Water Teapot

Water Teapot
Mawar sekebon...


__ADS_3

"Tadi ngapain kamu, ngobrol sama Becca ?" tanya Iis tiba-tiba sambil duduk disebelah Juan.


"Astaga, Yang. Kamu ngagetin aku."


"Kenapa tadi, kamu ngobrol sama Becca, Ih. Jawab..!" tanya Iis lagi sambil menyilangkan tangannya.


Juan diam menatap Iis, bingung harus jujur atau tidak. Tapi, Juan paling anti untuk berbohong dengan pasangannya. "Becca tanya-tanya tentang Taca, Yang."


"Terus kamu kasih tau ?" hardik Iis kesal.


"Iya..."


"Ihhh... kumaha lamun eta, si bebek ngontrok Taca ka apartemenna ? Tuluy Taca di cekek sok. Erek maneh tanggung jawab, hah ?" ucap Iis sambil menatap Juan. Melihat mimik wajah marah Iis bukannya membuat Juan takut, tapi malah membuat Juan gemas.


"Yang, aku bukan orang sunda. Aku ngak ngerti kamu ngomong apa, Yang."


"Hadeuh, gimana kalau Becca, si bebek itu ngedatangin Taca ke apartemennya ? Terus Taca di cekik, emang kamu mau tanggung jawab ?" Iis mengulang lagi perkataannya dengan mengunakan bahasa Indonesia.


"Oh, aku cuman bilang namanya Taca, umur 25 tahun, kerja di perusahaan aku, sama dia tingal di apartemen Adipati. Tenang, Yang. Apartemen Adipati pengamanannya bagus kok."


"Awas aja kalau, ada apa-apa sama Taca, kamu aku Ihh...." Iis mengerakkan kedua tangannya menirukan orang yang sedang mencekik leher.


Juan tertawa renyah mendengar ancaman Iis. "Kamu kayanya sayang banget sama Taca, emang kalian kenal dari kapan sih ?"


"Dari orok, kita bertiga temenan dari orok, Ju. Tau orok ? Bayi," ujar Iis sambil memotong ayam menjadi bagian-bagian kecil.


"Bertiga ? Satu lagi siapa, Yang ?" tanya Juan penasaran.


"Iya. Aku, Taca dan Tasya..."


"Tasya ? Siapa Tasya ?"


Eh... Iis tersadar sedang menguak rahasia Taca, Iis tidak mau ikut campur masalah Taca. Dia tidak mau masalah Taca diketahui Juan ataupun Adipati dari mulutnya, bukan dari mulut Taca.


"Makan, Yang. Aaaa..." ucap Iis sambil menyuapkan nasi dan ayam ke mulut Juan, bermaksud mengalihkan perhatian Juan dari Tasya.


Juan spontan membuka mulutnya lebar-lebar dan langsung memakan ayam dan nasi yang disuapkan oleh Iis.


"Yang, mau kulitnya," pinta Juan yang sudah melupakan pertanyaannya tentang Tasya.


"Ini, buka yang lebar, pesawat masuk... hahahaa" ujar Iis.


"Ya ampun, romantis amat Bu Iis," kata Siska sambil tersenyum melihat kelakuan Iis dan Juan.


"Eh, ngak Bu, ini Juan susah makan, jadi saya suapin." jawab Iis ngaco, dia benar-benar bingung mau jawab apa. Tiba-tiba dia merasakan sensasi aneh di ujung-ujung jari tangannya.


"Astaga, Ju..." Iis kaget saat melihat Juan sedang mengecupi ujung jari-jari Iis.


"Lama, kamu suapinnya. Aku lapar ini."


"Iyah, bentar," Iis langsung menyuapi Juan kembali dengan muka yang merah.


Juan hanya tersenyum sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Ada perasaan bahagia di hatinya, pokoknya Iis harus jadi pacarnya dengan cara apapun.


•••


Keesokan harinya Taca dan Iis janjian untuk bertemu di biro tempat Iis bekerja. Taca mau memberikan hasil Psikotest yang harus diolah di tempat Iis. Pagi-pagi mereka bertemu di lobby biro.


"Ta..." panggil Iis sambil memeluk Taca.


"Iis.. kangen ih, maaf yah aku jarang ketemu, kamu. Sibuk pisan, Iis hampura (maaf)," ujar Taca sambil memberikan beberapa buah amplop berwarna coklat pada Iis.

__ADS_1


"Sibuk ngurus kerjaan, apa ngurus bayi gede ?" Iis mengedipkan matanya kepada Taca.


"Ngaco, kerjaan banyak banget Is, lagi ada penerimaan pegawai baru. Jadi, ribet. Ini aja karena keteteran jadi beberapa dilimpahin ke biro kamu," ujar Taca sambil menyelipkan anak rambutnya ke telinganya. Iis langsung melihat cincin ditangan Taca, cincin cantik dengan 3 batu berlian.


"Bentar, udah ada cincin nih. Hahahaa..." goda Iis.


Wajah Taca memerah, dia benar-benar lupa menceritakan kisah asmaranya pada Iis. "Hehehee.. iya, Is. Beneran sibuk aku tuh ampe lupa ngasih tau kamu, maaf yah."


"Suka gitu deh, kalau yang happy-happy lupa. Giliran gas abis di apartemen langsung cari aku, buat minta pasangin gasnya. Ckckckck... terlalu kamu, Ta," ujar Iis sambil membuka pintu keruangan khusus miliknya, DAN...


Taca dan Iis kaget setengah mati melihat ruangan Iis yang sudah tertutupi mawar merah sampai kelantai-lantainya.


"Is, lo ada cita-cita buka toko kembang (bunga) ?" tanya Taca spontan kaget melihat betapa banyaknya bunga di kantor Iis.


"Ka...kagak. Ngapain, astaga," Iis masuk kedalam ruangan dengan cepat, kebingungan kenapa banyak bunga di ruangannya. Apa dia mau di santet ?.


"Bu Iis tadi subuh-subuh ada tukang bunga kemari nganterin pesanan bunga buat, Ibu." ujar satpam kantornya dari ambang pintu.


"Siapa, Pak yang ngirimnya ?" Iis penasaran, orang macam apa yang mengirimkan bunga sebanyak ini.


"Hem.. Pak Juan, namanya Juan. Bu.. itu ada surat sama kadonya juga di meja, Bu. Bu saya permisi yah, mau jaga pos."


"Oh, makasih Pak," ujar Taca sambil tersenyum manis kemudian menutup pintu ruang kerja Iis dengan cepat.


Iis yang kebingungan mulai menatap meja didepannya, tangannya langsung meraih kotak beludru biru yang diatasnya ada kartu ucapan.


Pagi, Yang...


Tadi malam mimpiin aku ngak, Yang.


Kalau aku mimpiin kamu terus, Yang, oh gimana bunganya suka ?


Oh, sama kalung dan gelangnya dipake yah, aku pilihin khusus buat kamu.


Dari calon pacar kamu yang nunggu di upgrade statusnya jadi pacar...


Juan


Iis langsung membuka kotak beludru tersebut, matanya langsung berkedip melihat kalung dan gelang didepan matanya.




Iis tau dengan pasti merk dan harga gelang dan kalung didepannya, gajinya sebulan ngak akan mampu membelinya. Iis kemudian membaca catatan yang diselipkan Juan di dalam kotak beludru tersebut.


Yang, titip kunci perasaan aku, sama hati aku yah.


Aku mau ke singapura dulu urusan kerjaan seminggu ini. Jangan nakal yah, sayang..


Juan.


"ASTAGA JUAN...!!!"


Wajah Iis berubah warna merah, semerah lampu stopan. Ada rasa kesal, kaget, senang, malu bercampur jadi satu. Juan benar-benar menjungkir balikkan perasaan Iis saat ini.


Taca yang juga ikut membaca pesan dari Juan, langsung tertawa terpingkal-pingkal. Perutnya sakit melihat ekspresi Iis.


"Hahahhaa... so sweet banget Juan, Iis. Diabetes aku bacanya."


Kringg kringg

__ADS_1


Video call Juan


Dengan cepat Iis mengangkat video call dari Juan.


"MAKSUDNYA APA INI ??" semprot Iis kesal.


"Sayangggg... kayanya kamu seneng banget dapet bunga sama hadiah, aku."


Taca yang mendengar jawaban Juan langsung menahan Tawanya. Sepertinya sifat dablek Juan bakal bisa meluluhkan hati Iis yang sekeras batu.


"Seneng dari mana ? Kalau kasih bunga tuh ngak sekebon juga...!! Gimana ini ngebersihinnya ?" tanya Iis kesal sambil menunjukkan sekeliling ruangannya kepada Juan melalui sambungan video call.


"Hai, Taca.." Juan benar-benar mengabaikan amarah Iis, dia malah menyapa Taca yang berdiri dibelakang Iis.


"Pagi Pak Juan, bunganya bagus," ujar Taca sambil mengacungkan kedua jempolnya, Iis langsung mendelik kearah Taca.


"Amore, kamu kok bisa sama Iis ?" tiba-tiba muncul wajah Adipati di layar Juan.


"Oh, ini aku lagi ngurusin kerjaan, Di." jawab Taca sambil tersenyum manis pada Adipati. Taca tau Adipati dan Juan memang ada kunjungan bisnis ke singapura selama seminggu.


"Jangan cape-cape, Amore." ujar Adipati sambil mengedipkan matanya.


"Telepon, pake handphone sendiri sana," usir Juan.


"Yang, gelang sama kalungnya dipake yah, titip loh hati aku. Hati aku cuman buat kamu, Yang."


Iis menghembuskan napasnya, dia tau semarah dan semengerutu apapun dia pada Juan, lelaki itu tidak akan menghiraukannya.


"Iyah.." jawab Iis pasrah.


"Asik, love you, Yang." ujar Juan sambil mengedipkan matanya dan tersenyum manis. "Jawab, Yang..."


"Astaga, Ju. Udah ah... pusing aku. BYE...!"


Iis mematikan sambungan teleponnya, kemudian terduduk dikursi khusus klien diruangannya.


"Terus ini ngeberesinnya gimana ?" tanya Iis bingung sambil menatap Taca.


Taca langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"20 menit lagi, klien pertama aku dateng. Bisa-bisa dia kabur kalau liat ruangan aku bentukkannya kaya gini, Ta."


Taca tersenyum pada Iis kemudian mundur pelan-pelan menuju pintu keluar ruangan kerja Iis."Permisi dulu Is, aku udah telat masuk kerja."


"ARGHHH TACAAA BANTUIN GUE..!!!"


•••


Hahahaha... seneng sih dikasih bunga banyak gitu. Tapi ngak sekebon juga PAK JUAN WIJAYA wkwkwk...


Ribet ngeberesinnya hahaha...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2