
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Hari ulang tahun Nenek tiba, Iis tidak mengerti dengan arti kata privat di otak keluarga Wijaya. Ini mah bukan privat tapi satu kampung dateng...!!!! Sepertinya Iis melihat hampir semua orang terkenal di sana. Tokoh penting berlalu lalang dihadapan Iis. Berkali-kali Iis dikenalkan oleh Juan pada mereka dan berkali-kali juga Iis harus memberikan senyum penuh kepalsuan dimulutnya.
Saat Iis sedang mengambil minum di salah satu meja tiba-tiba ada yang menyapanya.
“Udah siap jadi keluarga Wijaya, Iis ?”
“RADI...!!!!” pekik Iis sambil menatap Radi.
Radi tersenyum pada Iis, “Udah lama kita ngak ketemu, terakhir dinikahan Taca ‘kan ?”
“Iya, kemana aja kamu ?” tanya Iis kepo dengan kehidupan Radi saat ini.
“Ada, sedikit move on,” ujar Radi sambil tersenyum pada Iis.
“Sama Kania ?” tanya Iis sambil menatap Radi.
Radi tersenyum mendengarkan nama Kania, gadis yang hampir saja dia pacari. “Bukan, tapi sama itu..” Radi menunjuk seorang gadis mungil yang sedanh berbicara dengan seseorang didepannya.
Iis terkesiap melihat gadis itu, astaga dia mirip dengan Taca. Perawakan dan wajahnya sangat mirip dengan Taca, hanya mungkin gadis itu lebih tinggi dan rambutnya pirang. “Cewe yang mirip Taca ?”
Radi hanya bisa menganggukan kepalanya, mirip Taca adalah salah satu hal dia mengencani Arrumi. Wanita itu mirip dengan Taca, terkadang Radi suka salah memanggil Arrumi dengan nama Taca.
“Iya, cantik yah..” ujar Radi sambil meminum minumannya.
Iis menatap Radi dengan tatapan kesal, ini mah bukan move on malah makin jadi...!!! “Cantik..”
“Sini ikut, aku kenalin,” ujar Radi sambil berjalan kearah Arrumi, Iis hanya bisa mengekor dibelakang Radi.
“Arr, sini aku kenalin sama temen aku waktu kuliah, ini namanya Iis,” ujar Radi mengenalkan Iis dengan Arrumi.
“Arrumi.”
“Iis..”
Iis hanya tersenyum, dilihat dari dekat Iis benar-benar siwer melihat Arrumi. Gadis itu benar-benar mirip Taca, hanya berbeda tinggi badan saja. Taca pendek hingga memberikan kesan mungil sedangkan Arrumi tinggi memberikan bentuk tubuh yang proposional.
“Kamu temen Radi ? Pas kapan ?” tanya Arrumi sambil tersenyum pada Iis.
Makjan, bahkan suaranya juga sama. Ini si Radi move on atau apaan ???
“Waktu kuliah di Bandung, kita satu fakultas gitu. Tapi dia kabur ke Singapura, jadi ngak tau lulus ngak tau ngak,” canda Iis.
“Hei.. aku lulus, jangan meremehkan yah,” ujar Radi sambil mendorong halus Iis.
Arrumi tersenyum melihat Radi bercanda dengan Iis, tiba-tiba Arrumi merasakan ada yang menarik lengannya.
“Amore, mana Kama dan Kalila ?”
“Eh...” Arrumi bingung lengannya ditarik oleh pria ganteng nan rupawan bermata biru.
__ADS_1
“Oh... maaf saya sangka istri saya,” ujar Adipati bingung, kenapa wanita didepannya ini mirip sekali dengan Taca, masa Taca kembar tiga...!
“Adipati, kamu udah dateng?” tanya Iis saat melihat Adipati dihadapannya.
“Ah.. Iis, kamu liat Taca. Tadi, dia izin buat ganti popok Kama, tapi ngak balik-balik,” ujar Adipati sambil melihat kekanan dan kekiri mencari Taca yang menghilang dari radar pengawasannya.
“Hai, Adipati. Long time no see,” ujar Radi sambil menarik Arrumi kedekatnya.
Adipati menatap Radi, astaga curut ini ngapain disini, sepertinya dia harus memberikan perhatian extra pada Taca. “Baik, ngapain lo disini ?”
“Hahahhaa... aku diundanglah. Aku mewakilin keluarga Hasta, lupa kalau Papa aku ada bisnis sama keluarga Wijaya ?” Radi mengingatkan kembali tentang keluarganya.
Adipati melengos, “Oh...”
“Ah, kenalin ini pacar aku Arrumi, Arrumi ini Adipati suami dari sahabat aku waktu di Bandung dulu,” ujar Radi memperkenalkan Arrumi dengan Adipati.
Adipati melongo mendengarkan penjelasan Radi. Wanita bernama Arrumi ini mirip Taca. Astaga Radi benar-benar harus move on..!!
“Arrumi”
“Adipati,” jawab Adipati datar.
Adipati tidak mau ambil pusing dengan kelakuan Radi yang mendapatkan pacar wanita yang mirip Taca, karena yang penting saat ini Taca sudah menikah dengan dirinya.
“Iis, temenin aku nyari Taca, aku takut dia kewalahan ngurus Kama dan Kalila. Walau dia sama Pengasuh, tapi aku suka kasian sama Taca,” ujar Adipati sambil melambaikan tangannya pada Radi dan Arrumi.
“Nyari Taca dulu, Yah..” ujar Iis sambil meninggalkan Radi dan Arrumi.
•••
“Itu ngak salah pacar Radi ? Mirip banget Taca, ngak bisa move on atau gimana sih ?” Adipati bingung dengan jalan pikiran Radi.
“Iya sih, tapi kok rada ngeri yah, kebayang kalau Arrumi tau muka, postur tubuh sama suara dia mirip sama mantan gebetan Radi, bakal gimana perasaannya," ujar Adipati.
"Aku ngak tau, Di. Mungkin sakit ?" tanya Iis.
"Mungkin," ujar Adipati, tiba-tiba terdengar suara teriakkan.
“TOLONGGGGG...!!!”
Iis dan Adipati kaget mendengar suara seseorang dari dalam kamar, mereka langsung membuka kamar dan tampak Taca yang tertawa terpingkal-pingkal sambil menyusui Kalila dan Juan yang kelimpungan di pipisi Kama.
“Hahahhaaa... hai Iis, Di. Liat deh Kama pipisin Om Juan,” ujar Taca sambil tertawa.
Iis melihat Juan yang kelabakan karena terkena air mancur dari Kama, Baju dan badannya basah terkena pipis Kama.
“Astaga Mas, kamu ngapain?”
Juan menatap Kama dengan tatapan kesal, Kama hanya tersenyum melihat Juan yang sudah basah kuyup terkena pipis Kama.
“Da..da.. oeee...” ujar Kama sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangannya.
“Wah, bagus Nak, tau aja Om Juan belum mandi,” ujar Adipati sambil mendekati Juan.
“Bener-bener kelakuan kamu Kama, mirip banget sama bapak kamu. Nyusahin mulu Om, muka sama kelakuan sama,” ujar Juan sambil mengambil tissue kemudian melap muka dan lehernya.
__ADS_1
“Like father like son,” ujar Taca sambil tersenyum senang.
Iis hanya bisa menggelengkan kepalanya, “Udah, Mas ayo kita kekamar mandi, ganti baju kamu, bentar lagi acara tiup lilinnya mau dimulai,” ujar Iis sambil menarik tangan Juan keluar dari kamar mendinggalkan Adipati dan Taca.
“Aww...” teriakkan Taca tiba-tiba membuat Adipati waspada.
“Amore, kenapa ?” tanya Adipati sambil menggendong Kama dan mendekat pada Taca.
“Sakit, Kalila nyedotnya keras banget.” Isak Taca sambil mengusap matanya.
Adipati langsung duduk disebelah Taca kemudian mengusap rambut Taca lembut, “Sabar Amore, mau makan apa? Mau aku bawain ?” tanya Adipati.
Taca tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Ah.. suaminya ini benar-benar membantu dirinya mengurusi anak-anak, secapek-capeknya Adipati pasti dia mau mengurusi Kedua anak kembarnya. Adipati bukan hanya jago membuat Baby, tapi dia juga jago mengurus Baby.
“Ngak, mungkin karena tadi aku pusing di yacht jadi rada ngak enak badan, ASI aku jadi kurang. Kamu udah makan ?” tanya Taca sambil mengelus pipi Adipati.
“Belum, nanti kita makan bareng aja. Kama sama Kalila kita titip mbak, udah nyusunya Kalila ?” tanya Adipati sambil mengingip ke dalam penutup kain Taca.
Adipati melihat Kalila yang dengan semangat 45 menyusu pada Taca, ah... Adipati jadi kangen menyusu pada Taca, sudah lama tidak menyusu. “Nak, kapan Daddy bisa nyusu ke Mamah, Nak. Sekarang tempat kesukaan Daddy dikuasai kalian berdua, astaga nasib-nasib,” canda Adipati sambil menatap Kalila pasrah.
“Astaga, Di. Kamu tuh yah, bentar lagi juga bisa,” ujar Taca sambil menjawil hidung suami omesnya.
“Kapan, hah... 'ade' aku kangen jalan-jalan 'dilorong' kenikmatan, pokoknya kangen semuanya..” ujar Adipati sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Taca.
“Tunggu 2 minggu lagi yah, aku juga kangen 'dihentak' sama kamu,” ujar Taca sambil mengerling nakal pada Adipati, membuat celananya makin sesak.
“Astaga Amore, titip Kama sama Kalila ke Mbak yah,” ujar Adipati sambil mencium bibir Taca lembut.
Klik...
“Bang, dicari Nenek...” Dimas langsung mematung melihat Taca dan Adipati yang sedang melakukan penukaran Saliva.
“Eh..kamu..” ujar Taca kaget karena melihat Dimas.
“Taca, Adipati.. maaf-maaf. Saya cari Abang,” ujar Dimas sambil merutuki nasibnya, darah jomblonya meronta-ronta.
“Abang ? Abang siapa ?” tanya Taca bingung, Taca yang tidak tau kalau Dimas adalah sodara Juan hanya bisa kebingungan.
“Juan dikamar mandi,” jawab Adipati dingin. “Kamu kenal dia ?”
“Kenal, dia adiknya Sarah,Sarah itu temen Iis yang nampung Iis pas pergi dari Juan. Lah emang dia siapanya Juan ?” tanya Taca bingung.
“Dia, sodaranya Juan,” ujar Adipati menerangkan. Bibir Taca langsung membentuk hurf O, saat mendengat penjelasan Adipati.
“Hhehehee... iya Taca, dunia sempit. Aku nyari Abang dulu, yah.” ujar Dimas sambil keluar dari ruangan tersebut. Astaga ngenes banget, ternyata bener Taca udah punya anak, dua pula mana suaminya Adipati. Ah.. sudahlah, sabar Dimas, sabar...!!!
•••
Yeahh siapa yang kangen pasangan mesum ? Hihihihihii....
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon