
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Iis dengan riang berlari-lari kecil diantara salju-salju yang ada. Sesekali Iis menyentuh salju dengan tangannya. Ternyata gini bentuk salju, bener kata abah mirip es serut..!
Iis langsung berjongkok dan membulat-bulatkan salju dihadapannya. Iis senang bukan main membentuk beberapa bulatan salju. Sedang asik-asiknya membentuk bulatan salju, tiba-tiba Iis merasakan wajahnya terkena cipratan salju.
“Arh...” pekik Iis kaget karena wajahnya terciprat salju akibar seseorang yang sedang bermain snowboarding.
“Maaf Yang, ngak sengaja,”kata Juan sambil membuka kaca mata salju mikiknya.
“Mas, dingin ih. Aku udah sampai pojokan gini biar ngak ganggu orang main ski, eh kamu malah deketin aku, dingin tau..”pekik Iis kesal sambil berdiri kemudian melemparkan bola salju ke arah Juan.
“Hei.. basah Yang,”ujar Juan sambil membuka kaitan di bagian kakinya untuk melepaskan papan snowboard.
Setelah melihat Juan melepaskan snowboard dikakinya Iis langsung memeluk Juan. Juan hampir terjatuh saat Iis memeluknya.
“Yang, kamu semenjak nikah kok lengket sih? Dulu sebelum nikah ngak ada ceritanya meluk-meluk gini. Jangankan meluk, aku tidur seranjang aja pasti harus denger kamu ngoceh selama sejam lebih baru akhirnya kamu pasrah. Lah sekarang jangankan ngoceh, malah kaya ada lemnya,”canda Juan sambil menjawil hidung Iis.
Iis hanya tertawa mendengar perkataan suaminya yang kaget melihat perubahan dirinya. Iis dulu mungkin sering ngoceh bahkan marah-marah tidak jelas kalau Juan memeluk Iis. Semua itu semata-mata menjaga dirinya, bisa jebol sebelum nikah Iis nanti, kalau terlalu lengket dengan Juan.
Iis melepaskan pelukkannya kemudian menjulurkan lidahnya. “Ya udah, aku ngak peluk-peluk Mas lagi, aku mau ngelonin bantal saban hari deh. Bye...”
Iis berbalik dan berjalan meningalkan Juan yang hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gemas.
Iis yang meningalkan Juan yang masih mengurusi papan snowboarnya kaget saat melihat Taca keluar dari ruang reservasi hotel.
“Ta..kenapa?”tanya Iis bingung karena melihat Taca yang sedang terburu-buru.
Taca yang melihat Iis langsung menarik Iis dari sana, “Gawat Iis, gawat..!!”
“Gawat kenapa?”tanya Iis cepat, pikirannya langsung melayang pada Abah, Kama, Kalila dan Edy.
“Gawat...”
“Gawat gimana, Taca. Yang bener ah jangan ngaco,”ujar Iis panik.
“Gawat masa nifas aku selesai kemarin..!!”
“Heh... yah terus kenapa? Kan bagus jadinya suami kamu bisa buka puasa. Bukannya kamu demen juga bermesum ria sama Adipati,”ujar Iis bingung, apa salahnya kalau masa nifas Taca habis? Iis yang sudah tau kenikmatan dunia akhirnya mendukung Adipati Taca bermesum-mesum ria.
“Masalahnya...”
__ADS_1
“Iya,”ujar Iis tidak sabar.
“Masalahnya aku lupa bawa pengaman dan pil KB,”ujar Taca sambil menepuk kepalanya, Taca lupa membawa tas berisikan obat-obatan pribadinya.
“Lah terus? Ngak papa lah, udah halal juga..”ujar Iis sambil menarik tangan Taca untuk berjalan lebih cepat kearah restauran, dinginnya suhu udara disana membuat Iis mengigil parah.
“Masalahnya, kalau aku ngak minum pil KB. Aku bisa hamil, anak aku masih kecil Iis, aku ngak sanggup bagi kasih sayang aku sama adiknya Kama dan Kalila,”raung Taca sambil memijat keningnya.
Iis langsung merangkul badan Taca, “Ya udah, gimana kalau kamu pakai sesuatu yang bakal bikin ilfeel Adipati atau ngelakuin tindakan apapun yang bikin Adipati Ilfeel selama disini atau ngak usah diingetin kapan masa nifas kamj berakhir ‘kan bisa,”ujar Iis.
Taca langsung memberikan tanda silang dengan kedua tangannya, “Ngak bisa, masalahnya aku tau kemarin itu akhir masa nifas dari reminder di handphone Adipati. Bisa kamu bayangin dia buat reminder di handphonenya,”pekik Taca sambil mengerak-gerakkan tangan didepan wajahnya.
“Hahahaa.. wah Adipati terjadwal sekali, yah,”ledek Iis sambil membuka pintu restauran.
“Arghh gimana ini? Aku harus gimana?”pekik Taca panik sambil membuka jaket tebalnya dan topi.
Iis kemudian berbicara dengan pelayan disana meminta pelayan tersebut memberikan meja untuk mereka berdua. Pelayan kemudian mengantar mereka berdua kemeja kosong dibelakang gerombolan anak kulian yang sedang berlibur.
“Ya udah, pasrah pada ilahi atau minta dikeluarin diluar, gimana?”Iis memberikan ide terbaik yang ada dipikirannya saat ini.
“Ah tau ah, nanti malam aku bakal pake baju paling tertutup yang aku punya, biar Adipati ngak punya pikiran aneh-aneh sama aku,”Taca langsung meneguhkan hatinya untuk menggunakan baju tidur lengan panjang dan celana panjang miliknya yang paling Adipati benci. Untungnya dia membawanya.
Saat sedang berbincang-bincang Taca melihat Adipati dan Juan masuk kedalam restoran. Mereka berdua langsung melihat Taca dan Iis.
“Iis, kayanya Adipati sama Juan ketemu temen deh,”ujar Taca sambil menunjuk Adipati dan Juan.
Iis langsung melihat kemana arah tangan Taca dan menemukan suaminya dan Adipati sedang berbincang-bincang dengan lelaki berambut coklat.
Tak berapa lama Adipati dan Juan berjalan kearah meja Taca dan Iis bersama lelaki berambut coklat.
“Yang, kenalin ini temen aku dan Adipati di kampus dulu,”panggil Juan sambil mengenalkan Iis dengan lelaki didepannya.
“Iis.”
“Abel,”ucap Abel sambil menjabat tangan Iis.
“Wow, aku ngak nyangka kamu nikah juga Juan. Dulu aku sampai beranggapan kamu gay,”kekeh Abel sambil menepuk bahu Juan.
“Astaga Abel,”ujar Juan sambil memutar bola matanya kesal.
Iis tersenyum pada Abel, rasanya Iis ingin berteriak keras, kalau mau bohong jangan sama Iis. Mana ada suaminya ini gay, wong mantan pacarnya aja ada 30 orang dan Iis yakini dengan pasti kalau jenik kelamin ke 30 orang tersebut adalah wanita tulen..!!!
“Ah, Di kapan kamu nikah? Ngak mau nikah kamu tuh? Kenapa ketempat kaya gini malah sama adiknya,”tanya Abel kaget melihat Adipati berdiri berdampingan dengan gadis mungil disamping Adipati. Tinggi Adipati yang 190cm membuat Taca yang tingginya hanya 159 cm terlihat sangat-sangat mungil.
“Adik?”tanya Adipati bingung.
__ADS_1
“Iyah ini adik kamu ‘kan?”tanya Abel sambil menunjuk Taca yang sedang menatap Abel dengan tatapan gemas.
“Bukan, saya istrinya..!!”pekik Taca kesal, ini bukan kali pertama dirinya dianggap adik Adipati. Ah.. Taca sering kesal bila disangka adik dari suaminya itu.
“Hah...”Abel tersentak kaget, “kamu istrinya? Astaga Adipati kamu menikah sama anak dibawah umur?”tanya Abel kaget.
“Astaga, dia ini umurnya 26 tahun, istri aku ini 26 tahun, Abel..!!”sekarang giliran Adipati yang kesal.
“Hah...? Beneran?”tanya Abel sambil menatap Juan dan Iis. Juan dan Iis langsung menganggukkan kepalanya.
“Ah, Abel aku ngak segila itu menikah dengan anak dibawah umur..!”pekik Adipati sambil duduk disamping Taca.
“Hahahhaaa...ya sudah maaf, maaf. Ah..sudahlah aku kesana dulu yah, senang bertemu kalian lagi. Apalagi liat kalian sudah menikah, mari semuanya,”ujar Abel sambil berlalu dari sana.
Adipati yang kesal hanya bisa mengusap dahinya. “Entah sudah keberapa kali orang nyangka aku nikah sama anak dibawah umur. Astaga, Amor kamu itu anak dibawah umur yang sudah menghasilkan anak.”
Taca, Juan dan Iis hanya bisa tertawa mendengar perkataan Adipati. Tawa mereka terhenti saat pelayan datang memberikan menu pada mereka berdua.
Adipati yang sudah memesan makanan, iseng melihat layar handphone miliknya dan melihat tanda reminder, senyumnya mengembang saat melihat tulisan di remindernya kemudian mengelus paha Taca.
Taca yang mendapatkan elusan dipahanya hanya bisa tersentak kaget dan berbisik pelan “Di..”
“Masa nifas kamu udah selesai yah, Amore?”kata Adipati dengan suara sekecil mungkin, sehingga hanya Taca yang mendengarkan suaranya.
Taca menatap mata suaminya, sialnya Adipati sudah menatapnya dengan tatapan paling nakal yang pernah dilihat oleh Taca.
Ah...sudahlah, kalau seandainya dia hamil,hamilah... Taca benar-benar sudah tidak peduli lagi. Pasrah adalah kunci..!!!
•••
Ah..pasti ibu-ibu nunguin sesuatu deh... ayooo nunguin apa ayoooo....
🤣🤣🤣🤣🤣
*kaburrrr
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1