Water Teapot

Water Teapot
Taca punya Radi...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••



Flashback on...


"Princesss...."


"Hadirrr..." teriak Taca sambil mengangkat tangannya.


"Hahahaa... dari mana kamu ?" ujar Radi sambil mengambil tas berisikan alat ukur dari tangan Taca.


"Abis kuliah PPLK, kaya udah mau mati aja ini," ucap Taca sambil mengerucutkan bibirnya.


"Oh iyah, kamu ambil PPLK kelas pagi yah, aku kelas malam jadi beda kelas. Sabar, yah Princess..." ujar Radi sambil berjalan disebelah Taca.


Taca hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil berjalan disebelah Radi, "Makan, yuk.."


"Yuk... makan sushi lagi ?"


Taca langsung tersenyum mendengar perkataan Radi, Radi memang yang paling tau kesukaannya. "Ayooo... buruuu (cepet)."


"Jangan lari-lari, Princess. Inget kamu pake high heels. Mana kamu pake rok span gitu, jatoh yang ada..!" Radi memperingatkan Taca.


"Ayo aku laper, matkul PPLK membunuhku masalahnya," teriak Taca, tanpa sadar Taca tersandung, "Aaa..."


Radi dengan sigap menarik tangan Taca kemudian memeluk badan Taca, dengan cepat wangi tubuh Taca tercium oleh Radi, wangi vanilla kesukaannya.


"Hati-hati, Princess..."


Taca terdiam, Taca belum sadar kalau saat ini ada tangan yang memeluknya dengan erat, sedang tangan yang lainnya sedang mengelus lengan Taca lembut.


"Radi..." teriak Taca sambil mendorong Radi lembut untuk melepaskan dirinya.


"Sorry, Ta. Aku cuman ngak mau kamu jatuh, ngak ada maksud apa-apa." ucap Radi sambil mengangkat tangannya melepaskan Taca dari genggamannya.


Taca membetulkan blouse dan roknya, kemudian mengambil tasnya yang terjatuh dan mapnya. "Maaf yah, Rad. Aku ngak nyaman dipegang laki-laki."


Taca tersenyum lemah pada Radi, traumanya benar-benar memporak-porandakan interaksi sosialnya dengan laki-laki. Taca benar-benar tidak bisa disentuh laki-laki sama sekali.


"Walau aku ?"


Taca terdiam, Radi adalah laki-laki yang sudah dekat dengannya dari semester 2, bahkan banyak yang menyangka mereka berpacaran, sampai ada slogan 'Taca punya Radi jangan di ganggu'.


Radi laki-laki tersabar yang pernah Taca temukan, tanpa mempertanyakan kenapa Taca tidak bisa disentuh laki-laki Radi tetap disamping Taca, mencintai Taca dengan caranya sendiri. Melindunginya tanpa status...


"Maaf, Rad..." jawab Taca lirih.


"Hahaha ya udah, yuk jadi makan ngak ?" tanya Radi yang langsung di jawab anggukkan oleh Taca.


•••


"Sini helmnya," ujar Radi sambil mengambil helm dari tangan Taca. Dengan cepat Radi memakaikan helm di kepala Taca.


Tak...

__ADS_1


Tiba-tiba Taca menurunkan kaca helm milik Radi dengan keras sambil menjulurkan lidahnya.


"Astaga, Taca. Kaget.." ucap Radi sambil mengelus helmnya.


"Heheheee..." Taca langsung naik ke motor Radi kemudiam memeluk pinggang Radi. Radi terdiam dipeluk oleh Taca.


"Ta.. yakin mau meluk aku ?" tanya Radi, karena ini pertama kalinya Taca mau memeluknya dimotor.


"I..ya.." cicit Taca.


'Yessss,' batin Radi senang, akhirnya setelah 3 tahun Taca mau memeluknya juga.


"Yang kenceng yah, nanti jatoh. Kurang kenceng ini..."


Taca langsung mengeratkan kembali pelukkannya membuat Radi terbang ke langit ke tujuh.


"Kurang, kenceng Ta..."


"MODUSSSS...!!!" maki Taca kesal sambil memukul punggung Radi kesal.


"Hahahhaaa....ya udah peluk lagi dung."


Taca menurut, dia memeluk Radi dengan erat sambil tersenyum malu-malu.


•••


"Iis..." teriak Radi memanggil Iis yang sedang duduk diruang praktikum perkembangan.


"Rad... sini, mana Taca ?" tanya Iis saat melihat Radi berjalan menghampirinya.


"Taca, lagi kuliah psikologi gender. Aku kesini mau nanya pendapat kamu," ucap Radi sambil duduk disebelah Iis.


"Kemaren Taca meluk aku dimotor..."


"Arghhh masa ??? Yang bener ??" Iis langsung berteriak girang, Iis tau perjuangan Radi untuk mendapatkan perhatian Taca. Cuman Radi cowo yang kuat bersama Taca, menerima kekurangan Taca yang tidak nyaman di sentuh laki-laki karena traumanya.


"Happy aku, Iis, penantian 3 tahun..!" ujar Radi pada Iis yang langsung diberi acungan jempol oleh Iis.


"Terus mau apa kamu cari aku ?" tanya Iis.


"Aku mau nembak Taca, diterima ngak yah ? Aku ngak mau ditolak lagi sama Taca, Iis.." ujar Radi mengingat 2 tahun yang lalu dia ditolak mentah-mentah oleh Taca.


"Diterima, yakin sama aku, pasti diterima..." ujar Iis menyemangati Radi sambil tersenyum.


"Musrik Iis kalau aku yakin sama kamu, mah ...!!" canda Radi sambil tersenyum pada Iis.


"Yehhh... malah becanda Radi..!!!"


"Hahahahaha....Oke sip, makasih banget Iis...!"


•••


"Princess..."


"Hadirrrr..." jawab Taca sambil memberikan senyuman terbaiknya pada Radi yang sudah menunggunya didepan pintu ruangan H2b2.


"Sini..." Radi menarik baju Taca bermaksud untuk mengajak Taca ketempat yang lebih sepi.


"Apa..."

__ADS_1


"Hmmm..."


"Apa, Radi apaan ?" tanya Taca bingung.


"Besok ke Tafso yu, tapi ketemu disana jam 7 malem yah," pinta Radi.


"Hah ngapain ?"


"Pokoknya ke Tafso aja yah, awas kalau ngak dateng." pinta Radi sambil tersenyum pada Taca.


"Mau ngapain ?" tanya Taca bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku mau nyatain cinta aku ke kamu..."


Taca terdiam mendengarkan pengakuan Radi, ada rasa keget, takut, senang bercampur menjadi satu. "Kamu yakin ?"


"Yakin lah, Ta... 3 tahun aku ngejar kamu. Masa aku ngak yakin, mana aku pernah berantem sama siapa bucin kamu dikampung kamu tuh..."


"Entis hahahaa.." Taca langsung tertawa mengingat kejadian tersebut, dimana Entis datang ke Bandung kemudian berantem sama Radi.


"Iyah sama si Entis, Bucin amat sih..!" hardik Radi kesal.


"Ohh... kamu dirumah ngak punya kaca ? Kamu juga sama ih..."


"Bedalah, kalau aku. Kalau Entis mau bucin gimanapun, Tacanya ngak suka. Kalau aku Tacanya suka...!"


"Ih... kepedean...!!" ucap Taca yang tertawa renyah sambil mendorong badan Radi lembut.


"Kenyataan bukan kepedean," ucap Radi sambil mengambil tas berisikan alat ukur dari tangan Taca.


"Hmm... but, why you love me ? Aku punya kekurangan Rad..." ucap Taca mengingatkan Radi dengan ketidak nyamanannya akan sentuhan laki-laki.


Radi diam kemudian menatap Taca lekat-lelat, menghujani Taca dengan tatapan tajam. Tatapan dari manik hitam yang mampu menghipnotis Taca.


"Ta, aku bukan cuman mencintai kamu, aku menerima kekurangan kamu. Cinta aku bukan nafsu, biarkan aku melindungi kamu, Taca. Biarkan aku mencintai kamu dengan caraku Taca Safina Trina..."


Deg...


Jantung Taca berdetak dengan cepat, rasa-rasanya napasnya tertahan ditenggorokan. Taca tersenyum pada Radi. "Jadi kamu mau nembak aku dan denger jawaban aku disini atau di Tafso ?"


"Tafso..." jawab Radi mantap, dia benar-benar akan memberikan malam terindah dan teromantis untuk Taca malam ini.


"Oke, Radian Hasta..."


•••


Kalau ada yang tanya Taca sama Radi pacaran? Jawabannya ngak.. Radi Taca cuman di zona sahabat, nyaris pacaran tapi....


baca next part nya yah hehehehe ❤️❤️❤️❤️


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2