Water Teapot

Water Teapot
Saya Lurah Citeko


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Lo ngapain ?" teriak Juan saat melihat Adipati di atas pohon.


"Mo jadi monyet, Lo ?" teriak Juan lagi sambil berkacak pinggang.


Adipati hanya bisa tersenyum kuda, sambil turun dari pohon, kemudian duduk dibatang pohon. "Naek apa lo kesini ?"


"Dianter supir."


"Perusahaan bokap lo, kolaps ?" tanya Adipati sambil menepuk-nepuk tangannya.


"Nyaris, hahahaaa. Ntar sore juga gue balik lagi. Sekalian mau ngasih tau, gue mau nikah sama Iis," jawab Juan sambil duduk disebalah Adipati.


"Emang udah disetujuin sama bokap Iis ?"


Juan langsung berdiri kemudian membungkukan badannya dihadapan Adipati. "Sudah dung, hahahahaaa."


"Sialan, Iis anak paling gede, beda sama Taca anak bungsu ribet." ujar Adipati.


"Tapi, ada syaratnya gue nikah sama Iis. Gue bakal bikin perjanjian pranikah."


"Buat nyelamatin aset, lo ?" tanya Adipati, Adipati tau siapa Juan, Adipati tau seberapa banyak aset milik Juan.


"No... itu gue buat supaya Iis mau nikah sama gue. Kalau salah satu dari kami berselingkuh semua harta kekayaan, baik harta bawaan atau harta bersama akan jatuh kepihak yang diselingkuhi." ujar Juan sambil meloncat, berusaha mengambil daun diatasnya.


"Are you sure ?" Adipati membulatkan pupil matanya, tidak percaya dengan apa yang diomongan Juan.


"Yeah... i love her, Di. She different."


"Bahkan sama Cicil ?" tanya Adipati langsung.


"Yeah, aku yakin 100% dia ngak bakal mau tidur sama lo. gak kaya Cicil..." ujar Juan sambil memicingkan matanya pada Adipati.


"Man, gue mabok waktu itu, gue ngak tau itu Cicil. Astaga, sorry, Ju." ujar Adipati sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"It's oke, bukan salah lo, dia yang gatel, selain itu dia yang ningalin gue. Bukan gue yang ningalin dia, cuman gara-gara gue..."


"Damn, lo harus kasih tau itu ke Iis. Lo ngak mau kan Iis tau dari orang lain," ujar Adipati sambil memukul bahu Juan.


Juan langsung mengusap mukanya kesal, kepalanya tiba-tiba sakit saat memikirkan hal tersebut. Kaya, tampan tapi...


"Nanti, Di. Gue belum sanggup kalau sekarang, bisa gila gue kalau Iis ninggalin gue," ujar Juan sambil tersenyum.


"It's fine, take your time," ujar Adipati mencoba untuk mengerti keadaan Juan.


"BTW lo ngapain naik pohon sih ?"


"Disuruh Abah buat ambilin rambutan," jawab Adipati sambil menunjuk rambutan di keranjang.


Juan melonggo menatap Adipati, yang dengan ikhlas mau memanjat pohon demi mertuanya. "Ngak kebayang kalau Om Gio tau kelakuan, lo. Haahhaa..."


"Sialan lo."

__ADS_1


"Adipati..."


Terdengar panggilan dari seseorang didepan mereka berdua.


"Hadeuh ngapain juga si Entis kesini." gerutu Adipati sambil melambaikan tangannya kemudian memberikan senyuman palsunya.


"Siapa Entis ?"


"Tetangga Taca, cowo yang kata Iis dulu ngejar-ngejar Taca. Nyebelin, dia ngaku-ngaku kenal gue."


"Ngaku-ngaku kenal lo, gimana maksudnya ?" tanya Juan bingung. "Dia manggil elo, berarti dia kenal lo, lah...!!!"


"Bukan itu, dia ngaku-ngaku kenal sama CEO TOKO, terus dia bilang ke gue, dia bisa naikkin pangkat gue, nanti dia bakal ngomong sama CEO TOKO, pangkat gue mau dinaikkin kemana lagi, kan gue CEOnya..!" Adipati menjelaskan dengan cepat.


"Jadi dia bohong maksud lo ? Hahahahahaaaa, astaga dia itu otaknya rada geser kayanya," tawa Juan benar-benar terdengar puas.


"Lo pura-pura jadi, staff HRD yah, gue mau jadi marketing," ujar Adipati dan langsung dijawab anggukan oleh Juan.


"Adipati, saya sangka kamu sudah pulang ke Jakarta," ujar Entis sambil tersenyum pada Adipati.


"Oh belum saya, cuti tahunan," jawab Adipati asal.


"Oh, kamu siapa ? Saya Entis," Entis memperkenalkan dirinya pada Juan.


"Juan, staff HRD perusahaan TOKO. Calon suami Iis, punya Avanza 5," Juan memperkenalkan dirinya dengan cara paling nyeleneh.


Entis yang mendengar ucapan Juan hanya bisa tersenyum.


"Ini Entis, Lurah Citeko, anak juragan Darmawangsa, orang paling kaya di Citeko. Tanahnya dari ujung ke ujung," tiba-tiba seorang laki-laki memperkenalkan Entis pada Juan.


"Kamu siapa ?" tanya Juan penasaran.


Adipati hanya bisa menggaruk rambutnya, 'Astaga bertambah lagi, orang aneh di desa Citeko..!' batin Adipati.


"Jo, jangan terlalu jujur. Saya kan jadi bingung mau menanggapinya bagaimana," ucap Entis sambil tersenyum jumawa.


Juan hampir tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Entis. 'Gila, ini orang PDnya nandingin orang paling kaya sedunia'


"Ada apa, Ntis ?" tanya Adipati, Adipati benar-benar malas berbasa basi busuk dengan Entis.


"Hmm, buat besokkan, bakal ada acara pekan KB Citeko, kamu jadi bantu ?" tanya Entis sambil tersenyum penuh rencana busuk.


"Jadi, saya sudah janji juga sama Aa Riki kan," jawab Adipati.


Entis lansung tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya, akhirnya dia bisa menunjukkan pada Taca bahwa dia lebih kaya dan lebih terhormat dari pada Adipati. Nanti Taca akan lihat kalau dia akan mendapatkan banyak keuntungan bila menjadi istrinya. Seorang istri dari seorang Lurah di Citeko. Entis akan dengan senang hati membatalkan pernikahannya dengan Rina dan mempersunting Taca.


"Oke, saya cuman mau memastikan, nanti ajak juga Taca dan Iis ke acara. Karena bagian konsumsi masih membutuhkan bala bantuan," ucap Entis sambil menyerahkan selebaran tentang Pekan KB Citeko.


"Iis juga ikut ?" tanya Juan pada Adipati dan langsung dijawab anggukan oleh Adipati.


"Kamu ngak sekalian ikut juga ? Enak loh nanti ada Kang Emil, nanti bisa photo-photo," ujar Jojo pada Juan.


Juan hanya tersenyum, 'yang ada kang Emil yang minta photo sama gue, oncom' batin Juan. " Oh, yah... keren banget. Tapi saya banyak kerjaan, sore juga saya harus pulang lagi ke jakarta,".


"Wah sayang sekali. Oke, saya harus pergi, maklum Lurah kerjaannya banyak. Permisi semuanya," ujar Entis sambil pergi meninggalkan Adipati dan Juan yang sedang berjuang menahan tawa.


Setelah Entis dan Jojo pergi meningalkan mereka, Adipati dan Juan spontan tertawa terbahah-bahak.

__ADS_1


"What the f*ck, man, nemu lo orang se absurd itu di sini ?" tanya Juan pada Adipati.


"Ngak jelas, sumpah pengen gue acak-acak mukanya, hahahahaa..." ucap Adipati.


"Ancurrrr...!!"


•••


Juan dan Adipati berjalan kerumah Taca sambil membawa rambutan hasil petikkan Adipati.


"Wah, dapet rambutannya ?" tanya Abah saat melihat Adipati dan Juan.


"Dapet, Bah. Lumayan banyak," jawab Adipati sambil menyimpan keranjang rambutannya didekat meja.


"Kamu, siapa ? "tanya Abah sambil menunjuk Juan.


"Saya Juan Wijaya, Om. Calon suaminya Iis."


"HAH... wah kasian si Rozak ini, mah."


"Kenapa emang nya sama Kang Rozak ?" tanya Adipati bingung.


"Rozak tuh, dulu mantan pacarnya Iis. Lama pacarannya 2 tahun. Ampir mau Abah nikahin tuh. Abah sampai udah nyiapin Avanza 1 buah tuh buat mahar nikah. Eh.. ngak jadi, si Rozak malah mutusin Iis, alasannya biar fokus jadi PNS, belegug (bodoh) si Rozak, teh." Abah bercerita tanpa filter sambil mengupas rambutan.


Adipati yang tau betapa pencemburunya Juan, langsung memukul bahu Juan. "Iisnya udah move on, buktinya sekarang cintanya sama kamu, bro..!" Adipati mengingatkan Juan sambil tersenyum kuda.


Juan langsung membalas senyuman Adipati, dia tau ngak guna juga cemburu sama Kang Rozak, lah wong Iisnya udah mau sama dia bukan sama Kang Rozak.


"Maaf, Om, Iisnya nikah sama saya hehehee..." ujar Juan.


"Iyah, tapi kamu punya Avanza ?" tanya Abah polos.


Pertanyaan Abah langsung membuat Adipati menutup mulutnya berjuang menahan tawanya. Adipati masih bingung apa hubungannya Abah dengan Avanza ?.


"Siap, Om. Ada 5," jawab Juan.


"Bagus, pasti langsung disetujuin sama si Apo."


"Iya, Om."


"Eh, Di. Taca kan lagi pergi. Kamu bisa tolong beliin Abah kentang di Alpamart ?" tanya Abah sambil memberikan kunci motor pada Adipati.


"Alpamart, Bro." ucap Juan menahan tawanya, yang langsung diinjak kakinya oleh Adipati.


"Beliin kentang beku, yah," ujar Abah.


"Oke, Bah."


Saat Adipati dan Juan siap pergi meningalkan Abah, tiba-tiba Abah berteriak kembali.


"Kentangnya yang reregean, yah."


"HAH ????"


•••


Ada yang bisa tebak ngak kentang apa yang Abah mau ? Dudududududuuu

__ADS_1


Ada yang mau liat visualnya mbak Rani dan Kang entis ngak ?"


Sama author mau tanya kaka semua tau novel author dari mana ? Author mau rajin promo nih... biar yang ketawa ngak cuman kaka-kaka aja hehehee komen dibawah yah 👌👌👌


__ADS_2