Water Teapot

Water Teapot
S2 : be a good girl and go..!


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Iis saat ini sedang duduk di dalam rumah kaca milik Mamih, disekelilingnya terdapat berbagai macam anggrek dari mulai anggrek biasa sampai anggrek yang langka.


"Nama kamu Lizbet 'kan ?"


Suara bariton dari belakang tubuh Iis membuat Iis menolehkan kepalanya. Dengan cepat ekor mata Iis menangkap sosok Papih.


"Iya Om, tapi panggil Iis aja, saya lebih nyaman dipanggil Iis," ujar Iis sambil tersenyum ramah pada Papih.


"Ikut saya, Lizbet.." ujar Papih sambil mengayunkan tangannya meminta Iis mengikutinya.


Iis dengan cepat berdiri kemudian mengikuti Papih, Iis melewati berbagai macam lukisan-lukisan yang tergantung dengan angkuhnya dan beberapa patung-patung yang menatap Iis.


Iis terus mengikuti Papih sampai masuk kesuatu ruangan yang Iis tebak adalah ruang kerja Papih. Papih duduk di kursi miliknya.


"Duduk.." perintah Papih sambil mengenakan kaca mata miliknya.


Iis dengan patuh duduk dihadapan Papih, mata Iis melihat berkas-berkas dihadapannya. Ekor matanya melihat salah satu berkas yang bertuliskan tentang asuransi kesehata Iis yang dulu Juan paksa untuk Iis terima. Intuisi Iis langsung memaksa Iis untuk waspada.


"Ada apa Om ?" tanya Iis untuk mengcairkan suasana.


"Langsung ajalah yah, kamu butuh berapa ?" tanya Papih sambil menatap Iis dengan tatapan tajam.


Iis bingung dengan pertanyaan Papih, apa maksudnya ? "Maksudnya, Om ?" tanya Iis bingung.


"Pinter banget kamu akting, butuh berapa kamu ? Kamu deketin anak saya buat uang 'kan ? Makanya saya tanya butuh berapa kamu ?" tanya Papih sambil menatap Iis dengan tatapan merendahkan serendah-rendahnya.


"Saya ngak butuh apa-apa, saya ngak butuh uang. Saya tulus sayang dan cinta sama Juan, Om."


"Hahahahhahaaa.. bullshit, Lizbet," tawa Papih menggema diseluruh ruangan kerja Papih.


"Om, saya ngak ada maksud buat deketin Juan cuman karena uang, Om. Saat saya awal pacaran aja saya ngak tau Juan itu siapa, saya ngak peduli dengan status sosial Juan Om," Iis mencoba meyakinkan Papih.


Papih mengambil beberapa berkas dihadapannya kemudian melemparkannya pada Iis, "Terus ini apa ?"


Iis kaget saat mendapati lemparan kertas dari Papih, dengan cepat Iis mengambil kertas-kertas tersebut kemudian membaca semuanya. Iis melihat berkas tentang asuransi jiwa Juan seharga 5 juta dollar, asuransi jiwa Iis yang dulu Juan paksa untuk Iis terima dan...


Deg... jantung Iis mencolos...

__ADS_1


Iis melihat daftar hutang Bunda dan Ayahnya, tangan Iis bergetar hebat saat melihat data dihadapannya, tertulis dengan jelas berapa hutang yang dimiliki Ayahnya 1,6 milyar.


Iis langsung merasakan keringat dingin keluar dari tangan kirinya sedangkan tangan kanannya tiba-tiba bergetar hebat. Rasanya Iis bisa mendengarkan suara jantungnya sendiri yang bertalu-talu.


Senyuman Papih langsung mengembang, berpuluh-puluh tahun berkecimpung didunia bisnis, Papih tau dengan pasti dari air muka Iis saat ini, Iis sangat ketakutan. 'Kena kamu perempuan sialan' batin Papih sambil mengetuk-ngetuk jarinya di meja.


"Kemarin saya mendapatkan informasi bahwa Saka hampir saja mentransferkan uang sebesar 1,6 milyar ke rekening Ibu kamu, tapi entah kenapa malam hari transferan itu dibatalkan, kamu pintar sekali yah," ujar Papih.


"Saya minta Juan membatalkannya Om, saya tidak..."


"Saya tidak mau hanya mendapatkan 1,6 milyar 'kan ? Dengan kamu menikahi anak saya, jangankan 1,6 milyar lebih dari itupun kamu bisa dapatkan. Astaga kamu pintar sekali Lizbet," potong Papih sambil tersenyum penuh kemenangan, akhirnya terbuka juga kedok wanita ini.


Iis kaget dengan tuduhan Papih, sedetikpun Iis tidak pernah berpikir sampai kesana. Iis benar-benar tidak mengerti dengan tuduhan-tuduhan Papih yang tidak beralasan.


"Maaf, Om tuduhan Om tidak beralasan, saya tidak pernah berpikir seperti itu, saya tidak serendah itu," ujar Iis menahan amarahnya yang sebenarnya sudah memuncak sampai keubun-ubun kepalanya.


"Hahahahaa... kalau kamu tidak ingin uang Juan, buat apa kamu tanda tangani ini semua ?" ujar Papih sambil menunjukkan dua polish asuransi kedepan Iis.


"Saya sudah menolaknya.."


"MUNAFIK...! Kalau kamu tolak ngak bakal saya liat tanda tangan kamu dikertas ini Bu Lizbet..!!" bentak Papih keras.


Air mata Iis sudah hampir meloncat keluar, harga dirinya benar-benar tergerus. Sehina inikah dirinya dihadapan Papih ? Dengan kekuatan terakhir yang dimilikinya, Iis menahan Air mata yang hampir keluar, jangan sampai Papih melihat Iis mengeluarkan air mata.


"Kamu tuh cuman wanita miskin ngak tau diri, jangan pernah beranggapan wanita dari kalangan rendah kaya kamu bisa menikah dengan seorang Wijaya, kamu tuh cuman PEREMPUAN KAMPUNG...!!!!"


"Jadi mau anda apa ?"


Cukup sudah kesabaran Iis sudah habis, bandot tua sialan didepannya ini maunya apa ?


"Mau saya kamu mundur, tanda tangani pembatalan kedua polish asuransi ini, ambil cek ini dan pergi dari hadapan keluarga kami, uang ini lebih dari cukup untuk PENGEMIS kecil kaya kamu..!" bentak Papih sambil melemparkan selembar cek bertuliskan 10 milyar rupiah.


Deg


Jantung Iis seperti meloncat keluar dari rongganya kata-kata Papih yang mengatakan Iis pengemis membuat tubuh Iis bergetar hebat.


"Uang itu lebih dari cukup untuk kamu membayar hutang-hutang Ayah kamu, hidup kamu dan mungkin membayar TUBUH KAMU YANG SUDAH DIPAKAI ANAK SAYA...!" Papih menekankan bagian terakhir kalimatnya.


Tangan Iis terkepal, amarahnya hampir meledak, rasa hormat pada Papih menguap begitu saja bagai angin.


"Perlu Bapak tau saya masih perawan..!" Bentak Iis, demi apapun Iis bersyukur dia masih mempertahankan mahkotanya HARGA DIRINYA...!


"HAHAHAHHAHA.... kalau ngomong jangan banyak halusinasi, kamu tingal sama anak saya, satu atap satu ranjang, anak saya lelaki normal dan saya tahu sepak terjangnya, jangan munafik Bu Lizbet...!" cecar Papih makin tajam.

__ADS_1


Iis memejam 'kan matanya rasanya kepalanya sakit bukan main, satu sisi dia ingin menangis disisi lain dia ingin berteriak keras, seumur hidup dia tidak pernah di rendahkan serendah ini. Peduli setan dengan nama Wijaya...! Iis tidak butuh nama Wijaya ada dibelakang namanya. Tapi, dia butuh Juan.


Juan segalanya bagi dirinya, nafasnya udaranya. Tapi, Papih benar-benar merendahkan Iis sampai ketitik terendah, Iis merasa seperti pengemis didepan Papih...!


Iis benar-benar memikirkan Juan saat ini, hatinya sakit.


"Om maunya saya putus dengan Juan ?"


"Yes, be a good girl and go."


(Iya, jadilah gadis yang baik dan pergi)


Napas Iis memburu, saat ini Iis yang harus memilih, Iis tidak mau membuat Juan yang harus memilih. Cukup dirinya yang menjadi anak durhaka.


"Kalau, kalau saya meminta Juan untuk memilih saya atau keluarganya, saya yakin Juan akan memilih saya. Saya akan menjadi wanita terbahagia didunia. Tapi, Juan pasti akan merasa sedih karena meninggalkan Mamih dan Om, saya tidak mau itu terjadi..!"


"...."


"Bila Juan memilih keluarganya, maka Juan akan meningalkan saya, tapi dia akan membenci Om yang sudah memaksa dirinya meninggalkan saya."


"Udah jangan ribet, kamu tuh cuman pengemis Lizbet, cepet apa jawabannya ?" tanya Papih.


Iis memantapkan pilihannya, dia harus memilih. Iis tidak tega bila Juan yang memilih.


Dalam diam dan menahan tangisnya, dia mengambil pulpen kemudian menandatangani surat pembatalan kedua asuransi tersebut, lalu mengambil cek 10 milyar.


"Mulai sekarang anda tidak akan melihat saya lagi Bapak Kevin Wijaya, permisi," ujar Iis sambil pergi keluar dari ruangan Papih.


Papih langsung tersenyum penuh kemenangan, dasar wanita kelas rendah diotaknya hanya uang...!


•••


Semangka dan obat turun darah tingginya kakak, ayooo...


murah kakak...


*sembunyi dibalik pohon nangka..


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2