
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Jam 10 malam Cicil keluar dari club tempat dirinya Becca dan Radi bertemu. Harusnya Cicil langsung pulang kembali kerumah miliknya, tapi entah mengapa Cicil ingin ke Hotel Kempinski Jakarta tempat dimana 2 hari yang lalu Adipati dan Taca melangsungkan pernikahannya. Ada perasaan ingin kehotel tersebut bertaruh dengan nasib berharap bisa bertemu dengan Juan.
"Miss bouw, mau kemana kita ?" tanya Supir pribadi Cicil.
"Kempinski Hotel, please."
Tanpa banyak bertanya supir pribadi Cicil langsung menjalankan mobilnya.
•••
"Miss Bouw ini kuncinya, selamat datang di Hotel Kempinski Jakarta," ujar pegawai Hotel sambil menyerahkan kunci pada Cicil.
Cicil langsung mengambil kunci tersebut kemudian pergi meninggalkan resepsionis hotel Kempinski.
Cicil berjalan sendirian tanpa ditemani bellboys ataupun pegawai hotel lainnya. Cicil benar-benar mengenal hotel ini. Dulu Cicil dan Juan sering menginap di hotel ini.
Semesta seperti mengetahui kebutuhan Cicil tiba-tiba saat Cicil berbelok untuk menemukan kamar miliknya Cicil melihat Juan berjalan kearahnya.
"Juan..."
"Cicil..."
"Kamu kenapa bisa disini ?" tanya Juan bingung, kenapa Cicil bisa disana.
"Aku cuman ngak bisa tidur, jadi aku tidur disini," ujar Cicil sambil tersenyum pada Juan.
"Oh.. ya udah aku duluan, yah." ucap Juan dingin sambil berjalan melewati Cicil, Cicil kaget denga reaksi Juan yang dingin. Demi apapun Juan tidak pernah seperti ini pada Cicil. Dengan cepat Cicil mencengkram tangan Juan.
"Mau kemana ?"
"Mau kekamar,lah. Mau tidur emang mau kemana ? Mancing ?" kelakar Juan sambil melepaskan pegangan Cicil.
"Tidur sama aku ?"
"Hah... ngapain ? Mending tidur sama Iis. Udah ah, aku mau kekamar. Aku mau tidur cape aku," ujar Juan bingung dengan sifat Cicil.
"Segitu hebatkah Iis, sampai bisa bikin kamu lupain aku?" tanya Cicil sambil menatap tajam Juan.
__ADS_1
"Maksud kamu apa ?"
Cicil mendekati Juan, dikalungkannya tangannya pada leher Juan, Cicil langsung mencium bibir Juan dengan paksa.
Juan terdiam mendapat ciuman dari Cicil, dengan cepat didorongnya Cicil kedinding hotel. Badan cicil membal saat membentur dinding.
"Aw...." pekik Cicil.
"Cil, udah cukup. Aku ngak cinta sama kamu, aku tegasin yah aku ngak cinta sama kamu, terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup aku selama ini. Tapi Cil maaf aku udah punya Iis, Iis yang aku cintai detik ini dan sampai kapanpun, permisi." ujar Juan sambil berjalan meninggalkan Cicil yang terduduk di lantai.
"Apa kelebihan Iis dari pada aku ?"
Juan terdiam kemudian berbalik menatap tajam Cicil.
"Aku lebih cantik, aku lebih kenal kamu, aku lebih segalanya daripada gadis kampungan sialan itu...!" teriak Cicil kejam.
"Kamu mau nikah sama aku ?"
"...."
"JAWAB CICIL..!"bentak Juan geram.
"Aku..aku..." Cicil mengigit bibir bagian bawahnya menahan tangisnya.
"Kamu tau kenapa aku ngak bisa jawab, kamu tau aku anak satu-satunya keluarga Bouw. Kamu tau betapa berambisinya kedua orang tua aku." jerit Cicil kesal sampai dia melemparkan tas miliknya.
Juan mengusap rambutnya, dia tau jawabannya karena dulu Ayah Cicil yang menentang hubungan mereka paling depan.
"Iis tidak cantik, demi apapun Iis bukan tipe aku. Tapi, Iis punya caranya tersendiri membuat aku jatuh cinta pada dirinya berkali-kali. Dia mengajarkan aku cinta dan rasa sayang tidak pernah memandang materi dan perbedaan, tapi perjuangan untuk mempertahankannya."
"...."
"Iis tidak pernah bertanya aku dari keluarga apa, Iis tidak pernah bertanya siapa kolega keluarga aku, bahkan demi apapun dia tidak peduli dengan nama Wijaya. Dia selalu bertanya pada aku kamu kenapa, kamu ngak papa, kamu sehat, kamu sedih... dia lebih memikirkan keadaan diriku, apa yang terjadi sama perasaan aku. Bukan keadaan perusahaan, keluarga Wijaya atau perasaan kolega-kolega perusahaan. Ngak kaya kamu yang lebih memikirkan pandangan kolega perusahaan Ayah kamu dari pada perasaan aku yang kamu injak-injak, Cil,"
Tumpah semua unek-unek Juan pada Cicil, wanita yang pernah dicintai Juan dulu wanita yang pernah menjadi dunianya.
Cicil diam mendengat penjelasan Juan, hatinya berontak dia benar-benar tidak terima dengan semua perkataan Juan, dilain pihak hati kecilnya berteriak mengiyakan semua perkataan Juan.
"Jadi, tolong Cil. Jangan ganggu gue, gue udah bahagia sama Iis. Gue cinta Iis lebih besar daripada cinta gue ke lo dulu. Gue sangat takut kehilangan Iis, gue berani buat lepas nama keluarga gue cuman buat nikahin Iis kalau orang tua gue ngak nerima Iis jadi Istri gue. Jadi, Cil... selamat tinggal," ujar Juan sambil berjalan menjauh dari Cicil kemudian berbelok kekanan.
Saat berjalan dan berbelok Juan kaget menemukan Iis yang sedang berjongkok dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Ayang kamu kenapa ?" tanya Juan panik sambil ikut berjongkok didepan Iis.
__ADS_1
Iis terdiam kemudian melihat Juan dihadapannya.
"Ayang kamu kenapa, astaga Yang kamu kenapa ?" pikiran Juan kalut dia takut Iis melihat tindakan Cicil yang mencium bibirnya dengan paksa tadi. "Ayang, sayang kamu kenapa ?".
Juan langsung mengangkat dagu Iis kemudian mengusap bulir-bulir air mata dipipi Iis. "Ayang, please kamu kenapa jangan bikin aku stress, Ayang..."
"Makasih, Mas. Makasih udah milih aku buat jadi calon istri kamu, makasih Mas."
Juan langsung memeluk tubuh Iis erat, sambil menciumi pucuk rambut Iis.
"Maaf, maaf... maaf aku cuman anak piatu dari kampung yang miskin, aku ngak punya apa-apa. Mungkin aku bakal nyusahin kamu. Ayah aku cuman petani yang hartanya habis karena selingkuh. Aku cuman anak dari seorang laki-laki tukang kawin. Maaf, Mas." ujar Iis sambil terus menangis di dada Juan.
"Kamu ngomong apa Yang."
"Maaf...maaf aku ngak secantik dan sekaya Cicil, Maaf, Mas." isak Iis lagi sambil memeluk erat Juan.
"Maaf.. sekali lagi maaf Mas."
"Apa sih kamu, Yang. Aku cinta sama kamu aku ngak peduli apapun, aku ngak peduli perusahaan aku ngak peduli pandangan orang-orang. Aku cuman cinta sama kamu, Yang," ujar Juan lembut sambil menatap mata Iis yang sudah basah dengan air mata.
"Aku jatuh cinta sama Ayang, aku cinta Ayang karena senyuman kamu, galaknya kamu, marahnya kamu, rambut kamu yang lebat dan wangi," ujar Juan sambil mencium rambut panjang milik Iis.
"Ingat ini, aku cinta sama kamu, setiap ada yang masalah apapun itu. Ingat aku sayang sama kamu, aku akan berjuang buat kamu, ngerti, Yang ?" Juan mengingatkan Iis sambil mengusap pipi kiri Iis dengan jempol tangannya.
"Aku cinta sama kamu Yang, kamu cinta sama aku ?" tanya Juan.
Iis langsung mengusap kedua matanya kemudian tersenyum pada Juan, " Jangan pernah kamu tanyain tentang seberapa besar cinta dan sayang aku ke kamu, Mas. Karena saking besarnya," jawab Iis sambil memeluk Juan erat.
"Aku cinta sama, Mas. Maaf aku hanya seperti ini, dan terima kasih sudah memilih aku, Mas," ujar Iis sambil mengecup bahu Juan.
"Ngak aku yang terima kasih Yang, terima kasih..."
•••
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1