"Jadi.. kamu sama Adipati sama-sama kaya ?"
__ADS_1
"Iya, cuman bedanya aku old money (orang kaya lama) sedang Adipati new money (orang kaya baru). Kalau kamu nanya kayaan mana aku ngak tau, aku ngak peduli." jawab Juan polos, dia sama sekali tidak ambil pusing dengan kekayaan yang dimiliki oleh nya.
"Jadi, Cicil punya gangguan seksual ?" tanya Iis lagi penasaran.
Juan hanya menganggukkan kepalanya, dia pasrah terserah Iis mau berangapan apa.
"Jadi dia suka melakukan hubungan dengan berfantasi Nyonya dan servant ?"
"Iya..."
"Kamu suka..."
"NGGAK... aku bodoh mau ngelakuin itu. Aku ngelakuin itu karena merasa Cicil bakal mau kembali sama aku, menikah dengan aku, itu semua membuat aku mau merendahkan diriku serendah-rendahnya. Tapi, Cicil tidak pernah mau kembali, dia hanya menjadikan aku mainannya."
Iis diam... astaga hal yang Iis sangka hanya akan Iis liat di buku atau di film ternyata terjadi didunia nyata.
"Yang..."
"Hmm..."
"Yang, aku serahkan semuanya kekamu. Kamu mau sama aku yang kaya gini, aku bersyukur. Kalau kamu ngak mau, aku bisa apa Iis." ujar Juan sambil menatap Iis.
"Siapa yang tau hal ini ?"
"Aku, Adipati, Cicil, mungkin Becca..."
"Astaga kenapa pula si bebek peking itu bisa tau ???" Iis gemas mendengar nama Becca.
"Becca sahabat Cicil, Yang."
Iis langsung mengambil napasnya dalam-dalam menenangkan dirinya.
"Terus kenapa Cicil putus sama kamu ?"
Juan diam, bibirnya kelu. Demi apapun jawaban pertanyaanya ini bisa merusak hubungannya dengan Iis. Dan Juan tidak siap akan hal itu. Demi apapun Juan sudah Jatuh cinta pada Iis.
"Gak tau."
Iis diam, kepalanya pusing sampai-sampai dia tidak sadar ada kebohongan di jawaban Juan.
"Juan jangan pernah bilang masalah ini kesiapapun lagi," ujar Iis.
"..."
"Kita kubur masalah ini, aku bakal bela kamu habis-habisan kalau ada yang berani ungkit masalah ini lagi."
"Kenapa ?"
Iis mengambil napas dalam-dalam, tiba-tiba teringat perkataan Ayahnya.
"Kamu..." Iis mengambil napas dalam-dalam memantapkan keputusannya. "Kamu calon suami aku, nanti kamu jadi suami aku. Aib kamu adalah aib aku juga. Aku akan jaga rahasia ini...."
Detik itu juga Juan langsung menarik Iis kedalam pelukkannya, mencium pucuk rambut Iis, mencium wajah Iis terus menerus. "Makasih Yang, makasih....! How lucky i am, dapetin calon istri kaya kamu."
•••
astagaaa cape yah bikin tulisan nguras emosi gini, author lelah makjan hahahahaa...
Oh bagi yang bingung apa sih hubungan seksual master/nyonya and servant, coba cek di google deh. Atau biar gampangnya nonton Fifty Shades of Grey tapi bayanginnya Cicil itu Mr. Greynya dan Juan itu Anastasianya.
Kalau masih belum ngerti juga, udah ah author ngak mau jelasin 🙈
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon