Water Teapot

Water Teapot
Hai Taca, wanna join ?


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Adipati berjalan melewati koridor hotel, berkali-kali dia mencoba menyalakan handphonennya tapi nihil, handphonenya tetap mati. Adipati akhirnya hanya bisa pasrah dan berhenti di depan pintu kamar hotelnya.


Dengan cepat Adipati membuka kamarnya kemudian berjalan kedalam kamar tanpa menutup pintu kamar dengan baik, perhatiannya berfokus pada handphonenya dan rasa gerah di badannya, Adipati tidak sadar ada seseorang yang menyelinap masuk kedalam kamar hotelnya.


"Kenapa mati sih," maki Adipati sambil membuka dasinya kemudian melemparkannya sembarangan begitu pula sepatu, kaos kakinya dan jasnya.


Dengan cepat Adipati masuk kedalam kamarnya dan mencharge handphonennya. Adipati masuk kedalam kamarnya kemudian mandi, rasa lengket benar-benar membuat Adipati ingin cepat-cepat mandi.


Zrasssttttttttt


Suara shower dari kamar mandi terdengar sampai ketelinga seseorang yang tadi menyelinap masuk. Siapa ?


Tentu saja mbak Becca Nata, dengan bantuan Radi, Becca bisa mendapatkan kamar tepat didepan kamar Adipati, sehingga memudahkan Becca untuk mengetahui kapan Adipati datang atau pergi.


Entah kenapa dewi fortuna benar-benar sayang pada Becca atau memang semesta sedang ingin rencana Becca berhasil. Becca tadi dapat menahan pintu kamar Adipati tanpa ketauan. Karena, sebenarnya Becca hampir putus asa, saat Radi tidak bisa memberikan kunci ganda kamar Adipati untuk dirinya karena keamanan hotel yang sangat ketat.


Becca berjalan dengan senyum kemenangan memasuki ruang keluarga, melihat baju Adipati yang dilempar sembarangan membuat Becca lebih bahagia lagi, rencanannya akan makin sempurna.


Becca langsung menanggalkan long coat coklat miliknya, membuat Becca hanya mengenakan pakaian dalam La perla hitam kesukaannya, ralat kesukaan Adipati dulu.


Becca melepaskan ikatan rambutnya kemudian mengacak sedikit rambutnya. Memberikan kesan sensual pada dirinya. Becca berjalan kedalam kamar tidur.


Menatap sekeliling kemudian tersenyum karena Adipati sedang dikamar mandi makin memuluskan jalan Becca untuk menjalankan rencananya. Ada pekikkan bahagia dihatinya, dengan cepat Becca membaringkan tubuhnya di ranjang king size.


Becca mengambil handphonenya kemudian memilih beberapa photo yang diberikan oleh Radi untuknya. Dipilihnya photo yang paling menunjukkan Taca dekat dengan Radi. Ada satu photo dimana Taca tampak seperti memeluk Radi tapi ada seorang wanita di samping Taca membuat photo tersebut kurang meyakinkan. Becca langsung mengedit photo tersebut semeyakinkan mungkin.


Becca tersenyum bahagia melihat hasil editannya, dengan cepat dihapusnya gambar asli dari photo tersebut. Becca kemudian melihat handphone Adipati di nakas yang sedang di charge. Dengan cepat Becca mencabut charge yang menempel. Becca tidak mau Handphone Adipati tercharger dengan sempurna, tapi handphone Adipati sudah mengisi sebanya 25%.


Becca tersenyum senang membayangkan apa yang akan terjadi, entah kenapa dia merasa ini semua akan berhasil.


Sesaat kemudian suara air dikamar mandi terhenti, tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah Adipati dengan hanya berbalut handuk dipinggangnya.


Adipati yang sedang menggosok kepalanya tidak sadar ada Becca disana. Ekor matanya baru menyadari ada mahluk lain diruangan itu sesaat setelah Adipati selesai menggosok rambutnya.


"Honey..." panggil Becca manja.

__ADS_1


"What the....??!!??" teriak Adipati keras saat melihat Becca yang hanya menggunakan pakaian dalam.


"Miss me ?"


Adipati langsung mengambil handuk lain dari kamar mandi lalu melemparkannya ke arah Becca "Cover your body, Bec."


(Tutupi tubuhmu, Bec.)


"Why ? Kamu paling suka aku pake pakaian ini 'kan ?" tanya Becca seductive.


Adipati langsung menghela napasnya, dulu mungkin dia akan langsung memenjarakan Becca di bawah tubuhnya, tapi sekarang demi apapun Adipati tidak merasa nafsu sama sekali melihat Becca. Bahkan "ade" kecilnya tetap santai disana.


"Get out, Becca..." ujar Adipati sambil bersandar di pintu kamar mandi. Adipati tau dengan pasti Becca akan menariknya bila dia berjalan mendekati Becca.


"No.. come, hug me..." pinta Becca sambil mengerling nakal.


"Keluar, Becca sebelum aku panggil security hotel..!" ujar Adipati sambil menyilangkan tangannya didadanya.


Becca mendengus kesal, dulu bila Becca sudah berbaring seperti ini dan mengeluarkan kalimat-kalimat seductive Adipati langsung akan menerkamnya.


Becca tersenyum, banyak jalan menuju roma, banyak jalan membuat Adipati mendekatinya. "Honey, kemana istri kamu ?"


"Cuman nanya, karena kata Radi dia lagi jalan-jalan dengan Taca, and look they are like a merried couple, cuteness overload..!" ujar Becca sambil melihat handphonenya kemudian mengedipkan salah satu matanya.


"Maksudnya ?" Adipati mengeretakkan giginya mendengarkan nama Radi.


"Maksud aku ini," ujar Becca sambil menunjukkan handphonenya pada Adipati.


Adipati berusaha melihat gambar dihandphone milik Becca. Dilayar handphone Becca, Adipati melihat Taca yang sedang menatap Radi dan Radi yang sedang membenarkan rambut Taca.


"Atau yang ini ?"


Becca menunjukkan Taca yang sedang dirangkul oleh Radi dengan mesra. Tanpa sadar Adipati mendekati Becca berjalan terus menerus mendekati Becca.


Becca tersenyum senang melihat Adipati yang terus berjalan mendekatinya tanpa sadar karena terfokus pada photo yang ada dilayar handphone Becca. 'Show time' batin Becca.


"Atau ini...." ujar Becca sambil memberikan gambar Taca dan Radi di taman entah bagaimana caranya digambar tersebut tampak seperti Taca dan Radi sedang melakukan penukaran saliva.


Rahang Adipati menegang saat melihat photo tersebut, tanpa Adipati sadari Adipati sudah seperti menindih Becca. Becca yang terus menerus memundurkan handphonenya berhasil membuat Adipati menimpa tubuh Becca.


"HONEY..." pekik Becca saat tidak sadar Adipati menyengol dadanya.

__ADS_1


•••


Taca terus berjalan dilorong hotel kemudian mencari nomer kamarnya, dengan mudah Taca menemukan nomer kamarnya, kemudian Taca membuka pintu kamarnya dengan cepat.


Taca melihat pemandangan dari kamarnya sambil tersenyum senang, dilihatnya pemandangan kota Singapura yang memanjakan matanya. Taca langsung menutup pintu kamar dengan cepat.


Taca mengedarkan pandangannya kemudian tersenyum kecut melihat baju Adipati yang bertebaran di ruang keluarga. Kebiasaan Adipati yang ini benar-benar membuat Taca kesal.


Dengan cepat Taca mengambil satu demi satu baju-baju Adipati, sepatu dan kaos kakinya. Namun, langkahnya terhenti saat melihat long coat wanita berwarna coklat disana, ditambah sepatu high heels merk Christian Louboutin berwarna hitam.


Taca menggerutkan keningnya melihat sepatu tersebut, Taca memang punya sepatu merk tersebut tapi bukan berwarna hitam, sepatunya warna nude dan haknya tidak setinggi itu.


Taca yang masih kebingungan kemudian mendengar suara teriakan dari satu-satunya kamar disana.


"HONEY..."


Deg...


Jantung Taca berpacu cepat, tangannya bergetar, dijatuhkannya baju dan sepatu Adipati kemudian di tariknya koper cabin size miliknya. Satu-satunya yang memanggil Honey hanya Becca. Tapi...


Klik....


Taca membuka pintu kamar tidur, matanya membulat sempurna saat melihat Adipati yang sedang memenjarakan Becca dibawah tubuhnya.


"ADIPATI..."


"AMORE..."


"Hai, Taca, Wanna Join ?" tanya Becca sambil mengerling nakal pada Taca.


•••


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2