
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Aaaaaaaaaaaaaaa....."
Teriak Iis keras-keras, Iis sudah tidak merasa malu sama sekali. Pokoknya dia harus teriak sekeras dan sekencang-kencangnya untuk menghilangkan ketakutannya.
Juan tersenyum mendengar sayup-sayup teriakkan Iis yang sangat keras. Juan meminta Iis untuk merentangkan tangannya. Iis menuruti semuanya.
Iis melihat pemandangan dibawahnya dengan takjub. Iis melihat perpaduan perkotaan, gurun pasir dan air laut bersatu dengan indahnya. Iis bisa melihat segalanya.
Juan meminta Iis menolehkan kepalanya ke kiri, dengan cara menepuk pipi kiri Iis, spontan Iis menoleh ke kiri dan terkesiap melihat pemandangan sunset yang sangat-sangat cantik. Tanpa Iis sadari Iis memekik kegirangan.
Rasa takut yang tadinya Iis rasakan berubah menjadi rasa bahagia dan terpesona dengan keindahan yang Iis liat saat ini. Angin terus menerus menerpa wajah dan tubuh Iis.
"Yang, ready ? Aku bakal buka parasut, bakal ada hentakan, tapi semuanya baik-baik aja," teriak Juan keras-keras, suara Juan harus bersaing dengan suara angin.
"Iyaaaa..." jawab Iis seadanya, karena sebenarny Iis sama sekali tidak mendengar terlalu jelas omongan Juan.
Juan memberikan kode pada Khalid yang ada didepan mereka, khalid terus menerus merekam Iis dan Juan.
Juan menghitung mundur pada khalid dengan menggunakan jari-jarinya, pada saat hitungan sudah mencapai 1. Dengan cepat Juan melepaskan pengait untuk parasut. Tubuh Juan dan Iis langsung terhentak kebelakang.
"Aaaaa... Mas..." pekik Iis kaget karena badannya terdorong kebelakang, parasut mulai keluar. Iis merasakan badannya berguncang sedikit.
Parasut akhirnya terbuka dengan sempurna, Iis merasakan perasaan lega saat melihat parasut berwarna warni terbentang lebar di belakangnya.
Tubuh Iis seperti terombang ambing di udara kekanan dan kekiri mengikuti arah angin, Iis mulai menikmati semuanya, adrenalinnya benar-benar terpacu dengan sempurna.
"Yang liat kebawah, please..." teriak Juan keras.
Iis yang mendengar perkataan Juan langsung melihat kebawah dan mendapati sebuah tulisan yang ditulis di spanduk berwarna putih dan sangat-sangat besar sehingga Iis bisa melihat dari atas dengan jelas.
__ADS_1
"WHATTTT....." jerit Iis bahagia saat melihat tulisan yang ada dibawahnya, rasanya Iis ingin salto ditempat seandainya bisa.
Wajah Iis benar-benar tersipu-sipu membaca tulisan tersebut. Hormon endrophin benar-benar menguasai dirinya, Iis hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Saking senangnya Iis sama sekali tidak sadar bila dirinya dan Juan sudah mendarat sempurna di depan tulisan tersebut. Juan dengan cepat melepaskan semua perlengkapannya kemudian berlari menjauh dari Iis untuk membuka parasut dan lain sebagainya.
Sedangkan Iis hanya bisa menatap tulisan didepannya dengan senang, kedua tangannya menutup mulutnya sambil memekik berkali-kali.
"Say yes, Please Iis," ujar Khalid dari samping Iis, Iis menatap Khalid dengan tatapan bahagia, air matanya hampir tumpah.
Iis berjuang untuk bernapas dengan tenang, menenangkan dirinya. Tiba-tiba Iis merasakan ada yang menyolek bahu Iis. Iis dengan cepat memutar tubuhnya dan kaget dengan Juan yang sudah berlutut didepannya dan menyodorkan kotak kecil.
"Yang, aku takut kamu tinggalin aku. Aku ngak mau, aku ngak bisa hidup tanpa kamu, kamu udah kaya udara buat aku. Jadi, nikah sama aku Yang, mari kita bikin keluarga, izinkan aku jadi imam buat kamu, Lizbet Sandia," ujar Juan sambil membuka kotak tersebut.
Iis langsung melihat sebuah cincin cantik, Iis hanya bisa tersipu melihat cincin itu. Rasanya Iis ingin berteriak Juan lah yang menjadi udara bagi dirinya, Juanlah yang membuat dirinya bersemangat untuk memulai hari-harinya, hari-harinya yang monoton berubah 180 derajat semenjak bertemu Juan.
"I do I do I do I do, love you Mas..." ujar Iis sambil memeluk Juan yang sedang berlutut didepannya, saking senangnya Iis memeluk Juan, Iis tidak sadar kalau dia membuat Juan menjatuhkan kotak cincinnya.
"Yang, kotaknya..." ujar Juan panik.
Juan yang mendengar perkataan Iis langsung tersipu-sipu. Dengan cepat dipeluknya Iis, Juan tiba-tiba tidak peduli dengan cincin dari Mamih. Bodo amat dengan cincinnya yang terpenting sekarang dia sudah melamar Iis, dan mulai detik ini Juan bisa dengan lantang menyatakan kalau Iis adalah tunangannya.
Tepukan tangan langsung Iis dengar disekitarnya, Khalid tiba-tiba menari-nari, beberapa orang langsung berteriak-teriak seperti meneriakki team bola kesayangan mereka saat sedang berlaga.
Khalid dan beberapa temannya tiba-tiba mendekati Juan dan menggendongnya. Iis kaget saat Juan diangkat oleh mereka.
"Eh... mau dibawa kemana ?" tanya Iis bingung.
Juan ternyata dibawa kepinggir pantai terdekat dari landasan pacu, kemudian mereka melemparkan Juan kesana. Iis langsung berteriak histeris.
"DAMN KHALID," teriak Iis sambil berlari mendekati Juan, Iis takut Juan celaka. Ngak lucu juga baru tunangan tapi Juan cedera.
Iis langsung mengintip keadaan Juan, Iis langsung menghela napas saat melihat Juan yang terduduk dan tertawa.
"Mas kamu ngak apa-apa ?" tanya Iis bingung sambil berjalan mendekati Juan.
Juan langsung menarik Iis membuat Iis juga ikut basah bersama dengan dirinya.
__ADS_1
"Mas, basah ini," ujar Iis kaget karena dia tiba-tiba ditarik oleh Juan.
Juan tersenyum, khalid tiba-tiba memberikan kotak cincin yang tadi terjatuh. Dengan cepat Juan membuka kotak tersebut dan menyisipkan cincin ketangan Iis, kemudian menggenggam tangan Iis.
"Iis, this is real ?"
"Kenapa emangnya ?" tanya Iis bingung dengan pertanyaan Juan.
"Aku ngak percaya aja, kamu mau nikah sama aku, aku Juan Wijaya lelaki penuh kekurangan," ujar Juan sambil memeluk Iis erat-erat.
"Iya aku tau, makanya aku mau sama kamu, karena aku berharap bisa menjadi sesuatu yang menyempurnakan kamu, Mas," ujar Iis.
Juan tersenyum, entah kenapa setiap kata-kata Iis benar-benar bisa menenangkan dan membuat dirinya bahagia. Seberat dan sesulit apapun masalah yang Juan hadapi, Juan percaya kalau dia bisa menghadapinya dengan baik bila bersama Iis.
"Jangan pernah tinggalin aku, Yang..."
"Ngak akan, Mas..." janji Iis, Iis berjanji tanpa tau apa yang akan Iis hadapi nanti. Tapi, untuk saat ini, Iis tidak akan meninggalkan Juan.
untuk saat ini...
•••
Udah yah, hehehee
Maaf ngak romantis, masalahnya bapak Juan ini Adrenalin Jungkie hahaaa...
seperti biasa kalau mau liat video lamaran ala-ala Juan-Iis langsung aja cek di instagram kaka gallon.
Hello, Januari....
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon