Water Teapot

Water Teapot
S2 : Lama amat..!


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Setelah berenang dengan lumba-lumba mereka sudah kembali ke kamar hotel. Kamar hotel yang disewa Juan adalah kamar hotel tipe the underwater suite dimana dikamar tersebut ada 2 buah kamar dengan pemandangan menakjubkan dan ruang makan juga ruang keluarga yang mengahadap kolam yang sangat luas.


"Iis sini," panggil Taca saat Iis melewatinya.


Iis menghentikan langkahnya kemudian duduk disamping Taca dengan bingung. "Kenapa, Ta ?"


"Si dodol tadi udah lamar kamu ?" tanya Taca penasaran, semenjak hamil Taca benar-benar memiliki kelakuan seperti Abah, mulai dari cara bicara dan cara memanggil orang.


"Mas, belum lamar aku, Ta. Sabar mungkin belum waktunya," ujar Iis sambil tersenyum sabar.


"Ihhh lama amat sih, gremet deh. Pikir-pikir Adipati langsung lamar aku dulu," ujar Taca gemas dengan keleletan Juan untuk melamar Iis.


Iis langsung tersenyum melihat kelakuan Taca, "Masalahnya, dulu kalau kamu ngak dilamar kamu udah kabur sama Radi, kalau aku? Sapa yang mau lamar aku? Lumba-lumba ?" ujar Iis merendah sambil tertawa renyah.


"Ih, suka gitu kamu mah,merendah untuk meninggi, kebiasaan beneran deh," ujar Taca sambil menyilangkan tangannya diatas perutnya.


"Lah, kenyataan siapa yang mau sama aku, Taca. Aku bersyukur Juan mau sama aku, kalau bukan Juan siapa yang mau sama aku?" tanya Iis bingung.


"Banyak, Bu Iis yang mau sama kamu, tapi kamu tuh galak. Makanya cowo-cowo mundur. Yang kuat cuman Kang Rozak sama Juan." ujar Taca sambil tersenyum.


"Emang aku galak banget?"


"Astaga, berapa kali kamu nendang Juan ? Berapa kali kamu sambit Kang Rozak pake bantal ?" tanya Taca mengingatkan kisah cinta Iis.


Iis langsung mengingat perlakuannya pada Kang Rozak dan juga pada Juan. Entah sudah berapa kali Juan ditendang Iis dan Kang Rozak yang disambil bantal oleh Iis.


"Iya sih, tapi kan mereka ngapain coba centil-centil. Jelajatan, yang salah mereka ah," Iis membela dirinya.


"Iya...iya."


Taca tersenyum sambil memeluk Iis, "Iis, saran aku mending kamu tunggu Juan siap. Tapi, kalau kamu udah capek nunggu atau kamu udah ngak sanggup inget aja betapa sayang dan cintanya Juan sama kamu. Kalau masih capek lagi, aku balikkin semua keputusannya ke kamu Iis," ujar Taca.


"Aku tau, Taca. Aku juga ngak ngebet nikah, umur aku masih muda. Aku cuman takut siap atau ngak aku masuk kekeluarga Juan. Aku emang sabar Ta, tapi kalau udah ada yang hina dan injak-injak harga diri aku, aku ngak bakal bisa tahan emosi," ujar Iis jujur.


"Kamu takut diangap perempuan pengeruk harta?" tanya Taca.


Iis menganggukkan kepalanya dengan cepat, itu yang Iis takutkan, kupingnya sudah sangat-sangat panas mendengarkan rumor yang beredar disekitarnya saat orang-orang mengetahui dengan siapa dia sedang menjalin hubungan.


"Iis, kenapa mikirnya gitu? Sekarang, gini deh. Juan kerja buat siapa ? Juan kerja itu buat kamu dan keluarganya, wajar kalau kamu pake uangnya, kalau bukan kamu yang pakai mau siapa yang pakai?" tanya Taca.


"...."

__ADS_1


"Mungkin kamu mikir, kamu bukan istrinya terus ngerasa kalau kamu ngak punya hak untuk uang Juan. Tapi, Juan udah anggap kamu istrinya sendiri."


"Tapi..."


"KAMU BUKAN BUNDA, IIS...!!!" sentak Taca kesal.


DEG.......


Iis terdiam mendengarkan perkataan Taca, ucapan Taca benar-benar tepat sasaran. Inilah yang sebenarnya Iis takutkan, Iis takut disangka memiliki kelakuan yang sama dengan istri kedua Ayahnya, Bunda


Bunda wanita J*lang yang mengeruk semua harta kekayaan Ayahnya sampai habis, dulu Ayahnya punya banyak sawah, tanah, rumah kontrakan. Iis kecil sangat dimanja oleh kedua orang tuanya, namun saat SMA kelas 1 semuanya hancur berkeping-keping. Sedikit demi sedikit harta Ayahnya dijual, sedikit demi sedikit harta Ayahnya hilang tak berjejak.


Iis tidak mau dirinya disamakan dengan Bunda, dia tidak mau diangap pengeruk harta kekayaan Juan. Dia ngak mau..!


"Bener 'kan, kamu takut dianggap kaya Bunda. Ngaku...!!" Taca berkata sambil menunjuk muka Iis geram.


"Iya"


Taca yang hapal luar dalam Iis langsung bisa menebak alasan Iis. "Iis, kamu beda sama Bunda, Bunda itu merebut dengan paksa Ayah dari Ibu, menggunakan cara licik apapun untuk mendapatkan harta kekayaan Ayah kamu, mulai dari cara real sampai cara yang diluar nalar."


"..."


"Sedangkan kamu, kamu rebut Juan dari siapa ? Yang ada Juan yang ngejar-ngejar kamu, sampai-sampai Juan rela 'puasa' demi kamu. Sampai-sampai Juan mengizinkan kamu untuk masuk ke ranah pribadinya. Beda Iis, kamu beda sama Bunda. Ingat Juan yang ngejar-ngejar kamu bukan sebaliknya..!" ujar Taca menyadarkan Iis.


"Tapi..."


"Kenapa lagi ?" ujar Taca kesal, Iis ini tipe wanita yang harus disadarkan sesadar-sadarnya.


Taca menepuk dahinya kesal, "Yah terus kenapa kalau mantannya cantik ?!"


"Yah, kan aku ngak cantik Ta.."


"Kamu cantik LIZBET SANDIA...!!!"


"Tapi..."


"Nih, walau mantannya cantik kaya bidadari atau secantik Miss World sekalipun..."


"Iya..."


"JUAN PACARANNYA SAMA KAMU, JUAN SUKA DAN CINTANYA SAMA KAMU, NAPE HARUS MIKIRIN SI CICIL ?!" teriak Taca gemas.


"Heh....." pekik Iis kaget seperti baru sadar akan kebenaran dari perkataan Taca.


"Jadi mau si Cicil gimana-mana juga, Juan maunya sama kamu, kok..!" ujar Taca kesal.


"Bener juga yah, kok aku ribet yah, Ta," ujar Iis sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Nah, si Maemunah baru sadar, dah..!!! Ngapain ngurusin si Cicil, lah wong Juannya maunya sama kamu. Kamu tuh suka ribet, udah dibawa santai aja kenapa sih," ujar Taca sambil meremas kedua bahu Iis.


Taca dan Iis tertawa bersama saat menyadari kebodohan Iis. Iis merasa beruntung memiliki sahabat seperti Taca yang mau menemaninya disaat suka dan duka.


"Aku ngak nyangka aku sebodoh ini," ujar Iis sambil tertawa.


"Lah, baru sadar Bu Iis ?" ujar Taca.


Dug dug...


"Aduh nak, sakit sayang. Cep..cep... kangen Daddy yah ?" tanya Taca sambil berusaha menenangkan kedua anaknya.


"Kenapa ?" tanya Iis bingung sambil menyentuh perut Taca, tiba-tiba Iis merasakan tendangan dari perut Taca.


"Ini, anak-anak mau ketemu Adipati, anak-anak aku tuh, kalau ngak ketemu Adipati gini tendang-tendang, ngilu."


Dug...dug...


"Aw, sayang iya. Kita cari Daddy yah," ujar Taca sambil beranjak dari sana dan berjalan kekamarnya.


"Iis maaf nanti kita lanjut lagi yah, Sikembar ingin ketemu Daddynya."


"Iya, ngak papa, bareng aja. Aku juga mau mandi lagi, mumpung Mas ngak ada, kalau ada ribet," ujar Iis sambil berjalan dibelakang Taca.


"Ribet atau jelajatan gara-gara ingin ngelakuin transfusi darah putih sama kamu ?"tanya Taca sambil tersenyum nakal.


"Hadeuh, sadar Taca... aku mah masih segel," ujat Iis sambil mengerucutkan mulutnya.


"Iya percaya, aku mah yakin kamu ngak kaya aku, aku mah kecentilan, heheheee..." Taca mengakui kelakuan jeleknya dulu. Untung Adipati mau tanggung jawab, coba kalau ngak Taca ngak tau bakal jadi apa nasibnya.


Dug...dug...


"Cep...cep nak, sabar yah ini ketemu Daddy bentar lagi," ujar Taca sambil membuka pintu kamarnya dan masuk.


Iis hanya tersenyum menatap Taca, tanpa sadar Iis menyentuh perutnya dan mengusapnya, membayangkan suatu hari nanti rahimnya akan terisi dengan buah cintanya dengan Juan. Entah kapan, moga segara. Amiin...


•••


Iis kesayangan Author, kamu mah bukan Bunda ih....


Bunda mah mahluk astral..!!!


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2