
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Taca dan Iis sedang berjalan berdua membawa makan siang untuk Abah dan Adipati. Selama perjalanan mereka ngobrol ngolor ngidul tak tentu arah, mengenang masa lalu, mengenang masa SMA.
"Iis Juan mana ?" tanya Taca bingung, kenapa Iis tidak bersama Juan.
"Juan pulang tadi pagi, katanya ada yang harus diurus di perusahaannya."
"Tapi kok Adipati masih bisa disini yah ?" tanya Taca heran.
Iis hanya bisa tersenyum simpul, Juan memang baik, romantis, dan memperlakukan Iis dengan baik. Yang terpenting tidak semesum Adipati, Juan benar-benar menghormati keputusan Iis untuk mempertahankan kegadisan Iis sampai penghulu mengucapkan Sah. Tapi, Juan terlalu misterius, sampai detik ini Juan tidak pernah membicarakan masalah keluarga atau apapun.
"Ngak tau, Ta. Mungkin perusahaan keluarganya kali," jawab Iis asal.
Saat mendekati kebun milik Abah, Taca kaget kenapa banyak sekali orang. Lebih tepatnya kenapa banyak banget Emak-emak, Ibu-ibu, cabe-cabean, dan yang lebih parah sampe nenek-nenek diem disana, seperti sedang menonton sesuatu.
"Ta.. ada apaan itu ?" tanya Iis kebingungan kenapa kebun milik Taca penuh.
"Emang, Abah bikin acara dangdutan ? Kok bisa penuh gitu ?" iis bertanya kembali, kebingunang melihat betapa penuhnya kebun milik Abah, dan kerumunan itu didominasi wanita.
"Ngak tau..." ucap Taca panik.
Taca dan Iis pun bergegas berjalan ke kebun milik Abah, meminta izin pada Ibu-ibu yang berkerumun.
"Ibu permisi Ibu, Teteh astaga, punten (permisi) mau lewat ini," pekik Iis kesal karena banyaknya orang yang menutupi akses jalan, mungkin hampir semua wanita didesa Citeko sedang ada di sana.
Dengan susah payah Taca dan Iis membelah kerumunan, setelah sampai dibagian depan dan melihat apa yang mereka tonton, Taca langsung membulatkan matanya, sedangkan Tawa Iis meledak.
Ternyata yang ditonton orang-orang tersebut adalah Adipati yang bertelanjang dada sedang bolak balik membawa hasil tani dari kebun ke gudang. Hal biasa memang, yang luar biasanya adalah badan Adipati yang six pact, membuat wanita-wanita ini heboh dan asik menonton Adipati.
"Adipati....!!" Teriak Taca kesal, kenapa juga Adipati harus buka-buka baju segala. Emang panas sih tapikan bisa pake kaos, astaga....
"Calon suami kamu, yummy yah..." ledek Iis sambil mengedipkan matanya pada Taca yang langsung dibalas pukulan di bahu Iis.
"Sadar, Iis kamu udah punya Juan...!!" Taca mendelikkan matanya.
Adipati yang mendengar pangilan Taca langsung menghentikan aktifitasnya. Adipati mengambil kemeja Jeansnya kemudian berjalan mendekati Taca.
"Astafirulloh eta lalaki meni uhuy kitu"
(Astafirulloh itu lelaki sangat uhuy)
"Aduh aduh aduh... nikahi ade, bang nikahi ade...!!!"
__ADS_1
"Aduh, suami aku bisa dituker sama yang itu ngak yah ?"
Semua teriakan disekitar Taca benar-benar membuat Taca kesal. Rasanya pengen Taca lempar semua wanita disekitarnya.
"Astaaaggggaaaa siapa sih itu, model ?"
"Hareudang...hareudang..."
Taca kemudian melihat Adipati yang berjalan makin dekat kearahnya, Adipati berjalan tenang dan santai sambil tersenyum padanya. Harus Taca akui Adipati lebih cocok menjadi model catwalk daripada seorang CEO.
"Hai, Amore ngapain kesini ? " tanya Adipati sambil mengelipkan anak-anak rambut Taca.
"Kenapa ? Ngak boleh kesini, asik tebar pesona sama ibu-ibu ini ?" hardik Taca kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
Adipati bingung dengan reaksi Taca, "Hah... ibu-ibu yang mana ?" Adipati memandang sekitarnya kemudian baru sadar kalau disana sudah banyak ibu-ibu sedang memandangi dirinya.
Adipati sama sekali tidak berpikir apa-apa saat membuka pakaiannya tadi, karena hampir semua pekerja di tempat Abah bertelanjang dada, jadi Adipati pikir kenapa tidak, apalagi cuaca sangat panas.
*masalahnya mamang mamang dikebon mah, ngak ada yang seganteng ente Di..!! *author.
"Pake ngak bajunya ?" ujar Taca sambil memelototkan matanya.
Adipati langsung mengunakan kembali kemeja Jeansnya, sontak hal tersebut langsung disambut kekecewaan oleh para wanita-wanita disana.
"Euuh ditutupan teu rame ah..."
"Bubar-bubar teu jadi hareudangna ( ngak jadi panasnya)"
Arghhh rasa-rasanya Taca ingin melempar semua orang disana mengunakan batu.
"Udah, yuk kita ke sana aja," ujar Iis sambil menarik Taca yang sedang mengelola amarahnya.
*penasaran seberapa hotnya babang adipati dikebon. cuss liat ignya author storyby_gallon
•••
"Kamu tuh yah, nanti lagi ngak usah buka-buka baju didepan orang-orang," cecar Taca kesal sambil menyendokkan nasi kepiring dengan nafsu membara.
"Ta, nanti piringnya pecah, ih..." ujar Iis sambil mengambil piring dari tangan Taca.
"Aku ngak tau, Amore. Mana aku tau itu ibu-ibu pada datang kesini. Semua pekerja Abah juga pada telanjang dada kok. Ini kan panas, mana aku salah pakai baju juga kan," jawab Adipati membela diri, bukan salah dia juga satu kampung datang ke sana kan.
"Tau ah, ini makan dulu," ujar Taca sambil menyodorkan makanan untuk Adipati dengan kesal.
Adipati langsung melahap makanan didepannya, rasa lapar benar-benar membuat Adipati menghabiskan dengan cepat makanan dipiringnya.
__ADS_1
"Laki lo kagak makan 7 tahun yah ?" tanya Iis kaget melihat betapa cepatnya Adipati menghabiskan makanannya.
"Ngaco..!"
"Juan mana, Iis ?" tanya Adipati saat menyadari tidak adanya Juan disana.
Iis hanya terdiam, dia benar-benar kesal dengan kejadian tadi pagi. Bagaimana tidak, pagi-pagi buta Juan meminta izin pulang ke Jakarta pada dirinya dan keluarganya. Memang tidak masalah sih, cuman kesel aja kenaoa harus pagi-pagi buta, dan Juan hanya bilang ada sesuatu yang harus diurus diperusahaan. Arghhhh padahal CEO nya aja disini lagi dikebon, masa wakilnya udah harus pulang.
"Juan, pulang ke Jakarta ada yang jemput, pagi-pagi buta, katanya ada yang harud diurus diperusahaan," ada rasa sedih saat Iis mengatakan hal tersebut.
"Mungkin perusahan keluarganya, Ayahnya mau pensiun, makanya Juan ketar ketir ngurus perusahaan keluarganya," jawab Adipati sambil mencuci tangannya.
"Oh...aku sangka perusahaan kalian." ujar Iis sambil tersenyum senang, karena jujur Iis awalnya merasa dibohongi oleh Juan. Yah, CEO Toko aja ada disini, kok wakilnya harus ketar ketir ngurusin perusahaan.
"No... perusahaan kami malah sedang dalam posisi bagus. Tenang Iis."
"..."
"Iis... kamu serius sama Juan ?" tanya Adipati, demi apapun dia sebenarnya malas mengurusi percintaan Juan, tapi melihat Juan yang kembali bersemangat setelah selama 3 tahun hidup tak tentu arah setelah gagal nikah dari Cicil, membuat Adipati mempertanyakan keseriusan Iis.
"Hah... serius lah."
"Mau kamu dinikahin mantan bangsul kaya dia ?" tanya Adipati lagi.
"Maulah.." jawab Iis yakin.
"Kalau gitu, lo harus sabar. Keluarga Juan bukan keluarga biasa. Gue bisa ada diposisi ini karena dibantu habis-habisan sama Juan. Harusnya yang menjadi CEO itu dia, bukan gue. Intinya lo harus sabar menghadapi keluarga Juan. Juan itu penuh misteri, cara satu-satunya buat mengetahui misteri Juan dengan bersabar dan mengupas sedikit demi sedikit." Adipati memberikan petuah pada Iis, seandainya pacar Juan bukan Iis mungkin Adipati tidak akan mempedulikannya.
Iis terdiam mendengar perkataan Adipati, memang selama pacaran ini, Iis dibuat pusing dengan ketertutupan Juan akan keluarganya. Juan lebih suka membicarakan keluarga Iis atau sesuatu yang tidak penting.
"Thank's Di... selain badan lo bagus, otak lo juga jalan yah..." ujar Iis sambil tersenyum.
"Apa hubungannya sama badan, Adipati sih...!" cecar Taca kesal.
"Hahahahaaa... yeh cemburu."
"Ih, aku tuh bukan cemburu, tapi mempertahankan kepemilikan tau..!!" ujar Taca sambil mengerucutkan bibirnya.
•••
Mau liat ngak video babang Adipati yang caem?? Cuss ke IG author ada video adipati di kebon-kebon-an hahahah
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon