
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please...
Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Warning : jika umur anda kurang dari 18 tahun, belum menikah... skip bagian ini..!!!
Kaka gallon ngak tanggung jawab apapun. Pokoknya ngak tanggung aja.
Kebijakan pembaca sangat-sangat di saran kan...
•••
"Jadi Pak, proses sunat itu gampang kok. Ngak akan memakan waktu lama apalagi kalau Bapak Adipati menggunakan metode Gun Stapler. Ini motede tercepat dan teraman untuk saat ini," Dokter Satria menjelaskan tentang proses sunat pada Adipati dan Taca.
"Maksudnya punya saya ditembak ?" tanya Adipati dengan wajah extra pucat. Kepalanya sakit. Lebih tepatnya dia mengutuki Gio, kenapa Gio tidak menyunatnya saja dari kecil.
"Hahahha...tidak Pak Adipati, jadi ada alatnya. Nanti alatnya dimasukkan ke alat kelamin Bapak, tapi sebelum akan kami anastesi terlebih dahulu supaya tidak ereksi. Kemudian alat tersebut akan mengunting bagian yang akan dibuang. Waktunya cuman 30 menit, Pak. Setelahnya anda bisa langsung beraktifitas seperti biasa, bisa mengenakan celana langsung, tidak perlu mengunakan sarung," Dokter Satria benar-benar menjelaskan dengan tenang.
Adipati langsung menatap Taca yang dari tadi menemaninya sambil mengelus-elus pahanya.
"Tuh, Di. Cuman 30 menit kamu ngak usah pake sarung lagi. Jadi ngak akan ada yang tau kamu disunat," ucap Taca sambil tersenyum menenangkan Adipati.
"Iya, tapi..."
"Tapi apa, Dok ?" tanya Taca, kepalanya bakal meledak kalau seandainya ada syarat lainnya untuk acara sunat itu.
"Tapi Bapak Adipati dilarang melakukan hubungan badan selama sebulan."
"HAH...!!!" teriak Adipati keras.
Taca yang mendengarkan perkataan Dokter Satria langsung memejamkan matanya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika Adipati puasa selama 1 bulan. Kemarin, Adipati dipaksa puasa selama seminggu saja sudah memanggil penghulu untuk teriak sah. Apalagi sekarang ????
"Hahahaa.. cuman sebulan, Pak." Dokter Satria menenangkan Adipati sambil tertawa.
"Pak, bisa kena kanker prostat saya Pak."
"Wah, ngak mungkin Pak, masa kena kanker prostat, Cuman sebulan, kebayang nanti kalau Bu Taca habis melahirkan, selama 3 bulan Pak Adipati harus puasa. Hahahahaa..." canda Dokter Satria.
Adipati hanya bisa diam, "Kalau saya mau melakukan prosedur tersebut, kapan bisanya?"
"Besok malam bisa, Pak." jawab Dokter Satria.
"Ya sudah besok, besok saya lakukan prosedurnya, terima kasih Dok." ujar Adipati.
•••
Sepanjang perjalanan pulang ke apartemen Adipati benar-benar bungkam. Tidak berbicara sama sekali. Beberapa kali Taca mengajak Adipati berbicara tapi hanya dijawab anggukan dan gelengan. Saking keselnya Taca benar-benar mengunci mulutnya.
__ADS_1
"Neng, Den Adipati kenapa ?" tanya Bi Yuli bingung melihat tingkah laku Adipati.
"Biarin, Bi. Lagi ngerajuk."
"Oh.."
Taca mengikuti Adipati masuk kedalam kamar bermaksud mengganti pakaiannya, didalam kamar Taca tidak menemukan Adipati, Adipati sepertinya masuk kedalam kamar mandi. Taca tidak ambil pusing dengan cepat dia mengganti bajunya mengunakan tank top dan celana pendek, tak lupa mengikat rambutnya tinggi-tinggi.
•••
Hari sudah sore, Bi Yuli sudah pulang, Adipati masih merajuk dikamar, sedangkan Taca sedang sibuk dengan pekerjaannya, tidak mempedulikan sekitarnya.
Tiba-tiba Taca merasakan ada yang menemaninya duduk dilantai dibelakangnya. Taca merasa ada yang mengelus belakang punggungnya, mengelitik lehernya.
"Di..?"
"Hmm..."
"Masih ngerajuk ?" tanya Taca pada Adipati tanpa menoleh kebelakang.
"Udah ngak...tapi.." ujar Adipati.
"Tapi apa ?"
"Kamu harus pasrah aku makan sampai besok, pasrah sepasrahnya..." ucap Adipati sambil memasukkan tangannya kedalam tank top milik Taca.
"Amore..."
"Di..."
Taca hanya bisa pasrah saat Adipati menyatukan tubuh mereka dengan posisi Taca diatas.
Dua insan tersebut terus melakukan gerakan-gerakan sensual ditemani pemandangan senja Kota Jakarta.
•••
Adipati tidur sambil memeluk Taca, untungnya Adipati selalu menyediakan selimut tipis diruang tamunya. Taca mengerakkan tubuhnya membuat posisinya menghadap Adipati, gerakan kecil Taca yang tidak sengaja menyengol bagian pribadi Adipati membuat Adipati terbangun dan menahan napasnya.
Astaga, kenapa Adipati selemah ini, dulu saat Adipati sering bergonta ganti pasangan, "adik" kecilnya sulit untuk bangkit kecuali benar-benar dirangsang, sekarang hanya dengan senggolan "adik" kecilnya langsung bangun.
"Amore..Amoree... bangun..."
"Hah ? Kenapa ? Udah pagi ?" tanya Taca bingung karena dibangunkan tiba-tiba.
"Ngak..ngak, ini masih jam 11 malem."
"Ya udah tidur lagi aja, Di," ucap Taca sambil kembali memejamkan matanya, badan Taca yang merasa dingin Taca rapatkan ke badan Adipati.
"Astaga..." jerit Taca kaget sampai terduduk.
__ADS_1
Adipati yang mengerti kenapa Taca berteriak hanya bisa tersenyum, memamerkan deretan gigi putihnya.
"Kok bisa, bangun lagi ?" tanya Taca bingung, pikir-pikir badannya sudah ringsek dihajar Adipati.
"Ngak tau, makanya aku bangunin kamu, ayo tanggung jawab."
"Hah...kok aku yang tanggung jawab, aku salah apa ?" tanya Taca kesal kebingungan.
"Kamu nyengol, jadi dianya bangun."
"Ih...."
"Mandi yuk," pinta Adipati sambil mendekat pada Taca.
"Nggak mau.." Taca tau apa yang akan terjadi dikamar mandi kalau dia mengikuti kemauan Adiapati.
"Aku puasa sebulan loh, Amore," rengek Adipati sambil menyelipkan rambut Taca ke belakang telinga Taca, kemudian mengecup leher Taca sejengkal demi sejengkal.
Pertahanan Taca runtuh saat Adipati mengecup lehernya, Taca langsung mengalungkan tangannya ke leher Adipati, dengan sekali angkat Adipati mampu mengangkat Taca. Adipati mengecup bibir Taca mengesap manisnya bibir Taca sambil mengangkatnya ke kamar mandi.
Dikamar mandi rasa dingin menerpa Taca, badannya mengigil. Udara di kamar mandi terasa lebih dingin daripada biasanya.
"Di, dingin.."
Adipati menatap Taca dengan intens, jempol Adipati mengusap bagian bawah bibir Taca.
"Dingin ?"
Taca mengangukkan kepalanya, tiba-tiba Taca merasakan air hangat menguguyur tubuhnya memberikan sensasi aneh ditubuhnya, rasa kagetnya belum berakhir disana, karena sesaat air hangat mengguyur tubuh Taca, Taca merasakan sesuatu memasukinya.
"DI..." pekik Taca sambil mencengkram punggung Adipati.
•••
Udah ah... kaka gallon capek... hahahaa
Doakan besok Adipati kuat di sunat kan udah dikasih jatah kelonan 🤣🤣🤣...
Jangan minta yang lebih hot yah, ini aja kaka gallon ampe puyeng bikinnya karena revisi dari noveltoon.
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1