Water Teapot

Water Teapot
Sahabat kuliah


__ADS_3

"Amore... bangun, Amore..." panggil Adipati sambil mengusap pipi Taca.


"Hmm... aku ngantuk, Di," rengek Taca sambil membenamkan wajahnya di dada Adipati.


Adipati tersenyum melihat Taca, " Amore, kamu ngak ngantor ? Nanti perusahaan aku bangkrut loh, kalau pegawainya tidur terus gini," canda Adipati sambil mengusap rambut Taca.


"Bodo... salah sendiri yang punya perusahaannya bikin aku begadang.." rengek Taca kesal sambil memeluk pinggang Adipati.


"Begadang enak ?" canda Adipati sambil menjawil hidung Taca.


Bukkkk...


Taca memukul dada Adipati dengan keras, membuat Adipati mengaduh kesakitan.


"Jam berapa sih ini ?"


"Jam 7, Amo..."


"APAAAA ???" Taca langsung meloncat dari tidurnya, tiba-tiba rasa kantuknya sirna, ada pertemuan dengan para staff HRD perusahaan lain hari ini dan dia tidak boleh telat.


"Kok kamu ngak bangunin sih ?" teriak Taca panik sambil menarik selimut kemudian membungkus tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai benangpun. "Aku telat ini, ARGHHH...!!"


"Aku udah bangunin kamu dari tadi, Amore..." ujar Adipati sambil tersenyum melihat Taca yang berlari kedalam kamar mandi.


•••


"Taca... sini..." panggil Kania yang sudah menyediakan kursi di sampingnya.


Taca dengan cepat berlari mendekati kursi disamping Kania "Maaf gue terlambat, sudah sampai mana ini ?" tanya Taca cepat.


"Oh...baru mulai kok, Ta. Santai," ujar Kania sambil tersenyum senang melihat sahabat dikantornya ini sudah datang. "Lo ngak telat buat liat primadona HRD perusahaan sebelah kok."


"Hah ?"


"Itu loh, orang paling ganteng di divisi HRD perusahaan Shopii. Kabarnya sih ganteng banget." ujar Kania sambil tersenyum centil.


"Hadeuh... pikiran lo, masih aja cowo." ledek Taca sambil membenarkan rambutnya yang masih acak-acakkan.


"Gue jomblo, Ta. Lah elo, udah sold out mana dapetnya ganteng lagi," ujar Kania sambil mengambil beberapa file didepannya.


Taca hanya bisa tersenyum mendengar ledekan Kania, "Lo mah sirik aja..!"


"Ihhh... emang gue sirik, emang kenapa ?" ujar Kania sambil menjulurkan lidahnya.


Taca hanya bisa mendorong bahu sahabatnya tersebut. Taca kemudian memperhatikan materi yang ada. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan waktu jam makan siang, sehingga mereka langsung berjalan ke arah restoran ditempat itu.


Taca dengan cepat langsung ke bagian sushi, bagian kesukaannya, saat memilih-milih sushi, tiba-tiba ada yang menyodorkan piring penuh sushi favoritenya.


"Salmon sushi with mentai sauce, right ?" ujar suara bariton di sampingnya.


Taca langsung melirik siapa orang yang memberikan makanan kesukaannya tersebut. "RADI...." pekik Taca sambil memeluk Radi spontan.


Radi yang tiba-tiba dipeluk langsung mencengkram piring sushinya. "Ouppp ouppp sabar-sabar... tumpah ini piring..!" ujar Radi sambil tersenyum senang melihat Taca.


"Kamu kapan pulang dari Singapura ?" tanya Taca dengan semangat.


"Kapan yah, udah ada 4 bulan yang lalu. Kamu apa kabar Princess..?" ujar Radi sambil tersenyum penuh arti pada Taca.


"Baik, Rad.. astaga kangen banget sama sahabat aku ini."

__ADS_1


"Astaga aku masih dizona sahabat ? Ngak ada cita-cita mindahin aku jadi zona pacar gitu ?" tanya Radi sambil menyerahkan piringnya pada Taca.


"Hahahaa ngaco, maaf yah. Dulu yang kabur ke Singapura tuh siapa ? Yang ninggalin siapa ?" tanya Taca sambil tertawa.


"Aku..." jawab Radi dengan wajah disedih-sedihkan.


"Nah kan...hahaaa," tawa renyah keluar dari mulut Taca.


Radi hanya diam menatap Taca, sahabat kuliahnya disalah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung ini, benar-benar tidak berubah. "Abis kamu diajak ke Singapura ngak mau, tapi aku kaget loh."


"Kaget kenapa ?"


"Kamu tadi meluk aku, dulu boro-boro meluk, dipegang dikit aja langsung ngacir..." ujar Radi mengenang kelakuan Taca saat kuliah, dimana banyak pria yang menyukai Taca tapi selalu ditolak oleh Taca, termasuk dirinya.


"Eh... iyah...hahhahaaa. Ya udahlah, Rad. Emang kamu ngak suka dipeluk aku ?" tanya Taca Polos.


"Sukalah, sini peluk lagi," canda Radi sambil merentangkan tangannya, bermaksud memeluk Taca.


Taca langsung tertawa, kemudian mundur dua langkah kebelakang, "Maaf mas Radi, kita bukan muhrim hahahaaa," tawa Taca dan Radi pecah saat mendengar ucapan Taca.


Beberapa orang disana langsung berbisik-bisik saat melihat Radi dan Taca yang tertawa-tawa.


"Oh, Rad... gimana kabar Kak Cindy, baik ? Astaga aku ingin meet up sama Kak Cindy, kangen" ucap Taca menanyakan kabar Kakak perempuan Radi.


Radi hanya tersenyum misterius mendengar pertanyaan Taca, "Baik, Ta."


Radi benar-benar tidak mau membahas lebih lanjut mengenai Kak Cindy, didalam hatinya dia berdoa, semoga Taca tidak menanyakan apapun mengenai Kak Cindy.


"Kak Cindy sekara..."


"Taca..." panggil Kania memotong perkataan Cindy.


"Eh...pulang dari sini pada mau kemana ?" tanya Radi pada Taca dan Kania, bermaksud untuk mengalihkan pembicaraan dari Kak Cindy.


"Aku langsung pulang," jawab Kania semanis mungkin.


"Kamu, Ta ?" tanya Radi.


"Aku masih bingung, mau langsung pulang atau langsung ke Rumah Sakit, Rad," ujar Taca


"Siapa yang sakit ?" tanya Radi khawatir.


"Ngak ada yang sakit, Rad. Aku cuman mau nganter tunangan Aku buat ngelakuin bedah kecil." jawab Taca jujur sambil tersenyum pada Radi.


"Tunangan ?" tanya Radi meyakinkan pendengarannya dan langsung dijawab anggukan oleh Taca.


Radi terdiam, ternyata Taca sudah memiliki tunangan. Ah... sial kenapa saat mereka bertemu kembali, Taca sudah memiliki tunangan. Padahal, baru saja Radi akan melancarkan aksi PDKTnya.


"Pak Adipati operasi apa, Ta ?" tanya Kania penasaran.


Taca langsung tersenyum mendengar pertanyaan Kania, ngak mungkin dia bilang Adipati disunat, bisa geger satu kantor kalau tau Adipati di sunat. "Ada operasi kecil dibagian kakinya."


"Tunangan kamu Adipati Berutti ?" tanya Radi kaget mendengar nama tunangan Taca.


"Iya, kamu kenal ?" tanya Taca penasaran.


Radi hanya bisa mengeretakkan giginya, "Hmm.. ngak, ngak kenal," jawab Radi cepat.


"Kok ngak kenal tau nama panjangnya ?" tanya Kania penasaran, jiwa keponya meronta-ronta.

__ADS_1


"Hah... oh.. asal, nebak aja." jawab Radi cepat.


"Radi ini emang jagonya buat nebak, Ka," ujar Taca pada Kania.


Kania hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Taca.


"Eh..aku duluan, yah. Udah dicariin sama temen-temen yang lain. Oh, Ta minta nomer Wa dong." pinta Radi, Taca dengan cepat memberikan nomer Wa-nya pada Radi.


Sepeningalan Radi, Kania langsung meremas tanga Taca dengan keras.


"Sakittt Ka...!!"


"Taca... lo tau ngak itu siapa ?"


"Radi ? Radian Hasta, sahabat gue waktu kuliah dulu," jawab Taca bingung, emang kenapa sama Radi.


"Itu kan, primadona di divisi HRD perusahaan Shopii..." pekik Kania sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Hah... jadi primadonanya Radi ?" tanya Taca kaget, tidak dipungkiri Radi memiliki wajah dan badan yang rupawan. Tapi, menurut Taca untuk menjadi primadona sepertinya terlalu berlebihan.


"Radian Hasta yang itu ?" tanya Taca lagi.


"Iya... makanya gue kaget, kok lo bisa kenal. Lo tuh kaya magnet buat cowo-cowo ganteng yah." ujar Kania sambil menarik tangan Taca untuk masuk kedalam ruangan pertemuan kembali.


" Hahahaaa... ngaco."


Zretttt zretttt


Taca merasakan getaran di tangannya, kemudian dia melihat handphonenya ada 2 pesan WA yang masuk, satu dari Adipati dan satu lagi dari nomer tak dikenal.


Taca langsung membuka pesan dari Adipati terlebih dahulu.


- Amore, langsung ke RS aja, ngak usah ke apartemen. Pokoknya kamu harus nemenin aku sampe masuk keruangannya. Ngak mau tau..!


Taca langsung membalas pesan Adipati.


- iya, nanti aku temenin. Nanti aku peluk kamu selama prosedur dilakuin, Janji...


Jangan lupa makan ya, Di.


Taca kemudian membuka pesan dari nomer tidak dikenal kemudian tersenyum saat membaca pesannya.


- Princess Sushi, ini nomer aku. Save yah.. dari lelaki yang meningalkanmu ke Singapura, hahahaaaa...


Taca tertawa membaca pesan Radi yang nyeleneh, dari dulu Radi memang selalu bercanda dengannya. Taca langsung mensave nomer Radi tanpa tau akibat yang akan ditimbulkan dari hal itu....


•••


Hayooo sabar yah yang mau liat adegan Adipati disunat...


Mohon bersabar... hahahaaa...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2