
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Setelah kemarahan Abah reda dan semuanya tenang, Gio langsung melanjutkan kembali rencana menikahkan anaknya.
"Abah, udah tenang ?" tanya Gio sambil menahan tawanya, 'astaga unik sekali calon besannya ini.'
Abah masih memilin-milin koran ditangannya, rasa-rasanya Abah ingin memakan Adipati, "Gio anak kamu meni mesum-mesum teuing..!!" ujar Abah gemas.
Gio menahan tawanya, entah apa yang terjadi bila Abah tau kalau Taca sudah tinggal bersama Adipati di Jakarta. Gio yakin, Adipati bukan cuman dipukuli koran, mungkin dia sudah direbus oleh Abah.
"Saya minta maaf, Abah. Anak saya terlalu lama tinggal di luar negri jadi pikirannya masih kebarat-baratan," jawab Gio sambil memberikan senyuman terbaiknya.
"Awas kamu yah..." ujar Abah memperingati Adipati sambil menunjuk Adipati menggunakan korannya.
Adipati hanya bisa meringgis saat melihat koran sakti milik Abah. 'For the god shake, I swear to destroy that f*cking newspaper..!!!' batin Adipati kesal. (Demi tuhan, aku akan menghancurkan koran sial*n itu..!).
"Jadi... Adipati harus disunat dulu baru bisa menikah dengan Taca ?" tanya Gio tenang.
"Iya.. memang Adipati tidak disunat pas kecil ?" tanya Kang Rozak bingung.
"Saya tidak pernah memaksa Adipati untuk mengikuti kepercayaan saya ataupun Ibunya, saya membebaskannya. Maaf keluarga saya memang tidak relegius. Jadi, Di.. kamu siap disunat ?" tanya Gio pada Adipati, Gio masih ingat betapa sengsaranya dia dulu saat disunat. Membayangkan Adipati yang belum bisa mengendalikan nafsunya pada Taca, Gio hanya bisa tertawa didalam hatinya.
Aa riki langsung mengacungkan jari telunjuk tangan kiri miliknya kemudian melakukan gerakan menggunting dengan tangan kanan miliknya yang lain.
Melihat gerakan Aa Riki, Adipati langsung mengubah posisi duduknya, entah kenapa ada rasa ngilu menjalar dibagian tengah kakinya.
"Jadi, gimana Di ? Mau disunat ?" tanya Kang Rozak sambil menahan tawanya melihat ekspresi meringgis Adipati.
"Ma..mau.." cicit Adipati sambil menatap Taca yang tersenyum kebingungan. "Tapi disunatnya di Jakarta aja, nanti saya konsultasi dulu sama dokter."
"Alah konsul-konsul sini sama Abah, Abah gunting pake gunting rumput..!!" ujar Abah yang masih nafsu pada Adipati.
"What ???" pekik Adipati ketakutan.
"Astaga, Abah...!! Abis atuh nanti punya Adipati kalau Abah yang gunting..!!!" pekik Taca geram.
"Biarin, biar Abah kebiri sekalian, enak aja nyuruh anak Abah mandiin. Abah aja ngak pernah dimandiin sama Neng...!!!" ujar Abah sambil menyilangkan tangannya didadanya.
"Ihh... masa Abah mau Neng mandiin, Abah kan bisa mandi sendiri," jawab Taca gemas dengan kelakuan Abahnya.
__ADS_1
"Yah.. masa si bule mesum itu kamu mandiin, ai Abah ngak dimandiin..!" rengek Abah sambil mengerucutkan bibirnya.
"Arghhh.. Abah ngaco, Kang Rozak itu Abah ngaco Ih.." Taca meminta pertolongan pada Kang Rozak.
"Yah, kamu kecentilan malah mandiin Adipati, untung kamu jadi di nikahin, kalo ngak gimana, Ta.." ujar Kang Rozak sambil menjitak kepala Taca kesal.
"Ihhh... sakit Kang..!" ujar Taca sambil mengusap kepalanya, Adipati yang tadinya ingin mengusap kepala Taca langsung menghentikan gerakannya saat melihat Aa Riki yang menatapnya dengan tatapan 'Masih Mau Lihat Matahari Besok ?'.
'Sabar Di, Sabar...!!!' batin Adipati.
Gio menahan tawanya melihat pertengkaran Ayah dan Anak didepannya. Hangat, ada rasa hangat menyelusup didadanya. Keluarga Taca memang tidak kaya harta, tapi mereka kaya akan kasih sayang.
"Hahahaa.. ya sudah pokoknya, pulang dari Jakarta Adipati saya akan antar ke Rumah Sakit untuk disunat," ujar Gio.
"Iya... tapi ngak usah bawa-bawa Taca, nanti Taca disuruh pegang-pegang lagi..!!" Abah yang masih nafsu membara pada Adipati angkat suara.
"Iya.. oke," jawab Gio sambil mengacungkan jempolnya.
"Nah, mau tanggal berapa ini pernikahannya ?" tanya Aa Riki pada Adipati dan Gio.
"Bulan November gimana ?" usuk Aa Riki.
"7 bulan dari sekarang ?" tanya Kang Rozak yang langsung dijawab anggukan oleh Aa Riki.
"Masalah mau nikah dimana ? Disini atau dijakarta ?" tanya Taca tiba-tiba.
Abah, kang Rozak dan Aa Riki saling berpandangan. "Nikah harus semua orang kampung di Citeko tau, Abah ngak mau ada gunjingan. Kamu tau sendiri orang sini julidnya bukan main."-
"Bali aja," jawab Adipati cepat, dia malas melakukan pernikahan besar-besaran. "Privat party."
"Ngak bisa.." potong Abah cepat, tidak bisa Abah bayangkan gimana julidnya orang-orang sekampung Citeko kalah tau pernikahan Taca dirayakan secara privat.
"Di, Taca itu disini sudah banyak yang nyinyirin. Dari dulu sampe sekarang. Aa ngak siap kalau nanti orang-orang sini makin nyinyirin Taca," ujar Aa Riki sambil duduk mengusap wajahnya.
Taca terdiam, semenjak kejadian Tasya entah kenapa nama baik Taca serasa hancur. Padahal Taca dan Tasya adalah korban.
Adipati terdiam, selama Adipati disana sudah banyak gunjingan mengenai Taca, beberapa kali Adipati terpancing emosinya karena gunjingan tentang Taca sangat menyakitkan.
"Ya sudah, kita lakukan 2 kali saja. Sekali dijakarta sedang sekali lagi di Bali seperti keinginan Adipati," ujar Gio menengahi.
"Lah.. terus orang sini ?"
"Nanti kita sewa bus, di Jakarta nanti saya akan sewakan hotel. Pokoknya berapapun biayanya biar saya yang tanggung," jawab Gio santai.
__ADS_1
"Sekampung ini ada 800 orang lebih, Pak Gio," ujar Kang Rozak bingung, seberapa besar biaya yang akan di keluarkan keluarga Adipati nanti.
"Jangan dipikirin, Kang. Bikin saja datanya. Nanti saya yang urus semuanya," ujar Adipati santai.
Aa Riki, Kang Rozak dan Abah hanya bisa menganggukan kepalanya. Sedangkan, Taca hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya.
"Emang Neng ngak akan tunangan dulu ?" tanya Aa Riki.
"Udah Aa.." jawab Taca cepat sambil menunjukkan cincin di jari manis Taca.
"Lah itu cincin dari Adipati ? Sangka teh hadiah chiki hahahaa..." ujar Kang Rozak sambil tertawa.
"Enak aja.." jawab Taca kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
"Haahhaa.. ya udah kalian tunangan dulu aja disini, gimana kalau 2 bulan lagi." Gio memberikan idenya.
"Nanti biar sekertaris saya yang urus semuanya," ujar Gio.
"Pokoknya Abah, Kang Rozak dan Aa Riki tidak usah mengurus apapun juga. Pokoknya tau beres saja yah." ujar Gio lagi sambil mengubah posisi duduknya.
"Ya sudah kalau begitu, Abah setuju terserah kalian saja mau acaranya seperti apa," ujar Abah sambil mengambil air minum didepannya.
"Ah ini... ada sesuatu." ujar Gio sambil menyerahkan kotak cincin pada Taca. "Anggap itu pengikat kamu dan Adipati."
Taca terdiam kemudian menatap Abah meminta persetujuan Abah untuk membuka kotak cincin tersebut. Abah langsung menganggukan kepalanya.
Taca terdiam menatap cincin dihadapannya, Adipati yang melihat cincin tersebut langsung tersenyum. "Itu cincin nikah Ibu kan ?" tanya Adipati dan langsung di jawab anggukan Gio.
"Papa yakin, Ibumu menyetujui pernikahanmu ini. Ibumu pasti senang jika cincin pernikahannya dijadikan cincin pertunangan kalian berdua," jawab Gio sambil tersenyum senang melihat Adipati masih mengingat cincin kesayangan Ibunya.
•••
Abah mau mandi sama siapa atuh... gimana kalau sama Ceu Ningsih ? Hahahaha....
Kalau ada yang nanya ada keluarga kaya abah yang absurd maksimal ?? Jawabannya Ada hahahaha 🙈🙈
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon