Water Teapot

Water Teapot
Trubulence...


__ADS_3

"Pak maaf pesawatnya sudah bisa check ini," ujar petugas maskapai penerbangan membangunkan Adipati.


Adipati langsung menganggukkan kepalanya, dilihatnya Taca yang tertidur didadanya. Merasa kasian melihat Taca tertidur Adipati lansung mengangkat Taca dengan cara Bridal style. Kemudian berjalan mengikuti petugas maskapai penerbangan.


Taca yang merasa ada yang berubah dari posisi tidurnya terbangun, saat bangun ditatapanya wajah Adipati didepannya. "Di..."


"Hmm..."


"Mau kemana ?"


"Pulang, mau pulang kerumah, ini kita mau naik pesawat. Udah tidur lagi," ujar Adipati lembut.


"Ngak usah aku mau jalan sendiri," ujar Taca sambil berusaha untuk turun dari pangkuan Adipati. Adipati langsung menurunkan Taca.


Taca akhirnya berjalan sendiri sampai kedalam pesawat, kemudian duduk dikursi miliknya. Adipati duduk disebelah Taca. Taca mengedarkan pandangannya, tidak ada orang disana. Pesawat sedang kosong, hanya ada mereka berdua dikelas bisnis tersebut.


"Di..."


"Iya kenapa Amore ?"


"Maaf, maaf aku ngak ijin pergi sama Radi. Tapi, Sumpah demi apapun aku ngak pernah selingkuh sama Radi," ujar Taca sambil menahan tangisnya.


"Iya, aku percaya, Amore... udah sekarang kita tidur. Nanti kita bahas lagi," ujar Adipati sambil mengelus kepala Taca. "Nanti kalau mau nangis di apartemen aja yah."


Adipati benar-benar lelah dia butuh tidur dan Adipati yakin Taca pun membutuhkan tidur.


Mereka berdua pun tertidur dipesawat rasa kantuk mengalahkan segala-galanya.


•••


Satu jam sebelum pesawat landing, pesawat mengalami guncangan karena memasuki awan hitam.


Brukkk brukkk brukkkk zreett zreeetttt....


TING....


Tanda sabuk pengaman dinyalakan, itu bertanda semua penumpang harus mengenakan sabuk pengamannya. Terjadi turbulence parah dipesawat, pesawat memasuki awan hitam yang membuat pesawat berguncang hebat.


Taca langsung bangun dari tidurnya kemudian menegakkan sandaran kursinya. Tiba-tiba tangannya ada yang mengcekram dari sampingnya, kemudian dia melihat Adipati dengan muka panik.


"Di kamu kenapa ?" tanya Taca panik melihat Adipati.


Badan kapal berguncang naik turun dengan hebat. Memberikan efek mual.


"Amore... kalau kita mati gimana ?"


"HAH... apa sih kamu ngacooo...!!" ujar Taca saat mendengar perkataan Adipati.

__ADS_1


"Amore, sebelum kita mati aku mau ngasih tau sesuatu, tadi aku sama Becca ngak ngapa-ngapain. Aku tadi cuman cemburu gara-gara Becca nunjukkin photo kamu sama Radi. Aku cemburu parah, aku ngak ngerti juga gimana ceritanya Becca tiba-tiba ada dibawah aku. Aku...."


Brukkkk brukkkk


Pesawat kembali bergucang parah naik dan turun..


"Aku ngak megang, nyium atau ngapa-ngapain sama Becca, Amore. Aku ngak selingkuh aku mending impoten daripada selingkuh dari kamu, terusss AAHHH..."


Adipati berteriak saat pesawat lagi-lagi berguncang parah.


"Terus aku udah beresin Becca, pokoknya Becca ngak bakal bisa ngeganggu kita lagi. Aku cepek, Amore. Kayanya hubungan kita di usiknya sama yang kaya gitu terus. Aku CAP...."


Bruukkk bruukkkkk pesawat kembali seperti terjun kebawah kemudian kembali keatas.


"Capekkkk hubungan kaya gitu. Aku cinta sama kamu Amore. Oh terus.. " tiba-tiba Adipati menangis, dia terisak air matanya mengalir deras. Taca kebingungan melihat reaksi Adipati.


KENAPA SUAMINYA ???


brakkkkk.....


Pesawat bergucang kembali, karena memasuki awan hitam pesawat benar-benar bergoyang parah.


"Aku...aku yang suka pake sabun kamu, maaf yah tapi sabun badan kamu wangi banget, oh sama aku berhenti ngompol umur 10 tahun, kasih tau papa kalau aku yang dulu ngerusakin bunga anggreknya. Oh sama kasih tau Juan kalau dia harus jujur ke Iis kalau dia mandul..."


"APAAAA ???" teriak Taca kaget.


Pesawat makin parah bergoyangnya rasa takut kemudian menerpa Taca, tapi entah kenapa ocehan Adipati membuat Taca melupakan rasa takutnya.


"Iya Juan mandul, atau kurang subur ah entah lah, oh Amore, nanti kalau aku mati duluan awas kamu nikah lagi aku gentayangin kamu, oh sama bilang Abah, kalau dia mau tau siapa yang buang semua koran koleksinya itu aku, aku yang buang demi apapun aku tuh dendam sama koran-koran Abah..!!!" Adipati benar-benar meracau sambil terus terisak.


Taca diam menatap Adipati yang terus meracau didepannya ditambah tangisan Adipati bener-benar membuat rasa kantuknya hilang, rasa marah, kesal, ingin nangis semuanya sirna. Yang ada Taca berjuang untuk tidak tertawa keras.


"Oh... aku baru bisa baca kelas 4 SD, aku sebenernya paling ngak bisa denger lagu dangdut, bawaannya ingin goyang tapi tengsin. Jadi tiap denger lagi dangdut langsung nunjukin muka cool padahal ingin goyang, Amore..." Adipati mengusap matanya.


"Oh.. oke.." jawab Taca sambil menahan Tawanya.


"Lagu kesukaan aku bukan lagu Calvin harris tapi aku suka lagu kopi dangdut, tiap denger lagu kopi dangdut rasanya pengen goyang terus, tapi malu Amore. Aku tuh sebenernya paling cemburu kalau ada yang liatin kamu, pingin aku colok matanya. Kamu jangan deketin Radi lagi. Awas kamu, yah.." ujar Adipati sambil menggosok hidungnya sambil menunjuk Taca.


"Iya..." jawab Taca menahan Tawanya.


"Amore... kalau aku mati aku punya hutang ke Juan kamu bayar aja, jual salah satu mobil yang aku punya, sama Amore kasih tau Sherlly kalau sebenernya aku tuh ngak suka dia pake lipstik warna merah darah, mirip kaya manusia abis makan daging orok, Tau...!!"


Taca benar-benar berjuang untuk menahan tawanya, Adipati benar-benar bercerita tentang rahasia kelamnya.


"Amore, kamu juga kalau pake blush on jangan dibawah mata, kaya orang sakit mata tau ngak. Amore kasih tau Papa juga dulu yang ngambil majalah Playboy itu aku, aku udah suka liat model-model sexy dari junior high school....!!" Adipati benar-benar panik, turbulensi pesawat yang terus mengguncang badan pesawat membuat Adipati panik.


Taca yang sebeneranya takut, berusaha memberanikan diri dan menahan tawanya saat mendengarkan cerocosan jujur suaminya.

__ADS_1


"Amore, tau ngak sebenernya waktu junior high school gigi aku tuh patah didepannya disini..." Adipati menunjukkan salah satu gigi depannya.


Bruuuukkk bruuukkkkkkk


Guncangan pesawat makin terasa, rasanya Taca sedang menaikki roller coaster. Tapi entah kenapa Taca yakin mereka akan selamat.


"Aaaarggg... iyah disana, ini gigi palsu yang ditanam, Amore demi apapun aku ingin meluk kamu. Ini ASTAGA....!!" isak Adipati sambil terus mencengkram lengan Taca.


Adipati terus meracau tanpa henti Taca hanya bisa menenangkan Adipati.


"Amore tau ngak aku sampai sekarang suka ngobrol sama "ade" aku, aku suka ngobrol ngolor ngidul sama dia, kalau dikamar mandi. Oh sama yang kemarin kentut dikamar mandi yang baunya kaya ****** mayat itu a...ku..." Adipati terus berbicara sambil memejamkan matanya.


"Hah...." Taca benar-benar berjuang menahan tawanya. Ada apa dengan suaminya ini tuhan.


"Amore, aku sayang sama kamu, maafin aku tadi yah, aku ngak selingkuh sumpah demi apapun aku ngak selingkuh. Sama Amore aku yang buang sepatu-sepatu flat kamu di apartemen kamu..." tangis Adipati makin kencang.


"Kamu yang buang ?" tanya Taca menahan amarahnya, demi apapun koleksi sepatunya dibuang benar-benar membuat kesal Taca.


"Iya.. abis kamu lebih sexy pake high hells tapi kan masih ada sneakers... Amoree aku waktu SD pernah keserempet bemo sampai aku harus dirawat 2 hari di RS. Ngak asik banget yah keserempetnya keserempet be...."


Adipati merasakan suhu tubuh Taca di kepalanya. Wangi vanilla yang Adipati suka langsung menguar dari tubuh Taca. Taca memeluk Adipati sambil mengusap kepala Adipati pelan.


"Iya.. udah, aku maafin kamu. Jangan kaya tadi lagi. Awas kamu kalau ketauan lagi kaya gitu sama Becca aku ngak akan maafin kamu. Terus ngak papa mau kamu keserempet bemo, suka lagu dangdut, baru bisa baca kelas 4 sd, gigi kamu patah, masih ngompol sampe umur 10 tahun, dan nyembunyiin koran Abah. Yah ngak papa, kamu tetep suami aku. Udah yah..."


"Amore duduk, kalau kamu ngak duduk ini pesawat jatoh gimana ? Kamu tau ngak, kalau pesawatnya yang jatoh kita mau loncat kemana?" ujar Adipati panik sambil melepaskan pelukkannya.


Taca langsung menatap manik mata Adipati dengan tatapan jenaka dan menahan tawanya, "Kita udah landing dari 10 menit yang lalu, dari kamu bilang aku lebih sexy pake high heels. Kalau ngak percaya tanya mbak pramugarinya deh..." ujar Taca sambil menunjuk pramugari dibelakang Adipati yang sedang berjuang untuk tidak tertawa keras karena mendengarkan ocehan Adipati.


"WHAAATTTT....!?" teriak Adipati sambil membuka sabuk pengaman kemudian berdiri menatap Taca dan Pramugari di depannya.


"Welcome to Jakarta, Indonesia Mr. and Mrs Berutti," ujar pramugari tersebut sambil menahan tawanya.


•••


Nah kan ketauan deh rahasia Adipati semuanya, terima kasih turbulence pesawat.... hahahahaa....


Bab ini kaka gallon dapat inspirasi karena kemarin nonton film can you keep A secret, kalau ada waktu nonton deh.. cowonya ganteng 🤣


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2