Water Teapot

Water Teapot
S2: Selamat tidur kesayangan


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Selama menunggu pesawat Iis benar-benar di acuhkan oleh Juan. Rasa kesal Iis sudah berada di ubun-ubun. Tapi, Iis tidak mau berkelahi didepan Abah. Jadi Iis hanya bisa menahan kekesalannya didalam hatinya.


Untungnya ada Edy, lelaki sahabat Rozak dan Riki. Kelakuan absurd Edy benar-benar membuat Iis tertawa sepanjang waktu.


“Iis, kamu tuh nikah keren di air terjun, bener kata Ki Brondong. Bakal ada orang Citeko yang nikah di deket air..!”ujar Edy sambil menimang-nimang Kalila.


“Ki Brondong?”


“Ki Brondong, dukun sakti mandra guna, dia loh yang bikin Edy dapat kerjaan banyak,”ujar Edy lagi sambil terus menimang Kalila.


“Ya ampun, Edy. Udah ah.. masa zaman sekarang masih ngurusin dukun,”ujar Iis, Edy memang terkenal dengan kelakuan absurd plus kepercayaannya pada ilmu perdukunan.


“Eh tapi bener ‘kan, kamu nikahnya dideket air,”ujar Edy lagi.


“Lah, Rina juga nikah dideket air..!”desis Iis mengingatkan pernikahan Rina.


“Ngak ah..” Edy mengingat pernikahan Rina dulu di Citeko.


“Ih.. Rina ‘kan nikah dideket empang,”kekeh Iis sambil menutup mulutnya.


“Lah iya yah, bener juga. Pinter amat kamu Iis,”ujar Edy sambil ikut tertawa.


Tiba-tiba seorang pegawai memberikan makanan untuk Iis dan Edy.


“Silahkan Bu Wijaya, ini makanannya,”ujar pegawai tersebut sambil menyimpan makanan di depan Iis, Iis hanya tersenyum pda pegawai tersebut.


“Ini makanannya Pak Endos.”


“Edros Mbak Edros,”koreksi Edy.


“Oh maaf, Pak Entog...”


Iis yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya langsung tersedak karena mendengar perkataan pegawai tersebut yang menyebut Edros menjadi Entog, entog artinya bebek.


“Yeh kok Entog, Edros, Edros,”koreksi Edy lagi kesal karena namanya berubah jadi Entog.


“Eh, maaf-maaf Ed..ros... Edros,”ujar pegawai tersebut sambil tersenyum malu.


“Nah, baru bener Edros,”ujar Edy sambil mengacungkan jempolnya.


Selepas pegawai tersebut pergi Edy langsung duduk didepan Iis, menatap makanan didepannya. “Wah keren nih, dikasih caviar. Pasti enak,”ujar Edy sambil menyuapkan makannya, sebelumnya Edy menyimpan Kalila di stroller terlebih dahulu.


Edy dan Iis pun makan dengan tenang sambil sesekali bergurau mengenai masa lalu. Iis tak habis-habisnya tertawa mendengar ocehan Edy, mengenai pengalamannya bekerja di salah satu hotel bintang 5 di Abu Dhabi.


“Beneran Iis, waktu kerja disana ada orang Arab, dia ingin nginep disana tapi closet duduk dikamar mandinya harus diganti,”ujar Edy sambil menyuapkan makannya dengan nikmat.


“Terus closet duduk dikamar mandinya diganti?”tanya Iis penasaran, orang macam apa yang tinggal di hotel dan meminta closet duduknya diganti.


“Yah digantilah, wah auto girang aku Iis, aku bawa tuh closet bekasnya. Lumayan aku jadiin buat kursi belajar,”jawab Edy.


Mahluk macam apa yang menjadikan closet duduk menjadi kursi buat belajar!? Entah karena terlalu kreatif atau memang sambungan di otaknya rada salah sampai dia kepikiran membuat closet duduk menjadi kursi untuk belajar.


“Ada lagi Iis, aku pernah yah, jadi buttler gitu. Pelayan lah pelayan, terus karena pelayanan aku bagus, itu orang arab ngasih tips ke aku keren banget. Masa dia kasih aku handphone Sungsang terbaru. Keren ngak?”ujar Edy sambil menunjukkan handphone merk Sungsang kepada Iis.


“Hah... kebanyakan duit yah, atau mungkin crazy rick UEA, kali,”ujar Iis kaget, ada manusia seperti itu didunia ini. Iis lupa kalau saat ini dia sudah menjadi salah satu dari manusia kebanyakan duit tersebut semenjak menikah dengan Juan Wijaya. Menjadi bagian 1% orang yang memiliki kekayaan yang tidak main-main.


“Lah suami kamu juga kebanyakan duit kali,”Edy mengingatkan.


“Ah ngak, emang lagi bagus aja rezeki Juan,”Iis mencoba merendah.

__ADS_1


“Bagus dari Delhi...!! Cuman orang kebanyakan duit yang ngundang satu kampung Citeko ke Bali Iis..!”Edy mengingatkan Iis.


Iis hanya bisa mengangkat bahunya, sebenarnya Iis pun kesal karena Juan mengundang satu kampung Citeko ke Bali. Tapi, sudahlah itu keinginannya.


Saat sedang asik berbincang dan bercanda dengan Edy, tiba-tiba ada pegawai maskapai penerbangan yang mendekati Iis dan Edy.


“Mrs. Wijaya,”panggil pegawai maskapai tersebut.


“Yes..”


“Mari saya antar ke kursi anda di pesawat, mari. Oh anda juga Mr. Entog.”


“Edros..Edros..!!”ujar Edy kesal karena namanya berubah menjadi Entog, masa nanti namanya jadi Edy Entog.


“Oh maaf, Mr. Edros. Mari,”ujar Pegawai maskapai tersebut.


Iis dan Edy langsung mengikuti Pegawai maskapai tersebut. Selama berjalan Iis celingukkan mencari dimana suaminya berada.


“Maaf, Mr. Wijaya dan Mr. Berutti dimana yah?”tanya Iis penasaran.


“Ah..mereka semua sudah ada di pesawat.”


“Oh..”


Iis dengan cepat berjalan di samping petugas maskapai penerbangan tersebut. Iis berjalan masuk kedalam pesawat dan diarahkan kelorong melewati beberapa kursi yang tampak nyaman. Tiba-tiba disalah satu kursinya Iis melihat Abah yang sedang mengendong Kama dengan santainya sambil mendengarkan musik.


“Mr. Edros anda duduk bersama Mr. Trina disini,”ujar pegawai tersebut sambil menunjukkan kursi Edy.


“Abah, udah disini aja,”ujar Edy sambil duduk disamping Abah.


Iis langsung tersenyum pada Abah, Abah hanya mengangkat gelas berisi susu coklat pada Iis. Iis menahan tawa melihat kelakuan Abah. Dasar tua-tua keladi, makin tua makin jadi.


“Mari, kursi anda dibagian dalam.”


Iis berjalan kemudian diarahkan ke suatu sudut. “Silahkan.”


“Ada yang bisa saya bantu lagi?”tanya Pegawai tersebut yang baru Iis sadari bahwa dia adalah pramugari.


“Kalau Mrs.Berutti dimana yah?”


“Ah, mereka disebelah,”ujar pramugari tersebut sambil menunjuk pintu didepan Iis.


Iis langsung mengangukkan kepalanya, pramugari itu pun meningalkan Iis dengan Juan. Iis menutup pintunya kemudian menatap sekitarnya. Hanya ada kursi panjang dan TV layar datar yang sangat besar dan ada pintu yang entah ada apa dibaliknya.



(Iya itu didalam pesawat bentuknya gitu, itu ada disalah satu pesawat milik maskapai Etih*t nama kelas penerbangannya residence class)


Juan terus mengetik tidak mengidahkan keberadaan Iis. Iis yang kesal akhirnya hanya duduk dikursi sebelah Juan. Matanya menatap kekanan dan kekiri, pesawat macam apa ini. Iis belum pernah terbang dengan pesawat seperti ini.


Juan menutup macbooknya kemudian menatap Iis yang sedang celingukkan bingung.


“Yang..”


Iis menatap Juan dengan tatapan kesal.


“Yang..”panggil Juan lagi.


“Oh bisa ngomong, suami aku bisa ngomong ternyata yah,”ujar Iis kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


“Bisa lah,”jawab Juan santai sambil melipat meja dihadapannya.


“Kamu teh baru inget punya istri?”tanya Iis lagi kesal.


Juan tersenyum saat mendengar cerocosan Iis. Juan langsung membuka kulkas kecil dibawah kursi, kemudian mengambil evian dari dalamnya.

__ADS_1


“Mau?”tanya Juan santai.


“Mas kenapa kamu nyuekin aku?”tanya Iis kesal.


“Abis kamu asik banget ngobrol sama Edy, masa mau aku ganggu,”ujar Juan sambil mengambil rambut Iis kemudian menciumnya.


“Abis aku mau ngobrol sama siapa? Kamu ngak ajak aku ngobrol sama sekali, abah sibuk ngurus Kama, Taca nyiapin perlengkapan Kama sama Kalika, mbaknya Taca juga bantuin Taca. Kamu juga asik ngobrol sama Adipati. Ya udah aku ngobrol sama Edy..!”ujar Iis kesal, saking kesalnya dia menarik rambutnya yang sedang dicium Juan.


Juan langsung menjawil pipi Iis, “Ya maaf tadi aku masih kesel sama kamu, kok kamu bisa-bisanya dipeluk Rozak.”


“Ih.. aku tadi tuh lagi jambak-jambakkan sama Bunda. Gara-gara Bunda bilang bisa gantiin aku. Dia mau ngerayu kamu..! Enak aja dia rayu-rayu suami orang,”ujar Iis kesal.


“Terus..”


“Yah aku jambak, terus dilerai Kang Rozak. Karena aku terus-terus berontak, jadinya Kang Rozak angkat aku, tapi tadi aku berhasil tendang Bunda loh,”ujar Iis semangat.


“...”


“Padahal kalau ngak dipisahin sama aku udah di cekik Bunda itu,”ujar Iis kesal.


“Jadi kamu marah karena Bunda mau rayu aku?”


“Iyalah..!! Jangankan Bunda siapapun yang rayu kamu pasti bakal aku marahin,”cerocos Iis.


Juan tertawa renyah, “ya udah, maaf yah. Maaf aku tadi ngambek sampai ngak ngomong apa-apa sama kamu,”ujar Juan sambil beranjak dari duduknya kemudian membuka pintu yang ada didepannya.


“Aku mandi dulu yah, kamu istirahat aja,”ujar Juan.


Iis yang penasaran mengikuti Juan, matanya membulat saat melihat apa yang ada dibalik pintunya. Iis melihat satu buah tempat tidur yang cukup untuk Iis dan Juan.



“Aku mandi yah,”ujar Juan sambil mencium pucuk rambut Iis.


Iis melihat kekiri dan makin kaget lagi melihat kamar mandi yang dimasuki Juan. Ini bukan pesawat tapi, apartemen kecil...!!


Iis akhirnya mengganti bajunya dengan baju piama satin miliknya, dia dengan cepat masuk kedalam selimut. Rasa ngantuk dan lelah benar-benar membuat Iis langsung tertidur.


“Yang..”Juan langsung diam saat melihat Iis sudah tertidur pulas di kasur.


Juan langsung mendekati Iis dan berbaring disebelahnya kemudian menatap wajah tenang Iis. Diamatinya wajah Iis, disentuhnya hidung Iis kemudian dikecupnya pelan.


“Selamat tidur kesayangan..”


•••


Tebak-tebakkan yuk, bulan madunya kemana nih mereka ?


Cluenya perjalan ini memerlukan waktu 16 jam dari indonesia dengan catatan ngak transit dinegara apapun. Tapi, kalau sampai harus transit membutuhkan waktu 40 jam karena harus transit di 2 negara.


A. Los Angeles, Amerika


B. Saariselkä, Finlandia


C. London, Inggris


D. ............ (isi sendiri deh)


Yang menang seperti biasa akan mendapatkan pelukkan manis dan kecupan hangat dari Becca (kangen juga aku sama Mbak Becca)


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2