
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok
•••
“Lama amat, dari mana aja ?” tanya Juan yang sudah berdiri manis dilobby apartemen dengan 5 buah koper berukuran besar.
“Hai Juan...” ujar Taca sambil melambaikan tangannya dan memakan cilor.
“Ceritanya panjang,” ujar Adipati sambil mengusap wajahnya kelelahan karena habis membuat cilor.
“Lo abis ngapain ? Kucel amat, lo abis ikutan marathon ?” tanya Juan bingung melihat Adipati yang kucel sekucel kucelnya.
“Mas, mau kemana ini ?” tanya Iis tiba-tiba datang dan berdiri disamping Taca yang sedang asik memakan cilor.
“Mau ?” tanya Taca menawarkan cilor di tangannya.
“Eh, buset...kamu makan berapa tusuk ini ?” tanya Iis bingung sambil mengambil 1 buah cilor kemudian memakannya.
“Cilornya dibikin pake cinta, jadi enakkan,” ujar Taca sambil mengacungkan jempolnya.
“Idih, siapa yang bikinnya ?”
“Daddy,” jawab Taca sambil menunjuk Adipati yang tersenyum lesu menatap Iis.
“APA..?” teriak Iis dan Juan berbarengan.
“Don’t ask, please..!” ujar Adipati sambil berkacak pinggang.
Tawa Juan langsung meledak saat mendengar jawaban Adipati. Juan tau dari intonasi suaranya Adipati sedang menahan emosinya.
“Mas, ini koper buat apa ? Kamu mau kemana?” tanya Iis bingung.
“Holiday...” jawab Juan sambil tersenyum senang, kemudian memberikan paspor kepada Iis, Taca dan Adipati.
“Kemana ?” tanya Iis bingung sambil membuka paspornya kemudian melihat Visa Dubai sudah tertempel di paspornya.
“DUBAIII...!!” teriak Juan sambil tersenyum manis.
“ASIKK NAIK PESAWAT....!” jerit Taca antusias, spontan Taca berlari kearah Juan kemudian memeluk Juan.
“Taca...”
“Amore...!”
Teriak Iis dan Adipati berbarengan sambil menarik pasangannya masing-masing.
“Centil kamu, Amore..” ujar Adipati sambil mengacak rambut Taca gemas.
“Wow, Di.. your wife is HUGE..!!” ujar Juan sambil tersenyum nakal pada Adipati. (Wow, Di.. istrimu sangat besar)
Adipati langsung memelototi Juan, Adipati tau pasti maksudnya huge (besar) Juan bukan pada bagian perut atau badan Taca, lebih pada dua bukit kembar Taca.. “Forget it or i kill you..!”
__ADS_1
(Lupakan atau aku bunuh kamu..!)
“Oke...!” kekeh Juan sambil menarik Iis, “ i have my own.” (Aku punya milikku sendiri)
Iis dan Taca yang bingung dengan obrolan Juan dan Adipati hanya bisa menatap pasangannya masing-masing.
“Ini kita mau pergi langsung ?” tanya Iis bingung sambil berjalan disamping Juan.
“Yupz, ayo Mr. and Mrs. Berutti cepet...!” ujar Juan sambil melirik Adipati dan Taca yang berjalan dibelakang mereka.
“Tapi aku...”
“Semuanya udah disiapin, kalau ada yang kurang tinggal beli disana, cepet Yang..!” ujar Juan sambil masuk kedalam mobil alphard putih yang sudah menunggu mereka.
•••
Beberapa waktu kemudian mereka berempat sudah sampai di Bandara Halim, sesampainya disana sudah ada beberapa pegawai yang membawakam koper mereka berempat. Karena Taca sedang hamil besar, Taca langsung duduk di kursi roda khusus.
Mereka berempat diantar sampai ke pesawat pribadi milik keluarga Juan. Didalam pesawat Taca langsung meloncat-loncat seperti anak kecil membuat Iis ngilu melihatnya.
“Ta... jangan loncat-loncat ngeri brojol, ya ampun.” ujar Iis sambil meminta Taca untuk duduk dikursi.
“Arhh... naik pesawat dunk, Iis liat itu ada awan... itu liat ada orang dadah-dadah. Eh... liat ini kursinya bagus bisa tiduran..!” pekik Taca bahagia, entah kenapa Taca merasa bahagia sekali menaikki pesawat tersebut, padahal ini sudah ke 4 kalinya Taca menaikki pesawat pribadi milik Juan. Beberapa kali Taca menemani Adipati untuk urusan bisnis menggunakan pesawat pribadi milik kelurga Juan. Tapi, entah kenapa kali ini terasa berbeda.
“Iya, Bu hamil iya...” ujar Iis memaklumi Taca yang sedang ngidam naik pesawat.
Adipati masuk kemudian duduk dikursi samping Taca, diikuti Juan yang duduk disamping Adipati.
Muka Juan, Iis dan Adipati langsung pucat mendengar pertanyaan Taca, jangan bilang Ibu hamil satu ini ngidam Adipati jadi pilot dan memaksa Adipati untuk menerbangkan pesawat ini. MEREKA MASIH INGIN HIDUP...!!!!
“Ta.. kamu ngak ada cita-cita nyuruh Adipati nerbangin ini pesawat ‘kan ?” tanya Iis takut-takut.
Taca menatap Iis dengan tatapan ceria sambil tersenyum, membuat Iis langsung waspada, kalau seandainya Taca ngidam hal itu, lebih baik Iis ngak jadi berangkat. Dia belum siap menghadap sang pencipta...!!!
“Aku....”
Iis, Adipati dan Juan langsung menahan napas menunggu jawaban Taca. Masalahnya Adipati tidak punya lisensi menerbangkan pesawat, kalau chooper Adipati dan Juan punya lisensinya tapi kalau pesawat ?!. Bisa-bisa mereka langsung diantar ke yang maha kuasa.
“Iya...” ujar Iis, Juan dan Adipati berbarengan.
“Aku... cuman nanya doang, kok. Sapa tau Daddy bisa nerbangin pesawat,” ujar Taca polos sambil memakan lemon yang sudah disediakan oleh pramugari pesawat.
Iis, Adipati dan Juan langsung menghela napas mendengar penjelasan Taca.
“Tapi, Juan bisa..?” tanya Taca tiba-tiba membuat jantung mereka ber tiga kembali berdetak.
“Ngak bisa, Taca sorry. Ngak punya cita-cita jadi pilot, cita-cita gue jadi suaminya Iis doang,” jawab Juan tengil.
“Hahahahaaa...”
Jawaban Juan langsung membuat Taca dan Adipati tertawa.
“Mr and Mrs Wijaya, juga Mr. and Mrs. Berutti kita akan lepas landas sekarang, perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 8 jam. Enjoy...” ujar Pilot dari pengeras suara.
__ADS_1
“Yang sini,” panggil Juan sambil mendorong Adipati dari kursi sampingnya. “Pindah lo, gue mau kelonan ama Iis, sono temenin bini lo yang kerasukan jin lemon,” ujar Juan.
“Ribet lo...” ujar Adipati sambil bangkit dari duduknya kemudian duduk di tempat duduk yang tadinya diduduki Iis.
“Daddy, mau ?” tanya Taca sambil menyodorkan. Lemon yang sudah setengah dimakan oleh Taca.
“Ngak, Amore. Buat kamu aja,” jawab Adipati sambil mengecup bibir Taca kemudian Adipati meringis asam.
“Kenapa ?”
“Bibir kamu asem, Amore,” ujar Adipati sambil mengerutkan dahinya saking asamnya.
Taca hanya bisa tersenyum kemudian menyenderkan kepalanya ke dada Adipati kemudian menselonjorkan kakinya, pramugari sudah menyiapkan berbagai macam bantal dengan berbagai ukuran untuk Taca.
“Mas, ini kita ngapain ke Dubai sih ? Mau ternak unta ?” tanya Iis bingung kenapa tiba-tiba dia sudah ada di pesawat yang akan membawanya ke Dubai.
“Hahahaa... ngapain ternak unta, Yang. Yah, jalan-jalan aja. Kita juga ngak pernah liburan terus Taca juga ngidam naik pesawat juga, jadi pas,” jawab Juan sambil tersenyum senang.
“Gimana caranya kamu bisa dapet visa secepet ini, terus dapet dari mana kamu paspor aku, Mas,” tanya Iis bingung.
“Dengan kekuatan ci...”
“Kekuatan cinta mulu, ribet ah ngobrol sama King of Gombal, sama kenapa sih kamu tau mulu aku ada dimana-mana ?” tanya Iis penasaran.
“Dengan...”
“Bilang kekuatan cinta lagi aku tendang kamu keluar pesawat..!!” potong Iis kesal dengan jawaban Juan yang tidak memuaskan.
“Hahahaa... pokoknya bisalah, udah kamu ngak perlu tau. Aku juga ngelakuin itu biar kamu aman, mana kadang aku suka bingung sama circle pertemanan kamu. Tiba-tiba kenal sama sodaranya Becca dulu, terus oma-oma misterius. Kamu tuh terlalu baik, Yang. Aku takut kamu diculik tau..!” ujar Juan sambil menjawil hidung Iis.
Sifat Iis yang supel dan mau berteman dengan siapa saja memang membuat Iis bisa berteman dengan siapapun juga. Apalagi pekerjaannya yang kadang mendapatkan klien dari berbagai macam kalangan, membuat relasi pertaman Iis sangat-sangat luas.
“Mana ada yang mau nyulik aku, aku ‘kan makannya banyak,” kekeh Iis sambil tersenyum pada Juan.
“Hadeuh, nyaku juga kamu kalau rakus, Yang.”
Dengan cepat Iis memukul bahu Juan lembut karena kesal.
2 pasangan somplak tersebut siap untuk menjelajah Dubai, kota yang akan selalu Iis ingat sampai kapanpun. Kota dengan berjuta kenangan indah dengan Juan Wijaya.
•••
Sultan mah enak yah, mau kemana-mana tingal cuss. Visa Dubai cepet bener keluarnya lah author mau bikin visa Dubai malah disangka mau jadi TKW 🤣🤣🤣
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1