
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
PLAK....
Ayah menampar Bunda dengan keras, sampai membuat Bunda jatuh tersungkur. Sepertinya, kekesalan Ayah sudah ada dipuncaknya.
“Maneh lamun boga biwir dijaga, kalakuan..!!”
(Kamu kalau punya mulut dijaga, kelakuan..!)
Kemarahan Ayah benar-benar meledak, istrinya ini benar-benar butuh dibina atau dibinasakan sekalian.
“Yah, kenyataan kalau perempuan baik-baik mana mau dia dipeluk-peluk mantan pacarnya,”Bunda membela diri.
“Kamu yang bikin Iis ngambek,Kokom..!! Saya denger kamu tadi kamu mau ngerayu Juan, saya masih hidup Kokom..!! Mau saya talak kamu?”ancam Ayah sambil menunjuk muka Kokom murka.
Kokom langsung berlari, bersimpuh dikaki Ayah. Kokom memang liar tapi kalau dia bercerai dari Ayah, siapa yang akan menghidupi dirinya dan Bernard? Tidak ada..!!
“Hampura (maaf) Yah, Kokom ngak sengaja,”ujar Kokom sambil bersimpuh di kaki Ayah, berharap dimaafkan. Biasanya cara ini berhasil.
“Kom, lamun urang teu inget ka Bernard geus kuurang dicereikeun maneh ti baheula. Sakali deui maneh ngajieun salah. Geus maneh mah geus NISTA MAJA UTAMA...!”
(Kom, kalau saya tidak inget Bernard, kamu sudah saya ceraikan dari dulu. Sekali lagi kamu bikin salah. Udah kamu itu udah NISTA MAJA UTAMA)
*NISTA MAJA UTAMA\= adalah pribahasa Sunda yang memiliki arti sudah keterlaluan, tak layak diberi ampun karena prilakunya sudah sangat jelek.
Kokom terisak saat Ayah berteriak keras, Kokom ketakutan di usir dari kehidupan Ayah. Selama ini yang membuat Ayah tetap mempertahankan hubungan pernikahannya adalah Bernard. Ayah sangat menyayangi Bernard, pantang baginya bercerai dan membuat anak-anaknya kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Sebuah pemikiran kolot..!
Iis melepaskan pelukkan Juan di perutnya kemudian berjalan kearah Ayahnya. Dipeluknya Ayahnya, “Stop, mending Ayah pulang.. biar Saka sama supir Juan yang anter. Ayah istirahat, ngak usah mikirin Iis dan Bernard. Ayah harus istirahat,”bisik Iis kemudian dijawab anggukan Ayah.
Dengan sekali hentak Ayah melepaskan cengkreman Kokom. Ayah berjalan ke arah Juan.
“Jangan pernah kamu berpikir Iis kelakuannya seperti saya. Kelakuan Iis itu 100% sepertinya Ibunya. Dia hanya akan setia sama satu pria. Rozak sudah Iis angap Kakaknya sendiri. Ngerti kamu Juan Wijaya?”tanya Ayah tegas.
Entah kenapa, mungkin rasa lelah yang sangat atau suasana Ubud benar-benar mengembalikan kepercayaan diri Ayah. Ayah seperti menunjukkan taringnya, ketegasannya saat muda terlihat jelas di wajahnya.
Juan yang bisanya mengangap angin lalu perkatan Ayah, detik ini dia merasakan ketegasan di wajah mertuanya ini. Mungkin, seandainya dulu Ayah tidak main-main dengan Bunda, Ayah adalah sosok Ayah yang bisa diacungkan jempol. Tapi, sudahlah kita tidak pernah tau nasib manusia.
“Iya, Juan ngerti..”jawab Juan pendek sambil menatap sekilas Rozak, Rozak langsung mundur. Bukan karena takut atau apapun, tapi tidak pernah ada di kamusnya harus menjadi seorang pebinor. Masih banyak ikan dilaut.
“Bagus kalau kamu ngerti, moga kamu bahagia saat bulan madu nanti,”jawab Ayah sambil menepuk bahu Juan dan pergi berlalu dari sana diikuti Bunda dan Bernard.
“Juan, aku ngak ada maksud apapun. Aku cuman ingin misahin Iis sama Bunda. Iis kalau udah marah...”
“Teflon pun bisa melayang”ujar Juan dan Rozak bersama-sama. Mereka langsung bertatapan dan tanpa sadar tawa mereka meledak.
“Sorry yah, Juan..” ujar Rozak.
__ADS_1
“Yah, tapi jangan pernah kamu berpikir buat pegang-pegang lagi istri saya. Awas kalau kalau kejadian lagi,”ancam Juan.
“Ngak bakal, ngak ada cita-cita jadi pebinor,”jawab Rozak sambil berlalu dari sana meningalkan kehuru haraan yang ada.
“Mas.. tadi itu..”
“Hmm..”jawab Juan sambil menarik kopernya meningalkan Iis yang mengigit bagian bawahnya.
“Argh... ngambek lagi ‘kan. Bilang ngak marah keorang lain, tapi ke istri sendiri ngambeknya..!!!”prolog Iis sambil menarik koper cabin size miliknya dan mengejar suaminya yang sedang ngambek.
•••
Sepanjang perjalanan Juan bungkam, hanya tangannya menggenggam tangan Iis. Semua pertanyaan Iis hanya dijawab iya dan tidak. Arghh..kesal.
Bahkan setelah mereka sampai di bandara Soekarno Hatta, Juan lebih banyak tidur dan mengutak ngatik Ipad dan Handphonennya. Iis sama sekali tidak digubris.
Iis benar-benar harus banyak bersabar, semua pertanyaan yang Iis lontarkan hanya dijawab iya dan tidak. Bahkan kata Hmm sudah menjadi kesukaan Juan setiap Iis menanyakan pertanyaan apapun.
Sesampai di Bandara Soekarno Hatta tiba-tiba sudah ada Sherlly, sekertaris Adipati menunggu mereka berdua dengan dua koper cabin size di sisi kanan dan kirinya.
“Pak Juan, saya disuruh Pak Adipati untuk menyerahkan ini semuanya,”ujar Sherlly sambil menyerahkan amplop coklat dan koper cabin size kepada Juan.
“Adipati sama Taca dimana?”tanya Juan sambil mengeluarkan dua buah paspor dan beberapa dokumen dari Sherlly. Dengan cepat Juan menyerahkan paspor ketangan Iis.
“Pak Adipati sama Bu Taca sudah menunggu di lounge khusus first class. Pak Juan sama Bu Iis silahkan menaikki mobil buggy ini untuk diantar ke lounge,”ucap Sherlly.
“Ngapain Taca sama Adipati disini?”bisik Iis ditelinga Juan.
“Jadi kita bulan madu bareng?”tanya Iis penuh semangat sambil duduk di mobil buggy.
“Hmmm...”
Astaga makjan, rasanya Iis ingin memukul kepala suaminya itu saking kesalnya. Juan kembali lagi ke mode ngomong irit..!!
Mobil tersebut mengantar Iis dan Juan ke bagian lain bandara Soekarno Hatta, Iis turun dan dipersilahkan masuk kedalam ruangan, diruangan itu Iis melihat Taca yang sedang menyusui Kama.
Iis yang sudah jengah dengan kelakuan Juan, langsung berlari ke arah Taca kemudian memeluk Taca.
“Eh... kenapa ini yang baru nikah kok sedih?”tanya Taca sambil menepuk tangan Iis.
“Mau peluk aja,”ujar Iis sambil memeluk Taca dan membenamkan kepalanya ke bahu Taca.
Taca hanya bisa menghela nafas, sepertinya Iis membutuhkan teman untuk mendengarkan. Jadi, Taca hanya diam menunggu Iis siap untuk mengungkapkan unek-uneknya.
Juan dan Adipati duduk didepan Iis dan Taca, tampak berbincang-bincang dengan tenang tak mempedulikan Taca dan Iis.
“Ini bulan madu kemana sih?”tanya Iis penasaran.
“Ngak tau, Adipati nolak ngasih tau ke aku. Adipati udah keracunan misteriusnya Juan kayanya.”jawab Taca santai.
“Kamu ini ngak salah mau bulan madu bawa Kama sama Kalila? Ngak bakal repot?”tanya Iis lagi, Iis kaget melihat berapa banyaknya perlengkapan yang dibawa Taca. 4 ukuran cabin size, 2 tas khusus bayi, 1 tas besar milik Taca, dan stroller sudah ada di samping Taca. Untungnya Taca dibantu 1 baby sitter kalau tidak entah seperti apa kewalahannya Taca.
__ADS_1
“Ngak papa, ada Mbak juga. Sama kata Adipati bakal ada bala bantuan, tapi ngak tau siapa bala bantuannya,”jawab Taca.
“Bala bantuan?”
“Iya, kata Adipati bakal ada bala bantuan,”jawab Taca santai.
Tiba-tiba saja pintu lounge first class terbuka, masuklah dua orang pria. Dua orang pria menggunakan jaket kulit dan kaca mata hitam.
Iis dan Taca langsung melihat kedua orang tersebut.
“Jangan bilang mereka berdua bala bantuannya,”ujar Iis kepada Taca sambil menahan tawanya.
Taca hanya bisa menepuk dahinya, astaga bulan madu ini pasti akan banyak warna kalau dua orang itu ikut.
Adipati langsung mendekati kedua orang tersebut sambil tersenyum manis.
“Abah," ujar Adipati menyambut Abah, "ini siapa? Riki ngak jadi ikut?"
"Riki ngak bisa ikut, Rozak juga ngak jadi ikut. Makanya Abah bawa penggantinya. Sahabatnya Riki dan Rozak," ujar Abah.
"Kenalkan.."ujar pria tersebut sambil mengangkat tangannya bermaksud menjabat tangan Adipati.
"Adipati,"ujar Adipati sambil menjabat tangan pria tersebut.
"Edros, Edy Edros hobinya di endorse." ujar Edy sambil memberikan senyuman maha tampannya.
Adipati dan Juan hanya bisa terdiam mendengar perkataan Edy. Astaga mahluk apa lagi ini..!!!!
•••
Bulan madunya se RT yah?
Siap-siap ada Abah dan Edy Edros... 🙈🙈🙈
bakal ada apa nih 😎😎
Ah sama kaka gallon mohon kalau mau vote (sapa juga yang mau vote geer loe dasar Gallon), tolong update aplikasi mangatoon dan noveltoon kalian.
Untuk
mangatoon ke versi 2.0.0
Noveltoon ke versi 1.2.6
Itu untuk Android yah.
Klo untuk pengguna IOS belum bisa katanya tapi sedang diusahakan.
Terima kasih
CIAO.....
__ADS_1