Water Teapot

Water Teapot
Taman Avanza


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Jadi kalau saya punya Avanza, Om bakal ngizinin saya nikah sama Taca ?" Adipati memperjelas perkataan Abah.


"Tergantung."


"Tergantung apa, Om ?" tanya Adipati bingung.


"Tergantung banyaknya, Avanza yang kamu punya..!" Abah berkata sambil tersenyum, didalam batinnya Abah berkata 'hmmm... coba kita liat mampu ngak, ieu tukang kredit beli Avanza ? Kayanya ngak mampu deh, dulu aja Abah harus nabung satu tahun baru bisa beli 1 buah Avanza.'


"Ok, Om. Kasih saya waktu sampai sore. Nanti mobil Avanzanya dateng. Lapangan parkir didepan, muat ngak 20 mobil, Taca ?" tanya Adipati polos pada Taca.


"Hah... 20 mobil ? Avanza semua itu ?" tanya Abah kaget dengan omongan Adipati.


"Om emang mau mobil merk apa lagi, Om ?" tanya Adipati, saat ini diotaknya terserah calon mertuanya ini mau apapun, bahkan kalau calon mertuanya ini minta dibeliin pulau pun akan Adipati belikan, asal Adipati diizinkan menikah dengan Taca.


"Ya udah, sore ini harus sudah ada didepan rumah yah, 20 mobil Avanza BARU, inget BARU bukan second. Anggap aja salah satu mahar pernikahan Taca. Inget salah satu, yah. Abah masih mau banyak loh," ujar Abah sambil beranjak meningalkan mereka berempat.


"Abah, kok matre sih ?" hardik Taca kesal.


Abah menghentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap Taca, "Taca, Abah bukan matre. Tapi Abah ngak mau kamu disia-siain. Kamu anak perempuan Abah, satu-satunya yang tersisa. Abah banting tulang buat ngurus kamu, nyekolahin kamu. Abah tidak akan ridho dan tidak akan rela menyerahkan kamu kepada laki-laki tidak bertanggung jawab. Ngerti kamu Taca ?" ujar Abah sambil melanjutkan langkahnya menjauh dari mereka berempat.


•••


"Sherlly, tolong kamu belikan mobil Avanza 20 buah. Kirim ke Citeko," perintah Adipati pada Sherlly melalui sambungan telepon.


"Hah ? Buat apa, Pak ? Bapak mau bikin perusahaan transportasi ?" Sherlly benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan ajaib Bossnya ini.


"Udah, pokoknya 20 buah Avanza. OTR, sore ini kirim ke Citeko, Plered. Terserah kamu mau gimana cara dapetin 20 mobilnya mau sampe jungkir balik juga, saya ngak peduli, Sher," perintah Adipati lagi sambil berjalan mondar-mandir didepan pekarangan Taca.


"Citeko itu dimana, Pak ? Itu nama apaan ?"


"Nanti saya Shared Loc, pokoknya harus sore ini. Oh sama sekalian kamu ke sini juga, belikan saya saham Toyota atas nama Taca. Beli 5 atau 10 persen. Sore ini juga." ujar Adipati enteng serasa membeli 20 buah Avanza dan saham Toyota itu seperti beli cilor didepan pasar.


'Hah, mabok ini kayanya si Boss. Astaga Tuhan, pengen kawin aja rasanya,' batin- Sherlly saat mendengar permintaan Adipati yang makin Absurd.


"Iya, Pak."


Adipati langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Di, minum dulu." ujar Taca sambil memberikan Teh kepada Adipati.

__ADS_1


"Amore, ada apa sih antara Abah sama Avanza. Apa Abah brand ambassador mobil Avanza ?" tanya Adipati penasaran.


"Ngak tau, emang kalau bapak-bapak yang tinggal disini, gitu. Jangan kan Abah, Pak Apo, Papanya Iis juga gitu," perjelas Taca.


"Yang, Papa kamu juga bakal nanya aku punya avanza atau ngak ?" tanya Juan panik sambil menatap Iis yang sedang menggigit bakwan goreng.


"Iya, Papa juga bakal nanya kamu punya Avanza. Jangan tanya kenapa, aku juga ngak ngerti," jawab Iis setelah menelan bakwan miliknya.


Juan langsung mengambil handphonenya kemudian menelpon seseorang. "Saka, tolong ambilkan Avanza dari pabrik 5 buah aja, simpen dirumah," ujar Juan pada Saka sekertarisnya.


"Baik Pak? OTR atau unitnya aja ?" tanya Saka


"OTR, pokoknya simpen dirumah. Oh sama, tolong urus balik nama saham. Ambil saham saya setengahnya kemudian alihkan pada Nona Lizbet Sandia. Kabari untuk penandatangannya." ujar Juan santai.


"Baik Pak, ada lagi ?"


"Sudah, terima kasih,".


"Yang, beres nanti kalau papa kamu tanya, aku punya 5 mobil Avanza, terus aku kasih saham Toyota buat kamu, Yang." ujar Juan sambil tersenyum.


Iis cuman terdiam mencerna kata-kata Juan. "Kamu kok bilangnya ambil sih, emang kamu yang punya pabrik Toyota ?" tanya Iis bingung.


Adipati hanya tersenyum simpul saat mendengar pertanyaan Iis. Sedangkan, Juan langsung mengaruk-garuk kepalanya.


"Iyah, maksudnya beli hehehe."


•••


Juan dan Iis sudah pulang dari rumah Taca, mereka pamit untuk pergi kerumah Iis. Sekarang, hanya ada Taca, Adipati, Aa Riki dan Kang Rozak didepan pekarangan rumah. Adipati akan menempati kamar tamu dirumah Taca. Awalnya Adipati menolak untuk tidur di kamar tamu, Adipati meminta tidur dikamar Taca, Taca langsung menjawab dengan injakkan dikakinya.


"Kenal dimana sama Taca ?" tanya Kang Rozak berbasa basi.


"Di club mal....."


"Dia boss Taca, Kang. Kenal dikantor," potong Taca, bisa di gantung dipohon cabe kalau kedua kakanya tau kelakuan Taca.


"Oh dia assistennya Pak Lukito ?" tanya Aa Riki.


"Atasnya nya lagi Pak Lukito, Aa," jawab Taca cepat, dia tidak mau memberitahu kedua kakaknya jabatan asli Adipati, biarkan nanti saja mereka tau siapa Adipati.


"Oh... yah Aa belum bisa ngasih izin kamu nikah sama Taca, yah. Masalahnya Abah masih nunggu Avanza 20 buah. Sama yah, ada beberapa hal yang harus kamu lakuin juga sih...."


"Jangan aneh-aneh Aa. Adipati baik kok, dia sayang sama Taca. Jangan dibikin kapok, kalo ngak sama Adipati mending Taca jomblo seumur hidup, Aa." hardik Taca sambil memicingkan matanya.


"Aa sama Kang Rozak itu cuman pengen yang terbaik, pokoknya kita harus uji dulu." ujar Aa Riki sambil tersenyum penuh arti pada Adipati.

__ADS_1


Adipati yang masih meraba-raba apa yang sebenarnya terjadi, hanya bisa tersenyum bingung. Keluarga Taca memang ajaib.


"Permisi, ini dengan rumah Bapak Adipati Berruti ?" tanya seseorang lelaki tiba-tiba.


"Iya, saya sendiri," jawab Adipati sambil berjalan mendekati lelaki tersebut.


"Saya dari Toyota, Pak. Mobilnya mau disimpen dimana Pak ?" tanya lelaki tersebut sambil memberikan beberapa berkas untuk Adipati tanda tangani.


"Susun aja di lapangan depan, jejer-jejerin terserah bapak deh." jawab Adipati seenaknya.


Saat Adipati sedang menandatangani surat-surat, datanglah mobil Toyota Voxy putih. Keluarlah Sherlly dari mobil tersebut, kemudian mendekati Adipati.


"Bu Taca," sapa Sherlly sopan dan langsung dijawab anggukan oleh Taca.


"Pak Adipati, ini surat-surat tentang kepemilikkan saham atas nama Ibu Taca," ujar Sherlly sambil menyerahkan berkas-berkas kepada Adipati, "Ada beberapa yang harus Ibu Taca tanda tangani.


"Apa ini mbak Sherlly ?" tanya Taca bingung.


"Oh, Pak Adipati membeli saham toyota sebanyak 7% atas nama Bu Taca," jawab Sherlly tenang.


"Hah ??? Buat apa ?"


"Angap aja mahar nikahan," jawab Adipati tenang sambil terus menandatangani berkas-berkas dihadadapannya.


Mobil-mobil yang Adipati beli mulai masuk satu persatu ke halaman rumah Taca, membuat banyak orang berkerumun menonton datangnya 20 mobil Avanza. Beberapa ibu-ibu tampak bergosip di pinggir-pinggir jalan.


Abah yang mendengar ribut-ribut langsung keluar kamar dan menatap kaget pekarangan rumahnya yang sudah tersusun rapih mobil Avanza.


"Kenapa banyak..."


"Om ini mobil Avanza nya, 20 kan Om, semuanya punya saya. Ini berkasnya kalau Om tidak percaya," jawab Adipati sambil tersenyum kuda kepada Abah.


Abah hanya terdiam dengan mata membulat menatap Adipati, kemudian mengalihkan pandangannya pada Taca, Kang Rozak dan Aa Riki yang sama-sama menunjukkan air muka Kaget.


Dalam hitungan menit, pekarangan rumah Taca yang lumayan luas karena sering dijadikan tempat jemur padi, berubah menjadi taman Avanza.


•••


Yah, gimana Abah. Sultan dilawan 🤣🤣🤣🤣


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2