Water Teapot

Water Teapot
Sorry


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻 jangan lupa komen juga yah, please...


Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Neng, Bibi pulang yah," Bibi Yuli pamit pulang pada Taca.


"Oh iya hati-hati, Bi." jawab Taca.


"Neng, dikulkas ada puding manga sama fla vanila, kalau Den Adipati udah ngak ngambek, suruh makan itu yah. Itu dessert kesukaan Aden."


Taca langsung menyimpan gelasnya di meja makan, kemudian berjalan ke kamar Adipati. Sudah sejam Adipati didalam kamar, Taca tau Adipati masih marah. Tapi, orang gila mana yang ingin nikah sampai sebegitunya.


Tuk tuk tuk


"Di, aku masuk yah," ujar Taca sambil masuk kedalam kamar.


Taca melihat Adipati sedang menonton tv.


"Kamu, ngak tidur ?" Tanya Taca sambil duduk disamping Adipati.


"Hm.. ngak Amore, aku lagi nonton tv."


Taca melihat tayangan tv didepannya.


"Changeling, pemerannya Angelina Jolie 'kan. Anaknya hilang diculik orang terus..."


"Amore, sini," pinta Adipati sambil membuka selimut disampingnya, meminta Taca untuk masuk kedalam selimut. "Jangan spoiler aku belum nonton masalahnya."


Taca menurut, dia masuk kedalam selimut, kemudian merebahkan kepalanya didada Adipati.


Selama beberapa saat mereka berdua terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Amore.."


"Hmm.."


"Kapan kamu mau cerita tentang Tasya dan Ryan ?" tanya Adipati sambil mengusap rambut Taca.


Taca terdiam mendengar pertanyaan Adipati, tanpa Taca sadari air mata Taca jatuh satu persatu membasahi pipinya.


"Huhuhuhuuu..."


Tatapan Adipati tetap melihat layar tv, tapi tangannya merengkuh badan Taca, giginya menggeretak rasanya Adipati ingin mencari lelaki bernama Ryan tersebut kemudian mematahkan kepalanya.


"Maaf, Di... maaf, aku belum mampu cerita itu semua sama kamu. Aku ngak sangup, Di. Aku takut kamu ngak mau nerima aku, aku takut kamu ningalin aku karena aku cuman perempuan kampung yang hampir diperkosa orang. Setengah, setengah tubuhku kotor, Di."


Adipati masih diam menantap layar tv. Taca menangis makin keras didada Adipati, tangannya mencengkram kaos Adipati. Terasa pelukkan Adipati makin erat dibadan Taca.


Taca mulai mengatur napasnya, kemudia menatap Adipati yang masih fokus menatap layar tv. Taca kemudian menghela napasnya dan mulai menceritakan peristiwa kelamnya. Semuanya, tanpa ada yang Taca tutupi.


Mulai dari hilangnya Tasya, Tasya yang diperkosa Ryan, dia yang hampir diperkosa Ryan, Tasya yang hilang kesadaran, Ryan yang dihukum penjara, bunuh diri Tasya, dan Taca yang juga hilang kesadaran.


Adipati hanya diam, menatap tv didepannya selama Taca menceritakan kisahnya, sesekali terdengar helaan napas Adipati.

__ADS_1


"Di, maaf aku dulu nyamain kamu sama Ryan, maaf, juga Di setengah tubuhku kotor. Aku-aku minta maaf..." tangis Taca pecah, Taca menangis tersedu-sedu.


"Di..." ujar Taca lemah sambil mengerakkan tangan Adipati yang dari awal Taca bercerita sampai detik ini hanya diam dan menatap layar tv.


"Di, Sorry..."


Adipati langsung menatap Taca, Taca kaget melihat manik mata biru kesukaannya, mata Adipati menunjukkan kemarahan bercampur dengan kesedihan.


Adipati langsung memeluk Taca erat menciumi pucuk kepala Taca dengan lembut, mengusap punggung Taca. Menciumi seluruh bagian wajah Taca, dari mata, dahi, hidung, pipi, dan berakhir di bibir Taca mengesap manisnya bibir Taca, lembut tanpa memaksa. Taca diam pasrah, sampai..


"Di, kamu nangis ?" tanya Taca saat sadar ada butiran air mata lain yang mengalir dipipinya.


Adipati melepaskan pelukkannya kemudian mengalihkan pandangannya, menutup kedua matanya dengan tangannya.


"Di..."


"Sorry, Amore. So sorry... maaf aku belum bisa setegar lelaki lain, aku ngak kuat membayangkan diusia 18 tahun kamu harus melewati itu semua, maaf."


"Di... liat sini, please," panggil Taca kemudian dengan sigap Taca mengelus kedua mata Adipati.


"Kamu ngak jijik sama, aku ?" tanya Taca pada Adipati.


"Jijik, ngak Amore, coba aku tanya ciuman pertama kamu sama siapa ?"


Taca terdiam berpikir, "Ryan.." cicit Taca.


"Setelah Ryan ?"


"Kamu.." jawab Taca jujur.


Adipati tersenyum senang mendengar jawaban Taca.


"Kamu..." jawab Taca sambil menatap manik mata biru Adipati.


"Terus kenapa aku harus jijik ? Malah harusnya kamu jijik sama Aku. Ciuman pertama aku bukan sama kamu, perjaka aku bukan sama kamu. Aku bangsul, Ta."


"Emang perjaka kamu diambil siapa ? Jangan bilang si bebek peking yang ambil." maki Taca kesal.


"Hemmmp... ngak lah, Amore. Perjaka aku diambil sama adalah, ngak usah tau juga kamu. Ngak penting, orangnya udah kemana aku juga ngak tau," jawab Adipati sambil tertawa kecil.


Taca mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Adipati.


"Hahahahaa... udah, jelek kalau bibir kamu kaya gitu."


"..."


"Amore, denger aku. Saat ini kamu tanggung jawab aku, walaupun kita belum menikah. Kamu tanggung jawab aku, jadi tolong cerita semuanya ke aku, apapun itu. Kita selesaikan masalahnya bersama-sama. Semua milik aku adalah milik kamu. Semuanya," ujar Adipati sambil mencium Taca dengan lembut.


"Iya."


"Jangan libatin diri kamu sama apapun yang berbahaya, aku mending mati kalau sampai ada kejadian berbahaya sama kamu," ujar Adipati sambil memeluk Taca kembali.


"Iya."


"Boleh aku tanya sesuatu ?"

__ADS_1


"Boleh."


"Kalau seandainya kamu bertemu orang lain di club malam, waktu ulang tahun Jules. Apa kamu mau melakukan hubungan suami istri dengan orang tersebut ?"


Taca terdiam mendengar pertanyaan Adipati, harus diakui pada saat itu Taca sangat dipengaruhi obat perangsang, tapi Taca merasa sangat bersyukur Tuhan mempertemukan dirinya dengan Adipati bukan dengan lelaki lain.


"Aku ngak tau, Di. Tapi yang aku tau satu."


"Apa ?" tanya Adipati sambil menatap intens mata Taca.


"Aku sangat bersyukur tuhan mempertemukan kita, bukan orang lain. Mempertemukan aku dengan laki-laki bermata biru yang mampu menghipnotis diriku."


Adipati tersenyum, cukup puas dengan jawaban Taca, Adipati kemudian mengecup bibir Taca pelan.


"Hari senin aku udah mulai cuti, kita temuin orang tua kamu, yah. Aku mau nikahin kamu dengan cara yang benar, yang sah secara hukum dan agama. Aku ngak bakal ngelakuin hal ***** kaya tadi lagi," ujar Adipati sambil merapihkan anak-anak rambut Taca.


"Janji ?".


"Janji Amore."


"Hmmm Di, Abah, Kang Rozak sama Aa Riki bakal bikin kamu pusing nanti."


"Pusing gimana ?"


"Hmmm... mereka bakal jailin kamu, Di. Kamu bakal disuruh aneh-aneh sama mereka. Kalau kata mereka sih buat membuktikan seberapa besar rasa sayang dan cinta kamu, tapi permintaanya bakal aneh-aneh nanti. Emang kamu siap ?" tanya Taca, dia benar-benar takut Adipati bakal mundur.


"Emang parah banget, yah ?"


Taca mengangukkan kepalanya.


"Ya, udah nanti kalau aku ngak kuat, kamu semangatin aku yah. Aku ngak bakal nyerah, Amore."


"Janji ?" tanya Taca sambil mengacungkan kelingkingnya ke arah Adipati.


"Janji, Amore." jawab Adipati sambil mengaitkan kelingkingnya.


Taca tersenyum kemudian mencium bibir Adipati, mengesapnya perlahan dengan lembut, Taca kemudian duduk dipangkuan Adipati dan dengan sengaja mengesek "ade" milik Adipati dengan pahanya.


"Amore, aku udah janji ke papa ngak bakal maksa kamu buat aku batal puasa, jangan mancing."


Taca tersenyum manis sambil mengigit bagian bawah bibirnya, kemudian mencium kembali Adipati.


"Buka puasa, yuk." bisik Taca ditelinga Adipati sambil mengigit telinga Adipati.


•••


Akhirnya Adipati tau masa lalu Taca. Heheheeee...


Tetep dukung Taca dan Adipati yah. Tenang, belum mau tamat. Masih ada Becca, Abah, Aa Riki, Kang Rozak, dan Juragan Entis hihihihiiii...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2