Water Teapot

Water Teapot
S2: Abah mau nikah lagi..


__ADS_3

Taca bangun dari tidurnya, setelah berolahraga pagi dengan Adipati. Badan Taca benar-benar remuk, suaminya ini benar-benar memanfaatkan waktunya dengan baik. Memiliki tiga orang anak balita benar-benar membuat Adipati harus menekan nafsunya demi kepentingan mereka bertiga. Makanya setiap ada kesempatan, bule mesum itu tidak menyia-nyiakannya sama sekali.


Diangkatnya tangan Adipati yang dari tadi memeluknya dari belakang. Taca jadi ingat pertama kali dia bangun sambil dipeluk seperti ini adalah saat dirinya menyerahkan kegadisannya pada seorang Adipati Berutti, playboy tersohor dikantornya, yang detik ini menjadi suaminya.


“Mau kemana kamu, hei,” suara parau Adipati langsung terdengar di kuping Taca, tangan Adipati kembali di perut Taca, menariknya kedalam pelukkan Adipati.


“Di, aku mau liat baju aku, aku mau tau nasibnya gimana,” jawab Taca sambil membalikan tubuhnya hingga bertatapan dengan Adipati.


Mata Adipati masih tertutup, menunjukkan bulu mata Adipati yang tebal dan terlihat sempurna di kelopak matanya. Dalam keadaan tertutup pun mata tersebut sudah memiliki pesona yang mampu membuat Taca ketar ketir, apalagi dalam keadaan terbuka. Manik mata Adipati mampu membius Taca, sampai membuat dirinya tidak mampu berkata-kata lagi, manik mata biru kesayangan milik Taca.


“Biarin aja bajunya, nanti beli lagi. Kaya orang susah,” ujar Adipati santai sambil mendaratkan wajahnya kecerik leher Taca.


“Iya, gampang beli lagi. Tapi, aku keluar dari hotelnya gimana? Masa mau pakai karung beras?” gerutu Taca.


“Yah dipake baju kamu itu dulu, nanti kita ke butik. Kamu belilah baju disana,” jawab Adipati sambil membuka matanya dan menatap Taca.


Argh... menikah lama dengan pria dihadapannya sama sekali tidak membuat Taca kebal dengan tatapan mata biru milik suaminya. “Kamu tuh selalu ngegampangi apapun, Di,” keluh Taca.


Kaki Taca bergerak-gerak dibawah sana, entah apa maksud dan tujuan Taca menggerak-gerakkan kakinya. Sialnya, kaki Taca beberapa kali menyengol bagian pribadi Adipati. Membuat Adipati merapatkan bibirnya.


“Aku mau liat gaun aku dulu,” Taca menggulingkan badannya ke samping kanan, bermaksud untuk turun dari kasur dan meneliti gaunnya.


“Mau kemana?” tanya Adipati lagi sambil menarik badan Taca dan memenjarakan tubuh Taca.


“Ambil... itu,” cicit Taca sambil menunjuk gaunnya yang tergeletak begitu saja dilantai.


Adipati melirik summer dress milik Taca yang tergeletak tak berbentuk di lantai hotel. ‘Sebentar, ini hotel apa?’ pikir Adipati didalam hatinya.


“Amore, ini hotel apa?” tanya Adipati.


“Eh... nggak tau, kan kamu yang pilih ini hotelnya, kamu tarik aku dari foundtain sampai sini. Sampai dikamar boro-boro tau ini hotel apa, yang ada aku dibikin semaput sama kamu, Di,” terang Taca sambil mengusap punggung belakang Adipati, memberikan sensasi yang membuta Adipati tersentak.


“Amore...” Adipati memberi peringatan pada Taca.


“Apa?” tanya Taca sambil terus mengelus-elus bagian belakang punggung Adipati, tanpa tau dampak dari perbuatannya sama sekali.


“Kamu bener-bener polos atau sengaja sih?” tanya Adipati.


“Apaan sih?” tanya Taca.


“Kamu tu...”

__ADS_1


Zrrrtttt zrtttttt


Handphone Taca bergetar, Taca dan Adipati sama-sama mengalihkan pandangannya ke arah handphone milik Taca.


“Siapa?” tanya Taca, saat melihat Adipati mengambil handphonennya.


Adipati langsung melihat siapa yang menelepon, Adipati langsung berbaring disamping Taca dan menyerahkan handphonenya pada Taca. “Riki.”


“Aa, iya halo, ada apa?” tanya Taca sesaat sambungan teleponnya tersambunga.


“Ta, dimana?”


“Di ini ...” Taca melirik Adipati untuk meminta bantuannya.


“Di ... bilang aja di cafe,” jawab Adipati seadanya.


“Di cafe,” jawab Taca.


“Idih, gaya amat. Biasa nongkrong di warkop, Neng,” canda Riki.


“Aa mah, biarin atuh. Kan kali-kali biar keren,” kekeh Taca.


“Neng, pulang yah. Ini ....”


“Hah ... Kama, Kalila sama Kafta mah, nggak apa-apa. Sehat, malah happy tuh maen di playground bareng Liz, dijagain sama Rozak,” ucap Riki sambil melihat Rozak yang asik mengasuh ke empat keponakannya dibantu mbak-mbak bule yang entah datang dari mana.


“Lah, terus kenapa?” Taca bingung, kenapa kalau tidak ada masalah kakak tertuanya ini menelepon dirinya.


“Masalahnya tuh, Abah,” ucap Riki.


“Lah, Abah kenapa? Sakit?” tanya Taca khawatir.


Entah apa yang terlintas di kepala Adipati, Adipati menyusup kedalam selimut yang sedang menutupi badan Taca. Menyelinap untuk memberikan sesuatu pada Taca.


“Abah bilang dia mau nikah lagi,” Riki berkata dengan intonasi suara yang bingung.


“Abah ken...apa?” pekik Taca saat mengetahui ada benda lembut dan hangat yang sedang menyentuh bagian pribadinya. Disingkapnya selimut yang menutupi badannya, mata Taca membulat saat menemukan Adipati yang sedang asik ada dibawah sana. Entah apa yang dilakukannya.


“Abah mah nikah lagi,” jawab Riki.


“Sam... a siapa?” tanya Taca, berjuang untuk tidak mengeluarkan segala suara yang mampu membuat kakaknya ini mengetahui apa yang dilakukan Adipati dibawah sana.

__ADS_1


“Sama bule Swiss, namanya May, Maybelic Thorn,” jawab Riki sambil mengusap keningnya, pusing dengan kelakuan Abah.


“May...” Taca memejamkan matanya, suaminya benar-benar membuat dirinya belingsatan.


“Taca, ini penting. Mau kamu punya emak tiri orang Swiss, umurnya masih 35 tahun,” ucap Riki lagi, dia ingat May itu cantik, mata coklat benar-benar serasi dengan rambut brunnete milik may.


Sebenarnya Riki kesal aja, kenapa malah Abah yang dapat jodoh, sedangkan dia masih jomblo akut. Astaga, nasib percintaannya setelah putus dari Cicil benar-benar mengkhawatirkan.


“Ya... nanti Taca pulang. Nanti kita ngobrol lagi, ini Taca...” Taca sama sekali tidak bisa melanjutkan perkataannya sama sekali, permaianan Adipati dibawah sana benar-benar sudah membuat kuku kaki Taca menancap dengan sempurna di kasur saking menahan nafsunya sendiri.


“Neng... kamu teh sakit? Kenapa suara kamu kaya bebek kecekek gini?” tanya Riki penasaran, adiknya ini kenapa sih. Sakit ayan apa sawan?


Taca bersyukur karena Riki adalah lelaki polos nan suci yang sangat-sangat langka didunia ini. Beda cerita kalau Rozak yang menelepon dirinya, bisa habis dia di ejek. Rozak adalah kakaknya yang tidak polos.


“Sakit, Ahh....” Taca benar-benar kelepasan mengeluarkan desahan dari bibirnya.


“Kamu teh kenapa sih? Wah... udah ah, nggak jelas ini mah. Perasaan Aa nggak enak. Udah kamu pulanh cepet. Ini Abah minta nikah,” teriak Riki kesal.


“Iya, Taca pulang bentar lagi ini,” ujar Taca sambil menarik rambut Adipati dengan keras berharap suaminya menghentikan aksinya, tapi jangan harap seorang Adipati berutti menghentikan apa yang sudah dimulak oleh dirinya.


“Pulang beneran yah, cepet. Sekalian nanti pas pulang Aa anterin ke rumah sakit, kamu kayanya masih sakit gara-gara kemarin kerampokan,” usul Riki.


Riki benar-benar anak Abah terbaik, polos dan lurus. Semua pacarnya tidak ada yang disentuhnya barang sejengkal pun. Reputasi tak bercela.


“Iya,” jawab Taca sambil mematikan sambungan teleponnya dan melemparkan handphonennya kesembarangan arah.


“Di, Stop... Aw,” pekik Taca sambil mendorong badan Adipati.


Adipati menghentikan perbuatannya dan merayap naik keatas badan Taca. Menciumin setiap inci tubuh istrinya. Membuat Taca hanya bisa mengigit bagian bawah bibirnya, berjuang menahan desahannya meloncat keluar dari mulutnya.


Taca hanya bisa pasrah saat Adipati menyatukan dirinya dengan Taca. Pasrah sepasrah-pasrahnya saat Adipati menghentaknya dengan lembut. Pikiran Taca langsung melayang, Taca tau permainannya kali ini akan lembut dan pelan. Sangat pelan dan membuat dirinya melayang menikmati semuanya. Menikmati suami mesum miliknya....


•••


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2