Water Teapot

Water Teapot
S2: Kepala batu...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


2 minggu kemudian.


Hari ini Iis sudah melakukan suntik HCG tanpa memberitahukan pada Juan. Iis benar-benar penasaran kenapa dia tidak hamil sama sekali. Walau Iis sudah membaca dampaknya di suntik hCG selain berat badan bisa naik, buah dada bisa mengeras dan moodnya bisa sangat-sangat sensitif bahkan bisa sampai depresi.


Tapi, Iis tidak peduli. Pokoknya Iis ingin coba. Jadi atau tidaknya yang penting Iis sudah mencobanya. Yang penting Iis sudah ikhtiar.


Iis sedang membayar biaya suntikan yang sudah Iis lakukan saat menemukan Juan ada dihadapannya. Saking kagetnya hampir saja Iis menjatuhkan bon pembayarannya.


“Kamu sakit apa?” tanya Juan sambil menatap Iis.


“Mas, kamu kenapa bisa disini?” tanya Iis bingung, seingatnya dia tidak memberitahukan keberadaannya sama sekali pada Juan.


“Aku ketemu Dokter Rendra, diskusi hasil lab Papih,” ujar Juan.


“Oh....”


Juan menatap Iis dari atas sampai bawah, kenapa Istrinya tiba-tiba ketakuan seperti ini. “Kamu kenapa?”


“Nggak kenapa-kenapa, aku baru... baru....”


“Baru apaan?” tanya Juan sambil berusaha melihat bon pembayaran yang Iis sembunyikan dibelakang badannya.


“Baru....”


Arghh... Iis paling susah untuk menipu suaminya ini. Berpikir Lizbet Sandia Wijaya. Saat sedang berpikir Iis melihat seorang anak kecil membawa balok-balok kayu.


“Baru ambil data anak umur 7 tahun,” jawab Iis cepat.


“Ambil data?”


“Iya ambil data, anamnesa awal,” jawab Iis cepat.


“Ah, dirumah sakit?” tanya Juan sambil melirik kertas di belakang tubuh Iis. Juan berusaha untuk membaca tulisan dikertas tersebut. Usaha Juan berhasil, HCG.


‘HCG?’ batin Juan, buat apa istrinya suntik HCG. Ah... jangan bilang istrinya masih berusaha untuk memiliki anak. Aduh... Juan benar-benar lupa untuk mengungkapkan penyakitnya gara-gara terlalu sibuk dengan berbagai macam pekerjaan yang ada.


Juan tahu apa itu suntik HCG, dulu Cicil pernah disuntik HCG untuk mendapatkan anak dari dirinya tapi nihil, Cicil sama sekali tidak bisa hamil. Sebagaimanapun usaha Juan melakukan transfusi darah putih dengan Cicil, semua usahanya sia-sia. Yang ada emosi Cicil benar-benar tidak terkontrol. Moodnya berubah, kadang marah, kadang nangis, kadang senang, hampir gila Juan dibuatnya waktu itu.


“Kamu suntik HCG, buat apa?” tanya Juan datar sambil menatap Iis.


Iis kaget saat Juan mengetahui kalau dia baru saja suntik HCG. “Buat....”


“Astaga Yang, aku udah bilang, Stop. Udah Stop, aku bahagia cuman berdua sama kamu. Udah cukup kalau nggak dikasih keturunan pun nggak papa,” ujar Juan datar sambil mengambil bon pembayarannya kemudian meremasnya kesal.


“Mas aku cuman....”


“Udahlah terserah, terserah kamu. Pokoknya kalau nggak berhasil nggak usah ngambek-ngambek kaya kemarin lagi. Nggak usah nangis-nangis nggak jelas. Aku capek, Yang,” sentak Juan sambil meninggalkan Iis sendirian yang menahan tangisnya sambil melihat ujung sepatu high heels hitam miliknya.


Iis hanya diam dan menghela napasnya, salahnya juga tidak meminta izin dulu dengan Juan.


‘Ah... bodoh... bodoh...” ujar Iis didalam hati sambil memukuli kepalanya dengan kesal, tiba-tiba air matanya keluar dari matanya.


‘Ah kenapa jadi nangis sih?’ batin Iis sambil mengusap air matanya. Tiba-tiba...


Tangan Iis ditarik oleh seseorang.


“Mas,” panggil Iis saat melihat orang yang menariknya adalah Juan.


Juan dengan cepat menarik Iis kearah parkiran mobil. Iis dengan pasrah mengikuti Juan berjalan kearah parkiran mobil.


“Kamu maunya apa sih, Yang,” tanya Juan saat mereka sudah masuk kedalam mobil Juan.

__ADS_1


Iis tidak menjawab dia hanya menatap ujung sepatunya sambil meremas-remas ujung blouse pink yang sedang dikenakan oleh Iis.


“Yang, mau kamu apa?” tanya Juan.


“Aku cuman mau usaha aja, Mas,” bisik Iis lirih sambil menggigit bibir bagian bawahnya.


Brakkk...


“Kan aku udah bilang sama kamu, nggak usah usaha aneh-aneh,” ujar Juan sambil memukul stir didepannya dengan keras sampai membuat Iis tersentak kaget.


“Mas...” isak Iis sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


Selama berpacaran dan menikah dengan Juan, Iis belum pernah melihat Juan semarah ini. Semarah-marahnya Juan paling hanya tidak mengajaknya berbicara sama sekali, tapi sekarang Juan sampai membentak-bentaknya. Iis benar-benar merasa bersalah. Tapi, apakah salah ingin berusaha memiliki anak? Memang kenapa kalau Iis ingin punya anak? Dosakah? Salahkah? Kenapa hampir semua orang yang dikenalnya melarangnya untuk melakukan usaha dalam memiliki anak?


Iis serasa sendirian.


“Udahlah Yang, kamu maunya gimana?” tanya Juan.


“Aku...”


“Kamu maunya apa? Aku udah larang kamu, kamu tetep kepala batu, bisa nggak sih dengerin aku ngomong? Bisa nggak sih nurut sama suami sekali aja?” sentak Juan.


Iis langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya berjuang untuk tidak menangis histeris. Hati Iis sakit di bentak oleh Juan, Iis hanya ingin mencoba. Salahkah dia mencoba? Kenapa Juan tidak mau mendukungnya sama sekali, nggak boleh dia berharap mengandung anak Juan, memberikannya keturunan?


“Udah pokoknya mulai sekarang, nggak ada lagi usaha-usaha. Udah stop, gila aku lama-lama,” ujar Juan sambil menyalakan mobilnya dan keluar dari parkiran rumah sakit itu.


Sepanjang perjalanan Juan bungkam, dia diam tidak bersuara sama sekali. Sedangkan Iis menyenderkan kepalanya di jendela sambil sesekali terisak menahan tangisnya. Rasa sakit dan pedih benar-benar menguasai Iis. Iis hanya bisa mengusap air matanya dengan punggung tangannya, sesekali Iis mengucek matanya. Perih, tapi tidak seperih hatinya.


•••


Iis saat ini sedang berusaha untuk tidur dikasur, Juan entah mengapa bilang sedang banyak kerjaan dan mengurung diri diruang kerja. Iis benar-benar sedih, dia butuh teman. Diambilnya handphonennya kemudian diteleponnya Taca.


Pada dering ke dua terdengar suara Taca yang sangat Iis rindukan.


“Ta...”


“Aku sedih.”


“Sedih kenapa?” tanya Taca.


“Aku tadi suntik HCG sembunyi-sembunyi, terus ketauan Juan, Juan marah sama aku, aku sedih. Aku salah yah nggak bilang mau suntik HCG sama Juan?” isak Iis.


Taca hanya bisa terdiam mendengar perkataan Iis, amarahnya sudah mendidih ke ubun-ubun. Si semprul Juan benar-benar sudah kelewatan. Yang sakit Juan bukan Iis..!! Argh.... rasanya Taca ingin memotong-motong Juan menjadi 7 bagian terus membuangnya ke sungai ciliwung..!


“Ta, aku emang nggak pantes jadi Ibu yah? Ampe semua orang termasuk kamu ngelarang aku buat usaha ngedapetin anak?” tanya Iis lemah.


“Hah... bukan, bukan itu maksudnya. Astaga bukan, Iis. Bukan itu maksudnya,” ujar Taca cepat.


“Terus kenapa ? Aku salah apa Ta,” isak Iis sambil memilin guling dihadapannya.


“Mungkin, mungkin tuhan belum mau kasih, mungkin belum waktunya. Mungkin tuhan lagi menunggu kamu siap untuk mendapatkan anugrah,” ujar Taca bijak, sejujurnya Taca ingin memaki-maki Juan. Tapi, janjinya pada Adipati membuat dia bungkam.


“Apa tuhan nggak sayang sama aku yah?”


“Ngomong apa sih kamu?” ujar Taca lembut.


“Aku ngaco yah?” tanya Iis ngelantur.


“Ngaco kamu Iis, udah atuh jangan nangis. Aku jadi nangis ini,” isak Taca, Taca benar-benar sedih mendengar curhatan Iis. Rasa bersalah benar-benar membuat Taca menangis.


“Ta... Iis harus gimana? Iis Iis...” Iis tidak mampu melanjutkan perkataannya, dia hanya bisa menangis tersedu-sedu.


“Iis....”


“Ta....”


Iis dan Taca pun menangis sesenggukkan lewat sambungan telepon, ah andai mereka masih lajang, mungkin saat ini Iis sudah berlari ketempat Taca dan saling berpelukkan dan menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Waktupun berlalu dengan cepat, Iis dan Taca pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri sambungan telepon. Iis langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Tangisnya pecah, Iis berusaha untuk menutup suara tangisannya dengan membenamkan wajahnya ke bantal, sampai Iis tertidur.


•••


“Amore kamu kenapa?” tanya Adipati saat masuk kedalam kamar dan mendapati Taca sedang menangis.


“Aku nggak sanggup, Di. Aku nggak sanggup,” isak Taca sambil menelusupkan kepalanya ke dada Adipati.


“Nggak sanggup apa? Nggak sanggup hamil lagi padahal si kembar masih kecil?” tanya Adipati lembut.


“Bukan, ini masalah Iis.”


Adipati duduk sambil memeluk istrinya, Adipati kemudian menghela napasnya. “Kamu sayang banget sama Iis yah?” tanya Adipati sambil mengusap rambut Taca.


“Iis itu udah kaya sodara aku, Di. Cuman dia yang nggak anggap aku murahan waktu aku belum nikah sama kamu. Cuman dia, yang selalu ada disamping aku pas Teh Tasya meninggal, aku selalu cerita semuanya sama Iis begitu juga sebaliknya. Tapi, tapi sekarang aku nggak bisa kasih tau Iis,” isak Taca sambil memeluk Adipati lebih erat lagi.


“Amore....”


“Iya, Di,” cicit Taca sambil menatap wajah Adipati yang sedang tersenyum pada dirinya.


“Ya udah, kamu bisa bilang sama Iis....”


“Beneran?” tanya Taca sambil menatap Adipati.


“Iya, tapi...” ujar Adipati sambil mengusap air mata di kedua bola mata Taca.


“Aku tanya Juan dulu yah....”


“Arghh... si semprul itu pasti jawabnya nggak boleh, Di,” ujar Taca kesal sambil menggaruk kepalanya.


“Oke gini deh, kalau sampai 2 hari lagi, Juan nggak jujur kamu boleh kasih tau Iis. Aku izinin, nanti aku yang tanggung jawab deh kalau Juan marah, gimana?” Adipati memberikan saran pada Taca.


“2 hari?” tanya Taca sambil mengacungkan kedua jarinya.


“Iya dua hari, Amore,” ujar Adipati.


“Makasih, Di.” Taca langsung memeluk Adipati dengan cepat dan menelusupkan kepalanya ke leher Adipati.


“Amore...” geram Adipati sambil mencengkram bagian belakang pinggul taca dengan erat.


“Put it on me,” desah Taca.


(Berikan padaku *ngertilah yah maksudnya apa 🤭☺️)


“With my....”


“OEEEE OEEE OEE.”


Adipati langsung tersenyum pada Taca, “sepertinya boss kecil kita butuh perhatian.”


“Boss besarnya sabar yah,” goda Taca sambil mengerling nakal pada Adipati.


“Boss besar tabah sekarang, Amore,” kekeh Adipati.


Taca kemudian mengecup bibir Adipati dan beranjak dari duduknya untuk memeriksa kedua anak kembarnya yang ada di kamar sebelah.


•••


Pasti ngamuk nih pembaca sama kaka Gallon, janji deh 1 bab lagi. 🙈🙈🙈


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2