Water Teapot

Water Teapot
Menguak masa kelam Iis


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Ayah, ada Juan," Iis memangil Ayahnya yang sedang berada di ruang TV.


"Oh, iya ya..."


"Pak, maaf kemarin saya buru-buru pulang. Jadi ngak bisa banyak ngobrol," ujar Juan sambil tersenyum.


"Hah... ngak papa Juan. Bapak juga lagi sakit gini," ujar Pak Apo sambil duduk dikursi Tamu.


"Saya kesini, cuman mau liat Iis sama, mau ngelamar Iis, Pak. Tenang Pak saya punya avanza 5, Pak." ujar Juan sambil menatap Pak Apo.


Pak Apo tertawa renyah, dia jadi ingat kegaduhan yang ditimbulkan calon suami Taca, kemarin. "Ngak.. saya ngak perlu Avanza, saya perlu komitmen."


"Maksudnya ?"


"Iis kamu mau nikah sama dia ?" tanya Pak Apo sambil menunjuk Juan.


Iis diam menatap Ayahnya, Ayah yang sudah menorehkan rasa pedih dihatinya, Ayah yang selalu membuatnya tertawa bila mendengar quotes tentang Ayah. Ayah yang membuatnya selalu cemburu dan curiga pada setiap lelaki yang dekat dengan dirinya. Ayah yang membuat Ibunya mati menderita.


"Mau, asal kelakuan kamu," ujar Iis sambil menunjuk hidung Juan. " Ngak seperti dia..!" Iis mengalihkan telunjuknya pada Pak Apo dengan tatapan dendam.


"Hah... maksudnya, Yang ?" Juan yang belum mengerti permasalahan hanya bisa menggaruk kepalanya.


Pak Apo hanya bisa menghela napasnya menatap Iis, anak perempuan satu-satunya yang paling dia sayang. Anak perempuan yang mampu membuat ulu hatinya nyeri saat mendengat kata-kata tajamnya yang akan selalu Pak Apo ingat sampai saat ini.


("Ayah, Ayah itu udah gagal jadi seorang suami, Ayah siksa Ibu secara psikis sampai Ibu meninggal. Sekarang, Ayah udah gagal jadi seorang Ayah, karena Ayah berani ngajak wanita jal*ng dan anaknya masuk kerumah ini...!! Ini rumah Iis sama Ibu yah, bukan rumah wanita Jal*ng itu....!!!" teriak Iis saat melihat istri kedua ayahnya masuk kerumah itu.)


Pak Apo menutup matanya, mengenang kata-kata Iis, mengenang air muka Iis yang menunjukkan rasa sakit hatinya.


"Iis, bantu Bunda bikin minum dibelakang," pinta Pak Apo pada Iis.


Iis langsung berdiri dan beranjak dari sana sambil berbisik "Bunda-bunda, bunda j*l*ng ????".


Juan bingung mendengar perkataan Iis, tapi hanya bisa diam tak berkata apapun.


"Saya ini bukan Ayah dan Suami yang baik untuk Almarhum Ibunya Iis dan Iis. Selama kami berumah tangga, saya melakukan poligami. Tanpa meminta persetujuan Ibunya Iis, istri pertama saya."

__ADS_1


"...."


"Dulu saya tidak peduli apapun, saya merasa kaya, muda, sehat dan berkuasa. Saya berpoligami dan sering menyakiti hati istri saya, bahkan saya tidak mengurus Iis dengan baik. Menghabiskan semua harta kekayaan saya untuk Bunda, Istri kedua saya."


"...."


"Itu semua membuat Iis menjadi pribadi yang galak, suka marah-marah. Membenci semua pria, beberapa kali Iis berpacaran semuanya kandas karena sifat cemburu Iis yang kadang suka diluar batas normal. Tapi, sekarang sudah lumayan baik...."


"Lalu, maksud Bapak, komitmen itu apa ?"


"Saya ingin saat kamu menikahi Iis, jangan pernah berpikir untuk berpoligami. Memang berpoligami itu baik. Sangat baik, asal adil dan tidak menyakiti hati istri pertama dan anak-anaknya. Itu poligami yang benar. Sedangkan, poligami yang saya lakukan salah. Sampai-sampai saya membuat Ibunya Iis meninggal, dan Iis membenci saya."


Juan terdiam mendengarkan perkataan Pak Apo. Hatinya teriris, pantas Iis marah besar dengan perkataan Becca yang menyuruh Adipati menjadikan Taca gundik. Ternyata ini yang membuat Iis sering maju mundur menunjukkan rasa cintanya. Ada perasaan ragu dan takut disakiti oleh pria.


"Pak, saya tidak bisa berjanji untuk itu semua. Saya tidak tau hari esok akan seperti apa, tapi yang saya tau untuk saat ini, saya mencinta Iis, saya akan menjaga Iis. Sebelum menikah saya akan membuat perjanjian Pra nikah, berisikan bila seandainya ada salah satu dari kami yang berselingkuh, maka semua hak atas harta kekayaan akan jatuh pada pihak yang diselingkuhi." ujar Juan mantap.


"Anak ?" tanya Iis tiba-tiba dari balik dinding. Ternyata Iis mendengarkan pembicaraan Juan dan Ayahnya.


Juan terdiam, bibirnya kelu, "iya..."


Pak Apo hanya tersenyum menatap Juan, kemudian beranjak dari duduknya. "Oke, Ayah terima."


"Diterima, Pak ?"


Juan dan Iis menahan tawanya, "Siap, Yah...!"


•••


Siangnya Iis dan Pak Apo duduk diruang TV berdua. Juan sedang pergi bertemu dengan Adipati. Bunda dan anaknya Berna sedang pergi entah kemana.


"Iis.."


"Iya."


"Ayah ini sudah stroke 6 kali."


"Salah Ayah sendiri penyakit kok dicari, orang-orang yang seumur Ayah pada masih bisa naik mobil, naik motor jalan-jalan. Lah Ayah malah nyari penyakit," cerocos Iis kesal.


Pak Apo hanya bisa tersenyum miris mendengar ocehan anak gadisnya, memang benar penyakit strokenya disebabkan karena kebodohannya dimasa lalu. Menyakiti hati Ibu Iis sampai akhir hayatnya. Kemudian tetap menikahi madunya, yang ternyata tidak mengurusnya sama sekali, hanya meminta uang dan uang.


"Maaf yah, Is."

__ADS_1


"Maaf buat ?" tanya Iis kesal.


"Maaf sudah menyakiti Ibumu, maaf sudah membuat kamu menjadi seperti ini dan maaf..."


Iis terdiam, matanya sudah mulai berair, rasa marah didadanya bergemuruh. Air matanya hampir jebol.


"Maaf karena sudah menjadi ayah yang gagal."


Iis menatap Ayahnya, Ayah yang dulu dipujanya, Ayah yang seorang familly man, Ayah yang selalu ada untuknya menjaganya dari apapun. Ayah kesayangannya.


"Yah..." Iis mendekat Kaki Pak Apo.


"Maaf yah, nak. Maafkan Ayah... maaf yah, Nak. Maaf...." ujar Pak Apo sambil menitihkan air matanya sambil mengusap rambut Iis dengan lembut, sesekali Pak Apo mengambil napas sebanyak-banyaknya untuk mengusir rasa sesak didadanya.


Iis langsung bersimpuh membenamkan kepalanya di paha Ayahnya, menangis meraung mengeluarkan semua rasa kesal dan bencinya pada Ayahnya. Ayah kesayangannya.


"Iis... Iis.. Iis juga minta maaf, maaf Ayah. Maafin Iis karena terlalu egois untuk meminta maaf terlebih dahulu. Maaf, Ayah... maaf.."


Tangis Ayah dan Anak pecah seketika diruangan itu, memecahkan dinding yang telah terbangun selama 10 tahun. Dinding yang terbangun atas kebodohan dan ketidak jujuran Pak Apo, pada almarhumah istri pertamanya dan Iis anak perempuan satu-satunya.


"Iis, Ayah Ikhlas kamu menikah dengan Juan. Ayah Ikhlas, Nak."


"Iya, Yah."


"Jadilah istri yang baik, jadilah seperti Ibumu, yang selalu menutupi aib suamimu, apapun yang terjadi. Karena aib suamimu adalah aibmu juga. Mengerti, Iis ?"


"Iyah Ayah," jawab Iis sambil memeluk dan mencium pipi Ayahnya.


•••


Iyah ini part bang Juan dan Iis dulu yah. Ngak papa kan hehehheee...


Oh sama, author tidak melarang tentang poligami yah, poligami boleh dan sah saja. Asal tidak menyakiti hati orang-orang yang terlibat didalamnya, dan benar-benar berdasarkan atas dasar cinta, bukan dasar harta...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2