
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
“Pagiiii.......”
Badan Iis berguncang dengan hebat saat Taca meloncat kekasurnya, Ibu muda satu ini emang kelakuannya kadang membuat Iis jantungan.
“Ta..”erang Iis sambil mengedarkan pandangannya mencari Juan. Seharian kemarin Juan tidak pulang sama sekali, ditelepon susah. Entah kemana Juan itu.
“Bangun, Bride to be..”ujar Taca sambil menarik-narik badan Iis.
“Kamu liat Mas Juan ngak? Dia ngak pulang semalam,”ujar Iis lagi.
“Juan? Lah tadi dia keluar sama Adipati, dia pulang kok. Kamu aja yang udah tidur kali, masalahnya tadi malem juga Adipati pulang kok,”ujar Taca sambil menarik selimut Iis.
Iis hanya bisa mengerucutkan bibirnya, iya kemarin setelah Ayah pulang Iis langsung tertidur. Iis sama sekali tidak menunggu Juan. Mungkin Juan pulang saat Iis sedang tertidur.
“Tapi, Adipati pulang ‘kan?”tanya Iis lagi meyakinkan dirinya kalau tadi malam Juan pulang.
“Pulang Iis, nih...” Taca menunjukkan bukti kepemilikan di bagian atas bukit kembarnya.
“Astaga, pasangan mesum..!!!”pekik Iis kesal sambil beranjak dari kasurnya.
“Abisnya ngak percaya, udah sana mandi. Bentr lagi MUA dan semuanya datang buat nyiapin kamu.”
Iis beranjak dari kasurnya, Iis bingung dengan pemandangan diluar kamarnya. Gelap, kenapa pemandangan diluar kamarnya masih gelap?
“Ta, kok masih gelap. Ini jam berapa?”tanya Iis bingung.
“Jam 3.45 WITA,”jawab Taca santai sambil menarik selimut kemudian melipatnya.
“Hah... kan acaranya jam 10, ngapain aku bangun jam segini?”pekik Iis bingung.
“Buat dandan, buat siap-siap tempat akad nikah kamu lumayan jauh loh Iis,”ujar Taca sambil tersenyum misterius.
Oke, kepala Iis mulai sakit. Mau nikah dimana sih? Jangan bilang di kandang singa atau di dalam air, astaga kasian penghulunya.
“Dimana sih acaranya?”
“RAHASIA..!!” jawab Taca sambil mengedipkan matanya kemudian pergi meningalkan Iis yang kesal karena tidak ada yang memberitahukan dimana lokasi acara nikahnya.
Iia hanya bisa mengaruk-garuk kepalanya dengan kedua tangannya kesal.
•••
__ADS_1
Saat sedang berdandan Iis dikagetkan dengan kedatangan Nenek Lia.
“Iis..”
“Nenek,”jawab Iis.
“Ah, akhirnya si semprul itu menikah juga. Dan Nenek bersyukur nikahnya sama kamu,”ujar Nenek Lia sambil menatap Iis dari atas kebawah.
Mata Nenek lia terhenti di kalung yang dipakai oleh Iis. “Loh, Juan ngak beliin kamu kalung lain?”
Refleks Iis memegang kalung di leharnya, saat ini Iis mengunakan perhiasan Ibunya, dia ingin Ibunya hadir saat dia menikah. Saat dimana tanggung jawabnya berpindah dari Ayahnya kepada Juan.
“Ah.. ini perhiasan almarhum Ibu saya, Nek. Saya ingin pake perhisan ini, boleh yah?”pinta Iis sambil mengenggam kedua tangan Nenek Lia.
Nenek Lia hanya bisa tersenyum kecil saat mendengar penjelasan Iis. “Oke, semua bisa kamu lakukan, ini hari bahagia kamu. Ah Nenek cuman minta, tolong jaga Cucu nenek yang satu itu yah. Dia itu Cucu kesayangan Nenek tapi, ah nakal dan kelakuan bahlulnya kadang bikin Nenek urut dada.”
“Iya, Nek. Iis janji bakal jaga Juan. Walau Juan udah jompo sekalipun Iis bakal disamping Juan,”canda Iis sambil mengulurkan lidahnya membuat Nenek Lia tersenyum.
“Makanya dulu Nenek suruh kamu nikah sama Dimas, kalau Juan udah kadaluarsa, hahahaa...”
“Hahhaa... sayangnya aku sukanya sama yang kadaluarsa Nek, yang masih fresh aku kurang suka, hahahaaa...”ujar Iis sambil tersenyum.
“Aneh kamu tuh, padahal gantengan Dimas kemana-mana,”ujar Nenek sambil menepuk bahu Iis lembut.
“Ya udah, Nenek pergi dulu yah, sampai ketemu di tempat akad, Cucu kurang ajar emang si Juan masa mau akad nikah ditempat kaya gitu, pusing Nenek,”ujar Nenek sambil pergi berjalan keluar dari kamar Iis.
•••
Saat ini Iis sudah ada didalam mobil yang akan membawa mereka ketempat Akad nikah. Disebelahnya sudah ada Taca. Mereka hanya berdua didalam mobil. Iis menolak untuk semobil dengan Bunda, bisa-bisa Iis hilang akal dan bukannya nikah malah baku hantam.
Setelah berjalan selama beberapa saat, Taca tiba-tiba mengeluarkan penutup mata dari tasnya.
“Iis pake ini,”pinta Taca sambil menyerahkan penutup mata ketangan Iis.
Oke, perasaan Iis sudah tidak enak, mau dibawa kemana dirinya ini. Astaga rasanya Iis ingin menangis. “Ta, gue mau nikah dimana sih ini? Mas Juan maunya apa sih?”
“Tau ah, gue aja pusing sama kelakuan calon suami lo, pikir-pikir dulu aku nikah, nikah aja. Ngak ribet,”ujar Taca sambil mendorong tangan kiri Iis yang sedang memegang penutup mata tersebut.
“Ini beneran harus dipake?”tanya Iis pasrah.
“Harus, kata Juan kalau ngak dipake dia bakal culik anak-anak aku,”canda Taca sambil menjulurkan lidahnya.
“Ih mana mungkin, ya udah tolong iket dibelakang,”pinta Iis pasrah.
Taca dengan tenang mengikatkan tali dibelakang kepala Iis dan membetulkan anak-anak rambut Iis.
Iis akhirnya mengandalkan indra pendengaranjya untuk mengetahui dimana dirinya. Setelah melakukan perjalanan yang lumayan lama, mobil yang dikendarai Iis dan Taca berhenti.
__ADS_1
“Iis udah sampai, kamu pakai sendal dulu yah, heels kamu tingal disini aja. Kamu pakai sepatu ini aja,”ujar Taca sambil membantu Iis mengenakan sepatunya.
“Ta.. kenapa pake sepatu?”
“Daripada kamu jatoh, udah pake sepatu aja,”ujar Taca sambil menarik Iis keluar dari mobil.
Iis menurut dan berjalan di tuntun oleh Taca, terdengar suara gemericik air, udara di sekitar Iis pun tercium bau air.
“Ta, aku ngak bakal dijeburin ke sungai ‘kan?”tanya Iis ketakutan.
“Hahahaa.. ngaklah, masa mau nikah di jeburin kesungai, udah cantik gini juga,”ujar Taca sambil menuntun Iis melewati jalan yang lumayan sulit.
“Juan tuh suka aneh-aneh aja, nikah tempat yang wajar emang ngak bisa yah?”tanya Taca kesal sambil sesekali mengangkat gaun Iis.
“Ta, kok dingin yah, ini dimana sih, bukan tempat pemujaan ‘kan?”tanya Iis kebingungan.
“Tau deh, aku juga ngak ngerti ini dimana, tapi bukan tempat pemujaan kok,”Taca meyakinkan Iis.
“Awas, ati-ati jalannya. Licin,”ujar Taca sambil mengenggam tangan Iis.
Suara air makin terdengar jelas ditelinga Iis, ini dimana sih? Kenapa suara airnya kedengeran sangat-sangat jelas.
“Ta... seriusan ini dimana?” tanya Iis.
“Di mana atuh, aku juga ngak tau. Nanti aku tanya Adipati deh ini dimana, kamu tau ‘kan aku buta arah,”ujar Taca.
Argh, Iis baru ingat kalau Taca itu buta arah.
“Nah, sampai. Kamu berdiri disini yah,”pinta Taca sambil memposisikan Iis disuatu posisi. Suara air lagi-lagi terdengar jelas ditelinganya.
“Oke, Iis siap?”tanya Taca sambil mengurai ikatan penutup mata Iis.
“Siap,” ujar Iis pasrah.
Taca pun membuka penutup mata Iis, Iis mencoba membuka matanya. Mencoba untuk melihat dimana dia sekarang dan..
“Astaga..”
•••
Yang jawab deket-deket air selamattt kalian dapet pelukkan cinta dari Kokom Hollykom 🤣🤣🤣
Bagi para pemenang, harap bersabar mungkin hadiahnya akan datang dalam mimpi terindah kalian 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
*nb: ini bercanda yah, kalau ngak berkenang langsung bilang kaka Gallon nanti photonya kaka gallon turunin. Hehehee...