Water Teapot

Water Teapot
Feeling Iis


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Perasaan Iis benar-benar tidak enak, Iis mempercayai feelingnya dengan kuat. Saking tidak enaknya Iis meminta Juan untuk tidak pergi dulu ke Venue.


"Mas, kita disini dulu yah, ehm...kita ke venuenya sejam lagi aja, acaranya juga jam 7 malem kan," ujar Iis sambil mengedarkan pandangannya.


"Panggil lagi, Yang.."


"Panggil apaan ?"tanya Iis bingung.


"Panggil aku lagi, Please," pinta Juan.


"Mas.."


"Lagi.."


"Mas..Mas Juan.."


"Lagi..lagi...sekali lagi..." ujar Juan kegirangan, entah kenapa Juan senang dipanggil Mas oleh Iis. "Awww..."


Juan menjerit keras saat sepatunya diinjak oleh Iis dengan Keras.


"Sakit, Yang..."ujar Juan sambil mengelus kaki yang diinjak Iis.


"Ya abis, lagi...lagi... emang kita lagi syuting cartoon Dora The Explorer..!" cerocos Iis kesal.


"Ya, maaf Yang. Aku seneng banget beneran dipanggil Mas sama kamu," ujar Juan sambil menjawil hidung Iis.


"Ihh... genit kamu mah, Mas, beneran perasaan aku ngak enak. Aku harus nyari si biji ketumbar itu..!" ujar Iis sambil mengedarkan pandangannya.


"Kamu mau masak, Yang ? Kamu mau masak apa pake biji ketumbar ?" tanya Juan bingung.


"Ih... itu si Radi, aku mau nyari Si Radi. Perasaan aku ngak enak, dia tuh suka nekat. Kepala batu dia tuh," ujar Iis.


Juan yang tidak mau hari bahagia sahabatnya rusak hanya karena sebutir biji ketumbar bernama Radi langsung membantu Iis untuk mencari Radi.


"Aku ngak nyangka, Radi jadi plus onenya Kania, aku yang urus undangan buat sahabat dan teman-temen Taca, harusnya aku tau plus onenya Kania itu Radi. Arghhh...gimana dung, Mas. Aku ngak mau Radi bikin ulah," ujar Iis sambil berjalan disebelah Juan dengan gaun bridesmaid-nya.


"Emang Radi nekat ?" tanya Juan.


"Kemaren dia nunjukin video mesum Adipati sama Becca ke Taca. Aku ngak bisa bayangin kalau video itu ditunjukkin ke Abah, Aa Riki atau Kang Rozak. Aku ngak bisa bayangin semarah apa mereka. Bisa ngak jadi nikah Taca sama Adipati," ujar Iis.


"Bentar...video yang di Paris ?"

__ADS_1


"Mungkin, aku ngak tau diambilnya dimana itu video. Mas kok tau videonya di Paris ?" tanya Iis menyelidik.


"Video itu harusnya udah dihapus, kenapa masih ada ?"


"Bentar, kenapa kamu tau bikinnya di paris ?" tanya Iis penasaran.


"Yah...karena waktu itu kita berempat sama-sama mabuk. Becca tiba-tiba punya ide gila buat memvideo hubungan kita berempat..."


"Berempat...!?" jerit Iis kaget sambil mengurut keningnya, kepalanya sakit Iis benar-benar tidak mengerti dengan hubungan yang dibangun Juan dan Cicil. Hubungan macam apa sebenernya yang dijalani mereka berdua.


Juan menghentikan ucapannya, 'haduh...mulut-mulut ngak bisa dijaga banget' batin Juan. "Yah pokoknya kita bikin Video aja, tapi udah dihapus kok. Aku inget betul dua videonya udah di hapus," ujar Juan hati-hati.


"Kita? Dua ? Videonya dua jadi Adipati sama Becca terus kamu sama Cicil ?"


"Iya..."


Air muka Juan langsung berubah pucat karena tanpa sadar menjawab pertanyaan Iis. Juan benar-benar tidak bisa berbohong pada Iis.


"Astaga, Mas... jangan bilang kalian tuker pasangan juga..." tebak Iis, Juan langsung mengalihkan pandangannya, Juan tidak mau menjawab pertanyaan Iis.


"Mas... jawab.." paksa Iis kesal, "Jawab atau aku pergi sama Kang Rozak..!" ancam Iis kesal.


"Enak aja, kamu sama aku mau kemana kamu sama Rozak,"


"Ya udah jawab iya atau tidak,"


"Yang, itu udah lama kok, aku beneran ngak pernah berhubungan dengan siapapun lagi, semenjak sama kamu. Aku sabar nunguin kamu," rayu Juan pada Iis.


"Kepala aku sakit, Mas. Aku ngak paham, kenapa ada manusia bentukkannya kaya kalian," ujar Iis sambil memijit keningnya.


"Yang, itu zaman dulu. Videonya bahkan udah dihapus. Aku juga ngak ngerti kenapa Radi bisa punya video itu. Aku ngomong jujur Yang, lebih baik kamu tau dari aku kan daripada dari Cicil. Please jangan marah, Yang. Itu cuman masa lalu..." pinta Juan sambil mengelus lengan Iis.


Sebenarnya rasa marah Iis sudah diubun-ubun kepala, kalau tidak ingat hari ini, hari berbahagia Taca mungkin Iis sudah murka dan memukuli Juan dengan benda apapun yang ada.


"Yang, Sayang... jangan marah, itu bener-bener masa lalu aku," ujar Juan, jantung Juan berdetak cepat dia tidak mau Iis marah.


Iis langsung menunjukkan telapak tangannya ke arah wajah Juan, "Time out, nanti kita bicarain lagi masalah ini. Sekarang kita cari si Radi dan kita harus buat acara Taca berhasil. Pokoknya Taca-Adipati hari ini harus Sah. Masalah ini kita omongin besok."


"Oke, Yang. Kita cari Radi," ujar Juan sambil menggenggam tangan Iis, dengan cepat Iis menarik tangannya dari genggaman tangan Juan.


"Yang, kok dilepas ?" tanya Juan.


"Ngak usah pegang-pegang dulu, ini kita cuman gencatan senjata sampai acara ini selesai." ujar Iis sambil menatap sinis Juan.


"Mau minum Neng Iis, Pak Juan..." ujar Bi Yuli tiba-tiba muncul membawa nampan berisikan macam-macam jenis air minum.


"Iya, Bi." jawab Iis sambil mengambil minuman yang disodorkan Bi Yuli. Dengan sekali teguk air mineral dingin tersebut langsung tandas di minum oleh Iis.

__ADS_1


"Neng Iis haus ?" tanya Bi Yuli bingung.


"Bukan haus, cuman panas.."


"Panas ? Masa Neng, padahal Ac centralnya baru kemarin dibenerin," ujar Bi Yuli.


"Panasnya bukan karena Ac Central, Bi. Panasnya karena api cemburu, rasanya pengen rebus orang namanya Cicil sama Becca..!!!" cerocos Iis kesal sambil membulatkan matanya pada Juan yang pura-pura melihat kearah lain.


"Haduh, Neng mah suka aneh-aneh."


"Bi liat orang ini ngak ?" tanya Juan tiba-tiba sambil menunjukkan photo Radi dari handphonenya.


"Oh, ini mah yang tadi minta teh manis sama nanyain Neng Taca dimana, tuh sekarang lagi duduk bareng Abah." ujar Bi Yuli sambil menunjuk Abah dan Radi yang sedang duduk.


Juan dan Iis langsung saling tatap, perasaan Iis dan Juan langsung tidak enak, entah apa yang akan Radi bicarakan dengan Abah. Bisa berabe urusannya kalau Abah tau kelakuan brengsek Adipati dulu bukan cuman disambit atau direbus yang ada bisa gagal ini acara.


•••


"Sini duduk, mau ngobrol apa ?" tanya Abah sambil tersenyum melihat Radi.


Radi langsung duduk kemudian tersenyum, "Saya cuman mau ngobrol tentang calon mantu Om,"


"Oh si Bule ?" kekeh Abah, entah kenapa Abah senang sekali memanggil Adipati dengan panggilan si Bule.


"Iya, sama mau ngasih tau masa lalu dan kelakuan Adipati, Bah..."


Kekehan Abah terhenti kemudian Abah melihat Radi dengan serius. Perasaan Abah langsung tidak enak.


"Boleh, tapi ngak disini. Kita bicara di kamar Abah." ujar Abah sambil beranjak dari duduknya.


Radi langsung mengekor dibelakang Abah, tangannya sudah gatal ingin menunjukkan kelakuan Adipati pada Abah...


•••


Ayo loh.. gimana ini gimana ??


Gimana kalau Abah murka terus nikahannya ngak jadi... gimana dongggg....


*author kabur takut di murkai pembaca....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2