
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Semua barang sudah selesai di bereskan, apartemen Iis sekarang sudah resmi ditempati Aa Riki. Kang Rozak langsung pulang sore itu juga, Abah sedang dikamar mandi, Iis, Juan, Taca dan Adipati sudah pulang daritadi.
Aa Riki diam menatap pemandangan jalanan kota Jakarta. Kepalanya sakit menerima informasi yang didapatnya dari Cicil. Seharian ini Aa Riki uring-uringan. Tadi, beberapa kali dia hampir bersitegang dengan Juan. Padahal Juan tidak salah apa-apa, tapi entah kenapa ada rasa kesal didadanya.
Dengan Adipati apalagi, adik iparnya itu tadi habis di suruh-suruh oleh Aa Riki, sampai-sampai Taca ngamuk pada Aa Riki hingga harus Abah pisahkan. Iis langsung menarik Aa Riki dan memarahi Aa Riki, hampir setengah jam lamanya Iis memarahinya, saking kesalnya dengan kelakuan Aa Riki yang semena-mena pada Adipati dan hampir berkelahi dengan Juan hanya gara-gara galon air mineral (akhirnya Kak Gallon ada yang memperebutkan 😎)
Aa Riki langsung membenturkan kepalanya ketembok, saking bingungnya kenapa sampai seperti ini.
“Maneh teh kunaon ?” tanya Abah kemudian duduk di depan Aa Riki.
(Kamu itu kenapa ?)
“Ngak apa-apa, Bah.”
Plak...
“Bohong,” ujar Abah sambil memukul Aa Riki dengan koran miliknya.
Aa Riki langsung tersenyum menatap Abah. Abah memang sudah mengenalnya dengan sangat baik.
“Cicil Bah...”
“Kenapa sama pacar kamu teh ?” tanya Abah lagi.
“Dia...”
__ADS_1
“Dia apaan ? Dia seorang tukan sol sepatu ?” tanya Abah ngaco.
“Ih bukan... Dia bukan perempuan baik-baik. Dia mantan tunangan Juan terus dia juga pernah jadi teman kencan Adipati,” ujar Aa Riki takut-takut.
Abah meremas koran ditangannya, kisah percintaan anak-anaknya ini benar-benar membuat jantungan. Ada Taca yang dapet bule mesum, Kang Rozak yang jombol akut, Iis yang dapet Juan si dodol, sekaran Aa Riki dapet wanita cantik tapi mantan Juan dan Adipati. Mengingat kelakuan Juan dan Adipati, Abah sudah pastikan 100% seperti apa kehidupan Cicil.
“Yakin kamu teh sama Cicil ?” tanya Abah.
“Ngak tau, Riki bingung,” jawab Aa Riki.
“Bingung karena ? Status sosial Cicil atau karena Cicil mantan wanita tidak baik ?” tanya Abah.
“Dua, duanya.”
Abah tau betapa gundahnya perasaan anaknya ini, kalau Abah menjadi Aa Riki pun dia akan merasakan hal yang sama, sebagai laki-laki pasti egonya yang akan tersentil saat berhubungan dengan wanita yang status sosialnya lebih tinggi dari dirinya.
“Aa, gini deh kalau kamu cinta sama Cicil terusin aja, Abah ngak papa. Cicil mungkin bukan perempuan yang baik atau yah kamu bisa bilang ‘bekas’ orang, mana ini bekasnya bekas adik ipar dan calon suaminya Iis. Harga diri dan ego kamu bakal diseret ketitik terendah.”
“....”
Aa Riki menatap Abah dengan pandangan tidak percaya, Abah benar-benar menyadarkan dirinya. Aa Riki seperti mendapatkan pegangan mendengar kata-kata Abah.
“Bah, tumben kata-katanya keren,” ujar Aa Riki kaget.
“Keren ‘kan,” ujar Abah sambil tersenyum menyebalkan dan menggerakkan kedua alisnya keatas dan ke bawah.
“Aa mau nyoba dulu, Aa cinta sama Cicil. Cicil baik, Bah. Dia kaya anak kucing yang kesepian, Bah. Dia kaya orang yang butuh pegangan dan Aa ingin jadi pegangannya,” ujar Aa Riki sambil menatap Abah.
“Kamu tau, jalan kamu bakal sulit. Cicil bukan orang biasa. Kamu harus tahan banting mulai dari omongan orang-orang sekitarnya sampai keluarganya. Abah yakin kerjaan kamu bisa buat ngasih makan Cicil, tapi Abah ngak yakin kerjaan kamu bisa ngebiayayain kehidupan Cicil.”
“....”
__ADS_1
“Ambil contoh kecilnya aja, liat Taca. Semenjak dia menikah sama Adipati gaya hidupnya berubah 180 derajat, pernah Taca ke pasar ? Udah ngak lagi ‘kan. Semuanya harus kamu pikirkan Aa. Karena sangat mudah saat seseorang yang seperti kita mengikuti gaya hidup orang kaya, tapi sangat sulit seseorang yang seperti Juan,Adipati dan Cicil mengikuti gaya hidup seperti kita,” ujar Abah.
“Iya Bah...”
“Denger, takdir perempuan itu ada dua. Dilahirkan dari keluarga seperti apa dan memiliki suami seperti apa.”
Aa Riki diam, kepalanya sakit mendengar perkataan Abah.
“Jadi semua balik lagi ke kamu maunya gimana, inget jangan sia-siain anak orang. Keluarganya udah ngurus dan menyayangi dia dengan semua rasa sayang yang mereka punya, terus kamu orang lain yang hanya kenal Cicil sebentar tiba-tiba datang dan nyianyiain dia, itu ngak bisa Abah terima, anak Abah ngak ada yang kaya gitu. Ngerti kamu,” ujar Abah.
“Iya Abah.”
“Ya udah Abah mau makan dulu, kamu disini mikirlah mau dibawa kemana hubungan kamu sama Cicil. Apapun keputusan kamu, Abah akan menghargai keputusan kamu,” ujar Abah sambil beranjak dari kursinya.
Aa Riki menatap lurus kedepan entah apa yang dilihatnya, pikirannya berlari-lari ke kanan dan kekiri, pikirannya dipenuhi oleh Cicil, senyumannya, kelakuannya, kehangatan tubuhnya, bibirnya dan yang paling Aa Riki ingat adalah sifat hangat Cicil yang selalu membuat Aa Riki jatuh cinta.
Aa Riki mencari handphonenya kemudian memencet nomer Cicil yang sudah dia hapal diluar kepala, pada dering kedua Cicil mengangkat teleponnya.
“Cicil, kita ketemu besok...”
•••
Apa yang bakal dilakuin Aa Riki ?
Kalau semua orang baik dapat yang baik si buruk ngak ada yang bimbing. Selama mau berubah gak ada salahnya, lebih baik mantan pendosa daripada mantan orang baik. (Terima kasih dan izinnya kak Surii suryati rachman buat quotes indah ini, Luv)
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon