Water Teapot

Water Teapot
S2: Jahilnya Bayi Besar


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Hampir 2 jam Juan tidur dipangkuan Iis, selama 2 jam Iis mencoret coret kertas dihadapannya. Berharap bisa menuliskan sesuatu yang meyakinkan untuk laporannya nanti pada Pak Sugito. Gimana mau wawancara bayi besarnya ini terus tidur dengan pulasnya di paha Iis sampai kesemutan.


Walau sudah kesemutan, Iis tidak tega membangunkan bayi besar kesayangannya ini. Bayi besarnya ini tidur dengan sangat nyenyaknya, sesekali kepalanya menggelitik perut Iis membuat Iis tersenyum.


“Yang...”


Iis menatap Juan yang tertidur dipahanya, “Udah bangun, Mas ?”


“Udah, pantat aku sakit, ngak enak bobo di lantai yah,” keluh Juan sambil mengusap pipi Iis.


“Biasa pake kasur king koil yah gini kalau disuruh lesehan langsung encok,” canda Iis sambil tersenyum pada Juan.


Juan yang melihat senyuman Iis langsung menarik rambut Iis, mau tidak mau Iis membungkuk mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Juan.


Juan yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada langsung mencium bibir Iis dengan lembut, Iis yang kaget dengan kelincahan Juan yang mencuri kesempatan untuk menciumnya hanya bisa pasrah. Jantungnya bertalu-talu mencium bayi besar kesayangannya itu.


Ciuman yang manis berubah menjadi menuntut, setiap sentuhan Juan di tubuh Iis membuat Iis seperti tersengat listrik, rasa rindu diantara keduanya benar-benar membangkitkan gairah yang terpendam hampir 1 minggu. Juan berdiri dari tidurnya tanpa melepaskan pangutannya


Juan duduk dihadapan Iis, memposisikan dirinya sebaik mungkin berhadapan dengan Iis tanpa melepaskan pangutannya, tangan kiri Juan sudah merambah kebalik blouse Iis, sedangkan tangan kanan Juan sudah menyelusup kebalik rok Iis, mengelitik paha Iis dengan ahlinya.


Entah karena apa Iis sama sekali tidak menolak Juan, Iis langsung mengalungkan tangannya di leher Juan dan mengeratkan pelukkannya. Napas mereka memburu, Juan benar-benar tidak bisa mengendalikan lagi nafsunya, begitupula dengan Iis.


Ciuman liar Juan dan apa yang dilakukan Juan dibalik rok Iis mampu membuat Iis melambung kelangit ketujuh. Tanpa sadar tangan Iis menarik kemeja Juan membuat dua kancing teratas Juan copot.


Permainan makin panas dan liar, Iis sudah pasrah bila Juan melakukan transfusi darah putih dengan dirinya. Blouse Iis sudah terangkat sempurna, membuat Juan bermain di bagian dada Iis.


Desahan berkali-berkali meloncat keluar dari bibir Iis. “Mas...”


“Hmm..” jawab Juan pendek.


TOK TOK TOK....


Juan dan Iis menghentikan gerakkannya, mereka saling pandang.


“Bu Lizbet maaf, saya mau memberikan kertas hvs,” ujar Pak Sugito dari balik pintu.


“I...i.. ehem..” Iis berusaha untuk menstabilkan intonasi suaranya yang terdengar parau, “Iya Pak, sebentar.”


Iis langsung membetulkan blousenya dan rok span selututnya, dibenarkannya rambut panjang miliknya dengan cepat. Untungnya diruangan tersebut ada kaca sehingga Iis mampu dengan cepat membenarkan make up, pakaian dan rambutnya dengan tenang, tapi entah kenapa Iis merasakan hal yang aneh dibalik roknya. Tapi, Iis mengabaikannya.


Klik...


Iis membuka pintu sedikit melindungi Juan yang sedang berbenah, karena entah kenapa pakaian Juan lebih acak-acakan dari pada Iis, bahkan celana panjangnya sudah terbuka.


“Iya, mana kertasnya, Pak ?” tanya Iis sambil tersenyum pada Pak Sugito.


“Ini... hmm ngak ada aneh-aneh ‘kan ?” tanya Pak Sugito.


‘Wah bukan aneh lagi Pak, saya hampir lepas kegadisan disini, Pak’ batin Iis.

__ADS_1


“Ngak ada, kenapa Pak ?”


“Masalahnya wawancara kamu sama Pak Juan ini requestan khusus,” ujar Pak Sugito.


“Hah ? Siapa yang request ?” tanya Iis bingung.


“Ibu Liliana Wijaya, Istri Kevin Wijaya. Pertama kali datang dan minta biro kita urus psikotest ini, dia minta cuman kamu yang wawancara dan Psikotest Pak Juan Wijaya,” ujar Pak Sugito.


Iis yang mendengar informasi tersebut hanya bisa tersenyum. ‘Astaga jadi ini kerjaan Mamih? Ngak anak ngak emak sama aja,’ batin Iis.


“Oh, ngak papa, saya masuk dulu yah Pak,” ujar Iis sambil menutup pintu.


Iis berbalik dan melihat Juan yang sudah berpakaian rapih kembali walau dua kancing bagian atasnya copot.


“Apa itu, Yang ?” tanya Juan sambil melihat kertas HVS yang dipegang Iis.


“Alat test, udah sekarang kamu aku wawancara dulu. Waktunya tinggal 30 menit lagi, aku bisa diamuk massa kalau ngak ngasih laporan apapun juga, Mas.”


“Aku cuman butuh 20 menit buat nyelesain yang tadi, Yang,” goda Juan.


Muka Iis memerah mendengar perkataan Juan, tadi hampir saja Iis kelepasan. Andai tidak ada gangguan dari Pak Sugito, mungkin dia saat ini sudah menyatu dengan Juan.


“Dan aku butuh 25 menit untuk mewawancara kamu, waktunya ngak cukup, Mas.”


Juan tertawa melihat ekspressi Iis, “Oke, nanti dilanjut lagi, sekarang aku harus jawab apa ?”


“Duduk Mr. Wijaya.”


“Iya Mrs. Wijaya,” balas Juan sambil menatap Iis nakal.


Senyuman Iis langsung merekah saat Juan memanggilnya dengan nama belakang milik Juan. “Gombal...”


“Masss...” jerit Iis kesal sambil menatap Juan dengan tatapan siap membunuh.


“Hahahhaa... ya udah cepet mau tanya apa ?” tanya Juan.


Iis memulai pertanyaannya dengan cepat. Juan menjawab pertanyaannya dengan tenang dan tepat. Dari semua pertanyaan yang diberikan oleh Iis, Juan mampu menjawab semua pertanyaannya dengan benar.


‘He really smartass (dia sangat-sangat pintar)’ batin Iis saat mendengar jawaban Juan, diliriknya hasil psikotest Juan.


‘IQ-nya 125, pantes sebagaimanapun kondisinya dia mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik, tapi emosi yang meledak-ledak pada diri Juan benar-benar terlihat jelas dihasil psikotestnya.


Iis terus mewawancarai Juan, posisi yang akan diberikan pada Juan bukan posisi main-main, Iis harus berusaha untuk menggali potensi Juan habis-habisaan. Akhirnya wawancara selesai juga, Iis benar-benar puas dengan hasil kerjanya.


Iis dan Juan pun akhirnya berdiri kemudian berjalan kearah pintu keluar ruangan. Saat Iis akan membuka pintu Juan menahannya.


Plakk..


Iis kaget saat Juan memukul bagian belakang pinggulnya. Sakitnya bukan main dan dingin.


“Kamu tuh yah, jahil mulu beneran deh,” ujar Iis geram sambil membulatkan matanya dan menatap tajam Juan.


“Kamu tuh bener-bener ngak sadar dari tadi ngak pake ini ?”tanya Juan sambil menunjukkan sesuatu di tangan kanannya.


Iis menatap benda yang ada ditangan Juan bingung, apaan itu. Benda berenda dan berbentuksegitiga berwarna hitam ditangan Juan itu persis seperti salah satu pakaian dalamnya dan sedang dipakai oleh Iis saat ini.

__ADS_1


Sebentar...


Iis mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha untuk berpikir lebih jernih lagi. Tangan Iis mulai mengelus pinggul bagian belakangnya.


“ASTAGA...!!! Kok bisa, pantes dingin..!!” ujar Iis bingung kenapa saat ini dia sama sekali tidak menggunakan pakaian dalam bagian bawahnya. Gimana caranya Juan mengambilnya, astaga bangsul satu ini bener-bener...!


“Hahahhahaaa.... kamu ngak sadar dari tadi ?” Juan terkekeh kemudian memasukkan kembali pakaian dalam bagian bawah Iis kesaku celananya.


“Eh.. siniin aku mau pake..!” ujar Iis sambil berusaha untuk mengambil pakaian dalam tersebut.


“Mau ?” tanya Juan sambil mengerling nakal kearah Iis.


“Iya..!?”


Juan langsung membuka pintu kemudian keluar dari dalam ruangan, tapi setengah badannya masih ada di ruangan tersebut.


Tukk


“Awww...” teriak Iis sambil menyentuh hidungnya yang disentil Juan.


“Makanya pulang, Yang hahahaaa...” kekeh Juan sambil menutup pintu ruangan tersebut meninggalkan Iis yang kesal bukan main dengan kelakuan Juan yang membuatnya naik darah..!


“AWAS KAMU JUAN WIJAYA...!!!!”


•••


O OW hampir sajaaaaa hampir sajaaa...


Hihihihiii...


Semuanyaaaa haii...


Kaka Gallon disini, akhirnya kaka galon punya GC, mari kita ngobrol disana..


tapi biar asik yang mau masuk ada passwordnya. Pas masuk jawab pertanyaan ini yah, semuanya...


Pertanyaannya


1 apa merk mobil yang sering dipakai Juan ?


2 siapa nama kucing Cicil ?


3 bahasa Italy jika kau bukan istriku, aku akan melemparmu ke sungai ?


Dan pas masuk jangan lupa intro yah, sayang-sayangku..


yuk mari kita ngobrol di GC, happy-happy yah semuanya...


Oh sama GC buat 18+ yah jangan kurang nanti sawan denger obrolan yang ada hahaha


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2