
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Adipati dan Juan berpikir sepanjang perjalanan, seperti apa kentang reregean itu ?
Apa itu jenis kentang beku baru, atau ada perusahaan baru membuat merk kentang reregean.
Akhirnya, mereka sampai di salah satu alfamart terbesar di Citeko. Saat masuk mereka diam didepan kulkas khusu frozen food, kemudian melihat satu persatu kentang yang ada disana.
"Di, lo yakin mertua, lo. Nyari kentang reregean. Kentang jenis apaan, tuh ?" tanya Juan kebingungan seumur hidup dia belum pernah denger kata kentang reregean.
"Gue juga ngak tau, Ju. Gue taunya kentang jenis shoestring, cringkel cut, coated, straight cut, potato nuggets, mash potato, wedges." ujar Adipati menerangkan jenis-jenis kentang yang Adipati ketahui.
Juan langsung mengambil handphonenya, kemudian menggoogling dihandphonenya kentang reregean. Nihil tidak ada hasilnya, kepalanya langsung sakit.
"Mertua lo, beneran manusia, Di ? Yakin, mertua lo bukan alien dari mars ?" tanya Juan kebingungan.
"Gue rasa mertua gue dari planet penyembah Avanza, Ju. Hahaahaa.." jawab Adipati sambil tertawa.
"Ngaco."
"Maaf, Aa-Aa ini mau beli apa yah ?" tanya penjaga toko yang kebingungan ada 2 orang lelaki good looking (ganteng) yang diam didepan kulkas Frozen Food sambil memegang bungkusan kentang.
"Mbak, ada kentang reregean ?" tanya Juan.
"Hah... reregean, bergerigi ? Emang ada kentang bergerigi ? Itu kentang apa gergaji, Pak ?" tanya pegawai tersebut bingung.
Adipati dan Juan hanya bisa tersenyum, mendengar perkataan pegawai tersebut, dalam hati mereka pun bingung apa yang mereka cari sebenarnya.
Adipati dan Juan pun, keluar dari Alfamart tersebut, lalu duduk di kursi yang sering disediakan Alfamart.
"Ju, telepon Arnold, mungkin dia tau kentang reregean," Adipati memberikan usul pada Juan, untuk menelepon salah satu sahabat Juan, seorang juri disalah satu program masak di TV.
Juan langsung menelepon Arnold, pada deringan kedua telepon Juan diangkat.
"Yo, Bro... ada apa nelpon ?" ujar Arnold diujung telepon sana.
"Arnold, gimana kabar lo ? Makin sukses lo," Juan berbasa basi terlebih dahulu pada Arnold.
"Baek, Ju. Ada apa nih, high quality jomblo, Indonesia nelpon gue."
"Alah ngaco lo, gue udah ngak jomblo lagi, Nold. Udah sold out gue."
"Waduh berat-berat hahahaa.. beneran ada paan lo ?"
"Nold, elo selama jadi chef pernah denger kentang reregean kagak ?"
__ADS_1
"Hah.. reregean itu apa ? " tanya Arnold bingung.
"Itu loh, bergerigi. Kentang bergerigi."
"Mana ada, Bro. Lo nyari kentang apa pisau gerigi ? Astaga Ju, lo kagak lagi mabok, kan ?" tanya Arnold bingung. Seumur-umur jadi chef dia tidak pernah dengar ada kentang bergerigi.
"Beneran lo, ngak tau ? Coba inget-inget lagi, Nold, please urgent."
Arnold terdiam beberapa detik, berusaha mengali pikirannya mengenai kentang reregean/bergerigi. Apa mungkin kentang jenis baru ?.
"Suer, Ju. Gue kagak tau, kentang jenis baru kali. Gue belum pernah denger. Bentar-bentar gue tanya Juna." ujar Arnold.
"Jun... lo tau, kentang reregean, eh kentang bergerigi ?" tanya Arnold pada Juna rekan sesama chefnya.
"Hah... emang ada ? Jenis baru ? Kentang macam apa itu ? " Juna malah balik bertanya pada Arnold.
"Ju, lo jangan ngadi-ngadi deh, lo beneran ngak lagi mabok kan?"
"Astaga kagak mabok, gue. Gue beneran nyari kentang reregean itu." Juan meyakinkan Arnold.
"Suer, gue kagak tau. Sorry, Ju." ujar Arnold kebingungan.
"Oke deh kalau gitu, makasih infonya, Nold." ujar Juan sambil menutup sambungan teleponnya.
"Di, Arnold aja kagak tau jenis kentang yang dicari mertua, lo. Lo yakin tadi Abah ngomongnya kentang reregean ? Bukan kentang arab atau kentang yang lainnya ?" tanya Juan mempertanyakan pendengaran Adipati.
"Suer, Ju... Gue denger banget, Abah bilang reregean," Adipati benar-benar kebingungan.
"Coba lo, telepon Taca dimana, suruh dia kesini deh," Juan memberikan ide pada Adipati.
Adipati langsung menelepon Taca, pada deringan ke- 4 Taca mengangkat telepon Adipati.
"Iya, Di. Kamu dimana ? Udah sore ini," ujar Taca dengan lembut. Suara lembut Taca membuat Adipati tersenyum.
"Amore, bisa ke alfamart yang paling gede ngak ? Aku butuh bantuan banget ini."
"Kamu kenapa ?" tanya Taca panik.
"Ngak papa sih? Tapi bisa ngak kamu kesini, please."
"Oke aku kesana sama Iis, Yah. Tunggu." ujar Taca sambil memutuskan sambungan teleponnya dengan cepat.
"Udah lo telepon ?"
"Udah, mau kesini sama Iis."
"Oke"
•••
__ADS_1
Iis dan Taca pun sampai ke alfamart tersebut, kemudian mendekati Adipati dan Juan yang sedang duduk didepan alfamart.
"Ada apa, Di ?" tanya Taca bingung.
"Kamu, ngak jadi pulang ke Jakarta, Ju ?" tanya Iis pada Juan.
Adipati dan Juan langsung tersenyum mendengarkan pertanyaan dari calon istri mereka.
"Nanti, Yang aku pulangnya. Masih kangen sama kamu, pengen kelonan," jawab Juan asal sambil mengecup tangan Iis.
"Yeh.. ngaco kamu, mah." Seketika itu juga wajah Iis berubah merah menahan malu.
"Ada apa, Di ?" tanya Taca lagi.
"Amore, Abah nyuruh aku buat beli kentang reregean atau bergerigi. Nah aku ngak nemu. Sampai-sampai Juan nelepon Arnold buat nanya jenis kentangnya, Arnold juga ngak tau," ujar Adipati bingung.
"Astaga, Di..." ujar Taca sambil mengusap mukanya.
"Sini ikut.." ajak Taca menarik tangan Adipati masuk kedalam alfamart kemudian berjalan mendekati lemari pendingin khusus frozen food, diikuti oleh Juan yang juga penasaran.
Taca membuka pintu frozen food kemudian mengambil kentang yang dimaksud, lalu memberikan nya pada Adipati.
Adipati dan Juan hanya bisa melongo melihat kentang yang diberikan oleh Taca.
Rasanya Juan ingin melempar bungkusan kentang ditangan Adipati, Adipati hanya bisa melonggo, takjub dengan kepintaran mertuanya dalam membuat kata.
"Bentar, Amore. Ini kan cringkle cut, gimana ceritanya jadi kentang reregean ?" tanya Adipati yang masih kebingungan.
"Di, coba kamu liat bentuk ini kentang, bergerigi kan, tuh." Taca mencoba menjelaskan. "Keatas kebawah keatas kebawah, mirip kaya gerigikan, nah Abah bilangnya kentang reregean," Taca kembali menerangkan dengan wajah polosnya.
"What the... !??!" Juan dan Adipati langsung menahan diri untuk tidak mengumpat dengan berbagai macam bahasa yang mereka tau.
"MERTUA LO GILA...!!!!" maki Juan gemas pada pemikiran Abah yang out of the box.
•••
hahahahaa.. maaf yah kalau bab ini garing dan jayus maksimal, bab ini author dedikasikan untuk papa author yang demen bikin bahasa aneh-aneh mulai dari kentang reregean sampe roti tanpa renda 🙈🤣
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon