
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Awalnya Abah ingin melakukan Acara 4 bulanan tapi karena kesibukan Adipati ditambah ngidam Taca yang kadang diluar nalar orang normal akhirnya acara tersebut dibatalkan, bahkan rencana melakukan bulan madu ke Italia pun tidak jadi dilakukan karena kesehatan Taca yang tidak memungkinkan mereka terbang menggunakan pesawat lebih dari 4 jam. Akhirnya acara 7 bulanan lah yang diadakan di Citeko.
Acara 7 bulanan berlangsung sangat meriah, walau hanya acara pengajian dan sholawatan tanpa ada acara apapun lagi. Tapi semuanya sangat meriah dan hikmat apalagi adanya 2 buah pohon kelapa yang di hias sedemikian rupa menggunakan uang seratus ribuan yang digantung di tiap sapu lidi yang ditancapkan ke pohon kelapa sebagai sovenir.
Tapi, acara tidak pernah meriah tanpa kedatangan Rina dan Ceu Ningsih yang siap dengan bibir julidnya yang sudah tersohor sekampung Citeko. Topiknya ? Oh sudah pasti tentang hamilnya Taca yang sudah 7 bulan sedangkan pernikahannya kurang dari itu.
"Ceu, si Taca teh yah, kok bisa hamil 7 bulan kan kalau diitung-itung hamilnya kurang dari 7 bulan," ujar Ceu Ningsih membuka obrolan gosip di siang hari sambil memakan makanan yang sudah disediakan oleh keluarga Taca.
"Ih... bener pisan, nahanya. Nabung dulu gitu,yah ?" ujar Ceu Esih yang juga sama-sama julid.
"Ah, kemarin nikah buru-buru tuh mungkin karena ini, Ceu. Parah nya..." ujar Rina ikut mengompori. Rina emang kompor meleduk kalau soal kejulidan.
"Ah...bener juga. Ih amit-amit deh jangan sampai anak saya kaya gitu," ujar Ceu Eha sambil memakan ayamnya dengan lahap.
"Iya, ah biasa pacaran sama bule mah pergaulan bebas, ih denger-denger bulena teh, belum disunat pas kemarin tuh," Ceu Ningsih makin kompor meleduk.
"Hah... alah, ih Neng Taca mauan yah sama yang belum disunat, tapi sekarang udah disunat ?" tanya Ceu Eha penasaran.
"Udah katanya, ih kebayang keras, hahahhaaaaa," ujar Ceu Ningsih sambil tertawa terbahak-bahak diikuti oleh Ibu-Ibu lainnya.
Taca yang tak sengaja mendengarkan perkataan gerombolan terjulid se-Citeko langsung menghentikan langkahnya kemudian menatap mereka semuanya. Entah kenapa ada rasa ingin membalas kejulidan Emak-Emak itu.
Dengan perut besarnya Taca berjalan mengendap-ngendap kebelakang rombongan Emak-Emak julid tersebut. Perut Taca yang besar tidak menyurutkan keinginannya untuk mendekat pada orang-orang tersebut.
"Mending kaya Neng Rina, halal dulu yah Neng. Gimana udah Isi Neng ?" tanya Ceu Esih pada Rina sambil mengelus pahanya.
"Ah, belum Ceu. Biasa Kang Entis sama saya lagi ingin pacaran dulu," jawab Rina menghindar pertanyaany yang sudah sangat memusingkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh, jangan ditunda Neng..."
"Alah, Pacaran atau emang susah punya anak gara-gara mulut kamu yang demen banget ngejulid-in orang, Hah ?" potong Taca cepat sambil berkacak pinggang.
Semua orang langsung menatap Taca yang sudah ada dibelakang mereka, "Apa, demen banget ngejulid-in orang," ujar Taca geram.
"Eh.. kalau ngomong dijaga yah," ujar Ceu Ningsih yang tidak terima anaknya di hina Taca.
"Ihh... kamu tuh yang omongannya dijaga, punya bibir ngoceh mulu..!" ujar Taca sambil membulatkan matanya.
"Eh, dasar anak kurang ajar. Kamu tuh lagi hamil, baek-baek nanti susah ngelahirinnya," ujar Ceu Icih sambil berdiri dari kursinya.
"Ihh situ yahg kurang ajar, emang kenapa kalau suami saya baru disunat ? Hah... yang disunat suami saya kok kamu yang repot ?" tantang Taca gemas, entah karena hormon kehamilan atau apa tapi Taca benar-benar marah pada Emak-Emak itu, hanya satu yang ada diotaknya saat ini, jangan ada yang hina Adipati..!
"Eh, Taca jangan nyebelin deh. Hamil diluar nikah aja sombong," teriak Rina yang kesal dengan Taca.
"Ih kalau ngomong dijaga, aku tuh udah nikah, makanya hamil. Daripada situ nikah tapi ngak hamil-hamil. Siap-siap dijulid-in satu kampung yah, Rin..." ujar Taca sambil berjalan mendekati Rina bersiap mencakat Rina.
"Apa, ngak lah kenapa aku harus dijulid-in ? Aku istri Lurah mana ada yang berani julid-in aku, Emang kamu udah bekasan Ryan, eh dipake sama bule, untung dikawin..!" jerit Rina kesal, karena Rina sadar apa yang diomongkan Taca ada benarnya, dia bakal jadi hot topic seandainya dia tidak hamil-hamil juga, Rina sudah tau dengan pasti keganasan mulut Emak-Emak di Citeko.
"Ngapain ? Wong kenyataan kok, kasian si bule dapet yang udah ngak segel, kegadisan kamu ilang sama Ri...."
Brakkk...
Taca terdiam saat melihat ada sebuah kursi melayang dipinggir Rina, sesenti lagi mungkin kursi tersebut bisa mengenai Rina. Taca, Rina dan Emak-Emak disana langsung mencari siapa yang melempar kursi tersebut.
"Kamu, punya mulut ngak pernah disekolahin atau apa ?" tanya Adipati kesal sambil berjalan mendekati Taca kemudian menariknya kebelakang badannya.
"Seenaknya kamu bilang kegadisan Istri saya diambil Rian, perlu kamu tau yah. Yang ambil kegadisannya Taca itu saya suaminya, NGERTI KAMU...!!" hardik Adipati kesal.
"Ada apa ini ?" tanya Entis yang baru datang.
"Tanya istri kamu, kalau punya mulut disekolahin, sekali lagi saya dengar Istri atau keluarga kamu hina keluarga istri saya, saya bikin kamu non-job..!" Adipati memperingatkan Entis sambil menunjuk muka Entis.
__ADS_1
Raut wajah Entis berubah pias, bukan tanpa alasan tapi semenjak kejadian Pak Ridwan Kamil kemarin Entis langsung mencari informasi mengenai Adipati dan Juan, Entis langsung mengurut dada saat mengetahui siapa sebenarnya Adipati dan Juan.
"Adipati, ini bisa dibicarakan baik-baik. Rina, ayo pulang," ujar Entis sambil menarik Rina yang mengerucutkan mulutnya.
"Kamu tuh, jangan usik lagi Taca sama keluarganya kalau kamu masih mau jadi istri Lurah. Ngerti kamu," ujar Entis sambil terus menarik Rina menjauh dari sana, dibelakang mereka Ceu Ningsih ikut mengekor.
"Tapi..."
"Rina, ngak ada tapi. Adipati dan Juan bukan orang sembarangan, kita ngak akan sangup buat menghadapinya. Mulai sekarang kurang-kurangin julid kamu sama Taca," ujar Entis sambil terus berjalan meninggalkan acara 7 bulanannya Taca.
Taca melihat Rina, Ceu Ningsih dan Entis berjalan meninggalkan mereka semuanya.
"Di..." rengek Taca manja sambil menarik-narik baju bagian belakang Adipati.
"Iya, Amore. Udah jangan berantem lagi. Biarin aja mereka, yang waras ngalah," ujar Adipati sambil mencium pucuk rambut Taca.
"Iya, aku ngak suka aja dia hina-hina kamu. Mau kamu kaya gimanapun kamu itu suami aku, aku ngak rela pokoknya kalau kamu dihina," ujar Taca sambil memeluk Adipati.
"Iya, iya... udah sekarang masuk kasian kamu berat bawa-bawa si kembar diperut," ujar Adipati sambil memapah Taca yang tampak kepayahan membawa perutnya yang sangat besar.
Taca langsung menggandeng Adipati kemudian menatap Adipati dengan tatapan penuh cinta, bersyukur mendapatkan pria yang mau menerima dan mencintai dia apa adanya. Laki-laki yang akan menjaganya, merawatnya dan menyayanginya hinga akhir hayatnya, Lelaki bernama...
-Adipati Berutti-
TAMAT...
•••
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon