Water Teapot

Water Teapot
S2: Meredam cemburu


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Rozak berlari disepanjang koridor rumah sakit, kabar yang didengarnya 40 menit yang lalu membuat dirinya langsung meluncur ke rumah sakit. Rozak yang sedang berlibur di Jakarta, langsung pergi kerumah sakit saat tahu bahwa Ayah Iis meninggal. Kabar tersebut didapat dari Taca.


Rozak tau dia tidak pantas mengkhawatirkan Iis lagi, demi apapun Iis bukan miliknya lagi. Iis sudah menjadi milik Juan, lebih tepatnya Iis sudah menjadi Istri Juan. Harusnya Rozak tidak perlu mempedulilan kehidupan Iis lagi. Tapi, hatinya telah mengalahkan pikirannya, hatinya memaksa Rozak berlari di lorong koridor untuk melihat keadaan Iis.


Mengenal Iis selama seluruh hidupnya membuat Rozak tau, bila detik ini Iis akan histeris parah. Bibir Iis mungkin mengatakan dia membenci Ayahnya sampai ke tulang sumsum, tapi hatinya akan mengatakan bahwa Iis mencintai Ayahnya.


Rozak melihat ada dua orang suster yang berdiri di depan sebuat pintu yang tertutup rapat, Rozak langsung mendekati suster tersebut untuk menanyakan keberadaan Iis.


“Maaf Bu, tau dimana Lizbet Sandia? Yang ayahnya meninggal siang tadi ....”


“Setau saya namanya Ibu Lizbet Wijaya bukan Sandia, Pak,” ujar Suster berkacamata didepan Rozak.


Nyut....


Hati Rozak seperti ada yang mencubitnya, ngilu. Ternyata Iis sudah mengganti nama belakangnya dengan nama keluarga Juan. Argh... sadar Rozak, kamu yang ninggalin dia, jangan egois. Detik ini seluruh tubuh Iis adalah milik Juan.


“Iya maksud saya Lizber Wijaya, maaf saya baru ingat,” jawab Rozak kikuk.


“Anda suaminya?” tanya Suster yang tidak menggunakan kacamata sambil menunjuk Rozak menggunakan tangannya.


“Ah ... Saya ....”


PRANG....


Terdengar suara benda pecah dari dari dalam kamar yang berada disebelah kanan Rozak. Kedua suster tersebut langsung membukan pintu yang ada di sebelah kanan Rozak.


Rozak terdiam saat melihat siapa yang ada didalam kamar tersebut. Rozak melihat Iis yang sedang terdiam dengan tangan berlumuran darah. Tatapan mata Iis kosong.


“Iis ...” panggil Rozak cepat sambil masuk keruangan tersebut dan meraih tangan kanan Iis yang berlumuran darah.


“Kang ...” panggil Iis lemah.


“Tangan kamu kenapa, astaga. Suster tolong ini,” ujar Rozak sambil menunjukkan tangan Iis yang ternyata robek terkena pecahan vas bunga yang Iis genggam sampai merobek telepak tangannya.

__ADS_1


“Sakit ...” ujar Iis sambil menatap kosong Rozak.


“Suster, tolong cepet,” pinta Rozak sambil menungun Iis duduk disofa.


Seorang suster langsung datang membawa perlengkapan medis untuk mengobati tangan Iis yang berlumuran darah akibat pecahan Vas.


“Maaf Suster, ini suaminya mana?” tanya Rozak penasaran.


“Ah, Bapak bukan suaminya?” tanya Suster berkacamata itu kaget.


“Bukan saya bukan suaminya, saya temennya. Kebetulan pas mendengar kabar Ayah Bu Lizbet meninggal saya sedang berada didekat sini,” dusta Rozak, rasanya tidak etis kalau dia bilang bahwa dirinya adalah mantan pacar Iis.


“Ah ... itu dia kami sudah menghubungi suami Bu Lizbet dari tadi siang tapi belum bisa di hubungi,” jawab Suster berkacamata itu sambil membereskan perlengkapan medisnya, kemudian pergi dari sana.


“Oke makasih Suster,” ujar Rozak sambil duduk dihadapan Iis yang masih diam seribu bahasa dan menatap tangannya yang sudah dibalut perban.


Saat mendengar perkataan suster yang mengatakan kalau Juan masih belum dapat dihubungi sedangkan Iis saat ini dalam keadaan seperti orang stress membuat Rozak rasanya ingin menendang Juan.


“Iis, mau minum ?” tanya Rozak sambi beranjak dari duduknya.


“Kang, Apa Iis teh ngak boleh bahagia?” tanya Iis saat Rozak berdiri disamping Iis.


“Maksud Neng apa?” tanya Rozak sambil mengusap air mata Iis yang sudah mengalir pelan di pipi Iis.


“Maksud Neng, kenapa sih Neng teh setiap baru bahagia sedikit aja, langsung ditimpa sama kesialan gitu, kaya semesta tuh nggak izinin Neng bahagia sebentar doang,” ujar Iis sambil menatap Rozak.


Rozak mengenduskan napasnya pelan, Rozak yang tau kisah hidup Iis dari awal sampai akhir hanya bisa menepuk tangan Iis yang dibalut perban putih.


“Dulu aku udah bahagia sama keluarga aku, datang Kokom ngehancurinnya. Terus pas aku bahagia sama masa SMA tiba-tiba Tasya ninggalin aku sama Taca. Terus pas aku lagi bahagia pacaran sama Kang Rozak, tiba-tiba Kang Rozak ninggalin aku gitu aja karena alasan yang bikin aku ketawa. Sakit loh Kang waktu itu, aku sampai kaya orang stress kalau kata Taca,” ujar Iis sambil menatap Rozak tajam.


Rozak langsung menundukkan kepalanya lalu menjadikan tangan Iis tumpuan untuk dahinya dan mencium tangan Iis sambil berguman, “Maaf Neng, maaf sayangnya Akang, maaf....”


Iis diam tidak ada perasaan apapun mendengar perkataan Rozak, datar ...


“Terus sekarang pas Neng bahagia banget karena udah nikah sama Juan, Ayah udah cerai sama Kokom, tau kalau Bernard bukan anak kandung Ayah. Tiba-tiba Ayah meninggal,” ujar Iis sambil mengambil napas dalam-dalam.


“Neng, jangan punya pikirian gitu, Neng berhak bahagia, Neng...” ujar Rozak sambil mengusap pipi Iis yang sudah basah.


“Neng capek, Kang. Neng harus gimana? Sekarang Ayah udah Nggak ada, Neng harus apa?” tanya Iis sambil memejamkan matanya dan bernapas pelan.

__ADS_1


Saat Iis memejamkan matanya, Iis sama sekali tidak tau apa yang terjadi disekitarnya. Bahkan Iis tidak tau kalau Rozak sedang berdiri dan akan memeluknya.


Rozak yang masih menyukai Iis, memiliki rasa ingin memeluk Iis, merengkuhnya dan menjadikan dadanya sebagai senderan untuk kepala Iis yang tampak membutuhkan sandaran.


Saat akan memeluk Iis, Rozak merasakan tarikkan keras dibelakang kerah kemejanya yang membuat dirinya menjauh dari tubuh Iis.


“Apa ...” ucapan Rozak tertahan saat melihat Juan yang sudah menatapnya dengan tatapan yang seperti ingin memakannya.


Iis yang mendengar suara kegaduhan di sekitarnya langsung membuka matanya. Dilihatnya Rozak yang sudah berdiri menjauh dari dirinya. Kemudian disebelahnya ada Juan yang sedang menatap Rozak dengan tatapan membunuh.


Iis yang tidak sadar kalau suaminya sedang merendam perasaan cemburu pada Rozak, langsung berdiri kemudian melemparkan tubuhnya ke arah Juan. Juan yang kaget mendapatkan pelukkan dari Iis langsung menahan tubuh Iis dengan kedua tangannya.


“Mas, Mas....” pekik Iis sambil menangis keras, tubuhnya bergetar hebat. Tangis yang benar-benar sudah Iis tahan dari tadi siang.


“Mas, Ayah... Ayah, Mas...” isak Iis sambil membenamkan wajahnya di dada Juan, rasa sesak yang tadinya sudah mulai hilang saat ini kembali lagi, Iis ingin menangis sekuat-kuatnya dipelukkan Juan.


Juan yang tadinya hampir meledak amarahnya karena melihat Rozak hampir memeluk Iis, akhirnya harus meredam amarahnya sampai ke titik terendahnya.


“Duduk dulu Yang, maafin aku, tadi aku rapat. Maaf yah, duduk dulu...” pinta Juan sambil menuntun Iis duduk disofa.


Iis menurut kemudian duduk di sofa, setelah Iis duduk, Iis langsung memeluk Juan dengan erat, menekan seluruh inci tubuhnya ke arah tubuh Juan. Juan langsung mengelus rambut dan punggung Iis dengan lembut.


Iis menangis sekeras-kerasnya dan sekencang-kencangnya di pelukkan Juan. Sambil menggosok-gosokkan wajahnya di bahu Juan.


“Sabar Sayang, sabar. Udah sabar, Sayang,” bujuk Juan sambil terus mengusap bahu dan rambut Iis dengan lembut sambil sesekali menciumi pipi dan pucuk rambut Iis.


Rozak yang melihat itu semua sadar. Dia tidak akan bisa mendapatkan celah untuk menggeser perasaan Iis pada Juan. Perlakuan Iis saat bertemu dengan dirinya tadi sangat dingin, bahkan lebih ketidak peduli. Berbanding terbalik saat melihat Juan, Iis seperti melemparkan tubuhnya pada Juan, meminta Juan untuk memeluknya. Ah... mungkin Rozak harus move on. Move on dari Iis, berdoa moga bisa mendapatkan wanita yang bisa Rozak jaga, wanita yang tidak akan Rozak sia-siakan.


•••


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2