
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Kebijakan pembaca sangat di harapkan, jangan tiba-tiba ngereport, kalau ngak suka harap langsung chat or dm Kaka gallon yah..
*peaceeee*
•••
“Ayanggg...”
Mata Iis benar-benar membulat sempurna, matanya benar-benar menatap ‘ade’ Juan dengan seksama, napas Iis tertahan, tangan Iis mencekram celana panjang tidurnya dengan erat.
Juan yang kebingungan melihat Iis yang terduduk dilantai, tanpa sadar Juan melangkah mendekati Iis, mau tidak mau membuat wajah Iis makin dekat dengan ‘ade’ milik Juan.
Entah setan apa yang merasuki Iis (alah udah kaya lagu *author), tanpa Iis sadari jari telunjuk tangan kanannya terangkat dan menekan lembut ‘ade’ milik Juan beberapa kali.
‘Lembut tapi keras’ batin Iis.
Juan yang merasakan ada sesuatu yang menekan-nekan ‘ade’ miliknya, langsung menatap kebawah dan mendapati Iis yang sedang mencolek-colek ‘ade’nya menggunakan tangan kanannya.
Juan menahan tawanya, Iis benar-benar lucu saat menekan-nekan miliknya, Juan seperti melihat anak kecil yang sedang melihat mainan baru. Tiba-tiba saja ada ide jahil melintas diotaknya, walau Juan tau konsekuensinya akan fatal bagi dirinya, tapi Juan sangat ingin mencobanya.
“Yang, kamu ngapain ?” tanya Juan sambil menahan tawanya.
Iis mendongkakkan kepalanya melihat Juan yang sedang melihatnya dengan senyuman smirk.
“Jangan di toel doang, Yang. Kalau mau dipegang, kaya gini...”
Juan langsung memegang tangan Iis kemudian menekannya ke ‘ade’ miliknya. Iis kaget saat Juan menekan tangannya ke ‘ade’ milik Juan, spontan tangan Iis langsung menggenggam milik Juan.
“Ahh...” geram Juan kaget saat tangan Iis menyentuh miliknya, rasanya tidak bisa Juan ungkapkan dengan kata-kata. Juan yang sudah berpuasa lama benar-benar dibuat melambung hanya dengan cengkraman Iis.
‘DAMN, kenapa bisa senikmat ini...’ batin Juan bingung, padahal ini hanya tangan Iis.
“Mas, kamu kenapa ?” ujar Iis panik sambil melepaskan sedikit genggamannya.
“Jangan dilepas...!” teriak Juan, teriakkan Juan membuat Iis mengeratkan kembali tangannya, membuat Juan melambung kembali kelangit ketujuh.
“Mas...”
“Berdiri Yang,” pinta Juan, tangan Juan saat ini mengunci tangan Iis agar tetap mengenggam miliknya.
Iis berdiri kemudian menatap Juan bingung, Iis benar-benar kebingungan dengan situasi yang ada.
“Mas..”
Juan mendorong tubuh Iis lembut ke dinding kamar mandi menguncinya. “Please, Yang....”
“Apaan...” Iis kebingungan dengan perkataan Juan. “Please for what, Mas...”
Bibir Juan sudah mencium bibir Iis dengan liar, dengan cepat Juan meminta akses untuk menjelajah bagian dalam mulut Iis, membelit lidah Iis dan mengesap bibir bagian bawah Iis dengan liar. Tangan kiri Iis langsung menelusup kebelakang kepala Juan kemudian menarik rambut belakang Juan, Juan makin liar mencium bibir Iis.
Iis kewalahan dengan ciuman Juan, Iis hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan Juan. Tangan Juan dibawah sana membimbing tangan Iis untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah Iis lakukan seumur hidupnya.
Waktu berlalu dengan cepat, Iis yang sudah semaput menerima kecupan Juan di bibir dan lehernya hanya bisa menahan hasratnya sendiri, sampai Iis mendengar erangan dari bibir Juan ditelingannya.
__ADS_1
Juan menghentikan ciumannya dan mencium kening Iis sambil tersenyum, “Damn, baby your hands are truly amazing.”
(Wow, tangan kamu sangat hebat, sayang)
“HAH...?!” pekik Iis bingung
•••
Iis benar-benar masih kaget dengan apa yang baru saja dia lakukan tadi dikamar mandi bersama Juan. Demi apapun dia tidak menyangka melakukan hal tersebut dengan Juan.
Iis menatap tangan kanannya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Astaga apa yang tadi aku lakukan...!” ujar Iis sambil menepuk dahinya berkali-kali dengan gemas.
“Neng, kenapa ?” tanya Bi Sur bingung melihat kelakuan Nyonyanya.
“Hah.. eh Bi Sur, ngak. Ngak apa-apa. Bi Sur masak apa ?” tanya Iis sambil menatap Bi Sur.
“Masak cream soup ayam, Neng. Neng mau makan sekarang ?” tanya Bi Sur sambil tersenyum.
“Boleh, Bi.” ujar Iis sambil membalas senyuman Bi Sur.
“Neng, Neng mau tingal disini sampai kapan ?” tanya Bi Sur sambil memberikan mangkok berisikan cream soup pada Iis.
“Ngak tau, Bi. Emang kenapa ?” tanya Iis sambil mengambil lada dan garam.
“Hehehe... abis Neng Iis ini, perempuan paling lama yang tinggal disini. Dulu aja Nona Cicil palingan cuman 2 bulanan tinggal disini, apalagi Miss Tere disini cuman tinggal seminggu doang,” ujar Bi Sur sambil tersenyum penuh arti.
“Oh, yah..”
“Terus, cuman Neng Iis doang yang tidur dikamar tamu, terus cuman Neng Iis doang yang ngak ‘disentuh’ sama Pak Juan.”
“Wahhhh... jam segini masih ada suara-suara yang bikin jiwa janda Bi Sur bergetar, Neng...” ujar Bi Sur jujur sambil mengelap piring.
“Bibi ih, nakal yah. Bibi suka ngintipin Mas Juan,” ujar Iis sambil mengedipkan matanya pada Bi Sur.
“Nyata, Neng. Jadi pingin kelonan sama pacar,” ujar Bi Sur genit.
“Hah.. Bi Sur punya pacar ?” tanya Iis kaget.
“Punya atuh, tau Pak Zulkarnaen satpam dibawah ?” tanya Bi Sur sambil mengedipkan matanya genit.
“Iya..”
“Itu pacar Bibi, Bibi baru jadian 2 bulan yang lalu, Bibi ditembak di tukang baso belakang apartemen, Neng..”
“Hadeuh.... romantis amat,Bi.. Iis jadi ngiri..” goda Iis sambil menyuapkan cream soupnya.
“Hehehee... emang Pak Juan ngak romantis ?” tanya Bi Sur penasaran, seumur hidup dia bekerja dengan Juan, baru sekarang dia bisa dengan bebas ngobrol dengan pacar Juan. Karena, hampir semua mantan Pak Juan berbicara menggunakan Bahasa Inggris. Nona Cicil suka mengajak Bi Sur ngobrol tapi paling hanya seputaran makanan. Berbeda dengan Iis, Bi Sur bisa menceritakan apapun pada Iis.
Iis tersenyum mendengarkan pertanyaan Bi Sur, “Pak Juan romantis, tapi kadang romantisnya suka ngagetin, Bi. Juan tipe spontan..” ujar Iis sambil membayangkan kembali kelakuan Juan.
“Wah.. iya Pak Juan itu suka ngagetin permintaanya, Bibi inget betul dua hari sebelum Neng Iis kesini, Pak Juan ganti semua kasur, meja, sama kursi dirumah ini.
“Semua diganti ?” tanya Iis kaget.
“Iya, katanya bakal ada bidadari datang ke apartemen ini jadi semuanya harus baru..!” ujar Bi Sur sambil mengingat kelakuan Tuannya tersebut.
__ADS_1
“Aneh-aneh aja,” ujar Iis sambil meminum air putih.
“Apa yang aneh, Sayang ?” tanya Juan tiba-tiba sudah ada disamping Iis, Juan langsung mengambil tangan kanan Iis kemudian menciuminya dengan lembut.
“Mas, malu ada Bi Sur,” ujar Iis sambil menarik tangan kanannya tapi Juan benar-benar menahan tangan kanan Iis.
“Mas..”
“Bi, keluar sebentar, beli apapun yang harus dibeli,” perintah Juan, Bi Sur yang mengerti maksud dan tujuan Juan langsung pergi dari sana.
“Mas...”
Juan tersenyum sambil mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Iis, sambil menatap manik mata Iis dengan tatapan yang tidak bisa Iis mengerti sama sekali.
“Mas..”
“Kenapa, Sayang?” tanya Juan sambil terus menciumi tangan kanan Iis dengan lembut.
“Aku telat...”
“Ya udah, ngak usah kerja, keluar aja,” jawab Juan enteng.
“Nanti kamu telat,” Iis memberikan alasan lain karena Iis yakin kalau Juan melakukan hal aneh lagi, pertahanan Iis akan jebol.
“Ada Adipati, terus siapa yang mau marahin aku ? Ngak ada...” ujar Juan sambil terus mengikis jarak diantara mereka membuat bibir Juan dan Iis hanya berjarak beberapa centimeter lagi.
“Mas..” desah Iis kebingungan dengan reaksi tubuhnya yang terasa panas.
Juan menahan tawanya melihat ekspresi Iis yang kebingungan. Rasanya Juan ingin menarik kemeja Iis dan membuka semua pakaian Iis lalu menciumi setiap jengkal tubuh Iis.
“Mas...” cicit Iis sambil menahan napasnya dan memejamkan matanya.
Tuk...
“AWWWWWW....!!!!” jerit Iis kaget bercampur sakit, Iis dengan cepat mengusap hidungnya yang disentil oleh Juan.
“Makasih buat hari ini, Yang...” ujar Juan sambil mencubit pipi Iis.
“Awww, sakit Mas...!!!” pekik Iis, spontan Iis menendang perut Juan, membuat Juan terjengkang kebelakang sampai terduduk dilantai.
“Astaga, Yang. Masih pagi ini udah tendang-tendang aja,” ujar Juan sambil menangkap kaki Iis kemudian mencium bagian dalam betis Iis dengan lembut. Lagi, Iis menahan napasnya.
‘ASTAGAAAAAA... kenapa sama kamu Iis...!!!’ jerit Iis didalam hati sambil menarik kakinya dari tangan Juan.
•••
Siapa yang kecele, Iis ngak jebol kok 😬😬😬😬
Iis masih lugu dan polos, doakan Juan cepat menikahi Iis, AMIIN...!!!
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon